I AM HIS QUEEN ^^^PART 161-170


                      Part 161 ** I AM HIS QUEEN
Prewedd...
Vino membaringkan Laras di ranjang,dipandangnya sang isteri penuh sayang,"Andai saja aku bukan hanya memiliki hatimu...tapi juga..."
Laras tersenyum,dia tahu suaminya ga akan melanggar perkataannya sendiri,"Ragaku?"
Vino duduk di tepi ranjang.Bergumam sambil menarik nafas,"Sabar...kamu bisa Vino..Alvino Adijaya pasti bisa...tinggal sebentar lagi kok...tinggal menghitung hari aja...pyuhhh..."
Laras malah menahan senyum,lalu berbisik di telinga suaminya,"Aku tahu cara supaya kamu bisa menang dalam penantian sayang..."
Vino jelas langsung noleh,malah bersentuhan deh bibir mereka,'Aduh Ras...kalau ini sih malah bikin sebaliknya kali...'
Laras tersipu salting deh keduanya,"Maaf,Vin..."
Vino sampai meremas sprei biar ga gemes sama Laras,'Tahan Vin!Kamu harus tahan!!'
Laras akhirnya bilang,"Kalau di daerah asalku biasanya pengantin prianya puasa Vin...kalau kamu mau puasa aku juga akan puasa.Biar lancar semuanya.Bagaimana?"
Vino setuju,"Benar juga ya sayang.Kenapa ga kepikiran olehku?Baiklah aku akan puasa mulai besok.Kamu ga usah gpp sayang..ntar kamu jadi ga chubby lagi pipinya..."
Laras kekeh nemeni,"Kita kan selalu bersama...aku ingin Tuhan turut campur tangan dalam rumah tangga kita.Manusia berencana Tuhan yang menentukan bukan?Mari kita mengandalkan Tuhan sama2.Bukankah kita harus sehati?Katanya suami isteri."
Vino kagum diraihnya Laras dalam rengkuhannya,"Terima kasih Tuhan kau ciptakan Laras di dunia ini...indah sekali ciptaan-Mu yang satu ini."
Waduh inti topiknya malah belum kesentuh.Ntar ya...***see you next part**

                       Part 162 ☆ I AM HIS QUEEN
Commanded...
Sean sudah selesai menanyai Raka,"Jadi data peserta yang ikut dari keluarga Presdir dengan data konfirmasi Manager HC berbeda gitu?"
Raka menjawab,"Saya ini Manager Audit.Jadi saya tidak akan terlewat miss sekecil apapun.Data keluarga Presdir yang ikut sudah diserahkan langsung oleh Anda Pak Sean.Ada tanda tangan Pak Vino pula.Jadi saya masih belum mengubah datanya."
Sean lega,"Pak Bimo sendiri yang berikan data itu ke saya dan saya mintakan tanda tangan Pak Vino juga.Saya senang Anda jeli.Tetap saja pakai data yang saya berikan.Jika ada perubahan pasti disertai tanda tangan dari Pak Vino.Tanda tangan basah.Anda bisa lanjutkan bekerja.Maaf sudah menyita waktunya."
             Raka tahu bahwa menjadi ketua panitia family day bukanlah tanggung jawab mudah apalagi tahun ini Presdir membawa serta sang isteri.Operation Director datang,"Astaga saya lupa kalau hari ini Pak Vino tidak ngantor.Ya sudah saya akan bicara lain kali saja."
Sean mencegahnya,"Memang ada soal apa Pak?"
Dia cerita soal Sonya,"Saya perhatikan Manager HC kita kok makin kurang profesional.Angka komplain tinggi mengenai performa kinerja team HC.Bagaimana menurut Pak Sean?"
            Wah kayak api diguyur bensin,Sean malah nambahi.Malah ngobrol mereka.Weleh...
Sementara itu Vino juga lagi ngobrol sama Laras,"Sayang,kita belum foto prewedd lho.Kamu mau konsep yang gimana?"
Laras malah mikir beda,"Tapi kalau kita prewedd ntar ketahuan dong Vin kalau kita mau nikah di Bali.Ntar malah runyam..."
Vino ada ide,"Gini aja besok kan kita ada photoshoot buat jadi cover majalah tuh.Nah aku akan sewa satu fotografer khusus buat foto prewedd.Jadi ga kelihatan kan?Sekarang kita tinggal mikir konsepnya aja..."
Laras berkata,"Aku suka di alam gitu Vin...di sawah atau ditempat yang ada pohonnya gitu...pantai juga boleh...pegunungan juga oke...tapi masak kita ke sana.Ntar kayak dulu lagi..."
Vino berkata,"Ga akan ada yang curiga Ras...aku akan atur nanti.Oh iya besok aku puasa ya...kalau aku pucet gimana?"
Laras ketawa dan memegang wajah suaminya,"Kamu ga puasapun udah pucat kok soalnya kamu putih banget.Jadi ga akan mengurangi ganteng kamu kok."
Vino seneng dipuji Laras,"He..he..."
Foto prewedd?Tbc..
                     Part 163 -- I AM HIS QUEEN
Shall Read This Writing...
             Keesokan harinya Rani heran lihat Vino tidak sarapan.Laras juga sama.Vino lihat Revan ga ada di meja makan,"Mama kok cuma sama Ayah Syamsul?Revan mana?"
Rani menghela nafas,"Kakakmu itu semalam ga pulang.Paling dia di apartemen dia.Makanya Mama mau ke sana pagi ini.Mama mau mastiin ke sana.Kalian ga sarapan?"
Vino ga tega bohongi mamanya,"Kami sedang puasa Ma.Biar cinta kami tetap terjaga he..he..iya kan sayang?"
Laras mah cuma bisa mesem2 sambil megangi tangan Vino,"He..he...iya Ma..."
Pak Syamsul mah tahu alasan dibalik puasa itu,'Ayah lega lihat kamu mendapat pria yang menghargai nilai2 luhur tradisi Ras.Nak Vino sampai memakhlumkan puasa demi pernikahan kalian nanti di Bali.Puasa ini akan membawa cinta kalian naik level lebih dalam lagi karena kalian menyerahkan cinta kalian dalam penjagaan Yang Diatas.'
Rani malah curiga,"Kalian puasa?Wait the minute...dalam rangka apa ini tiba2 puasa?Vino kamu kan paling ga tahan haus sayang?Pasti untuk hal yang sangat penting sampai lakukan puasa.Tell your mother Son...I want no secret anymore Vino..."
Laras mandang Vino,'Aduh...Vino akan bilang ga ya?Kayaknya ide puasa ini malah bikin ketahuan deh...'
Vino malah berlutut di kursi mamanya berada,"Ma...Vino emang ga bisa nutupi apapun dari mama...Vino dan Laras juga ga ingin main rahasia sebenarnya ke mama..."
Pak Bimo ikut deg2an apalagi dikode sama Vino untuk ke depan,'Kayaknya Mas Vino mau saya ke depan untuk menahan langkah Mas Revan jika tiba2 dia pulang.Kayaknya beneran bakal ngomong deh soal niat mau nikahin mbak Laras lagi di Bali.'
            Bimo segera ke depan,Vino lega Bimo ngerti maksud hatinya.Laraspun ikutan bersimpuh dekat Vino,'Aku akan nemeni Vino di setiap hal.'
Rani makin heran,"Kalian ini kenapa kayak orang mau sungkeman sih?Ada apa?"
Vino malah memandang Pak Syamsul minta pendapatnya,dijawab dengan anggukan oleh ayah Laras itu.Rani kian penasaran,"Tunggu dulu kayaknya Pak Syamsul malah sudah tahu ya...Apa sih Pak?Mereka ini mau apa sebenarnya?"
Pak Syamsul tersenyum,"Biar Nak Vino yang menjelaskan semuanya,lagian saya yakin Bu Rani pasti sudah bisa nebak kok .."
Wah bakal ngomong jujurkah Vino ke Rani?Tbc..
                     Part 164 -- I AM HIS QUEEN
Had been the wife...
Vino akhirnya mengutarakan soal alasan sebenarnya dia puasa,"Mama ingat kan pernah memberi saran ke Vino untuk membuat pernikahan ulang dengan Laras?"
Rani jelas ingat,"Benar.Mama ingat...terus?"
Vino melanjutkan,"Vino dan Laras,kami sepakat akan menikah lagi Ma.Dalam waktu dekat ini."
Rani gembira,"Really dear?I'm so happy for you two...kalian mendapat restu Mama."
Rani mengelus kepala keduanya,"Ayo bangun!Mama mau dengar soal pernikahan kalian ini lebih lagi..."
            Vino dan Laras bangun dengan lega lalu keduanya duduk jejer sambil masih pegangan tangan seperti biasanya.Mesra gitu deh.Kayak ada lemnya gitu tangannya.Lem biru...Birunya cinta kita berdua semoga abadi sampai selamanya...weleh.Rani malah punya ide,"Kenapa ga di Bali aja nikahnya?Kan banyak tuh artis nikah disana.Lagian mumpung ke sana kan?"
           Wah malah wis kedahuluan.Vino dan Laras pandang2an.Vino berkata,"Itu juga yang diinginkan kami Ma.Sekalian nih para karyawan kantor pusat dan pengurus rumah kita pada ikut.Mereka bisa jadi tamu sekaligus saksi.Iya kan Ma?"
Rani setuju,"Benar sayang.Mama dukung.Sayang Revan ga ikut acara ini.Dia itu ga suka acara kumpul ginian."
Vino berkata,"Gpp Ma.Lagian ini kan peneguhan saja bahwa Laras memang isteri Vino.Revan kan yang malah tahu lebih dulu soal surat pernikahan kami."
Rani sebenarnya sedih juga Revan selalu saja punya acara sendiri dan ga dukung keluarganya,'Revan tak pernah menganggap dirinya bagian dari keluarga Adijaya.Kalau aku paksa ntar malah ribut lagi kayak kemarin dulu.'
Revan datang diantar temannya,mabuk dia.Bimo langsung menahannya,'Mas Revan?Waduh teler lagi...'
Revan meracau,"Kenapa kamu di sini Bim?He..he..aku sedang bahagia Bim...ha..ha..aku mau ketemu sama Laras...dia dimana Bim?"
Bimo berterima kasih pada teman Revan,"Mas,terima kasih ya sudah mengantar Mas Revan pulang.Biar saya akan antar Mas Revan ke kamar..."
Pria itupun pergi,"Baguslah kalau begitu.Ini kunci mobilnya.Saya permisi."
Revan malah sempoyongan,"Bye...friend...he..he...besok lagi ya...he..he..ayo Bim...mana Laras?Aku mau ketemu dia.Dia di rumah kan?Ras!!"
             Wah Bimo langsung memapah Revan ke kamar lewat rute lain.Mabuk?Bersambung
                       Part 165 ^^ I AM HIS QUEEN
After They Were...
Revan coba berontak,"Bim...ini kenapa lewat taman sih?Kamu mau bawa aku kemana hehh?Aku tuh mau ketemu pujaan hatiku...Laras Ayuningtyas...ya...dia ga boleh jadi Laras Adijaya...tidak boleh!!"
Bimo minta bodyguard lain bantuin,"Bantu saya bawa mas Revan ke kamar.Cepat!!"
Sementara itu Vino melihat ke jam tangan dia,"Ma,maaf kami harus pergi sekarang.Hari ini ada photoshoot buat cover majalah gitu jadi mungkin sampai malam deh Ma..jangan ditungguin ya pas dinner."
Rani mengusap wajah putra tirinya itu,"Iya sayang...kamu juga masih harus ke kantor kan?Laras,titip putra mama ya...mama percayain Vino sama kamu.Mama juga mau ke apartemen Revan kok.Mama cemas kalau dia ga pulang kayak gini..."
Vino pamitan juga sama Pak Syamsul,"Vino dan Laras pergi dulu ya Ayah.Tenang aja Bimo disini kok nemeni ayah."
Pak Syamsul memeluk putrinya,"Titip Laras ya Nak Vino...dia putri ayah satu2nya..."
Vino menggandeng mesra sang isteri menuju mobil,"Kita ke kantor aku dulu ya Ras...kemarin aku ga ngantor jadi pasti numpuk tuh kerjaan aku."
            Laras mah ngikut mau dibawa kemana juga Vin,ke kutub aku ikut weleh...Lastri baper lihat mereka jalan berdua,'Mesra bener sih...pakai acara puasa bersama pula.Kayak nonton film India deh...puasa kharwacot ya...dimana isteri puasa buat suaminya.Kalau ini malah mas Vino juga ikut puasa.Aduhhhh...indah bener rumah tangga mereka ya...'
Vino lihat mobil Revan di depan,"Lho itu kan mobil Revan?Man,kakakku mana?"
Norman jawab bisik gitu,Vino manggut2.Laras yang udah masuk di mobil jadi nanya,"Kenapa Vin?"
Vino segera masuk ke mobil,"Nanti aku ceritain.Yuk Man,kita ke kantor dulu."
Norman segera siap,"Baik Mas Vino!"
Laras langsung deh nyender manja dilengan Vino begitu mobil jalan,"Aku seneng Vin kita udah jujur sama mama.Oh ya Vin...kok kamu ga nunjukin makam mama kandung kamu pas di makam keluarga dulu?"
Vino sempat diam,"Mama minta jenazahnya dikremasi Ras terus beliau minta abunya ditabur di laut.Katanya bila aku kangen sama beliau,aku cukup melihat air laut."
Laras mengusap lengan Vino,"Pantas kamu suka pergi ke pantai.Buat ngobati kangen ke mama kandung kamu ya.."
Laras ada ide.Apa idenya?Bersambung......

                       Part 166 ** I AM HIS QUEEN
His mother...
             Mobil Vino menuju ke kantor pusat Adijaya Group.Laras mengutarakan idenya,"Vin,gimana kalau foto preweddnya di pantai aja.Anggap aja sekalian kita minta restu ke mama kandung kamu.Gimana?Bagaimanapun beliau adalah perempuan yang melahirkan kamu.Melahirkan Alvino Adijaya yang aku cintai.Suami aku yang gemesin ini..."
Vino malah terharu,dikecupnya kepala Laras,"Iya sayang...aku setuju.Kamu tahu kelak kamu juga akan dipanggil Mama oleh anak2 aku...Mama Laras...mama Laras..."
Laras merhatiin gimana Vino ngomong gitu sambil berkaca2,"Kok sampai nangis sih Vin?Bukankah itu sangat indah ya?"
Vino berkata,"Aku takut Ras...kamu akan seperti mama kandung aku...kamu jangan tinggalin aku ya Ras...setelah melahirkan anak aku nanti?Janji sama aku Ras..."
Laras jadi melow juga deh,"Vin,aku ingin selalu bersama kamu.Aku janji takkan pernah ninggalin kamu..meski aku melahirkan anak kamu nanti.Makanya kita merendahkan diri dengan berpuasa supaya Tuhan turut menjaga rumah tangga kita."
Vino lega,"Pokoknya kamu harus tetep sama aku meski udah lahirin banyak anak buat aku."
Laras senyum di dada Vino,"Iya Vin...mikir anak terus nikah aja belum...dasar Presdir Adijaya Group."
Norman jadi mesem dengernya,'Ya ampun bapernya masih continue di sini...'
Sementara itu Rani diberitahu Bimo soal Revan,"Apa?Revan pulang dalam keadaan mabuk Bim?Tuh anak ya...hidup bener aja udah bikin hepi kok...tapi selalu ada aja tingkahnya...ya udah Bim.Saya ga ke butik hari ini.Saya mau di rumah aja.Saya mau ngurus Revan.Jangan sampai dia kayak papa kandungnya.Jangan2 ini karena dia dekat sama Marco."
            Revan tepar di kamarnya.Apaan tepar?Terkapar diajeng.Rani masuk dan duduk di tepi ranjang,diusapnya kepala Revan penuh sayang sambil berkaca2.Ingat masa lalu.Masa lalu biarlah masa lalu...hemm...Ingat gimana Marco ga peduli pada mereka.Suka KDRT pula.Main tangan,main pukul...emang bedanya apa jeng?Kembar sih.Weleh.Ingat kala Revan opname di RS,ga ada biaya.Hampir aja dia jual diri.Rani ingat masa itu,"Kamu tahu honey,waktu itu kamu hidupnya ditopang alat karena kamu main dijalan di tabrak motor.Mama udah mikir bakal kehilangan kamu."
Terus yang nolong?Tbc............
                       Part 167 ~~ I AM HIS QUEEN
Honoring Your Parents...
             Rani takkan pernah lupa malam dimana ia sudah berdiri di tepi jalan siap menjual diri demi mendapatkan uang bagi kesembuhan Revan.Bimbang mendera hatinya namun tak ada jalan keluar yang ia lihat,hingga temannya memberinya ide,"Udah jadi kupu2 malam aja.Cepet dapat uangnya.Lihat aja aku,suamiku aja ga masalah aku layani pria lain tiap malam.Yang penting kan bisa hidup enak.Mau ini itu bisa.Apalagi buat anak sakit udah ga usah banyak mikir.Yang penting anak kamu selamat dulu.Kamu mau kehilangan Revan?"
            Tapi malam itu Rani ketakutan,pertama kali dalam hidupnya pertentangan hebat terjadi.Pria pertama yang tertarik padanya justru marah2 kala ia meminta bayaran mahal,"Apa kamu gila?Masak minta jutaan.Belum pernah jadi perek ya?"
            Rani malah kabur sebelum pria itu menyentuhnya,dan hampir ditabrak mobil.Pemilik mobil itu adalah Michael Adijaya.Disitulah awal pertemuannya dengan Adijaya.Adijaya malah memberinya pekerjaan sebagai pengasuh Vino.Tentu saja biaya RS Revan ditanggung bahkan diberi yang terbaik.Dan ternyata Vino lengket sama Rani.Adijayapun menikahi Rani.Namun Rani benar2 mencintai Adijaya,dan mengasuh Vino bak anak kandung sendiri.Rani menyimpan kisah itu dalam dirinya.Ia tak bilang pada Revan bahwa hampir saja ia menjadi pelacur jika papanya Vino tidak menolongnya.Andai saja kamu jujur Ran...weleh.
             Sementara itu Vino sudah sampai kantor,seperti dugaannya berkas menumpuk di mejanya.Laras membantunya,"Aku bantu periksa dokumen mana yang urgent ya..."
Vino tersenyum,"Makasih sayang.Aku akan cek email dulu."
Sean datang,"Pagi Vin...eh Bu Presdir juga di sini."
Vino sambil liatin laptopnya nanya Sean,"Kamu kemana aja sih Sean?Malah ga standby pas aku datang?"
Sean segera minta maaf,"Sorry Vin,tadi aku ke lantai 2.Ambil berkas ini."
Vino menerima berkasnya,"Apa ini?Surat mutasi?Kenapa ga manager HC yang nyerahin?Wait!Ini manager HC yang dimutasi?Tell me Sean what happened here?"
Sean lalu cerita soal Sonya,"Ini surat rekomend langsung dari Direktur Operasional Vin,kinerja all manager dibawah supervisi dia.Aku juga setuju Vin."
Sonya dimutasi?Setujukah Vino?Bersambung....

                       Part 168 ~~ I AM HIS QUEEN
New Life...
Vino memandang Sean,"Baiklah akan aku tanda tangani.Tapi mutasi dilakukan setelah family day.Biarkan dia menikmati liburan di Bali."
Vino teken,"Mutasi Manager HRD bernama Sonya ke cabang perusahaan di Kupang.Kurasa ini akan berat buat dia Sean."
Sean malah jawab,"Daripada downgrade...lebih baik mutasi."
Laras mendekat,"Ini Vin...Sean,bagaimana apa benar kerjaku?"
Sean approve,"Benar kok.Oh ya photoshootnya sudah diubah lokasinya seperti yang kamu mau Vin.Di pantai.Satu jam lagi."
Vino bergegas mengerjakan job dia,"Pembelian tanah...ini kulihat ntar aja Sean....pembayaran mesin...ini nih yang urgent."
Laras bangga sekali lihat Vino kerja,'Seorang kepala keluarga memang harus bekerja.Karena disitulah wibawanya.Ga sangka ya wanita desa kayak aku dapat pengusaha sukses.Baik lagi.'
Sean menawarkan minum tapi Vino menggeleng,"Ga Sean.Kami sedang puasa.Oh ya semua persiapan buat the wedding gimana?"
Sean memberikan checklistnya,"Ini Vin,daftar apa saja yang sudah dan belum selesai.Tinggal tunggu approve aja dari kamu."
Vino melihatnya,"Good job Sean.Kamu memang bisa diandalkan."
            Saat menuju photoshoot,Laras minta mampir ke flourist dulu buat beli bunga,Vino heran tapi turun juga menemani sang isteri.Penjaga flouristnya langsung terpesona lihat Vino,'Wah...itu kan pebisnis muda yang punya Adijaya Group.Waduh...aku harus make up dulu nih.'
          Mau make up setebal apa,mata Vino lihatnya cuma ke Laras.Mana mesra lagi meluk pinggang Laras,"Sayang,buat apa beli bunga kita kan bukan mau ziarah?"
Laras jawab sambil asyik milih bunga,"Katamu mama kamu abunya ditabur di laut,kenapa ga sekalian kita ziarah?Lagipula ya Vin,menghormati orang tua itu berkahnya banyak.Salah satunya umur panjang dan keberuntungan.Warna kuning dan putih aja ya Vin?Bagus ga?"
Vino malah memandang haru pada sang isteri,"Pilihan kamu selalu bagus kok sayang.Makasih ya kamu juga sayang sama mama kandung aku."
            Laras mengusap pipi Vino,bikin ngiri yang lihat,mbak2 yang jaga toko bunganya pada mupeng.Muka pengin,'Aaah...kok tuh perempuan main pegang aja sih?Ga protes lagi masnya ganteng itu...'
Vino malah mencium jemari Laras.Ini beli bunga apa pacaran ya?Tbc.

                      Part 169 ◆◇ I AM HIS QUEEN

In Your Family...
Laras mengusap pipi suaminya,"Mama kamu baik mama kandung maupun mama Rani semua adalah keluargaku sekarang.Orang tua aku juga.Bukannya kamu juga bersikap sama ke ayah aku?Menghormati orang tua itu bukan beban justru kesempatan besar karena kalau ga ada mereka,kamu juga akan ada di dunia ini.Dan itu hal pertama yang kusyukuri dengan keberadaan mereka.Kehadiranmu.Suami aku yang sangat kucintai...uhh...matanya jadi ada danaunya..."
Vino ga bisa nahan haru,malah meluk sang isteri sambil menahan tangis,"Aku juga sangat mencintaimu Ras...Terima kasih sayang..."
           Akhirnya dibayar juga bunganya,diiringi tatapan mupeng bin baper oleh para karyawan di sana.Malah ada yang sempat kirim wa ke temennya di group,"Tempat kerja aku dikunjungi pebisnis ngetop Alvino Adijaya sama isterinya!Gila!Mereka aslinya jauh lebih ganteng dan cantik lho...mukanya aduh bening nian.Sayang ga bisa memfoto soalnya dilarang sama bodyguardnya.Aduh...mereka itu ya mesra banget.Jadi baper deh.."
              Sampai di pantai Vino minta waktu pada team dari majalah.Mereka ga masalah,"Kami juga masih belum selesai prepare...silakan saja."
Vino dan Laras menuju pantai.Laras menaruh bunga di air laut sambil berkata,"Ini buat mama..."
Laras nanya ke Vino,"Nama mama kamu siapa Vin?"
Vino jawab,"Mama Ningrum...Halo Ma..ini Vino bawa Laras,isteri Vino...menantu mama.Kami bawa bunga buat mama.Dia yang milihin lho Ma...Mama suka?"
Tiba2 air laut bergulung2 datang membawa bunga itu,Vino tersenyum,"Mama aku suka Ras..."
Laras tersenyum,"Mama Ningrum...makasih ya udah melahirkan Vino ke dunia ini...dengan taruhan nyawa dan pengorbanan yang pasti tidak mudah...Kami minta restu ya Mama....biar cinta kami,rumah tangga kami,pernikahan kami terus terjaga.Laras memang bukan dari keluarga yang sepadan dengan anak mama tapi Laras tulus mencintai Vino...Laras sayang banget sama Vino...Mama restu ya?"
Air laut kembali bergulung kali ini mengantarkan sesuatu ke kaki Laras,"Lihat Vin!Ini keong.Bagus deh Vin."
Vino menempelkan keong itu di telinga Laras,"Coba denger Ras...mama aku bilang apa?"
Laras dengerin,malah Vino yang bilang,"Mama aku sayang sama kamu juga Ras...dia restu..."
Really?Tbc.
Part 170 ~~ I AM HIS QUEEN
Hear and obey...
Laras manyun,"Vino...kamu ngerjain aku ya?Aku kok ga denger apa2?Kok kamu tahu mama kamu kasih restu?"
Vino nempelin lagi keongnya ke telinga dia kali ini,"Sini aku akan diam sekarang.Ayo kita dengerin..."
Laras ganti yang ngomong,"Makasih ya Mama Ningrum...buat restunya.Juga buat Vinonya he..he.."
Vino senyum deh,"Uhh..ngerjain ya...berani ngerjain aku sekarang.Awas ya...akan aku balas..."
Laras langsung kabur,lari dia lha Vino nyipratin air ke dia,"Vin!Basah tahu!Kita kan masih photoshoot...Vino!!"
Vino malah jawab,"Biarin!Nyonya Alvino Adijaya...mau lari kemana kamu?!!"
Fotografernya malah mengabadikan moment itu,"Ini malah bagus buat cover majalah.Pebisnis Alvino Adijaya ternyata romantis orangnya..."
Fotografer kedua yang disewa khusus buat foto prewedd juga langsung jeprat jepret,"Saya juga setuju mas.Gaya alami mereka malah lebih bagus.Apalagi buat job saya.Wow..ini sih bagus banget."
           Vino dan Laras lari2an ga jelas,malah basah semua.Kotor kena pasir pula.Hingga mereka melihat ke arah crew,"Ups...astaga!Kita lupa...masih harus photoshoot."
Makanya mas dan mbak bawa timer.Weleh...untungnya para crew ga marah,malah mereka nunjukin hasil jepretan mereka.Jelas Laras dan Vino jadi salting,"Kalian memfoto kami sejak tadi?"
Mereka keder juga,"Maaf soalnya kami juga dikejar date line."
Vino ga jadi marah soalnya Laras malah senyum2 lihat hasil jepretan foto mereka,"Ya udah gpp mas.Oh ya kami ganti baju dulu ya.Soalnya kotor semua basah lagi."
            Mereka setuju.Ga lama photoshoot dimulai.Ada moment mereka duduk2 di pantai,pegangan tangan di antara bebatuan,bergaya ala Titanic.Gendongan...siapa gendong siapa nih?Gantian kali.Masa?Emang Laras kuat gendong Vino?Ya iyalah seorang isteri kan harus lebih kuat supaya bisa menolong suaminya.Itukan kekuatan batin atuh masak fisik juga?Buktinya kuat kok.Wow!Syukur deh photoshoot berjalan lancar.Hingga sang surya tenggelam.Sunset nan indah.Laras ingat,"Vin,sudah waktunya buka.Ayo kita pulang."
          Para crew juga sudah pulang.Vino malah ga mau pulang,"Kita buka di sini aja Ras.Itu ada restoran.Aku masih ingin menikmati indahnya laut."
Laras nurut apa bantah ya?Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar