part 1 : I Am His Queen
♡♡ Ganteng,tajir,bisnisman...oo..siapa dia?Milyarder muda Alvino
Adijaya.Perusahaannya banyak,kediamannya mewah,mobilnya lux,terkenal pula.Paket
komplit.Idaman para wanita.Namun siapa sangka kesuksesannya justru membuat
saudara tirinya,Revan iri dan menyusun rencana jahat,'Akan kubuat pernikahan
palsu antara Vino dan seorang wanita dari tempat jauh,wanita yang polos dan
bisa kumanfaatkan untuk mengambil alih harta Vino.Wanita yang akan kupikat dan
aku akan mengaku sebagai Alvino Adijaya.Lagipula Vino itu suka perjalanan
bisnis keluar kota bahkan keluar negeri.Akan kusabotase pesawat pribadinya.Dia
mati dalam kecelakaan dan pasti jandanya akan menjadi pewaris hartanya.Ide
bagus!Ha...ha..'
Revanpun menemukan
wanita yang akan menjadi umpannya.Dialah Laras Ayuningtyas.Gadis dari desa ga
ngerti soal bisnis,ayahnya sakit2an lagi.Revanpun membantu Laras dalam biaya
pengobatan ayahnya dengan niat biar Laras merasa berhutang budi padanya.Padahal
uang yang dipakai semua uangnya Vino.Semua atas nama Alvino Adijaya.Laraspun
tak bisa menolak kala Revan melamarnya.Pernikahan palsu dilaksanakan dengan
saksi2 bayaran.Tanda tangan Vino juga sudah dipalsukan.Laras tahunya menikah
dengan pria bernama Alvino Adijaya.Sementara Vino sendiri disabotase pesawatnya
dan jatuh di sebuah sungai sementara pesawatnya meledak menabrak tebing.Vino
diselamatkan penduduk setempat.Laras ditinggal Revan ke Jakarta tanpa sempat
menikmati malam pertama,"Maaf Ras,mamaku sakit aku harus ke Jakarta
secepatnya.Aku harus mengejar pesawat."
Laras tak curiga
apapun,bahwa sebenarnya Revan membawa surat pernikahan mereka untuk ditunjukkan
ke keluarga Adijaya.Sebagai bukti bahwa Vino telah menikah dengan Laras.Surat
itu diselipkan di antara berkas2 di ruang kerja Vino.Rani Adijaya,mama tiri
Vino,shock kala diberitahu bahwa pesawat pribadi Vino kecelakaan.Kian shock
kala tim Sar tak bisa menemukan Vino.Rani kian kaget kala Revan menunjukkan
surat pernikahan Vino dan Laras,"Lihat Ma!Dia sudah menikah
ternyata."
...to be continue.
Part 2 : I Am His Queen
♥♥ Polos,cantik luar dalam dan ga macem2 itulah Laras Ayuningtyas.Putri
Pak Syamsul ini mencoba menerima kenyataan bahwa dia sudah menikah dengan pria
bernama Alvino Adijaya.Walaupun dia merasa semua seperti terburu2 dan terlalu
cepat.Namun semua juga atas desakan ayahnya,"Nak Vino itu baik sama kita
Ras.Kita berhutang budi padanya.Ayah yakin dia akan segera kembali untuk
membawa kita ke rumahnya di Jakarta.Kamu tunggu saja kabar dari dia."
Namun justru kabar duka
yang dia terima kala tiba2 asisten Bu Rani,Anabella beserta pengawal2
menjemputnya dan memberitahunya bahwa Alvino Adijaya sudah tiada dalam kecelakaan
pesawat.Laras dan ayahnyapun ke Jakarta,namun dia kaget kala melihat banyak
wartawan dan awak media menanyainya,"Benarkah Anda isteri Pebisnis Alvino
Adijaya?Kapan kalian menikah?"
Kian terpana lihat rumah Alvino Adijaya megah sekali.Namun yang bikin
dia lebih kaget lagi kala melihat Revan di sana,"Kamu masih hidup?Katanya
kamu..."
Revan mengancamnya akan
menjebloskannya ke penjara beserta ayahnya jika tidak mau bekerja sama.Laras
baru tahu betapa dia terjebak dalam rencana jahat Revan.Diapun memasuki
ruang kerja Vino,rasa bersalah menyelimutinya kala melihat foto Vino di
sana,'Inikah Alvino Adijaya yang sebenarnya?Maafkan aku,aku tak berniat
melakukan ini padamu.Aku hanya ingin menyelamatkan ayahku.Sepertinya kau orang
yang baik,andai saja kau masih hidup,aku tak perlu terjebak dalam situasi ini.'
Ternyata Bimo,asisten
Vino mencari bossnya ke lokasi kejadian dan berhasil menemukan Vino.Vinopun
dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis.Berita ditemukannya Vino
jelas membuat keluarga Adijaya bahagia kecuali Revan.Dia menyuap dokter yang
merawat Vino untuk membuat diagnosa palsu bahwa Vino amnesia terhadap kejadian
3 bulan terakhir.Sambil membawa diagnosa itu,ia memberitahu pada keluarga
Adijaya bahwa Vino hilang ingatan sehingga tidak ingat soal pernikahannya
dengan Laras.Vino bingung juga karena masih trauma akibat kecelakaan,"Aku
sudah menikah Bim?Dengan gadis bernama Laras?Kenapa aku tidak ingat ya?"
***to be continue
Part 3 Cergam 2 : I Am His
Queen
¤¤ Tak pernah dalam hidup Laras bermimpi menjadi isteri seorang
milyarder.Milyardernya ganteng bingit lagi.Ya iyalah Alvino Adijaya gitu
loh.Lihat fotonya aja Laras udah deg2an gimana ketemu langsung?Laras mencoba
bersikap tenang apalagi Revan terus mengancamnya,"Jangan mencoba
membongkar rencanaku.Kalau kau masih ingin melihat ayahmu hidup.Jika pada
anggota keluargaku saja,aku tega menyabotase pesawatnya apalagi pada orang
lain."
Laras heran,"Tapi ayahku adalah mertuamu.Kau lupa ya?"
Revan malah terkekeh,"Kau ini ga buta huruf kan?Lihat surat
pernikahannya!Nama siapa yang tertera di situ,hehh?"
Laras tak bisa
mengelak,iapun berpura2 menjadi Nyonya Laras Adijaya.Isteri Alvino Adijaya.Kala
hendak menemui Vino di RS,tangannya gemetaran dingin semua.Untunglah Vino
sedang tidur,dipandanginya wajah tampan di hadapannya,'Syukurlah kau masih
hidup.Tuhan mendengar doaku.Aku minta maaf terpaksa mengaku sebagai
isterimu.Aku tahu kau pasti bingung dengan kehadiranku.Tapi aku harus disisimu
supaya ayahku aman.Aku ingin memberitahu semuanya padamu tapi...'
Air mata Laras menetes dan jatuh di lengan Vino,Vino membuka
matanya,"Kau siapa?Kenapa kau menangis?"
Laras gugup,tapi Revan datang dan berkata,"Kau benar2 amnesia ya
Vin?Masak sama isteri sendiri lupa?Dia Laras."
Vino memandang Laras sambil mencoba mengingat,'Laras?Isteriku?Dia
menangis tadi?Kenapa aku merasa baru kali ini aku melihat dia ya?Kepalaku
sakit...'
Laras melihat Vino kesakitan dan membantunya berbaring lagi,"Sudah
Vin,kamu jangan banyak berpikir.Kamu istirahat saja ya.Aku akan tunggui
kamu.Kalau butuh apa2 bilang saja sama aku."
Vino senang dengan
perhatian Laras,ke kamar mandi dianterin,ganti baju dibantuin,makan disuapi dan
Laras juga nyaman dekat Vino.Justru Revan yang jadi cemburu.Apalagi saat
mendengar pembicaraan Vino dan Bimo soal Laras.Vino bertanya sama
Bimo,"Bagaimana Bim,sudah kau selidiki soal pernikahanku itu?Saksi2nya
ketemu?"
Bimo menggeleng,"Tidak Mas.Sepertinya semua ini sudah
direkayasa."
Vino menatap curiga pada Laras,'Apakah dia dibalik semua ini?Untuk
apa?'
Vino berniat mencari kebenarannya.**bersambung
Part 4 CERGAM 2 : I AM HIS
QUEEN
Vino sudah merasa lebih
baik,ya jelaslah dirawat dengan telaten sama Laras gitu loh.Vinopun memilih
melanjutkan perawatan di rumah.Laras jelas dag dig dug sebab dia bakalan
sekamar sama Vino.Pria asing yang menjadi suaminya secara hukum.Vino melihat
keresahan di mata Laras,"Kau mau kemana?Kau isteriku bukan?Kau tidurlah di
sini.Ini kamar kamu juga."
Laras melirik ke arah bed,'Aduh gimana nih?Kalau aku tolak dia bisa
curiga.Kalau aku terima aduh...gimana nih...'
Rani Adijaya datang,"Laras,Vino benar.Kau jangan lagi tidur di
kamar tamu.Kau ini isteri Vino.Kau harus merawat Vino.Apalagi dia sedang sakit
begini.Barang2mu akan segera dipindahkan kemari.Kau jaga saja Vino.Okay?"
Vino masih galau soal keterlibatan Laras,'Dia sepertinya ga mungkin
melakukan itu.Tapi uang bisa mengubah seseorang.Apa dia melakukan semuanya demi
uang?Aku akan mengujinya.'
Vino melihat Laras hendak tidur di sofa,"Kenapa kau tidak tidur di
sebelahku saja.Kau kan isteriku?"
Laras berkilah,"Oh..ehm...kau kan masih sakit Vin jadi aku disini
saja tidurnya sebab aku kalau tidur suka gerak2 ga jelas gitu.Takutnya
kamu..malah kena lagi.Gpp aku sini aja."
Vino merasa aneh,'Dia seperti ketakutan gitu di dekat aku.Kenapa
ya?Kalau benar dia telah kunikahi secara resmi harusnya dia nyaman dekat
aku.Suka kalau kusentuh.Tapi dia ...kenapa aku merasa dia malah lebih kenal
dengan Revan daripada denganku.Aku harus meminta Bimo selidiki juga kemana saja
Revan saat aku alami kecelakaan.'
Sementara Bimo menyelidiki
soal Revan,Vino menyelidiki soal Laras.Dia memanggil Anabela,"Suruh Butik
kita kirim baju2 terbaik kemari.Juga toko perhiasan kita suruh kirim aneka
jenis model terbaru mulai dari kalung,anting,gelang semuanya kemari.Jangan lupa
sepatu dan aksesories lainnya.Juga siapkan dinner buat aku dan Laras.Kami mau
makan diluar malam ini."
Semua heboh melaksanakan perintah Vino.Laras apalagi dia bingung
disuruh mencoba aneka baju bermerk dan mahal2 lagi.Vino malah terpesona
melihatnya,'Dia cantik sekali.Seperti model saja.Dia juga sangat perhatian.Tapi
aku mau lihat dia beneran mata duitan atau tidak.'
Gimana reaksi Laras dengan semua kemewahan itu?***to be continue***
Part 5 Cergam 2 : I AM HIS
QUEEN
Laras memilih pakaian yang
paling sederhana dari sekian koleksi butik keluarga Adijaya.Vino
heran,"Yakin mau pakai itu?Itu terlalu sederhana lho modelnya.Biar ga
terlihat simple kayaknya perlu dikasih ini deh..."
Laras berdebar2 kala Vino menyibakkan rambutnya dan berdiri begitu
dekat di belakangnya,'Vino mau apa ya?Kenapa aku deg2an gini sih?Perasaan aku
ga gini deh kalau dekat Revan.Kalau dekat Revan aku cuma merasakan ketakutan
tapi kalau dekat Vino aku merasa sangat aman.Revan sepertinya sangat takut pada
Vino.Apa aku mulai jatuh hati pada Vino?Ga..ga mungkin...aku ga boleh beneran
sayang sama dia.Aku itu ga pantas buat dia.Laras..Laras...tahu diri dong...kamu
itu siapa...Vino siapa!'
Vino menyematkan kalung berlian di leher Laras,"Nah kalau gini kan
looknya jadi beda.Kamu suka?"
Laras melihat ke cermin,"Vin,ga usah Vin...ntar kalau hilang
gimana?Ini pasti mahal.Ga...ga."
Laras melepas kalungnya dan memberikan lagi ke Vino,Vino malah
menatapnya dalam2,'Ini kesekian kalinya dia nolak barang2 mewah dariku.Cuma
pakaian itu aja yang dia mau.Itupun yang termurah harganya dari sekian koleksi
butik yang dibawa kemari.Aku ga yakin dia terlibat dalam upaya kejahatan
terhadapku.Mungkin aku kurang berusaha.Laras ...kau wanita yang berbeda...kau
sangat menarik hatiku.Mungkin dia ingin popularitasku kali ya...'
Vino mengajak Laras dinner
diluar,Revan mengikuti mereka diam2.Table manner saja Laras ga bisa sehingga
Vino yakin Laras itu memang orang dari kelas bawah.Vino malah
ngajari,"Gini cara makannya,pegang pisaunya dan iris dagingnya..nih cobain
enak kan?"
Laras tersipu Vino dekat sekali wajahnya dengan dia,disuapi lagi.Saat
itulah datang seorang cewek nyamperin meja mereka,"Vino!!You come
back!!Aku cemas lho denger soal kecelakaan itu."
Laras jadi manyun lihat tuh cewek hendak meluk Vino,dan jadi numpahin
minuman ke jas Vino yang putih,"Ups...maaf Vin.."
Vino malah hepi lihat groginya Laras,'Laras pasti ga mau aku deket2
sama Dara.Pakai trik numpahin minuman ke jas aku...dasar kepala batu.'
Dara malah nyinyir lihat sikap Laras,"Siapa sih dia Vin?Udik
banget!Ga tahu apa kalau jas kamu ini kan mahal."
Apa jawab Vino?***bersambung.
Part 6 CERGAM 2 : I AM HIS
QUEEN
Dara mengambil tissue hendak
membersihkan jas Vino tapi Vino menolak,"Ga usah Dar,ada isteriku kok.Dia
akan mengurusku dengan baik.Iya kan Ras?"
Dara kaget,"Jadi berita itu benar?Kamu udah nikah sama wanita ga
jelas ini?"
Vino melihat wartawan mendekat,"Jaga bicaramu Dar!Ini tempat
umum.Laras adalah isteriku.Hormati dia seperti kau menghormatiku."
Vino mengajak Laras pergi,"Kita pergi Ras."
Dara meradang,'Apa sih hebatnya wanita itu?Kenapa Vino milih dia
daripada aku yang lulusan luar negeri.'
Vino dicegat para wartawan dan
awak media,mereka sangat ingin mewawancarai Laras.Vino memang sengaja
mendatangkan mereka untuk mengetes Laras,namun Laras malah memegangi lengan
Vino dengan erat sambil berkata,"Vin,kita pulang saja ya..."
Vino memberi kode pada
bodyguardnya untuk menghalau para awak media.Didalam mobil,Laras meminta jas
Vino,"Jasmu kotor biar nanti kucuci.Aku biasa mencuci kok di
kampung."
Vino bergaya sakit gitu,"Tanganku masih sakit Ras,bantuin lepasin dong."
Laras jadi berdebar2 lagi melepas kancing jas Vino,Vino malah senyum2
sendiri.Sampai rumah Vino berkata,"Jasnya kasih ke pembantu saja Ras.Biar
dilaundry.Kamu ga usah repot2 nyuci.Oh ya kamu tidur duluan ya.Aku mau bicara
sama Bimo dulu."
Bimo melaporkan semua hasil penyelidikannya soal Revan tapi Vino malah
senyum2 sendiri mikirin Laras,"Mas?Mas Vino?Aduh...kenapa malah aneh gini
ya?Ceria banget.Baru kali ini saya lihat mas Vino kayak gini.Apa karena ada mb
Laras ya?"
Vino sadar kala ditepuk bahunya sama Bimo,"Oh..ya Bim?Kamu bilang
apa barusan?"
Bimo memberitahu,"Mas...kecurigaan Mas ke Revan sepertinya
benar.Dia melakukan banyak perjalanan keluar kota dan terutama ke kota asal mb
Laras.Cuma anehnya orang2 disana mengenalnya dengan nama Vino."
Vino berpikir,"Dia mengaku sebagai aku begitu?Kalau soal keluarga
Laras yang lain bagaimana?Katanya dia kemari dengan ayahnya.Kenapa aku ga
melihat ayah mertuaku?Sepertinya aku harus menanyai soal ini ke Laras
langsung.Kau tetap selidiki Revan,cek keuangannya.Dia gunakan buat apa
saja.Aku akan ke kamar dulu,Bim."
Laras sendiri tengah bicara dengan Revan di dekat kamar Vino.Gimana nih
kalau Vino lihat?***bersambung***
I AM HIS QUEEN PART 7
Laras ketakutan sendirian di kamar,'Vin,kamu lama amat sih bicara sama
Pak Bimo?Kenapa aku malah merindukan Vino sih?Harusnya aku kan takut sama
dia.Gimana kalau dia ingat bahwa dia ga pernah nikahi aku?Dia akan masukin aku
ke penjara atas tuduhan penipuan.Tapi hatiku mengatakan dia pria yang
baik.Kalau aku jujur sama dia mungkin dia mau mengerti keadaanku dan ...'
Sepasang kaki mendekat,Laras segera berbalik sambil
berkata,"Vino,kaukah itu?"
Namun wajah Laras berubah ketakutan,ia mundur beberapa
langkah,"Kau?Mau apa kau kemari?Ini area kamar Vino."
Revan menyeringai,"Vino...Vino..
Ini kamar Vino,ini rumah Vino,ini mobil Vino,ini perusahaan Vino bla
bla2...Aku benci mendengarnya.Kau tahu!!Bahkan mamaku sendiri lebih peduli pada
Vino daripada anaknya sendiri.Dan sekarang kau...kau lupa ya?Kau lebih dulu
kenal denganku dan baru beberapa hari ketemu Vino.Tapi lihat,kau
menunggunya.Kau mengharapkannya.Katakan padaku Ras,apa yang Vino miliki hingga
kau bahkan orang2 di rumah ini semua sayang padanya?Apa?!!"
Laras jadi kian takut,"Van,kau membuatku bingung,bukannya kau yang
menyuruhku tetap di dekat Vino sebagai isterinya.Kenapa kau malah marah2?"
Revan mencengkeram lengan Laras,"Aku yang menemukanmu lebih
dulu,kau ini milikku.Tapi sepertinya kau lupa diri,kau terpesona pada adik
tiriku itu ya kan?Kau suka berada di dekatnya.Ras,jangan pikir aku tak
mengawasimu.Ingat ayahmu ada di tanganku.Jika kau macam2 aku bisa gelap
mata.Jadi berhentilah bermimpi kau akan menjadi Cinderela.Kau ini
milikku!"
Laras merasa kesakitan,"Lepaskan aku Van!Kau
menyakitiku...lepaskan!"
Revan hendak bicara lagi tapi sebuah suara
mengejutkannya,"Lepaskan isteriku Revan!"
Laras segera lari mendapatkan Vino,"Vin,kau kemana saja?Aku
takut..."
Revan berkilah,"Isterimu ini tersesat tadi...aku memberitahu dia
arah yang benar.Aku permisi dulu."
Vino menghentikan langkah Revan,"Tunggu Van,kata Bimo laporan
keuangan perusahaanmu belum kau serahkan.Ini kesekian kalinya aku minta padamu
serius dalam mengelola perusahaan.Ingat 51% sahamnya masih milikku."
Revan nampak kesal,"Akan segera kuserahkan.Selamat malam."
Laras lega dengan kepergian Revan.Vino memperhatikannya.***bersambung
Part 8 I AM HIS QUEEN
Vino meraih wajah Laras,"Katakan padaku Ras,Revan sebenarnya
bilang apa sama kamu sampai kamu ketakutan begini?"
Laras malah mandangi mata Vino,'Vin,aku ingin jujur sama kamu tapi
pasti Revan masih di sekitar sini.Kalau dia nyakitin ayahku bagaimana?Vin,aku
tak tahu harus bagaimana?'
Melihat Laras diam,Vino mengajak Laras masuk ke kamar,"Ras,katakan
padaku bagaimana awal kita bertemu?Apakah Revan yang ngenalin kita?Jujur,aku
masih belum bisa mengingat apapun soal kita jadi aku mohon kau bisa mengatakan
semuanya padaku."
Laras bingung juga mau jawab apa,"Eh...iya Vin,Revan yang ngenalin
kita..."
Memang ga salah juga sih ucapan Laras,secara emang Revan yang
membuatnya mengenal pria bernama Alvino Adijaya.Vino bertanya lagi,"Kata
mama kamu kemari dengan ayah kamu.Kok aku ga lihat ya?Apa ayahmu ga mau ketemu
sama menantunya?"
Laras berhenti menata bantal,'Aduh ayah kan disandera sama Revan.Dimana
juga aku ga tahu.Aku harus jawab apa nih?Aku sebenarnya bukan tipe pembohong
tapi keadaan ini memaksaku...'
Laras mengambilkan piyama Vino,"Ayah ada urusan tiba2 katanya
ketemu teman lama mau diajak buka usaha gitu.Oh ya Vin kamu cepetan tidur ya
besok kamu katanya mau masuk kerja kan?"
Vino pergi ganti baju,'Dia menutupi sesuatu.Dia menyimpan
rahasia.Laras,kenapa kau tidak jujur saja sama aku?Aku akan melindungi
kamu.Aku...bukan orang jahat.Hatiku juga mengatakan kamu bukan orang jahat.Ga
mungkin kamu tega merencanakan hal jahat sama aku.Tapi kenapa kamu ga mau jujur
aja sama aku?Ada hubungan apa kamu sama Revan?Kenapa aku jadi kesal ya?Apa aku
beneran udah menerima Laras sebagai isteri aku makanya aku posesif sama
dia?Vino..Vino...selama ini kamu dingin sama wanita,giliran kini malah galau
karena seorang wanita yang bisa saja cuma mau nipu kamu.'
Vino lihat Laras naruh bantal di sofa,"Ras,aku sudah baikan
kok.Kamu tidur di bed aja ya?Kalau kamu takut bakal bikin gerakan
aneh2,ditengah dikasih guling aja.Gimana?"
Laras ga bisa nolak takut Vino curiga,merekapun berbaring di bed yang
sama.Vino bahagia sekali,'Belum pernah aku sebahagia ini memiliki seseorang di
samping aku.'
Laras yang malah deg2an,'Aku jadi ga bisa tidur.Vino dah pulas.'
***bersambung
•
PART 9 CERGAM ♡ I AM
HIS QUEEN ♡
♡♡ Laras gelisah tidur seranjang sama Vino,Vino sendiri dah terbang ke dunia mimpi.Laras betulin selimut Vino,'Aku heran sama Revan segitu bencinya sama Vino.Padahal Vino baik ke siapa saja.Sama pembantu aja dia selalu ga lupa bilang makasih.Dia juga dapat kiriman bunga banyak banget.Dari karyawan dia,staff dia,rekan bisnis,bahkan awak media.Meski kaya raya dia juga ga pernah pamer,lalu dimana sisi jeleknya dia sehingga segitunya Revan sampai tega mau ngambil semua milik dia?Aku aja baru kenal aja sayang sama Vino...ups...'
Laras jadi merona sendiri,'Iih Laras mikir apaan sih?Udah jangan mandangi Vino terus.Ntar jatuh hati beneran lho.Mikirin ayah kamu.Gimana caranya bebasin dia.Pokoknya kamu jangan bikin Revan marah,kamu jangan sampai jatuh cinta sama Vino.Jangan baper!'
Saat Laras dah mau merem eh tiba2 Vino gelisah dalam tidurnya.Mengigau gitu,"Pesawatnya kenapa?...Tidak...Tidaaak!!"
Laras bangunin Vino,"Vin,Vino...Vin bangun Vin.."
Vino terengah2 bangun dan langsung memeluk Laras,"Hhh...hh..aku mimpi Ras.."
Laras mengusap2 punggung Vino,"Tenang Vin,kamu hanya mimpi buruk..aku disini temeni kamu.Aku ambilin minum ya..."
Vino menggeleng,"Aku ga butuh minum Ras,aku cuma ingin kamu di sini aja...please biarin aku meluk kamu."
Laras jadi pingin nangis,'Dia pasti masih trauma sama kecelakaan pesawatnya.Di RS dia juga kadang suka begini.Vin,walau aku baru kenal kamu tapi aku akan selalu berdoa buat kamu.Supaya Tuhan memberikan perlindungan-Nya terus ke kamu.Jagain dia ya Tuhan...'
Vino malah curhat sambil meluk Laras erat2,"Aku ingat waktu itu aku mau perjalanan bisnis ke luar pulau mau ngurus pembukaan hotel di sana.Tapi tiba2 pilotnya bilang kalau pesawatnya rusak.Dia minta aku terjun ke sungai.Dia berusaha nerbangin serendah mungkin dengan sungai.Kepalaku kebentur dinding pesawat dan aku ga ingat apa2 lagi...kau tahu Ras,kata Bimo pesawatnya meledak nabrak tebing.Pilotnya...dia berkorban demi aku Ras..."
Vino malah tergugu di pundak Laras.Nangis dia.***bersambung........
♡♡ Laras gelisah tidur seranjang sama Vino,Vino sendiri dah terbang ke dunia mimpi.Laras betulin selimut Vino,'Aku heran sama Revan segitu bencinya sama Vino.Padahal Vino baik ke siapa saja.Sama pembantu aja dia selalu ga lupa bilang makasih.Dia juga dapat kiriman bunga banyak banget.Dari karyawan dia,staff dia,rekan bisnis,bahkan awak media.Meski kaya raya dia juga ga pernah pamer,lalu dimana sisi jeleknya dia sehingga segitunya Revan sampai tega mau ngambil semua milik dia?Aku aja baru kenal aja sayang sama Vino...ups...'
Laras jadi merona sendiri,'Iih Laras mikir apaan sih?Udah jangan mandangi Vino terus.Ntar jatuh hati beneran lho.Mikirin ayah kamu.Gimana caranya bebasin dia.Pokoknya kamu jangan bikin Revan marah,kamu jangan sampai jatuh cinta sama Vino.Jangan baper!'
Saat Laras dah mau merem eh tiba2 Vino gelisah dalam tidurnya.Mengigau gitu,"Pesawatnya kenapa?...Tidak...Tidaaak!!"
Laras bangunin Vino,"Vin,Vino...Vin bangun Vin.."
Vino terengah2 bangun dan langsung memeluk Laras,"Hhh...hh..aku mimpi Ras.."
Laras mengusap2 punggung Vino,"Tenang Vin,kamu hanya mimpi buruk..aku disini temeni kamu.Aku ambilin minum ya..."
Vino menggeleng,"Aku ga butuh minum Ras,aku cuma ingin kamu di sini aja...please biarin aku meluk kamu."
Laras jadi pingin nangis,'Dia pasti masih trauma sama kecelakaan pesawatnya.Di RS dia juga kadang suka begini.Vin,walau aku baru kenal kamu tapi aku akan selalu berdoa buat kamu.Supaya Tuhan memberikan perlindungan-Nya terus ke kamu.Jagain dia ya Tuhan...'
Vino malah curhat sambil meluk Laras erat2,"Aku ingat waktu itu aku mau perjalanan bisnis ke luar pulau mau ngurus pembukaan hotel di sana.Tapi tiba2 pilotnya bilang kalau pesawatnya rusak.Dia minta aku terjun ke sungai.Dia berusaha nerbangin serendah mungkin dengan sungai.Kepalaku kebentur dinding pesawat dan aku ga ingat apa2 lagi...kau tahu Ras,kata Bimo pesawatnya meledak nabrak tebing.Pilotnya...dia berkorban demi aku Ras..."
Vino malah tergugu di pundak Laras.Nangis dia.***bersambung........
PART 10 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
♥♡ Dipeluk erat sama Vino mana yang meluk lagi nangis lagi,bikin Laras ikut
berkaca2.Hatinya ikut sedih,'Vin,akupun akan lakukan yang sama buat kamu Vin.'
Vino pelan melepas pelukannya,baru sadar dia betapa eratnya dia meluk Laras,"Sorry,Ras...aku ga bisa nahan perasaanku.Aku sama sekali ga ingin menyakiti siapapun dengan kehadiranku.Bahkan dalam bisnispun terkadang aku memilih untuk merugi daripada membuat orang lain sengsara.Aku ingin menemui keluarga pilot itu Ras besok.Kau mau kan nemeni aku?"
Laras mengangguk dengan mata berkaca2,"Iya Vin,aku akan temani kamu.Tapi bukannya besok kamu mulai kerja ya?"
Vino tersenyum,"Aku ini jam kerjanya bebas Ras.Aku akan menjaga keluarga yang ditinggalkan mendiang pilot itu.Makasih ya Ras,kamu mau dengerin aku."
Laras mengambilkan Vino minum,"Minumlah,habis itu tidur lagi."
Vino mesem,"Aku boleh pegang tangan kamu kan saat tidur?Biar ga mimpi buruk."
Laras membiarkan Vino memegangi tangannya saat tidur.Walau guling masih ada diantara mereka tapi tangan keduanya bersatu diatas guling.Laras diam2 menangis,'Maafkan aku Vin,andai kita bertemu tidak dengan cara begini.'
Vino malah merasakan mendapat support dari Laras.Ia tersenyum dalam tidurnya,'Aku tidak sendirian kini.Ada seseorang yang bisa kuajak berbagi.Terima kasih Tuhan telah membawa Laras dalam hidupku.Terima kasih.Ternyata dibalik musibah yang kualami masih ada kebaikan-Mu didalamnya.Aku bertemu dengan wanita yang selama ini kudambakan.'
Pagi harinya Laras udah didapur nyiapin sarapan buat Vino.Ahua,chef di kediaman Adijaya sampai heran melihatnya,"Nyonya muda,biar saya saja yang siapin.Nanti kalau Boss Vino lihat bisa dimarahi saya.Mety,ayo bantu bujuk Nyonya muda dong..."
Mety,pelayan senior disana segera mendekati Laras,"Iya Nyonya muda yang cantik,biar Mety aja ya yang lakuin semuanya..."
Laras agak bingung dengan aneka peralatan masak canggih yang ada disana,"Kalian bantuin saya ya gimana nih cara gunain ini?Di kampung kayaknya ga ada deh alat ginian..."
Mety dan Ahua senang bisa bantu Laras.Sementara itu Vino bangun dan panik nyari Laras.***bersambung
Vino pelan melepas pelukannya,baru sadar dia betapa eratnya dia meluk Laras,"Sorry,Ras...aku ga bisa nahan perasaanku.Aku sama sekali ga ingin menyakiti siapapun dengan kehadiranku.Bahkan dalam bisnispun terkadang aku memilih untuk merugi daripada membuat orang lain sengsara.Aku ingin menemui keluarga pilot itu Ras besok.Kau mau kan nemeni aku?"
Laras mengangguk dengan mata berkaca2,"Iya Vin,aku akan temani kamu.Tapi bukannya besok kamu mulai kerja ya?"
Vino tersenyum,"Aku ini jam kerjanya bebas Ras.Aku akan menjaga keluarga yang ditinggalkan mendiang pilot itu.Makasih ya Ras,kamu mau dengerin aku."
Laras mengambilkan Vino minum,"Minumlah,habis itu tidur lagi."
Vino mesem,"Aku boleh pegang tangan kamu kan saat tidur?Biar ga mimpi buruk."
Laras membiarkan Vino memegangi tangannya saat tidur.Walau guling masih ada diantara mereka tapi tangan keduanya bersatu diatas guling.Laras diam2 menangis,'Maafkan aku Vin,andai kita bertemu tidak dengan cara begini.'
Vino malah merasakan mendapat support dari Laras.Ia tersenyum dalam tidurnya,'Aku tidak sendirian kini.Ada seseorang yang bisa kuajak berbagi.Terima kasih Tuhan telah membawa Laras dalam hidupku.Terima kasih.Ternyata dibalik musibah yang kualami masih ada kebaikan-Mu didalamnya.Aku bertemu dengan wanita yang selama ini kudambakan.'
Pagi harinya Laras udah didapur nyiapin sarapan buat Vino.Ahua,chef di kediaman Adijaya sampai heran melihatnya,"Nyonya muda,biar saya saja yang siapin.Nanti kalau Boss Vino lihat bisa dimarahi saya.Mety,ayo bantu bujuk Nyonya muda dong..."
Mety,pelayan senior disana segera mendekati Laras,"Iya Nyonya muda yang cantik,biar Mety aja ya yang lakuin semuanya..."
Laras agak bingung dengan aneka peralatan masak canggih yang ada disana,"Kalian bantuin saya ya gimana nih cara gunain ini?Di kampung kayaknya ga ada deh alat ginian..."
Mety dan Ahua senang bisa bantu Laras.Sementara itu Vino bangun dan panik nyari Laras.***bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar