CERPEN KE-45 : BEHIND THE SCENE ( DIBALIK LAYAR )
Sejak saya membuat 'Oldest
Prince',saya tidak menulis cerpen lagi hingga kali ini tiba kesempatan untuk
melakukannya lagi.Biasanya cerpen2 saya itu nyelip diantara cerbung tapi kali
ini akan saya setting terpisah di blog biar pembaca enak bacanya.Jadi jangan
kaget buat yang buka blog saya kalau tiba2 nemu cerpen didalamnya.Cerpen kali
ini dilatarbelakangi rasa suka saya pada pairing Swasan dalam Swaragini.Semoga
saja cerpen ini bisa menghibur hati semua penggemar mereka.Namaste...
◇◇◇ BEHIND THE SCENE◇◇◇
Piala itu masih menghias
lemari kaca di kamarku,sengaja aku tidak menempatkannya di rak yang sama dengan
piala2ku yang lain karena bagiku piala itu sangat spesial.Aku meraba tulisan
yang tertera di bagian bawah piala itu,"Best Jodi Award...."
Ya penghargaan sebagai pasangan
terbaik dalam ajang penghargaan insan perfilman.Aku meraih penghargaan itu
bersama Varun,pasangan mainku dalam serial yang booming kala itu.Aku ingat kala
itu dia duduk di sebelahku dengan jas warna hitam.Membuatnya nampak sangat
tampan,sedang aku dengan rok panjang warna putih dan atasan lengan pendek warna
merah.Rambutku terurai dengan hiasan di sana sini.Varun berbisik
padaku,"Apakah menurutmu kita akan menang?"
Aku sendiri tidak yakin namun aku yakin akan kemampuan akting
Varun,"Mengapa tidak?Kau sangat hebat dan meraih penghargaan aktor terbaik
bukan?"
Dia balik memandangku,"Bukannya kau juga dapat penghargaan
sebagai aktris terbaik,Miss Helly Shah?"
Asyik bicara sendiri sampai kami tidak dengar kala nama kami disebut
sebagai pemenang nominasi kategori pasangan terbaik tahun itu,"The winner
is Vahe!!Varun Kapoor and Helly Shah!!Please come to the stage!!"
Air mataku menetes setiap kali ingat moment itu,"Vahe....Varun dan
Helly..."
"Kau belum berangkat juga,Helly?Kau bisa terlambat syuting
sayang..."
Aku segera mengusap air mataku kala Mama memegang bahuku,"Iya Ma...Helly
pergi dulu."
Mama melepas kepergianku
dengan tatapan penuh pengertian.Mama memang tahu bahwa meski waktu telah
berlalu hatiku tak bisa menghapus nama Varun dari dalamnya.Banyak serial yang
kubintangi namun tak sebooming serial dimana aku dan Varun yang
memerankannya.Serial itu sukses hingga ke luar negeri.Nama para pemainnya jadi
naik daun termasuk aku dan Varun.Berkat kesuksesan itu aku bisa memiliki rumah
mewah yang kini kutempati bersama orangtuaku.Delapan tahun lamanya aku merintis
karier artisku namun baru setelah berpasangan dengan Varunlah namaku berkibar
dan kini menjadi artis papan atas.Fansku begitu banyak dan mereka berharap aku
dan Varun akan main lagi sebagai pasangan.Namun,mereka harus kecewa karena
Varun tak bisa melakukannya.Isterinya,Kavita begitu protektif dengan suaminya
itu.Apalagi jika menyangkut diriku.Begitu banyaknya penggemar aku dan Varun
sampai banyak fans ingin melihat kami bersatu dalam real kehidupan. "Kita
sudah sampai di lokasi syuting Nona."
"Tidak mungkin...."
Sopirku mendengar ucapanku,"Apa maksud Nona dengan tidak
mungkin?Lihatlah kita sudah sampai!"
Aku melihat keluar,'Astaga asyik melamunkan Varun sampai aku tidak
sadar jika sudah sampai...' Akupun turun dan disambut oleh para crew,"Kami
menunggumu Helly!Syukurlah kau sudah di sini." Aku diberi skenario adegan
hari itu,dan seorang penata rias segera menangani rambutku.Sambil menata
rambutku ia bercerita,"Apakah kau tahu kabar terupdate dari aktor Varun
Kapoor?Kabarnya ia bercerai dari isterinya yang tomboy itu."
Aku kaget,"Apa?Darimana kau dengar itu?"
Dia memang ngefans pada Varun
Kapoor tapi uniknya dia itu sangat ingin melihat aku jadian dengan Varun Kapoor
seperti dalam serial yang dulu kami bintangi.Kadang aku tertawa mendengar
bagaimana ia begitu yakin bahwa aku dan Varun itu berjodoh.Dia memandang
bayanganku di cermin,"Aku pastikan info ini benar Nona Helly,sejak meraih
penghargaan dulu bersama Nona,serial2 yang ia bintangi tak satupun yang
sukses.Dia seperti kehilangan kemampuannya dalam berakting.Apalagi isterinya
itu sangat glamour hidupnya.Terakhir malah isterinya itu ketipu soal jual beli
tanah.Kerugiannya bermilyar2."
Aku memandang ke
cermin,teringat aku dulu bagaimana Varun suka duduk didekatku saat aku sedang
dimake up.Ia memandangiku membuat aku jadi penasaran. .
..flash back...
"Apa yang kaulihat,Mr.Sanskar Maheswari?"
Dia melihat ke naskah yang dibacanya,"Ehm...aku hanya mempelajari
tentang adegan nanti.Aku harus mengerti bagaimana isteriku bukan,Mrs Sanskar Maheswari?"
Entah apa yang ada di pikirannya
suka sekali dia duduk di kursinya itu sambil memegang naskah di
tangannya.Bahkan tak jarang dia tiba2 berdiri di belakangku dan mengomentari
riasanku,"Kau cantik sekali jika rambutmu dibuat lurus begitu.Apalagi jika
rambutmu masih basah,kau tambah sangat manis,Swara."
Aku tersenyum mendengar dia memanggilku dengan nama peranku,"Kau
pasti sedang latihan dialog lagi ya Varun?Kau ini.Kupikir kau benar2
memujiku.Hmm..."
Dia tersenyum dan bergumam,"Andai saja kau tahu
perasaanku..."
Aku cubit pipinya,"Varun!!Kau ini latihan terus.Lihat makananmu
bahkan belum kau makan.Kau itu sudah sangat menjiwai tak perlu terus
berlatih."
Ia protes,"Tapi latihan membuat sempurna Helly...kenapa kau selalu
gemas pada pipiku?"
Kuambil makanannya dan menyuapinya,"Kau ini harus banyak
makan.Bukankah sutradara bilang kau harus banyak berolahraga dan menjaga asupan
nutrisimu?"
Dia tersenyum dan
menurutiku,untung saja isterinya waktu itu tidak datang ke lokasi syuting.Kalau
tidak bisa gawat kayak waktu adegan di kuil dulu.Kakiku sampai keseleo karena
harus mengulang2 adegan jatuh.Aku ingat saking paniknya lihat aku mengaduh
kesakitan,Varun langsung menggendongku,"Helly cidera!Panggil team
medis!"
Kala kakiku diperiksa kulihat
isterinya menariknya untuk menjauh dariku.Kemudian dia pergi dari lokasi,dia
pasti marah.Aku jadi merasa bersalah.Aku tahu bahwa aku merasa nyaman berada
dekat Varun,bahkan aku kerap merasa iri pada isterinya.Beruntung sekali dia
mendapatkan Varun.Andai saja akulah yang bertemu dengan dia lebih dulu.Sejak
itu aku menjaga jarak darinya.Aku tak mau merusak rumah tangga orang.Untuk
meredam hal itu aku bahkan menerima perhatian Namish padaku.Hal itu membuat
Varun menjauh dariku hingga saat pesta perayaan hari terakhir syuting ia nampak
menghindar dan menjauh.Ia bahkan tidak makan kue tartnya.Ia hanya berpose
sebentar dengan beberapa crew lalu dia pergi.Padahal berulangkali bagian kamera
meminta aku dan dia dalam satu frame.Namishlah yang malah mendominasi kamera
sedang pemeran utama prianya malah entah dimana.Aku pakai pakaian pink waktu
itu dan jujur aku ingin menyuapkan satu potongan kue untuk Varun namun aku tak
melihat dia.Hari itu dia tampil dengan jas coklat dan hem putihnya,tampan
sekali dia dengan rambut ditarik ke belakang dan dibelah dua,dia tampak sangat
gagah dan ganteng.Namun kala dia tak kulihat lagi sadarlah aku betapa aku
sangat kehilangan.Namish merangkulku,"Kau mencariku ya?Aku tadi hanya
berpose dengan Varun disana sebelum dia pergi katanya ada urusan.Biasa dia
sudah kontrak baru lagi menjadi peran dokter."
Aku manggut2 dengan kecewa
kupendam dalam dada karena ia bahkan tidak mengucap selamat tinggal
padaku.Padahal kami begitu akrab dulu sampai tersebar rumor bahwa kami kencan
diam2.Semua adalah salahku yang segera menarik diri darinya dan kemudian
menyatakan ke media kalau aku dan Namish pasangan kekasih.Dia bahkan tidak ikut
kala kami diundang ke luar negeri dalam rangka promo serial.Sibuk syuting
demikian alasannya.Varun...aku tak bisa memungkiri bahwa aku terus memikirkanmu
meski aku telah mencoba menghapus bayangmu dengan kehadiran Namish di sisiku
tapi aku sadar bahwa hanya kau yang terus mengisi relung hatiku.Kini akupun
telah berpisah dari Namish,aku memilih sendiri daripada aku menyakiti orang
lain.Namish berhak mendapatkan cinta yang tulus dan aku sadar aku tak bisa
memberikan itu padanya.Maafkan aku Namish,aku tak bisa berhenti mencintai
Varun...ya aku mencintai Mr.Sanskar Maheswari.
Part pertama cerpennya sudah
selesai.Part Helly Pov.Nah part keduanya akan menjadi giliran Varun Pov.Apakah
dia juga mencintai Helly Shah?***see you next part***
Part 2 CERPEN SWASAN ◆◇◆
BEHIND THE SCENE
Part 1 sudah menampilkan pov
Helly Shah sebagai artis tenar yang jatuh hati pada lawan mainnya dalam sebuah
serial yang mengorbitkan nama mereka sebagai pasangan terbaik.Namun sayangnya
lawan mainnya itu,Varun Kapoor telah menikah dengan seorang wanita bernama
Kavita Dhanya.Demi kebaikan rumah tangga pria yang ia cintai,Hellypun menjauh
dari kehidupan Varun dan menerima Namish Taneja sebagai kekasihnya.Waktupun
berlalu dan Helly sadar bahwa ia tak bisa berhenti mencintai Varun.Iapun
memutuskan Namish karena tak mau membohongi perasaannya.Sementara itu kabar
bahwa Varun bercerai dari isterinya merebak di media.Apakah yang sebenarnya
terjadi dengan Varun?Apakah benar bahwa ia memiliki perasaan cinta juga pada
Helly?Yuk simak part 2 cerpennya!Moga bisa kelar di part ini.Kahin pyaar na ho
jahe...
¤¤¤ BEHIND THE SCENE part 2
Hujan mengguyur kota
Mumbai kala aku dan mamaku sampai di rumah baru kami.Aku putuskan pindah ke
Mumbai setelah bercerai dari Kavita.Memang rumah baru ini tak sebesar rumah
lamaku.Rumah sengketa itulah yang membuatku terpaksa menikahi Kavita.Jika bukan
demi ayah tak ingin aku menikahi Kavita.Ayah sampai jatuh sakit karena masalah
tanah rumah itu.Tanah seluas 2800 meter persegi itu sungguh membuat kehidupanku
bagai di neraka.Seseorang telah menipu ayah yang kala itu sedang merugi
bisnisnya.Ayah hendak menjual tanah itu untuk menutupi menyelamatkan
bisnisnya.Namun malah ditipu seorang makelar tanah bernama Anup.Dia malah
menjual tanah milik ayah ke orang lain yaitu ayah Kavita dengan mengambil
keuntungan bermilyar2.Ayah shock mendengarnya apalagi sertifikat tanah dipegang
oleh ayah Kavita.Bahkan ia mengirim somasi kepada keluargaku untuk mengosongkan
rumah.Aku coba mencari bantuan kemana2 namun apa daya ayah tetap tak mau
kehilangan tanah itu.Bahkan hampir saja beliau bunuh diri jika saja aku tak
segera datang. "Kau tidak masuk Varun?"
Pertanyaan mama menyentakkanku dari lamunan masa lalu,"Varun
masih ingin diluar Ma..."
Demi ayah aku membuat
kesepakatan dengan keluarga Kavita bahwa aku minta mereka mengijinkan kami
tetap menempati rumah lama kami.Mereka setuju asal aku menikahi Kavita.Kavita
rupanya satu kampus denganku.Aku ingat pernah bentrok dengannya.Dia sangat
tomboy di kampus dan ketua genk cewek di sana.Aku tak suka gayanya yang suka
merendahkan orang lain.Mungkin itu diwarisi dari ayahnya.Meski hidup dibawah
satu atap tapi aku menjalani hari2ku dibawah ancaman.Jika aku tidak mengikuti
kemauannya dia akan memberitahukan pada ayahku yang sebenarnya.Aku benci
sekali.Andai saja aku bisa menemukan makelar tanah itu!Aku memilih bekerja
sebagai artis karena kulihat itu lahan mencari uang yang menjanjikan.Aku kerap
tidak pulang supaya bisa menghindari Kavita.Aku berhasil menjadi aktor
pendatang baru.Impianku cuma satu bisa menebus tanah itu lagi.
Aku melangkah dibawah guyuran
hujan.Hujan mengingatkanku akan sebuah adegan perkelahian di serial yang
melejitkan namaku.Aku ingat memakai kaos merah waktu itu beradu jotos dengan
seorang aktor bernama Namish Taneja.Kami memperebutkan seorang gadis bernama
Swara.Andai saja orang tahu adegan itu sebenarnya memang sungguhan.Aku dan
Namish memang sama2 jatuh hati pada pemeran Swara. Aku nikmati guyuran hujan
sambil bergumam,"Helly,aku ada di kota dimana kau berada.Apakah kau masih
mengingatku?Apakah kau masih ingat pada Sanskaarmu ini?"
Hujan membuat basah jasku,"Swara,aku sebenarnya ingin menjelaskan
padamu semuanya tapi kau memilih dia.Kau tak memberi ruang bagi cintaku.Kavita
pasti telah mengintimidasimu sama seperti yang ia lakukan padaku.Kau tahu kami
bertengkar hebat hingga ayah tahu semuanya dan kemudian ayah harus dirawat.Apa
kau tahu kenapa aku pergi cepat2 waktu acara penutupan syuting?Hari itu
sebenarnya aku ingin mengutarakan perasaanku padamu tapi kau selalu bersama
Namish.Ya kalian kan sudah menjadi kekasih.Lalu aku mendapat telpon bahwa ayah
masuk RS.Kavita kesal mengetahui aku jatuh hati padamu Helly."
Ayah melepaskan aku dan berpesan disisa nafasnya,"Maafkan ayah
Varun.Ayah lebih mengutamakan tanah itu daripada kebahagiaanmu.Kejarlah
kebahagiaanmu sekarang Nak.Kejarlah dan raihlah mimpimu.Kau telah banyak
berkorban untuk ayah.Ayah bangga memiliki anak sepertimu.Hiduplah dengan bebas
anakku."
Aku kini sudah
bebas....aku sudah bercerai dari Kavita.Aku tak peduli dia mengancamku dengan
masalah tanah.Aku ga peduli dengan tanah itu.Aku memilih pergi ke Mumbai.Aku
mau mengejar cintaku.Wanita yang kini menjadi impianku. Helly Shah.
Waduh ga kelar juga di part
dua.Akan saya sambung lagi nanti.Dengan normal pov kayaknya.Sekarang saya mau
pergi dulu.***see you next part***
Part 3 SWASAN CERPEN ☆☆
BEHIND THE SCENE
Part ke-2 menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan
aktor Varun Kapoor.Mengapa ia sampai bisa menikah dengan Kavita.Demi
menyenangkan hati seorang ayah,Varun hidup dalam ancaman Kavita.Kavita kesal
tak bisa mendapat hati Varun dengan ancaman dan makin kesal kala tahu kedekatan
Varun dengan Helly Shah.Rasanya ga adil deh kalau ga ada Kavita pov.Setuju
ga?Biar clear semuanya.Ready guys?Ruk ja ....
....Kavita Dhanya pov...
Pengacara memberikan berkas surat cerai kepadaku,"Semua sudah
selesai,kini Anda bukan lagi isteri Varun Kapoor."
Setelah berkata begitu dia pergi meninggalkanku.Kematian
ayahnya membuat Varun tidak takut lagi padaku.Aku bodoh sekali kenapa aku
begitu dibutakan oleh kecemburuanku.Aku telah memblokir semua penggemar Varun
yang mengaitkan dia dengan Helly Shah.Aku benci aktris itu.Dia membuat Varunku
berubah.Aku sering memergoki Varun senyum sendiri sejak bermain di serial
itu.Dia juga lebih memilih tidur di lokasi syuting daripada pulang.Dia akan
pulang jika aku mengancamnya soal kesehatan ayahnya.Pria tua itu malah kemudian
mendengar pertengkaranku dengan Varun.
"Kau tahu
aku benar2 sedang syuting,Kavita.Jarak lokasi syutingnya jauh.Apa kau tidak
berpikir sebelum menyuruhku pulang?"
Varun nampak kesal tapi aku tahu dia hanya ingin dekat dengan
wanita itu,"Ga usah ngeles!!Aku tahu kau bersama wanita itu bukan?!Dia
selalu menggodamu kan?Dia memang wanita gatal,suka merebut suami orang!Dasar
wanita murahan!!"
"Cukup!Helly bukan wanita seperti yang kaukatakan!Dia wanita
yang baik,dia bahkan selalu menjaga perasaanmu.Dia menjauhiku dan ...."
Aku melihat kecemburuan di mata suamiku,"Dan dia memilih pria
lain bukan?Kau sakit hati bukan?Kau seharusnya sadar Suamiku sayang bahwa
hidupku adalah milikku.Kau jangan coba2 untuk lari dariku atau...."
"Kau selalu
mengancamku Kavita.Seorang isteri tidak akan melakukan itu pada suaminya.Di
mataku kau bukanlah isteriku,Kavita!!"
Kulipat tanganku,"Terserah apa katamu.Yang pasti kau adalah
bonekaku.Kau itu mainanku.Aku tak suka mainanku direbut orang lain.Segera
akhiri kontrakmu di serial itu katakan bahwa kau telah terima kontrak lain.Atau
kontrak ayahmu di rumah ini akan berakhir..."
Bisa kulihat amarah di matanya,"Aku akan bekerja keras hingga
bisa kutebus kembali sertifikat itu dari tangan ayahmu.Aku pasti bisa!"
Varun memang membuktikan ucapannya,ia bekerja keras dan
mulai mengumpulkan uang.Tapi yang paling membuatku kesal adalah caranya menatap
wanita itu.Dalam sekali seakan ia sungguh2 mengatakan setiap bahasa cinta ke
wanita itu.Apalagi saat adegan helikopter itu,wajahnya bahagia sekali.Berapa
kali ia beradegan menggendong wanita itu.Berkali2.Sedang denganku ia tak
semesra itu.Dia selalu menghindariku.Dia dingin padaku.Aku benci wanita itu
karena membangkitkan sesuatu dalam diri Varun.Aku harus memakai obat bius untuk
membuatnya tunduk padaku tapi sejak ada wanita itu ia mulai berontak.Ia
menjauhiku menolak apapun dariku.Helly Shah...tak akan kubiarkan kau
mendapatkan Varun.Jika aku tak bisa kaupun juga tak boleh!! Aku menghubungi
anak buahku,"Kalian harus celakai wanita itu.Bagaimanapun caranya!!Juga
cari dimana mantan suamiku kini berada!!Aku yakin ia pasti akan menemui wanita
itu!!"
Varun pernah membuat aku kehilangan muka di kampus dengan
menentangku.Sejak itu aku berjanji akan menjadikan dia tunduk padaku.Semuanya
berjalan dengan baik,aku tahu bahwa kelemahannya adalah dia begitu sayang pada
orang tuanya.Aku minta ayah membuat perusahaan ayahnya collapse dan membuat
mereka harus menjual aset mereka.Kukirim Anup untuk menipu ayahnya Varun.
"Jangan kesal lagi sayang.Kau kini bisa bebas bersamaku bukan?Kita tak
perlu kucing2an lagi untuk bertemu."
Aku menoleh melihat Anup didepanku,"Kau berani sekali datang
ke mari?"
Dia memelukku,"Kenapa aku harus takut?Kau sudah bercerai dari
Varun.Aku juga tahu dia pergi dari kota ini.Biarkan dia pergi Kavita.Kau sudah
cukup mempermainkan kehidupannya."
Varun adalah
satu2nya pria yang berani menolak cintaku.Aku takkan biarkan dia mendapatkan
cintanya.
....HELLY SHAH
POV....
Aku kembali mendapat kiriman bunga tanpa nama
pengirimnya,"Bunga mawar merah.Makin hari makin banyak.Siapa sebenarnya
pengirimnya?"
Mama punya ide,"Kau lacak saja dari flouristnya."
Baiklah aku akan menuju ke toko bunga itu,nanti saja saat
perjalanan ke lokasi syuting.Bunga mawar merah mengingatkanku akan salah satu
adegan di serial yang kubintangi bersama Varun.Disitu dia menyatakan cinta
dengan bunga.Warnanya juga merah.Apakah Varun yang mengirimkannya?Keberadaannya
tak diketahui kini.Sejak ayahnya meninggal dia seperti lenyap ditelan bumi.Aku
ingin mengucapkan belasungkawa padanya tapi bagaimana jika itu justru akan
menambah kesedihannya?Akhirnya aku hanya mengirimkan karangan bunga dengan
inisial saja.Mungkin Varun ingin sendiri. Aku masuk ke flourist dan mereka
berkata bahwa tidak ada kurir mereka yang mengirim bunga tanpa nama
kepadaku.Tapi mereka mengaku bahwa akhir2 ini ada seorang pria memakai jambang
dan kacamata hitam membeli bunga mawar.Aku minta kamera cctv untuk menunjukkan
pria itu dan aku yakin itu Varun.Dia dulu kerap memerankan adegan penyamaran di
serial kami.Dia pernah jadi orang gila,perawat gadungan,dokter gadungan,pria
berjenggot,pria bertopeng bahkan seorang penyanyi rock.Varun ...Varun...aku
yakin itu kau.Mengapa kau tak berterus terang saja menemuiku?Mengapa harus
dengan cara sembunyi2? Aku melangkah keluar dari toko dengan galau sampai aku
tidak sadar bahwa sebuah mobil melaju ke arahku.Aku pasti sudah celaka jika
sepasang lengan tak segera menarikku ke tepi. "Swara awas!!"
Tiba2 aku sudah berada dalam pelukan seseorang,namun dia
memanggilku dengan nama Swara tadi.Suara itu...Hanya dia yang suka memanggilku
dengan nama itu. "Varun?"
"Kau baik2
saja?"
Kupandang dia lekat2,mata itu aku takkan bisa lupa.Berapa kali aku
beradegan beradu pandang dengannya dulu.Ada genangan air di matanya.Aku tak
bisa menahan hatiku lagi.Aku meraihnya dalam pelukanku,"Aku akan baik2
saja sekarang..."
Aku mendengar kata yang selama ini hanya kudengar bila dalam
adegan syuting,"I love you,Mrs.Sanskaar Maheswari..."
Kudekap erat pria yang selama ini nama perannya selalu melekat
dengan namaku,"Sorry that the wrong name..."
Dia menatapku tak mengerti,aku melepas jamper yang menutupi
kepalanya,"Introducing...Mrs.Varun Kapoor."
Varun tergugu dan menangis bahagia di pelukanku. Hujan turun
seakan mengucapkan selamat kepada kami.
....Setahun kemudian...( Varun Pov )
Matahari pagi sinarnya membangunkanku.Reflek tanganku
meraba perut isteriku yang sedang mengandung buah cinta kami.Aku lihat sinar
mentari suka sekali mengusik tidurnya,bukan hanya dalam scene film tapi bahkan
dalam dunia nyata.Pelan aku bangun hendak menuju ke jendela tapi isteriku malah
jadi bangun,"Varun,jangan pergi..."
Akupun ga jadi bangun dan mengecup kening isteriku,"Helly,aku
tidak akan kemana2.Aku kan sudah janji cuti dari dunia syuting sampai anak kita
lahir.Apa kau mau kubuatkan sarapan?"
Helly agak gemukan sejak mengandung anakku,"Aku ingin makan
mangga...seperti waktu itu kau ingat kau pakai kaos hijau mengupas mangga
untukku."
Inilah hidup kami sekarang,apa yang selama ini kami
tampilkan dalam film kini menjadi kenyataan.Aku menuju dapur mengambil mangga
saat itulah kuterima telpon dari pengacaraku,"Anup sudah ditemukan dan
ternyata selama ini dia berkomplot dengan Kavita untuk menipu mendiang
ayahmu.Kini mereka akan menjalani proses hukum."
Aku lega mendengarnya,"Akhirnya keadilan datang juga...terima
kasih.Aku akan tunggu kabar selanjutnya."
Sampai di kamar aku lihat isteriku menyalakan tv,"Lihat
Varun,Namish akan segera menikah dengan Tejaswi.Akhirnya mereka menyusul
kita.Aku ikut bahagia melihatnya."
Aku duduk di dekatnya,"Mrs.Varun Kapoor,ini mangganya...kita
akan kirimkan ucapan selamat pada mereka."
Aku benar2
bahagia menemukan cinta dibalik layar.**TAMAT**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar