I AM HIS QUEEN ^^^PART 1-10


part 1 : I Am His Queen
          ♡♡ Ganteng,tajir,bisnisman...oo..siapa dia?Milyarder muda Alvino Adijaya.Perusahaannya banyak,kediamannya mewah,mobilnya lux,terkenal pula.Paket komplit.Idaman para wanita.Namun siapa sangka kesuksesannya justru membuat saudara tirinya,Revan iri dan menyusun rencana jahat,'Akan kubuat pernikahan palsu antara Vino dan seorang wanita dari tempat jauh,wanita yang polos dan bisa kumanfaatkan untuk mengambil alih harta Vino.Wanita yang akan kupikat dan aku akan mengaku sebagai Alvino Adijaya.Lagipula Vino itu suka perjalanan bisnis keluar kota bahkan keluar negeri.Akan kusabotase pesawat pribadinya.Dia mati dalam kecelakaan dan pasti jandanya akan menjadi pewaris hartanya.Ide bagus!Ha...ha..'
             Revanpun menemukan wanita yang akan menjadi umpannya.Dialah Laras Ayuningtyas.Gadis dari desa ga ngerti soal bisnis,ayahnya sakit2an lagi.Revanpun membantu Laras dalam biaya pengobatan ayahnya dengan niat biar Laras merasa berhutang budi padanya.Padahal uang yang dipakai semua uangnya Vino.Semua atas nama Alvino Adijaya.Laraspun tak bisa menolak kala Revan melamarnya.Pernikahan palsu dilaksanakan dengan saksi2 bayaran.Tanda tangan Vino juga sudah dipalsukan.Laras tahunya menikah dengan pria bernama Alvino Adijaya.Sementara Vino sendiri disabotase pesawatnya dan jatuh di sebuah sungai sementara pesawatnya meledak menabrak tebing.Vino diselamatkan penduduk setempat.Laras ditinggal Revan ke Jakarta tanpa sempat menikmati malam pertama,"Maaf Ras,mamaku sakit aku harus ke Jakarta secepatnya.Aku harus mengejar pesawat."
              Laras tak curiga apapun,bahwa sebenarnya Revan membawa surat pernikahan mereka untuk ditunjukkan ke keluarga Adijaya.Sebagai bukti bahwa Vino telah menikah dengan Laras.Surat itu diselipkan di antara berkas2 di ruang kerja Vino.Rani Adijaya,mama tiri Vino,shock kala diberitahu bahwa pesawat pribadi Vino kecelakaan.Kian shock kala tim Sar tak bisa menemukan Vino.Rani kian kaget kala Revan menunjukkan surat pernikahan Vino dan Laras,"Lihat Ma!Dia sudah menikah ternyata."
...to be continue.

 Part 2 : I Am His Queen
             ♥♥ Polos,cantik luar dalam dan ga macem2 itulah Laras Ayuningtyas.Putri Pak Syamsul ini mencoba menerima kenyataan bahwa dia sudah menikah dengan pria bernama Alvino Adijaya.Walaupun dia merasa semua seperti terburu2 dan terlalu cepat.Namun semua juga atas desakan ayahnya,"Nak Vino itu baik sama kita Ras.Kita berhutang budi padanya.Ayah yakin dia akan segera kembali untuk membawa kita ke rumahnya di Jakarta.Kamu tunggu saja kabar dari dia."
             Namun justru kabar duka yang dia terima kala tiba2 asisten Bu Rani,Anabella beserta pengawal2 menjemputnya dan memberitahunya bahwa Alvino Adijaya sudah tiada dalam kecelakaan pesawat.Laras dan ayahnyapun ke Jakarta,namun dia kaget kala melihat banyak wartawan dan awak media menanyainya,"Benarkah Anda isteri Pebisnis Alvino Adijaya?Kapan kalian menikah?"
Kian terpana lihat rumah Alvino Adijaya megah sekali.Namun yang bikin dia lebih kaget lagi kala melihat Revan di sana,"Kamu masih hidup?Katanya kamu..."
             Revan mengancamnya akan menjebloskannya ke penjara beserta ayahnya jika tidak mau bekerja sama.Laras baru tahu betapa dia terjebak dalam rencana jahat Revan.Diapun memasuki ruang  kerja Vino,rasa bersalah menyelimutinya kala melihat foto Vino di sana,'Inikah Alvino Adijaya yang sebenarnya?Maafkan aku,aku tak berniat melakukan ini padamu.Aku hanya ingin menyelamatkan ayahku.Sepertinya kau orang yang baik,andai saja kau masih hidup,aku tak perlu terjebak dalam situasi ini.'
             Ternyata Bimo,asisten Vino mencari bossnya ke lokasi kejadian dan berhasil menemukan Vino.Vinopun dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis.Berita ditemukannya Vino jelas membuat keluarga Adijaya bahagia kecuali Revan.Dia menyuap dokter yang merawat Vino untuk membuat diagnosa palsu bahwa Vino amnesia terhadap kejadian 3 bulan terakhir.Sambil membawa diagnosa itu,ia memberitahu pada keluarga Adijaya bahwa Vino hilang ingatan sehingga tidak ingat soal pernikahannya dengan Laras.Vino bingung juga karena masih trauma akibat kecelakaan,"Aku sudah menikah Bim?Dengan gadis bernama Laras?Kenapa aku tidak ingat ya?"
***to be continue

 Part 3 Cergam 2 : I Am His Queen
¤¤ Tak pernah dalam hidup Laras bermimpi menjadi isteri seorang milyarder.Milyardernya ganteng bingit lagi.Ya iyalah Alvino Adijaya gitu  loh.Lihat fotonya aja Laras udah deg2an gimana ketemu langsung?Laras mencoba bersikap tenang apalagi Revan terus mengancamnya,"Jangan mencoba membongkar rencanaku.Kalau kau masih ingin melihat ayahmu hidup.Jika pada anggota keluargaku saja,aku tega menyabotase pesawatnya apalagi pada orang lain."
Laras heran,"Tapi ayahku adalah mertuamu.Kau lupa ya?"
Revan malah terkekeh,"Kau ini ga buta huruf kan?Lihat surat pernikahannya!Nama siapa yang tertera di situ,hehh?"
               Laras tak bisa mengelak,iapun berpura2 menjadi Nyonya Laras Adijaya.Isteri Alvino Adijaya.Kala hendak menemui Vino di RS,tangannya gemetaran dingin semua.Untunglah Vino sedang tidur,dipandanginya wajah tampan di hadapannya,'Syukurlah kau masih hidup.Tuhan mendengar doaku.Aku minta maaf terpaksa mengaku sebagai isterimu.Aku tahu kau pasti bingung dengan kehadiranku.Tapi aku harus disisimu supaya ayahku aman.Aku ingin memberitahu semuanya padamu tapi...'
Air mata Laras menetes dan jatuh di lengan Vino,Vino membuka matanya,"Kau siapa?Kenapa kau menangis?"
Laras gugup,tapi Revan datang dan berkata,"Kau benar2 amnesia ya Vin?Masak sama isteri sendiri lupa?Dia Laras."
Vino memandang Laras sambil mencoba mengingat,'Laras?Isteriku?Dia menangis tadi?Kenapa aku merasa baru kali ini aku melihat dia ya?Kepalaku sakit...'
Laras melihat Vino kesakitan dan membantunya berbaring lagi,"Sudah Vin,kamu jangan banyak berpikir.Kamu istirahat saja ya.Aku akan tunggui kamu.Kalau butuh apa2 bilang saja sama aku."
              Vino senang dengan perhatian Laras,ke kamar mandi dianterin,ganti baju dibantuin,makan disuapi dan Laras juga nyaman dekat Vino.Justru Revan yang jadi cemburu.Apalagi saat mendengar pembicaraan Vino dan Bimo soal Laras.Vino bertanya sama Bimo,"Bagaimana Bim,sudah kau selidiki soal pernikahanku itu?Saksi2nya ketemu?"
Bimo menggeleng,"Tidak Mas.Sepertinya semua ini sudah direkayasa."
Vino menatap curiga pada Laras,'Apakah dia dibalik semua ini?Untuk apa?'
Vino berniat mencari kebenarannya.**bersambung

 Part 4 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
            Vino sudah merasa lebih baik,ya jelaslah dirawat dengan telaten sama Laras gitu loh.Vinopun memilih melanjutkan perawatan di rumah.Laras jelas dag dig dug sebab dia bakalan sekamar sama Vino.Pria asing yang menjadi suaminya secara hukum.Vino melihat keresahan di mata Laras,"Kau mau kemana?Kau isteriku bukan?Kau tidurlah di sini.Ini kamar kamu juga."
Laras melirik ke arah bed,'Aduh gimana nih?Kalau aku tolak dia bisa curiga.Kalau aku terima aduh...gimana nih...'
Rani Adijaya datang,"Laras,Vino benar.Kau jangan lagi tidur di kamar tamu.Kau ini isteri Vino.Kau harus merawat Vino.Apalagi dia sedang sakit begini.Barang2mu akan segera dipindahkan kemari.Kau jaga saja Vino.Okay?"
Vino masih galau soal keterlibatan Laras,'Dia sepertinya ga mungkin melakukan itu.Tapi uang bisa mengubah seseorang.Apa dia melakukan semuanya demi uang?Aku akan mengujinya.'
Vino melihat Laras hendak tidur di sofa,"Kenapa kau tidak tidur di sebelahku saja.Kau kan isteriku?"
Laras berkilah,"Oh..ehm...kau kan masih sakit Vin jadi aku disini saja tidurnya sebab aku kalau tidur suka gerak2 ga jelas gitu.Takutnya kamu..malah kena lagi.Gpp aku sini aja."
Vino merasa aneh,'Dia seperti ketakutan gitu di dekat aku.Kenapa ya?Kalau benar dia telah kunikahi secara resmi harusnya dia nyaman dekat aku.Suka kalau kusentuh.Tapi dia ...kenapa aku merasa dia malah lebih kenal dengan Revan daripada denganku.Aku harus meminta Bimo selidiki juga kemana saja Revan saat aku alami kecelakaan.'
            Sementara Bimo menyelidiki soal Revan,Vino menyelidiki soal Laras.Dia memanggil Anabela,"Suruh Butik kita kirim baju2 terbaik kemari.Juga toko perhiasan kita suruh kirim aneka jenis model terbaru mulai dari kalung,anting,gelang semuanya kemari.Jangan lupa sepatu dan aksesories lainnya.Juga siapkan dinner buat aku dan Laras.Kami mau makan diluar malam ini."
Semua heboh melaksanakan perintah Vino.Laras apalagi dia bingung disuruh mencoba aneka baju bermerk dan mahal2 lagi.Vino malah terpesona melihatnya,'Dia cantik sekali.Seperti model saja.Dia juga sangat perhatian.Tapi aku mau lihat dia beneran mata duitan atau tidak.'
Gimana reaksi Laras dengan semua kemewahan itu?***to be continue***

 Part 5 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Laras memilih pakaian yang paling sederhana dari sekian koleksi butik keluarga Adijaya.Vino heran,"Yakin mau pakai itu?Itu terlalu sederhana lho modelnya.Biar ga terlihat simple kayaknya perlu dikasih ini deh..."
Laras berdebar2 kala Vino menyibakkan rambutnya dan berdiri begitu dekat di belakangnya,'Vino mau apa ya?Kenapa aku deg2an gini sih?Perasaan aku ga gini deh kalau dekat Revan.Kalau dekat Revan aku cuma merasakan ketakutan tapi kalau dekat Vino aku merasa sangat aman.Revan sepertinya sangat takut pada Vino.Apa aku mulai jatuh hati pada Vino?Ga..ga mungkin...aku ga boleh beneran sayang sama dia.Aku itu ga pantas buat dia.Laras..Laras...tahu diri dong...kamu itu siapa...Vino siapa!'
Vino menyematkan kalung berlian di leher Laras,"Nah kalau gini kan looknya jadi beda.Kamu suka?"
Laras melihat ke cermin,"Vin,ga usah Vin...ntar kalau hilang gimana?Ini pasti mahal.Ga...ga."
Laras melepas kalungnya dan memberikan lagi ke Vino,Vino malah menatapnya dalam2,'Ini kesekian kalinya dia nolak barang2 mewah dariku.Cuma pakaian itu aja yang dia mau.Itupun yang termurah harganya dari sekian koleksi butik yang dibawa kemari.Aku ga yakin dia terlibat dalam upaya kejahatan terhadapku.Mungkin aku kurang berusaha.Laras ...kau wanita yang berbeda...kau sangat menarik hatiku.Mungkin dia ingin popularitasku kali ya...'
           Vino mengajak Laras dinner diluar,Revan mengikuti mereka diam2.Table manner saja Laras ga bisa sehingga Vino yakin Laras itu memang orang dari kelas bawah.Vino malah ngajari,"Gini cara makannya,pegang pisaunya dan iris dagingnya..nih cobain enak kan?"
Laras tersipu Vino dekat sekali wajahnya dengan dia,disuapi lagi.Saat itulah datang seorang cewek nyamperin meja mereka,"Vino!!You come back!!Aku cemas lho denger soal kecelakaan itu."
Laras jadi manyun lihat tuh cewek hendak meluk Vino,dan jadi numpahin minuman ke jas Vino yang putih,"Ups...maaf Vin.."
Vino malah hepi lihat groginya Laras,'Laras pasti ga mau aku deket2 sama Dara.Pakai trik numpahin minuman ke jas aku...dasar kepala batu.'
Dara malah nyinyir lihat sikap Laras,"Siapa sih dia Vin?Udik banget!Ga tahu apa kalau jas kamu ini kan mahal."
Apa jawab Vino?***bersambung.

 Part 6 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
          Dara mengambil tissue hendak membersihkan jas Vino tapi Vino menolak,"Ga usah Dar,ada isteriku kok.Dia akan mengurusku dengan baik.Iya kan Ras?"
Dara kaget,"Jadi berita itu benar?Kamu udah nikah sama wanita ga jelas ini?"
Vino melihat wartawan mendekat,"Jaga bicaramu Dar!Ini tempat umum.Laras adalah isteriku.Hormati dia seperti kau menghormatiku."
Vino mengajak Laras pergi,"Kita pergi Ras."
Dara meradang,'Apa sih hebatnya wanita itu?Kenapa Vino milih dia daripada aku yang lulusan luar negeri.'
           Vino dicegat para wartawan dan awak media,mereka sangat ingin mewawancarai Laras.Vino memang sengaja mendatangkan mereka untuk mengetes Laras,namun Laras malah memegangi lengan Vino dengan erat sambil berkata,"Vin,kita pulang saja ya..."
            Vino memberi kode pada bodyguardnya untuk menghalau para awak media.Didalam mobil,Laras meminta jas Vino,"Jasmu kotor biar nanti kucuci.Aku biasa mencuci kok di kampung."
Vino bergaya sakit gitu,"Tanganku masih sakit Ras,bantuin lepasin dong."
Laras jadi berdebar2 lagi melepas kancing jas Vino,Vino malah senyum2 sendiri.Sampai rumah Vino berkata,"Jasnya kasih ke pembantu saja Ras.Biar dilaundry.Kamu ga usah repot2 nyuci.Oh ya kamu tidur duluan ya.Aku mau bicara sama Bimo dulu."
Bimo melaporkan semua hasil penyelidikannya soal Revan tapi Vino malah senyum2 sendiri mikirin Laras,"Mas?Mas Vino?Aduh...kenapa malah aneh gini ya?Ceria banget.Baru kali ini saya lihat mas Vino kayak gini.Apa karena ada mb Laras ya?"
Vino sadar kala ditepuk bahunya sama Bimo,"Oh..ya Bim?Kamu bilang apa barusan?"
Bimo memberitahu,"Mas...kecurigaan Mas ke Revan sepertinya benar.Dia melakukan banyak perjalanan keluar kota dan terutama ke kota asal mb Laras.Cuma anehnya orang2 disana mengenalnya dengan nama Vino."
Vino berpikir,"Dia mengaku sebagai aku begitu?Kalau soal keluarga Laras yang lain bagaimana?Katanya dia kemari dengan ayahnya.Kenapa aku ga melihat ayah mertuaku?Sepertinya aku harus menanyai soal ini ke Laras langsung.Kau tetap selidiki Revan,cek keuangannya.Dia gunakan buat apa  saja.Aku akan ke kamar dulu,Bim."
Laras sendiri tengah bicara dengan Revan di dekat kamar Vino.Gimana nih kalau Vino lihat?***bersambung***

 I AM HIS QUEEN PART 7
Laras ketakutan sendirian di kamar,'Vin,kamu lama amat sih bicara sama Pak Bimo?Kenapa aku malah merindukan Vino sih?Harusnya aku kan takut sama dia.Gimana kalau dia ingat bahwa dia ga pernah nikahi aku?Dia akan masukin aku ke penjara atas tuduhan penipuan.Tapi hatiku mengatakan dia pria yang baik.Kalau aku jujur sama dia mungkin dia mau mengerti keadaanku dan ...'
Sepasang kaki mendekat,Laras segera berbalik sambil berkata,"Vino,kaukah itu?"
Namun wajah Laras berubah ketakutan,ia mundur beberapa langkah,"Kau?Mau apa kau kemari?Ini area kamar Vino."
Revan menyeringai,"Vino...Vino..
Ini kamar Vino,ini rumah Vino,ini mobil Vino,ini perusahaan Vino bla bla2...Aku benci mendengarnya.Kau tahu!!Bahkan mamaku sendiri lebih peduli pada Vino daripada anaknya sendiri.Dan sekarang kau...kau lupa ya?Kau lebih dulu kenal denganku dan baru beberapa hari ketemu Vino.Tapi lihat,kau menunggunya.Kau mengharapkannya.Katakan padaku Ras,apa yang Vino miliki hingga kau bahkan orang2 di rumah ini semua sayang padanya?Apa?!!"
Laras jadi kian takut,"Van,kau membuatku bingung,bukannya kau yang menyuruhku tetap di dekat Vino sebagai isterinya.Kenapa kau malah marah2?"
Revan mencengkeram lengan Laras,"Aku yang menemukanmu lebih dulu,kau ini milikku.Tapi sepertinya kau lupa diri,kau terpesona pada adik tiriku itu ya kan?Kau suka berada di dekatnya.Ras,jangan pikir aku tak mengawasimu.Ingat ayahmu ada di tanganku.Jika kau macam2 aku bisa gelap mata.Jadi berhentilah bermimpi kau akan menjadi Cinderela.Kau ini milikku!"
Laras merasa kesakitan,"Lepaskan aku Van!Kau menyakitiku...lepaskan!"
Revan hendak bicara lagi tapi sebuah suara mengejutkannya,"Lepaskan isteriku Revan!"
Laras segera lari mendapatkan Vino,"Vin,kau kemana saja?Aku takut..."
Revan berkilah,"Isterimu ini tersesat tadi...aku memberitahu dia arah yang benar.Aku permisi dulu."
Vino menghentikan langkah Revan,"Tunggu Van,kata Bimo laporan keuangan perusahaanmu belum kau serahkan.Ini kesekian kalinya aku minta padamu serius dalam mengelola perusahaan.Ingat 51% sahamnya masih milikku."
Revan nampak kesal,"Akan segera kuserahkan.Selamat malam."
Laras lega dengan kepergian Revan.Vino memperhatikannya.***bersambung


 Part 8 I AM HIS QUEEN
Vino meraih wajah Laras,"Katakan padaku Ras,Revan sebenarnya bilang apa sama kamu sampai kamu ketakutan begini?"
Laras malah mandangi mata Vino,'Vin,aku ingin jujur sama kamu tapi pasti Revan masih di sekitar sini.Kalau dia nyakitin ayahku bagaimana?Vin,aku tak tahu harus bagaimana?'
Melihat Laras diam,Vino mengajak Laras masuk ke kamar,"Ras,katakan padaku bagaimana awal kita bertemu?Apakah Revan yang ngenalin kita?Jujur,aku masih belum bisa mengingat apapun soal kita jadi aku mohon kau bisa mengatakan semuanya padaku."
Laras bingung juga mau jawab apa,"Eh...iya Vin,Revan yang ngenalin kita..."
Memang ga salah juga sih ucapan Laras,secara emang Revan yang membuatnya mengenal pria bernama Alvino Adijaya.Vino bertanya lagi,"Kata mama kamu kemari dengan ayah kamu.Kok aku ga lihat ya?Apa ayahmu ga mau ketemu sama menantunya?"
Laras berhenti menata bantal,'Aduh ayah kan disandera sama Revan.Dimana juga aku ga tahu.Aku harus jawab apa nih?Aku sebenarnya bukan tipe pembohong tapi keadaan ini memaksaku...'
Laras mengambilkan piyama Vino,"Ayah ada urusan tiba2 katanya ketemu teman lama mau diajak buka usaha gitu.Oh ya Vin kamu cepetan tidur ya besok kamu katanya mau masuk kerja kan?"
Vino pergi ganti baju,'Dia menutupi sesuatu.Dia menyimpan rahasia.Laras,kenapa kau tidak jujur saja sama aku?Aku akan melindungi kamu.Aku...bukan orang jahat.Hatiku juga mengatakan kamu bukan orang jahat.Ga mungkin kamu tega merencanakan hal jahat sama aku.Tapi kenapa kamu ga mau jujur aja sama aku?Ada hubungan apa kamu sama Revan?Kenapa aku jadi kesal ya?Apa aku beneran udah menerima Laras sebagai isteri aku makanya aku posesif sama dia?Vino..Vino...selama ini kamu dingin sama wanita,giliran kini malah galau karena seorang wanita yang bisa saja cuma mau nipu kamu.'
Vino lihat Laras naruh bantal di sofa,"Ras,aku sudah baikan kok.Kamu tidur di bed aja ya?Kalau kamu takut bakal bikin gerakan aneh2,ditengah dikasih guling aja.Gimana?"
Laras ga bisa nolak takut Vino curiga,merekapun berbaring di bed yang sama.Vino bahagia sekali,'Belum pernah aku sebahagia ini memiliki seseorang di samping aku.'
Laras yang malah deg2an,'Aku jadi ga bisa tidur.Vino dah pulas.'
***bersambung

                     PART 9 CERGAM ♡ I AM HIS QUEEN ♡
        ♡♡ Laras gelisah tidur seranjang sama Vino,Vino sendiri dah terbang ke dunia mimpi.Laras betulin selimut Vino,'Aku heran sama Revan segitu bencinya sama Vino.Padahal Vino baik ke siapa saja.Sama pembantu aja dia selalu ga lupa bilang makasih.Dia juga dapat kiriman bunga banyak banget.Dari karyawan dia,staff dia,rekan bisnis,bahkan awak media.Meski kaya raya dia juga ga pernah pamer,lalu dimana sisi jeleknya dia sehingga segitunya Revan sampai tega mau ngambil semua milik dia?Aku aja baru kenal aja sayang sama Vino...ups...'
Laras jadi merona sendiri,'Iih Laras mikir apaan sih?Udah jangan mandangi Vino terus.Ntar jatuh hati beneran lho.Mikirin ayah kamu.Gimana caranya bebasin dia.Pokoknya kamu jangan bikin Revan marah,kamu jangan sampai jatuh cinta sama Vino.Jangan baper!'
Saat Laras dah mau merem eh tiba2 Vino gelisah dalam tidurnya.Mengigau gitu,"Pesawatnya kenapa?...Tidak...Tidaaak!!"
Laras bangunin Vino,"Vin,Vino...Vin bangun Vin.."
Vino terengah2 bangun dan langsung memeluk Laras,"Hhh...hh..aku mimpi Ras.."
Laras mengusap2 punggung Vino,"Tenang Vin,kamu hanya mimpi buruk..aku disini temeni kamu.Aku ambilin minum ya..."
Vino menggeleng,"Aku ga butuh minum Ras,aku cuma ingin kamu di sini aja...please biarin aku meluk kamu."
Laras jadi pingin nangis,'Dia pasti masih trauma sama kecelakaan pesawatnya.Di RS dia juga kadang suka begini.Vin,walau aku baru kenal kamu tapi aku akan selalu berdoa buat kamu.Supaya Tuhan memberikan perlindungan-Nya terus ke kamu.Jagain dia ya Tuhan...'
Vino malah curhat sambil meluk Laras erat2,"Aku ingat waktu itu aku mau perjalanan bisnis ke luar pulau mau ngurus pembukaan hotel di sana.Tapi tiba2 pilotnya bilang kalau pesawatnya rusak.Dia minta aku terjun ke sungai.Dia berusaha nerbangin serendah mungkin dengan sungai.Kepalaku kebentur dinding pesawat dan aku ga ingat apa2 lagi...kau tahu Ras,kata Bimo  pesawatnya meledak nabrak tebing.Pilotnya...dia berkorban demi aku Ras..."
Vino malah tergugu di pundak Laras.Nangis dia.***bersambung........

PART 10 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
          ♥♡ Dipeluk erat sama Vino mana yang meluk lagi nangis lagi,bikin Laras ikut berkaca2.Hatinya ikut sedih,'Vin,akupun akan lakukan yang sama buat kamu Vin.'
Vino pelan melepas pelukannya,baru sadar dia betapa eratnya dia meluk Laras,"Sorry,Ras...aku ga bisa nahan perasaanku.Aku sama sekali ga ingin menyakiti siapapun dengan kehadiranku.Bahkan dalam bisnispun terkadang aku memilih untuk merugi daripada membuat orang lain sengsara.Aku ingin menemui keluarga pilot itu Ras besok.Kau mau kan nemeni aku?"
Laras mengangguk dengan mata berkaca2,"Iya Vin,aku akan temani kamu.Tapi bukannya besok kamu mulai kerja ya?"
Vino tersenyum,"Aku ini jam kerjanya bebas Ras.Aku akan menjaga keluarga yang ditinggalkan mendiang pilot itu.Makasih ya Ras,kamu mau dengerin aku."
Laras mengambilkan Vino minum,"Minumlah,habis itu tidur lagi."
Vino mesem,"Aku boleh pegang tangan kamu kan saat tidur?Biar ga mimpi buruk."
Laras membiarkan Vino memegangi tangannya saat tidur.Walau guling masih ada diantara mereka tapi tangan keduanya bersatu diatas guling.Laras diam2 menangis,'Maafkan aku Vin,andai kita bertemu tidak dengan cara begini.'
            Vino malah merasakan mendapat support dari Laras.Ia tersenyum dalam tidurnya,'Aku tidak sendirian kini.Ada seseorang yang bisa kuajak berbagi.Terima kasih Tuhan telah membawa Laras dalam hidupku.Terima kasih.Ternyata dibalik musibah yang kualami masih ada kebaikan-Mu didalamnya.Aku bertemu dengan wanita yang selama ini kudambakan.'
Pagi harinya Laras udah didapur nyiapin sarapan buat Vino.Ahua,chef di kediaman Adijaya sampai heran melihatnya,"Nyonya muda,biar saya saja yang siapin.Nanti kalau Boss Vino lihat bisa dimarahi saya.Mety,ayo bantu bujuk Nyonya muda dong..."
Mety,pelayan senior disana segera mendekati Laras,"Iya Nyonya muda yang cantik,biar Mety aja ya yang lakuin semuanya..."
Laras agak bingung dengan aneka peralatan masak canggih yang ada disana,"Kalian bantuin saya ya gimana nih cara gunain ini?Di kampung kayaknya ga ada deh alat ginian..."
Mety dan Ahua senang bisa bantu Laras.Sementara itu Vino bangun dan panik nyari Laras.***bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar