Part 31 □□ I AM
HIS QUEEN
□□ Sepanjang
perjalanan menuju tempat fashion show dan pameran diselenggarakan,Laras mencuri
pandang ke arah suaminya yang lagi nyetir itu.Sekuat hati ditahannya
tangis,'Aku pasti ga akan lupain kamu Vin...ga akan bisa bahkan...Mungkin kamu
bakal mikir aku ini perempuan yang jahat ngaku2 sebagai isteri kamu,nipu
kamu...tapi Vin asal kamu tahu...bagi aku kamu itu suami aku Vin...pria yang
paling menyentuh sisi terdalam hati aku...'
Vino nengok ke isterinya,"Kenapa ngeliatin aku lagi kayak
gitu?Hayo...kamu diam2 mengagumi aku ya?Ayo ngaku aja kepala batu..."
Laras senyum plus mau nangis jadi satu,"Emang aku ga boleh ya
lihatin suami aku sendiri?"
Vino ga bisa bantah deh,"Boleh dong...boleh banget
malah...apa perlu kita muter dulu biar kamu bisa lebih lama menatap wajah aku
yang gemesin ini.Hmm?Bagaimana Nyonya Alvino Adijaya?"
Laras jadi gemes,"Apaan sih Tuan Alvino Adijaya...katanya ada
rapat tinjauan manajemen.Malah ngajak muter.Ntar kamu telat lagi
rapatnya.."
Vino senyum ceria,"Bener nih ga mau muter?Ntar nyesel
lho..."
Laras menggigit bibir bawahnya,'Ini akan kusesali seumur hidup aku
Vin...malah aku ga tahu bisa lanjutin hidup aku apa ga tanpa lihat kamu lagi di
sisi aku Vin...kenapa sakit banget ya rasanya...'
Vino melepas Laras dengan mengecup tangannya,"Jangan takut
dilihat dunia ya Ras...kamu itu isteri Alvino Adijaya.Aku percaya kamu pasti
bisa."
Laras sebenarnya ingin memeluk Vino untuk yang terakhir kali namun
ia takut malah jebol pertahanannya nahan tangis sejak tadi,"Makasih ya Vin
kamu sudah baik banget sama aku selama ini.Juga aku mau minta maaf..."
Hp Vino bunyi membuat Laras menghentikan ucapannya,"Dari
Bimo...gpp lanjutin aja Ras..minta maaf buat apa ya?"
Laras ga sanggup lanjutin lagian Revan mendekat,"Gpp Vin,kamu
terima aja telponnya Pak Bimo...aku pergi dulu ya Vin...mama kamu udah nungguin
tuh...daah Vin..."
Revan ga jadi mendekat karena dicegah sama mamanya,"Biarkan
mereka Honey.Mereka itu saling mencintai...mama bisa rasakan."
Revan mengepalkan tangannya diam2,kesel dia.
¤¤ Bimo nelpon mau laporin soal Pak Syamsulkah?**bersambung..
Part 32 ◇◇ I AM HIS QUEEN
◆◆ Vino terima
telpon dari Bimo,"Ada apa Bim?...Beneran?...Baiklah aku ke sana."
Usai nitip Laras ke mamanya,Vino pergi.Laras dah diajak Anabela ke
ruang dressing,"Mari mb Laras.Banyak gaun yang nanti harus
dipakai..."
Laras malah kayak patung pancoran,liatin mobil Vino sampai lenyap
dari pandangan,'Selamat tinggal Vino...'
Anabella heran lihat air mata menetes di pipi Laras,'Waduh kok
malah nangis ya...apa saya ada salah ngomong ya?Anabela,kamu ini mau dipecat
sama Tuan Vino...bikin nangis isterinya...'
Anabella segera minta maaf ke Laras,"Mb Laras,maafin saya
ya...saya ga maksud bikin mb Laras sedih..."
Laras menyeka air matanya,"Gpp Bu Anabela...bukan salah ibu
kok..."
Bianca merhatiin gerak gerik Laras,'Aku harus bikin Laras
kehilangan muka depan Vino...tapi apa?Bianca think!!'
Melihat Rani Adijaya bersama team bagian jewelerry,Bianca
jadi punya ide.Ngekek dia,'Tunggu saja kamu kuman...hari ini akan jadi hari
terakhir kamu di keluarga Adijaya...'
Sementara itu Pak Syamsul kaget kala ada mobil lain menghadang
mobil anak buah Revan,'Ada apa ini?Kenapa mereka berkelahi baku hantam
gini?Gawat!Sebaiknya aku kabur saja.Mumpung ada kesempatan.'
Melihat sanderanya mau kabur,Lexi segera menarik paksa Pak Syamsul
tapi seseorang datang menghajar Lexi.Bimo mendekati Pak
Syamsul,"Bapak,jangan takut!Kami datang untuk menolong Anda.Mas Vino yang
menyuruh kami."
Pak Syamsul heran,"Vino?"
Bimo menunjuk ke pria yang sedang baku hantam sama Lexi,"Itu
Mas Vino..."
Rupanya Vino tadi yang save ayahnya Laras,yeah!!!Penulise
ga boleh baper...iya..iya...dikit doang.Pak Syamsul terpana,"Itu Nak Vino
yang asli ya?"
Pak Bimo jadi yang gumun,"Yang asli?Memang ada yang palsu ya
Pak?"
Pak Syamsul segera mengalihkan pembicaraan,"Kalau begitu anak
saya dimana?Saya ingin ketemu dengan putri saya..."
Vino berhasil membekuk Lexi cs,"Bawa mereka Bim!Ambil semua
kontak mereka!"
Vino mendekati Pak Syamsul,"Bapak ayahnya Laras ya?"
Pak Syamsul keder lihat berwibawanya Vino,'Astaga,ini rupanya Vino
yang asli.'
Bimo malah mikir,'Kayak baru lihat pertama kali
deh...aneh...bukannya harusnya dah ga asing ya..'
◆Gimana Laras
ya?*tbc...
Part 33 >> I AM HIS QUEEN
>>> Selama fashion show beberapa kali Revan berusaha
mengajak Laras pergi namun selalu saja gagal.Entah ada Anabella atau Bu Rani
sendiri yang tiba2 narik Laras ke panggung.Gerak gerik Laras dipantau oleh
Bianca,'Kenapa si kuman itu tergesa2 pergi gitu ya?Tingkah Revan juga
aneh.Kesempatan nih mumpung Si kuman itu lagi ga konsent...'
Lewat seorang anggota team perhiasan,Bianca memasukkan cincin
termahal yang tadi diperagakan Laras ke dalam tas Laras.Demikian juga kalung,dan
anting2 yang paling mahal.Revan sendiri mengubah rencana karena panik Lexi ga
bisa dihubungi,'Mereka gimana sih?Satupun kontak ga bisa dihubungi.Pasti
sesuatu terjadi.Sebentar lagi Vino pasti datang.Aku harus segera bawa Laras
kabur.'
Laras sendiri panik karena didesak Revan terus untuk segera
menemuinya di luar,"Cepat Ras ayahmu sudah dikapal.Kalau kau tak segera
keluar kau tak akan bisa menemui ayahmu lagi.Aku ga main2!"
Laras melangkah terburu2 dan hampir sampai pintu keluar
kala tiba2 ia dijegal oleh Bianca sampai jatuh dan isi tasnya keluar
semua.Bianca langsung meminta awak media mengarahkan kamera ke arah
Laras,"Wow!!Kamu terburu2 sekali pergi Ras?Dan lihat isi tasnya!!Wow...ini
cincin harganya selangit lho...kalung ini juga...terus anting ini...wah2 kamu
rupanya maling ya?Ga sangka menantu keluarga Adijaya seorang pencuri!!Malu2in
banget sih kamu Ras!!"
Tari ikut2an ngompor2in Rani,"Ya ampun Ran...pantas
perhiasannya aku cari kemana2 ga ada...rupanya mau dibawa kabur sama menantu
kampungan kamu ini?Iih ga sangka!!"
Rani jelas malu banget,"Ras,kalau kamu suka perhiasan itu
kenapa ga bilang ke mama,mama kasih kok..."
Laras merasa ga ngambil semua itu,"Ma...Laras ga melakukan
semua tuduhan Bianca Ma..sungguh..."
Bianca tersenyum licik,"Terus kenapa kamu terburu2
pergi?!"
Laras jelas ga mungkin jelasin kalau dia mau kabur dengan
Revan,Bianca merasa menang,"Ga bisa jawab kan?Ini tuh udah keterlaluan
Tante!Mencoreng nama besar keluarga Adijaya terutama Vino.Diliput media
lagi.Memalukan!!"
Bianca hendak menampar Laras tapi seseorang menahan lengan
Bianca,"Bianca hentikan!!!"
**Siapa ya itu?...bersambung
PART 34 ¤¤¤ I AM HIS QUEEN
Sudah tahu jawabannya....
¤¤ Semua mata tertuju ke sosok tampan berjas rapi yang mencegah
tangan Bianca melayang ke pipi Laras,"Itu kan milyarder Alvino
Adijaya?Wah...wah ini hot news nih..cepet ambil gambar,guys!"
Jelas kamera langsung roll on,Laras saja sampai
terpana,'Vino??..Gimana ini...aku ga mungkin keluar dari sini...lalu ayah...'
Bianca ga habis pikir dengan sikap Vino,"Kenapa kamu hentiin
aku Vin?Perempuan itu udah bikin kamu malu depan banyak orang lagi.Dia pantas
dikasih pelajaran.Biar jangan ganggu kamu,Vin."
Vino malah berkata,"Sikap kamu yang lempar batu sembunyi
tangan yang bikin malu Bi!!Kau pikir aku bodoh meninggalkan isteriku tanpa
pengawalan?Kalian semua lihat ini!Anabella!"
Anabella segera menyetel video saat suruhan Bianca memasukkan
perhiasan ke tas Laras,semua kaget melihatnya,"Ooh...rupanya maling teriak
maling...iih ga sangka ya.."
Yang lain berkata,"Benar kata orang bijak pembicara pertama
kayaknya benar ternyata begitu diselidiki ga benar.Malu2in diri
sendiri...iih.."
Anabella senang Vino tersenyum puas atas kinerjanya,'Jangan
dipikir saya cuma asisten Bu Rani.Saya ini juga intelijennya Tuan Vino.Siap
melakukan misi apa saja.'
Laras terharu atas pembelaan Vino,"Makasih ya Vin,kamu selalu
menolong aku..."
Bianca dan mamanya diusir dari oleh Rani Adijaya,"Keterlaluan
kamu Bianca!! Sebaiknya kamu segera pergi dari sini atau perlu masalah ini saya
bawa ke meja hijau?"
Tari coba bujuk sahabatnya itu,"Ran,Bianca ga mungkin berbuat
serendah itu Ran?Ini pasti jebakan."
Rani malah jadi marah,"O...jadi kamu nuduh aku yang melakukan
semuanya gitu?Sebaiknya kalian pergi sebelum saya menuntut kalian atas
pencemaran nama baik menantu keluarga Adijaya!"
Mereka langsung ngacir deh.Sementara itu Vino melihat Laras
hendak pergi,ia segera meraih jemari Laras,wartawan segera mengerumuni mereka
dan mencecar dengan banyak pertanyaan.Revan kesal melihat Vino malah merangkul
Laras,'Sial!!Semua jadi berantakan.Aku ga mungkin bawa Laras
pergi,bodyguard Vino banyak sekali belum lapisan awak media.Aneh aku tak
melihat Bimo sejak tadi.Jangan2...'
Revan memilih pergi.Oh ya akankah Vino mempertemukan Laras dengan
ayahnya?**tbc..
Part 35 ¤¤ I AM HIS QUEEN
It's all about honesty...
¤¤ Laras gelisah mikirin ayahnya,'Aduh,ayah gimana ya?Gimana kalau
diapa2in sama Revan?Aku ga bisa lagi pergi dari sini.Aku harus bagaimana?Apa
aku jujur saja sama Vino ya?'
Vino bertanya,"Ada apa Ras?Kau ingin mengatakan sesuatu
padaku?"
Vino melihat Laras galau,'Ayo Ras,jujur sama aku.Sebelum aku
menanyai ayahmu.Aku ingin mendengar dulu dari kamu Ras.'
Laras menunduk,'Ngomong ga ya?Tapi jika aku ga jujur,Vino ga akan
ijinin aku mencari ayahku...gimana kalau dia malah jeblosin aku ke penjara?Gpp
aku dipenjara asal ayah selamat dari Revan.Hanya Vino yang bisa nolong aku...'
Vino sebenarnya terluka dengan niat Laras mau
meninggalkannya,"Kenapa kamu tergesa2 pergi tadi Ras?Kamu ingin
meninggalkan aku kan Ras?"
Laras memberanikan diri,"Vin,bisa ga kita ke dermaga dulu?Aku
akan jelasin alasannya selama di jalan.Aku mohon Vin..."
Vino mengangguk,"Baiklah..."
Vino pamit sama mamanya,"Vino dan Laras mau pergi ke suatu
tempat dulu Ma."
Rani mengerti,"Pergilah sayang..."
Ia malah nyari Revan,'Kemana Revan?Saat dibutuhin malah ngilang.'
Revan pergi ke dermaga dan kesal sekali ga melihat Pak Syamsul di
sana,'Aneh!!Lexi juga ga bisa dihubungi.Wait2...apa Vino dibalik semua ini?'
Saat itulah Bimo dan team muncul,"Mas Revan mencari
siapa?"
Revan kaget,"Bimo?Ngapain kamu di sini?!"
Bimo menjawab,"Biasa Mas.Saya disuruh ngecek semua yahct yang
dimiliki Mas Vino.Kalau Mas sendiri?"
Revan kesal,'Aku lupa...kalau Vino punya banyak aset di dermaga ini.'
Revan hendak pergi,"Aku cuma ngecek yahct punya aku Bim.Ya
udah aku mau pergi dulu Bim."
Bimo menahan langkah Revan,"Ga bisa Mas!Mas harus tetap
disini."
Revan marah,"Kamu ini siapa Bim berani memerintah
aku,hehh?!"
Bimo memberi kode ke teamnya untuk mengamankan Revan,"Maaf
Mas saya cuma menjalankan perintah Mas Vino."
Revan berontak,"Lepaskan aku Bim!!Kamu itu cuma kacungnya
Vino!!Aku akan laporkan hal ini ke Mama aku."
Bimo malah mesem,'Kalau kayak gini baru ingat Mamanya...'
Saat itulah datang seseorang,"Lepaskan dia!"
Siapa yang datang ya?Revan melihat ke arah suara,terbelalak
matanya,"Kau?"
Seorang pria dengan pakaian necis dan dikawal banyak pria berjas
hitam.Who is he?*tbc..
•
Part 36
¤¤ I AM HIS QUEEN
¤¤ Tak pernah Revan menyangka akan bertemu kembali dengan ayah kandungnya.Bimo waspada,"Siapa Anda?Mengapa ikut campur dalam masalah keluarga Adijaya?"
Pria itu terkekeh,"Siapa bilang saya tidak ada hubungannya dengan keluarga Adijaya?Coba tanya Revan siapa saya?"
Revan malah mendengus kesal,"Anda sudah meninggalkan mama saya,sudah lama sekali.Untuk apa Anda kembali lagi?"
Pria itu tersenyum,"Apapun yang terjadi di masa lalu,kau tetap adalah putraku.Putra Marco Hutama.Aku kembali untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu.Ikutlah dengan ayahmu ini,Revan..."
Bimo menghalangi,"Tidak bisa.Mas Revan harus tetap disini karena ada yang perlu dia jelaskan pada Boss saya."
Marco menatap langit,"Pebisnis muda yang sedang jadi trending topik itu ya Bossmu?Alvino Adijaya...Revan ikutlah dengan ayahmu ini maka akan kujadikan kau lebih hebat dari Alvino Adijaya."
Revan jelas tertarik dengan segala hal yang membuat dia bisa mengalahkan Vino,"Baiklah.Saya akan ikut dengan Anda."
Marco senang,"Jon,bawa Revan dari sini!"
Anak buah Marco yang berkepala plontos itu segera menyerang Bimo dan team.Baku hantampun tak terelakkan.Apalagi saat Marco turun tangan,Revanpun berhasil dibawa Marco.Sementara itu Vino menanti penjelasan Laras sambil mengemudikan mobilnya,"Ras,aku tahu banyak ketidakjelasan diantara kita.Ingatanku yang entah kapan kembali.Perbedaan diantara kita.Apapun itu Ras,aku sungguh tidak pernah ingin menyakitimu.Bila kau punya masalah,mengapa kau tidak jujur saja padaku?Apa kau tidak percaya padaku Ras?"
Laras melihat Vino bicara tanpa melihat ke arahnya,'Dia terluka oleh sikapku.Dia marah padaku.Aku benci diriku.Mengapa justru melukai orang yang paling kusayang?'
Vino masih menatap ke depan,"Mengapa diam Ras?Siapa yang kaulindungi dengan diammu itu?Apa Revan?!!"
Vino ngebut bawa mobilnya,Laras ketakutan,"Vin!!Hentikan!Vin!!Ini bahaya!!Kau bisa celaka!Vinooo!!"
Ciittt!!!Mobil berhenti.Laras menangis,"Aku akan jujur padamu Vin.Aku tergesa2 pergi memang mau menemui Revan."
Vino menegang rahangnya.
¤¤Akan dibongkarkah semua oleh Laras?**bersambung.
¤¤ Tak pernah Revan menyangka akan bertemu kembali dengan ayah kandungnya.Bimo waspada,"Siapa Anda?Mengapa ikut campur dalam masalah keluarga Adijaya?"
Pria itu terkekeh,"Siapa bilang saya tidak ada hubungannya dengan keluarga Adijaya?Coba tanya Revan siapa saya?"
Revan malah mendengus kesal,"Anda sudah meninggalkan mama saya,sudah lama sekali.Untuk apa Anda kembali lagi?"
Pria itu tersenyum,"Apapun yang terjadi di masa lalu,kau tetap adalah putraku.Putra Marco Hutama.Aku kembali untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu.Ikutlah dengan ayahmu ini,Revan..."
Bimo menghalangi,"Tidak bisa.Mas Revan harus tetap disini karena ada yang perlu dia jelaskan pada Boss saya."
Marco menatap langit,"Pebisnis muda yang sedang jadi trending topik itu ya Bossmu?Alvino Adijaya...Revan ikutlah dengan ayahmu ini maka akan kujadikan kau lebih hebat dari Alvino Adijaya."
Revan jelas tertarik dengan segala hal yang membuat dia bisa mengalahkan Vino,"Baiklah.Saya akan ikut dengan Anda."
Marco senang,"Jon,bawa Revan dari sini!"
Anak buah Marco yang berkepala plontos itu segera menyerang Bimo dan team.Baku hantampun tak terelakkan.Apalagi saat Marco turun tangan,Revanpun berhasil dibawa Marco.Sementara itu Vino menanti penjelasan Laras sambil mengemudikan mobilnya,"Ras,aku tahu banyak ketidakjelasan diantara kita.Ingatanku yang entah kapan kembali.Perbedaan diantara kita.Apapun itu Ras,aku sungguh tidak pernah ingin menyakitimu.Bila kau punya masalah,mengapa kau tidak jujur saja padaku?Apa kau tidak percaya padaku Ras?"
Laras melihat Vino bicara tanpa melihat ke arahnya,'Dia terluka oleh sikapku.Dia marah padaku.Aku benci diriku.Mengapa justru melukai orang yang paling kusayang?'
Vino masih menatap ke depan,"Mengapa diam Ras?Siapa yang kaulindungi dengan diammu itu?Apa Revan?!!"
Vino ngebut bawa mobilnya,Laras ketakutan,"Vin!!Hentikan!Vin!!Ini bahaya!!Kau bisa celaka!Vinooo!!"
Ciittt!!!Mobil berhenti.Laras menangis,"Aku akan jujur padamu Vin.Aku tergesa2 pergi memang mau menemui Revan."
Vino menegang rahangnya.
¤¤Akan dibongkarkah semua oleh Laras?**bersambung.
Part 37 ♧ I AM HIS QUEEN
Kutunggu kejujuranmu...
♧ Vino menarik nafas mencoba untuk tenang,'Kenapa rasanya sakit banget
hatiku denger Laras nyebut nama Revan..Vin,calm down man!Masih banyak cewek di
luar sana...tapi aku baru kali ini menginginkan seorang wanita seperti ini.Apa
yang terjadi dengan Alvino Adijaya?'
Laras meraih wajah Vino,"Vin,lihat aku ...lihat mataku...aku pergi
menemui Revan bukan untuk dirinya tapi demi ayah aku Vin,Revan menyandera ayah
aku.."
Vino mencari kebenaran di mata Laras,"Untuk apa Revan menyandera
ayahmu?"
Laras tertunduk,"Sebelumnya aku minta maaf padamu Vin,aku tidak
bermaksud menipumu mengaku2 sebagai isterimu.Kenyataannya Vin,kita memang
korban."
Vino mulai paham,"Jadi kita memang tidak pernah menikah?Tapi tanda
tanganku asli Ras.Bagaimana mungkin kau tidak mengenal aku?"
Laras merasa pilu,"Vin,aku tidak peduli kau akan memenjarakan aku
habis ini namun satu kupinta Vin,jangan salahkan ayahku.Dia hanya ingin aku
bahagia.Saat Revan datang dia mengaku sebagai dirimu.Kupikir kebaikannya pada
ayahku tulus namun ternyata aku salah.Dia baik karena punya kepentingan."
Vino bertanya,"Katakan padaku Ras,apa kau mencintai Revan?Itu saja
yang aku ingin tahu Ras."
Laras tak mampu menatap mata Vino,"Aku tidak mencintai
Revan,Vin..."
Vino lega bukan main,"Kau tidak bohong kan Ras?Kau benar tidak
mencintai Revan bukan?"
Laras mengangguk,"Ya Vin...sekarang bisa kita ke dermaga?Aku
mencemaskan ayahku Vin..."
Vino lalu menghidupkan mobil,"Aku akan membantumu menemukan ayahmu
Ras.."
Hp Vino bunyi tapi Vino malah sibuk dengan pikirannya
sendiri,'Yess!Laras tidak mencintai Revan.Yess!!Ini artinya aku masih punya
kesempatan'
Laras menyadarkan Vino dari lamunannya,"Vin,hpmu bunyi..."
Vino geragapan,"Oh...ya Bim..ada apa?...Hm....Baiklah.Kamu pulang
saja Bim."
Vino menutup hpnya,namun Laras heran kenapa mobil Vino malah balik
arah,"Vin,kok tiba2 balik arah?Kita mau ke dermaga kan?"
Vino tahu betapa cemasnya Laras,"Ras,belajarlah percaya padaku.Aku
cuma ingin kau bahagia."
Laraspun diem namun manyun gitu dia apalagi kala lihat gerbang kediaman
Adijaya,"Vin,kok kita malah pulang sih?Vino!!Kamu ga peduli sama
keselamatan ayah aku.Vino!"
Apa kata Vino?*tbc
Part 38 ¤¤ I AM HIS QUEEN
¤¤ Laras kecewa sama Vino karena malah bawa dia balik ke kediaman
Adijaya.Wajahnya sedih banget,"Vin,katanya kamu mau nganterin aku nemui
ayah aku?Tapi ini apa?Kamu ga percaya kalau ayah aku dibawa sama Revan?Atau
kamu marah setelah tahu semua kebenarannya?Vin,aku ga akan lari.Kamu mau bawa
aku ke polisi gapapa Vin,tapi tolong Vin...setelah aku selametin ayah aku
dulu...hiks..hiks.."
Vino diam saja,bahkan saat
Laras mukul2 lengan dia,dia malah bawa mobil masuk ke dalam.Laras
nangis,"Vino,kamu jahat banget sama aku.Kamu sama aja kayak Revan!Kamu ga
peduli sama perasaan aku!Hu...hu...kamu bohongi aku!!"
Laras keluar dari mobil,"Ya udah kalau ga mau nganter aku ke
dermaga,aku akan ke sana sendiri."
Vino memberi kode ke para
bodyguard,mereka semua menghalangi Laras pergi.Laras makin
histeris,"Lepasin!!Saya mau keluar!!Saya mau cari ayah saya!!Vino..!!!Kamu
jahat!!"
Vino meraih tangan Laras,"Ras,mereka ga akan dengerin kamu.Mereka
semua hanya mematuhi perintah aku.Hanya disini tempat yang aman buat kamu
Ras.Sekarang kamu ikut aku.Aku mau tunjukin kamu sesuatu."
Laras berontak sampai gigit pergelangan tangan Vino,"Lepasin
ga!!Aku ga akan lari Vin!Aku cuma mau ayah aku!"
Vino mengaduh kesakitan,"Auw!"
Para bodyguard segera mendekat,"Mas Vino gpp?"
Vino mencegah mereka,"Gpp..."
Para pembantu juga liatin kejadian itu,"Ya ampun Mb Laras gigit
tangan Mas Vino,aneh Mas Vino ga marah tuh.Cuma mb Laras lho yang berani gitu
sama Mas Vino..."
Laras sebenarnya ga ingin
nyakitin Vino,dia kesel aja sama Vino.Vino meraih jemari isterinya
itu,"Ras,ayo ikut aku...habis itu aku akan anterin kamu kemana aja kamu
mau.Bagaimana?"
Laras masih cemberut bin sembab gitu,"Janji ga bohong lagi?"
Vino mengangguk,"Janji!Janji seorang Alvino Adijaya."
Laraspun mau digandeng Vino melewati
para bodyguard dan pelayan di sana menuju ke taman.Laras heran,"Ngapain
sih Vin ke taman?Ga jelas banget."
Vino ngeliatin tangannya yang digigit Laras,"Udah ikut aja.Ntar
juga tahu."
Sampai di taman Laras disuruh duduk di bangku,"Nah sekarang kamu
tenangin diri kamu."
Laras membuang muka tapi terkejut dia lihat seseorang.
*Siapa hayo?*tbc.
• PART 39 ♡ I AM HIS QUEEN ♡
Pertemuan yang kurindukan kini jadi kenyataan...
♡ Vino tersenyum melihat Laras kaget dan segera berlari ke satu sosok yang sedang bercakap2 dengan Mang Ujang,"Ayah??"
Ya memang usai menyelamatkan Pak Syamsul dari anak buah Revan,Vino membawa ayah Laras sekaligus mertuanya itu ke kediaman Adijaya.Vino ga mau misahin ayah dan anak itu,'Hanya di sini tempat yang paling aman.Revan ga akan berani macam2 disini.Disini ada mama juga pengamanan yang ketat.Laras juga pasti senang bisa bersama ayahnya lagi.Akan kusuruh Bimo mengatur team pengawalan untuk Pak Syamsul.Jangan sampai Revan makai dia untuk menjauhkan Laras dariku.Tidak!Aku tak mau Laras pergi dari hidup aku.Apapun cara Tuhan bawa Laras dalam hidup aku,aku hanya ingin selamanya dia tinggal di sini bersama aku sebagai Nyonya Alvino Adijaya.Aku sudah mantap!'
Vino tersenyum bahagia melihat Laras memeluk ayahnya,'Aku jadi kangen dengan mendiang ayah...untung ada mama.Walau bukan mama kandung tapi bagiku dia sudah seperti mama kandung aku.Aku tak tahu mama kandungku.Kata ayah,mama kandungku meninggal setelah melahirkan aku.Itulah kenapa aku sangat takut mendekati wanita.Tapi pada Laras beda.'
Laras memeluk ayahnya erat2,"Ayah gapapa kan?Ayah kok bisa di sini ?Bukannya ayah harusnya..."
Pak Syamsul menunjuk ke arah Vino,"Nak Vino yang selamatin ayah Ras.Tadi ayah sempat mau dibawa ke dermaga tapi kemudian anak buah Nak Vino datang dan Nak Vino bawa ayah kemari.Kamu harus berterima kasih sama Nak Vino,Ras."
Laras berkaca2 melihat ke arah Vino yang berdiri agaka jauh dari mereka,'Vin,ternyata kamu ga bohongi aku.Aku sudah salah sangka sama kamu.Maafin aku ya Vin...apalagi aku sampai gigit tangan kamu lagi...Makasih ya Vin...'
Vino tersenyum dan berkata pada Mang Ujang,"Tolong jagai mereka ya Mang.Saya mau ke dalam dulu.Biarkan mereka melepas kangen.Kasihan dah lama ga ketemu.Titip mereka ya."
Mang Ujang jawab,"Tenang saja Mas Vino.Mang Ujang pasti jagain."
Vino melihat sekali lagi ke arah Laras dan ayahnya lalu melangkah ke dalam.Mang Ujang senyum2,'Baru kali ini lihat Mas Vino tersenyum kayak gitu.Biasanya tuh mukanya serius sekali.Apalagi kalau udah pakai kaca mata.'
*Gimana suka?*tbc...
Pertemuan yang kurindukan kini jadi kenyataan...
♡ Vino tersenyum melihat Laras kaget dan segera berlari ke satu sosok yang sedang bercakap2 dengan Mang Ujang,"Ayah??"
Ya memang usai menyelamatkan Pak Syamsul dari anak buah Revan,Vino membawa ayah Laras sekaligus mertuanya itu ke kediaman Adijaya.Vino ga mau misahin ayah dan anak itu,'Hanya di sini tempat yang paling aman.Revan ga akan berani macam2 disini.Disini ada mama juga pengamanan yang ketat.Laras juga pasti senang bisa bersama ayahnya lagi.Akan kusuruh Bimo mengatur team pengawalan untuk Pak Syamsul.Jangan sampai Revan makai dia untuk menjauhkan Laras dariku.Tidak!Aku tak mau Laras pergi dari hidup aku.Apapun cara Tuhan bawa Laras dalam hidup aku,aku hanya ingin selamanya dia tinggal di sini bersama aku sebagai Nyonya Alvino Adijaya.Aku sudah mantap!'
Vino tersenyum bahagia melihat Laras memeluk ayahnya,'Aku jadi kangen dengan mendiang ayah...untung ada mama.Walau bukan mama kandung tapi bagiku dia sudah seperti mama kandung aku.Aku tak tahu mama kandungku.Kata ayah,mama kandungku meninggal setelah melahirkan aku.Itulah kenapa aku sangat takut mendekati wanita.Tapi pada Laras beda.'
Laras memeluk ayahnya erat2,"Ayah gapapa kan?Ayah kok bisa di sini ?Bukannya ayah harusnya..."
Pak Syamsul menunjuk ke arah Vino,"Nak Vino yang selamatin ayah Ras.Tadi ayah sempat mau dibawa ke dermaga tapi kemudian anak buah Nak Vino datang dan Nak Vino bawa ayah kemari.Kamu harus berterima kasih sama Nak Vino,Ras."
Laras berkaca2 melihat ke arah Vino yang berdiri agaka jauh dari mereka,'Vin,ternyata kamu ga bohongi aku.Aku sudah salah sangka sama kamu.Maafin aku ya Vin...apalagi aku sampai gigit tangan kamu lagi...Makasih ya Vin...'
Vino tersenyum dan berkata pada Mang Ujang,"Tolong jagai mereka ya Mang.Saya mau ke dalam dulu.Biarkan mereka melepas kangen.Kasihan dah lama ga ketemu.Titip mereka ya."
Mang Ujang jawab,"Tenang saja Mas Vino.Mang Ujang pasti jagain."
Vino melihat sekali lagi ke arah Laras dan ayahnya lalu melangkah ke dalam.Mang Ujang senyum2,'Baru kali ini lihat Mas Vino tersenyum kayak gitu.Biasanya tuh mukanya serius sekali.Apalagi kalau udah pakai kaca mata.'
*Gimana suka?*tbc...
•
Part
40 ~ I AM HIS QUEEN ~
~ Vino jalan menuju ruang kerjanya.Disapa sama Mb Lastri,"Mas Vino!Tangannya biar saya obati...nih saya udah bawa kotak P3K."
Vino malah ngambil kotak obatnya aja,"Ga usah Mb Lastri.Biar saya obati sendiri.Makasih dah perhatian sama saya."
Mb Lastri malah curhat,"Untung Mas Vino bawa Mb Laras pulang.Bebas deh saya dari catatan ini."
Vino melihat pembantunya itu nunjukin selembar kertas,"Catatan apa Mb Lastri?Siapa yang ngasih ini ke mb Lastri?"
Mb Lastri nunjuk ke arah taman,"Ya isteri Mas Vinolah.Mb Laras.Tadi pagi sebelum pergi fashion show.Lihat nih catatannya banyak bener.Pusing saya bacanya...syukur2 mb Laras ga jadi pergi."
Vino mengambil kertas itu,"Ya udah catatannya biar saya bawa saja.Mb Lastri siapin makan ya buat Pak Syamsul juga.Mulai sekarang Pak Syamsul tinggal di rumah ini.Hormati dia seperti mb Lastri ke saya.Okey?"
Mb Lastri langsung hormat tangannya,"Siap Mas Vino!Ya udah saya mau cek dapur dulu.Permisi."
Vino membaca catatan yang dibuat Laras untuk mb Lastri,'Ini kok kayak resep dokter...banyak banget lagi.Ya ampun Ras,kamu ternyata sebegitu pedulinya sama kesehatan aku.'
Senyum2 gitu Vino jadinya.Sampai2 ga tahu Bimo dah di depan dia,"Bruk!"
Kotak P3K ditangan Vino jatuh demikian juga kertas catatannya,"Astaga Bim...main berdiri aja depan aku.Jatuh semua kan?"
Bimo mengambilkan kertasnya,"Apa ini Mas?Kayak resep obat deh."
Vino merebutnya,"Eitt!Ini tuh surat cinta.Hanya aku yang bisa baca."
Bimo heran,'Surat cinta kok aneh begitu?Makin hari Mas Vino ini makin aneh saja.Apa gini kalau orang sedang jatuh cinta ya?Susah dimengerti...'
Vino malah senyum2 sendiri bikin Bimo jadi makin gumun,'Ya kan baru juga dibilangin.Dah aneh lagi tingkahnya.Sejak kapan Mas Vino suka senyum2 sendiri ga jelas kayak gini.'
Bimo berkata pada bossnya yang lagi gaje itu,"Mas Vino,saya mau melaporkan kejadian tadi di dermaga."
Vino dengerin,"Oke.Ke ruang kerja saja.Oh ya suruh Mb Mety bawakan air putih ya Bim.Aku haus nih."
Bimo segera menjawab,"Baik Mas."
Vino ke ruang kerjanya,duduk sambil ngeliatin tangannya yang bekas digigit Laras,senyum2 lagi dia.
*Vino kenapa ya?*tbc.....
~ Vino jalan menuju ruang kerjanya.Disapa sama Mb Lastri,"Mas Vino!Tangannya biar saya obati...nih saya udah bawa kotak P3K."
Vino malah ngambil kotak obatnya aja,"Ga usah Mb Lastri.Biar saya obati sendiri.Makasih dah perhatian sama saya."
Mb Lastri malah curhat,"Untung Mas Vino bawa Mb Laras pulang.Bebas deh saya dari catatan ini."
Vino melihat pembantunya itu nunjukin selembar kertas,"Catatan apa Mb Lastri?Siapa yang ngasih ini ke mb Lastri?"
Mb Lastri nunjuk ke arah taman,"Ya isteri Mas Vinolah.Mb Laras.Tadi pagi sebelum pergi fashion show.Lihat nih catatannya banyak bener.Pusing saya bacanya...syukur2 mb Laras ga jadi pergi."
Vino mengambil kertas itu,"Ya udah catatannya biar saya bawa saja.Mb Lastri siapin makan ya buat Pak Syamsul juga.Mulai sekarang Pak Syamsul tinggal di rumah ini.Hormati dia seperti mb Lastri ke saya.Okey?"
Mb Lastri langsung hormat tangannya,"Siap Mas Vino!Ya udah saya mau cek dapur dulu.Permisi."
Vino membaca catatan yang dibuat Laras untuk mb Lastri,'Ini kok kayak resep dokter...banyak banget lagi.Ya ampun Ras,kamu ternyata sebegitu pedulinya sama kesehatan aku.'
Senyum2 gitu Vino jadinya.Sampai2 ga tahu Bimo dah di depan dia,"Bruk!"
Kotak P3K ditangan Vino jatuh demikian juga kertas catatannya,"Astaga Bim...main berdiri aja depan aku.Jatuh semua kan?"
Bimo mengambilkan kertasnya,"Apa ini Mas?Kayak resep obat deh."
Vino merebutnya,"Eitt!Ini tuh surat cinta.Hanya aku yang bisa baca."
Bimo heran,'Surat cinta kok aneh begitu?Makin hari Mas Vino ini makin aneh saja.Apa gini kalau orang sedang jatuh cinta ya?Susah dimengerti...'
Vino malah senyum2 sendiri bikin Bimo jadi makin gumun,'Ya kan baru juga dibilangin.Dah aneh lagi tingkahnya.Sejak kapan Mas Vino suka senyum2 sendiri ga jelas kayak gini.'
Bimo berkata pada bossnya yang lagi gaje itu,"Mas Vino,saya mau melaporkan kejadian tadi di dermaga."
Vino dengerin,"Oke.Ke ruang kerja saja.Oh ya suruh Mb Mety bawakan air putih ya Bim.Aku haus nih."
Bimo segera menjawab,"Baik Mas."
Vino ke ruang kerjanya,duduk sambil ngeliatin tangannya yang bekas digigit Laras,senyum2 lagi dia.
*Vino kenapa ya?*tbc.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar