• Part 41 ¤ I AM HIS QUEEN
Inilah tanda2nya bunga asmara...
¤¤ Bimo pergi ke dapur hendak memberitahu pesan Vino,namun ia malah tak sengaja mendengar Chef Ahua sedang curhat dengan Mety soal Laras yang mau diajak pergi sama Revan.Bimo mikir,'Jadi Ahua juga diancam sama Mas Revan?Ngeri juga ya sepak terjangnya.'
Mety menghibur Ahua,"Tenang Mas Ahua.Mb Laras ga jadi dibawa kabur kok sama Mr R.Lha kita malah disuruh masak buat ayahnya mb Laras yang katanya bakal tinggal disini.Berarti mb Laras juga bakal di sini dong."
Ahua gembira sekali mendengarnya,"Iya ya Mety...kok aku ga ngeh ya...berarti Mas Vino ga akan sedih dong?Yeahhh!!"
Bimo tersenyum melihat mereka,'Memang semua sayang sama Mas Vino.Bahkan pembantu dan pelayan saja ga suka lihat Mas Vino sedih.Mas Vino orangnya baik sih.'
Bimo masuk ke dapur,"Kalian ini malah selebrasi di dapur,ayo kerja!Mas Vino minta air putih tuh.Bawa ke ruang kerja ya..."
Mety segera mengambilkan,lalu mengikuti Bimo masuk ke ruang kerja Vino.Pintu diketuk,"Tok.Tok."
Vino jawab dari dalam,"Masuk saja."
Mety menaruh minumannya di meja,"Mas Vino minumannya..."
Vino meminumnya,"Ehmm..kayak ada manis2nya gitu ya...Makasih ya mb Mety."
Mety melihat tangan Vino yang digigit Laras tadi meninggalkan bekas,"Mas Vino kok tangannya ga diobatin?Malah dibiarin gitu nanti bekas lho..."
Vino malah kelihatan hepi,"Emang sengaja mb Mety biar bekas gitu.Ini itu namanya tanda cinta..."
Mety sama Bimo berpandangan lalu sikut2an,"Maksudnya itu gimana to?Kok kayaknya Mas Vino malah seneng kalau kulit putih kinclingnya jadi ada tato bekas gigi mb Laras..."
Bimo berbisik,"Saya juga ga ngerti.Apa ga sakit itu rasanya.Lihat aja sampai merah gitu..."
Vino mendengar mereka,"Hayo Bimo dan Mb Mety kok mesra gitu,saya laporin Ahua sama Anabel lho..."
Mety langsung ngacir pamit ke dapur,"Jangan Mas Vino...Jangan kasih tahu boneka hantu itu...ngeri saya..."
Bimo jadi salting,"Mas Vino ini bisa saja...masak saya sama Anabel sih...ya ga serasi dong.Beda kalau kayak Mas Vino dan Mb Laras.Satu ganteng dan satunya cantik banget.Lha kalau saya dan Anabel,haduh...isinya ribut melulu kayak Tom n Jerry..."
Vino menuju jendela.*Mau lihat siapa ya?*bersambung.
Inilah tanda2nya bunga asmara...
¤¤ Bimo pergi ke dapur hendak memberitahu pesan Vino,namun ia malah tak sengaja mendengar Chef Ahua sedang curhat dengan Mety soal Laras yang mau diajak pergi sama Revan.Bimo mikir,'Jadi Ahua juga diancam sama Mas Revan?Ngeri juga ya sepak terjangnya.'
Mety menghibur Ahua,"Tenang Mas Ahua.Mb Laras ga jadi dibawa kabur kok sama Mr R.Lha kita malah disuruh masak buat ayahnya mb Laras yang katanya bakal tinggal disini.Berarti mb Laras juga bakal di sini dong."
Ahua gembira sekali mendengarnya,"Iya ya Mety...kok aku ga ngeh ya...berarti Mas Vino ga akan sedih dong?Yeahhh!!"
Bimo tersenyum melihat mereka,'Memang semua sayang sama Mas Vino.Bahkan pembantu dan pelayan saja ga suka lihat Mas Vino sedih.Mas Vino orangnya baik sih.'
Bimo masuk ke dapur,"Kalian ini malah selebrasi di dapur,ayo kerja!Mas Vino minta air putih tuh.Bawa ke ruang kerja ya..."
Mety segera mengambilkan,lalu mengikuti Bimo masuk ke ruang kerja Vino.Pintu diketuk,"Tok.Tok."
Vino jawab dari dalam,"Masuk saja."
Mety menaruh minumannya di meja,"Mas Vino minumannya..."
Vino meminumnya,"Ehmm..kayak ada manis2nya gitu ya...Makasih ya mb Mety."
Mety melihat tangan Vino yang digigit Laras tadi meninggalkan bekas,"Mas Vino kok tangannya ga diobatin?Malah dibiarin gitu nanti bekas lho..."
Vino malah kelihatan hepi,"Emang sengaja mb Mety biar bekas gitu.Ini itu namanya tanda cinta..."
Mety sama Bimo berpandangan lalu sikut2an,"Maksudnya itu gimana to?Kok kayaknya Mas Vino malah seneng kalau kulit putih kinclingnya jadi ada tato bekas gigi mb Laras..."
Bimo berbisik,"Saya juga ga ngerti.Apa ga sakit itu rasanya.Lihat aja sampai merah gitu..."
Vino mendengar mereka,"Hayo Bimo dan Mb Mety kok mesra gitu,saya laporin Ahua sama Anabel lho..."
Mety langsung ngacir pamit ke dapur,"Jangan Mas Vino...Jangan kasih tahu boneka hantu itu...ngeri saya..."
Bimo jadi salting,"Mas Vino ini bisa saja...masak saya sama Anabel sih...ya ga serasi dong.Beda kalau kayak Mas Vino dan Mb Laras.Satu ganteng dan satunya cantik banget.Lha kalau saya dan Anabel,haduh...isinya ribut melulu kayak Tom n Jerry..."
Vino menuju jendela.*Mau lihat siapa ya?*bersambung.
•
Part
42 >> I AM HIS QUEEN
No review today...
>> Vino menatap haru ke arah taman,"Lihat Bim...Laras bahagia sekali.Ketemu sama ayahnya...Aku jadi kangen sama papa."
Bimo ikut melongok keluar,"Saya inget waktu papa Mas Vino masih hidup.Beliau itu selalu menyempatkan pulang biar bisa lihat Mas Vino.Apalagi kalau pergi keluar negeri.Bisa nelpon berkali2 cuma buat mastiin Mas Vino dah makan,dah mandi,dah tidur..."
Sementara yang dilihatin Vino menyadari ada yang mengawasi mereka dari jauh,namun kala ia menoleh,Vino pura2 kesakitan megangi tangannya,"Aduh Bim!!Perih tahu...jangan kenceng2..."
Bimo heran,"Mas Vino saya aja ga pegang Mas Vino kok..."
Vino kasih kode dengan matanya,"Udah kamu pura2 aja pegang tangan aku...cepetan.."
Bimo ngelirik ke taman,'Oh...rupanya Mas Vino lagi mau narik perhatian Mb Laras to..???Bener kan Mas Vino jadi aneh.Yang biasanya cool jadi lebay kayak gini...ikuti aja deh.'
Teriakan kesakitan Vino kedengeran sama Laras,Pak Syamsul melihat putrinya resah,"Ras,kamu denger itu ga?Seperti suara orang kesakitan deh..."
Laras kikuk juga,"Ehm...suaranya dari ruang kerja Vino deh Yah...ehm..."
Pak Syamsul segera mengajak Laras menemui Vino,"Jangan2 Nak Vino kenapa2 Ras.Yuk kita lihat!Lagipula Ayah ingin berterima kasih atas kebaikannya ngijinin kita tinggal disini."
Vino senang sekali Laras menuju ruang kerjanya,"Bim,Laras kemari!!Cepetan kamu pura2 ngipasin aku...cepet!"
Bimo makin bingung,"Memang Mas Vino kepanasan?Kan di sini ada AC nya.Standing lagi."
Vino malah celingak celinguk,"Cepetan ambil posisi Bim,gerah nih...nih pegang dahi aku..suhu tubuh aku naik jadi 42°C.Aku demam Bim..."
Bimo tambah penuh tanda tanya di atas kepalanya,'Demam?Harusnya menggigil dong?Kok malah gerah?Sebenarnya yang sakit tangan apa badan sih?Kok Mas Vino makin ga nyambung ya...'
Laras dah mau sampai ke depan pintu,Vino bingung cari angle,"Bim,wajahku dah terlihat pucat ga?"
Bimo melihat majikannya itu bergaya melas gitu mukanya,'Mas Vino...Mas Vino...kulit udah putih pucat gitu masih berlagak pucat pasi bin melas...aduh...'
Laras mengetuk pintu,"Vin,aku boleh masuk ga?"
Vino pura2 batuk2 gitu,"Uhuk!!Uhuk!!..."
¤¤ Vino kenapa ya?Sakit apa ya?
¤Bersambung
No review today...
>> Vino menatap haru ke arah taman,"Lihat Bim...Laras bahagia sekali.Ketemu sama ayahnya...Aku jadi kangen sama papa."
Bimo ikut melongok keluar,"Saya inget waktu papa Mas Vino masih hidup.Beliau itu selalu menyempatkan pulang biar bisa lihat Mas Vino.Apalagi kalau pergi keluar negeri.Bisa nelpon berkali2 cuma buat mastiin Mas Vino dah makan,dah mandi,dah tidur..."
Sementara yang dilihatin Vino menyadari ada yang mengawasi mereka dari jauh,namun kala ia menoleh,Vino pura2 kesakitan megangi tangannya,"Aduh Bim!!Perih tahu...jangan kenceng2..."
Bimo heran,"Mas Vino saya aja ga pegang Mas Vino kok..."
Vino kasih kode dengan matanya,"Udah kamu pura2 aja pegang tangan aku...cepetan.."
Bimo ngelirik ke taman,'Oh...rupanya Mas Vino lagi mau narik perhatian Mb Laras to..???Bener kan Mas Vino jadi aneh.Yang biasanya cool jadi lebay kayak gini...ikuti aja deh.'
Teriakan kesakitan Vino kedengeran sama Laras,Pak Syamsul melihat putrinya resah,"Ras,kamu denger itu ga?Seperti suara orang kesakitan deh..."
Laras kikuk juga,"Ehm...suaranya dari ruang kerja Vino deh Yah...ehm..."
Pak Syamsul segera mengajak Laras menemui Vino,"Jangan2 Nak Vino kenapa2 Ras.Yuk kita lihat!Lagipula Ayah ingin berterima kasih atas kebaikannya ngijinin kita tinggal disini."
Vino senang sekali Laras menuju ruang kerjanya,"Bim,Laras kemari!!Cepetan kamu pura2 ngipasin aku...cepet!"
Bimo makin bingung,"Memang Mas Vino kepanasan?Kan di sini ada AC nya.Standing lagi."
Vino malah celingak celinguk,"Cepetan ambil posisi Bim,gerah nih...nih pegang dahi aku..suhu tubuh aku naik jadi 42°C.Aku demam Bim..."
Bimo tambah penuh tanda tanya di atas kepalanya,'Demam?Harusnya menggigil dong?Kok malah gerah?Sebenarnya yang sakit tangan apa badan sih?Kok Mas Vino makin ga nyambung ya...'
Laras dah mau sampai ke depan pintu,Vino bingung cari angle,"Bim,wajahku dah terlihat pucat ga?"
Bimo melihat majikannya itu bergaya melas gitu mukanya,'Mas Vino...Mas Vino...kulit udah putih pucat gitu masih berlagak pucat pasi bin melas...aduh...'
Laras mengetuk pintu,"Vin,aku boleh masuk ga?"
Vino pura2 batuk2 gitu,"Uhuk!!Uhuk!!..."
¤¤ Vino kenapa ya?Sakit apa ya?
¤Bersambung
•
Part
43 ~~ I AM HIS QUEEN
Sambil breakfast saya mau terusin ceritanya...
~~Bimo yang bukain pintu,"Kebetulan mb Laras disini,tolong saya mb...saya kewalahan menghadapi Mas Vino..."
Pak Syamsul ikut cemas,"Memang Nak Vino kenapa ya?Saya tadi dengar kayak kesakitan gitu.."
Laras segera nyamperin Vino,sang milyarder muda itu malah bergaya niup2in tangannya yang digigit Laras tadi,"Vin,tangannya sakit ya...biar aku obati ya..."
Pak Syamsul lihat ada bekas gigitan gitu di tangan Vino,"Lho itu kenapa Nak Vino?"
Vino melirik ke arah Laras,"Oh...ini tadi digigit hamster betina,Ayah...hamsternya mau kabur gitu dari kandang terus Vino cegah eh malah gigit tangan Vino...jadi gini deh...uhh.perih lagi..."
Laras kesel disamain dengan hamster,'Dasar Vino enak aja nyamain aku sama hamster...coba ga ada ayah kucubit sampai lebam2 dia.'
Pak Bimo cuma bisa senyum2 aja,'Sejak kapan Mas Vino pelihara hamster?Betina lagi.'
Pak Syamsul melihat ruang kerja Vino,'Wah...banyak foto Nak Vino...rupanya dia seorang pengusaha sukses.Padahal masih muda gitu ya..Kalau sama Vino yang ini aku restu banget Laras sama dia.Lagian aku bisa lihat tatapan matanya dalam banget kalau lihat Laras.Sebaiknya aku ga ganggu mereka.Pasti mereka mau bicara banyak hal.Kata Laras Nak Vino sudah tahu semuanya.Semoga Nak Vino tidak memenjarakan kami.'
Pak Bimo lalu mengajak Pak Syamsul ke ruang makan,"Mari Pak Syamsul,saya antar berkeliling rumah ini."
Pak Syamsul setuju,"Pak Bimo benar saya tadi saja mau balik ke kamar malah ga tahu nyampai mana...rumahnya besar sekali.Nak Vino titip Laras ya..."
Vino seneng banget mendengarnya,langsung sumringah dia,"Tentu Ayah.Ayah tenang saja,Vino akan jagai putri ayah yang kepala batu ini dengan sepenuh hati..."
Laras gemes banget sama Vino,dicubitnya perut Vino,"Bisa duduk ga...baru diobatin juga banyak gerak2..."
Vino malah mengadu ke Pak Syamsul yang baru sampai pintu,"Ayah...sepertinya hamsternya kembali lagi deh..."
Pak Syamsul celingukan nyari,"Mana hamsternya?Kayak apa sih hamster itu?"
Pak Bimo ga berani jawab apalagi liatin ke arah Laras,Laras nginjek kaki Vino,"Aduh...kok diinjek kaki aku Ras...aku kan lagi sakit..."
Laras senyum2 keki.*Siapa hamsternya ya?*Tbc....
Sambil breakfast saya mau terusin ceritanya...
~~Bimo yang bukain pintu,"Kebetulan mb Laras disini,tolong saya mb...saya kewalahan menghadapi Mas Vino..."
Pak Syamsul ikut cemas,"Memang Nak Vino kenapa ya?Saya tadi dengar kayak kesakitan gitu.."
Laras segera nyamperin Vino,sang milyarder muda itu malah bergaya niup2in tangannya yang digigit Laras tadi,"Vin,tangannya sakit ya...biar aku obati ya..."
Pak Syamsul lihat ada bekas gigitan gitu di tangan Vino,"Lho itu kenapa Nak Vino?"
Vino melirik ke arah Laras,"Oh...ini tadi digigit hamster betina,Ayah...hamsternya mau kabur gitu dari kandang terus Vino cegah eh malah gigit tangan Vino...jadi gini deh...uhh.perih lagi..."
Laras kesel disamain dengan hamster,'Dasar Vino enak aja nyamain aku sama hamster...coba ga ada ayah kucubit sampai lebam2 dia.'
Pak Bimo cuma bisa senyum2 aja,'Sejak kapan Mas Vino pelihara hamster?Betina lagi.'
Pak Syamsul melihat ruang kerja Vino,'Wah...banyak foto Nak Vino...rupanya dia seorang pengusaha sukses.Padahal masih muda gitu ya..Kalau sama Vino yang ini aku restu banget Laras sama dia.Lagian aku bisa lihat tatapan matanya dalam banget kalau lihat Laras.Sebaiknya aku ga ganggu mereka.Pasti mereka mau bicara banyak hal.Kata Laras Nak Vino sudah tahu semuanya.Semoga Nak Vino tidak memenjarakan kami.'
Pak Bimo lalu mengajak Pak Syamsul ke ruang makan,"Mari Pak Syamsul,saya antar berkeliling rumah ini."
Pak Syamsul setuju,"Pak Bimo benar saya tadi saja mau balik ke kamar malah ga tahu nyampai mana...rumahnya besar sekali.Nak Vino titip Laras ya..."
Vino seneng banget mendengarnya,langsung sumringah dia,"Tentu Ayah.Ayah tenang saja,Vino akan jagai putri ayah yang kepala batu ini dengan sepenuh hati..."
Laras gemes banget sama Vino,dicubitnya perut Vino,"Bisa duduk ga...baru diobatin juga banyak gerak2..."
Vino malah mengadu ke Pak Syamsul yang baru sampai pintu,"Ayah...sepertinya hamsternya kembali lagi deh..."
Pak Syamsul celingukan nyari,"Mana hamsternya?Kayak apa sih hamster itu?"
Pak Bimo ga berani jawab apalagi liatin ke arah Laras,Laras nginjek kaki Vino,"Aduh...kok diinjek kaki aku Ras...aku kan lagi sakit..."
Laras senyum2 keki.*Siapa hamsternya ya?*Tbc....
PART 44 ♡ I AM HIS QUEEN
♡♡ Begitu ayahnya pergi dengan Pak Bimo,Laras meraih tangan Vino yang
luka,"Maafkan aku ya Vin...tanganmu jadi luka gini karena aku...padahal
kamu udah selamatin ayah aku dari ..."
Vino memotong ucapan Laras,ia ga mau mendengar nama Revan diucapkan
lagi oleh Laras,"Ssst!Jangan minta maaf terus...aku lakukan semua itu
supaya kamu bahagia Ras...aku ga suka lihat kamu sedih Ras...kamu itu isteri
aku dan sudah kewajiban aku sebagai suami kamu untuk membahagiakan kamu.Gimana
sekarang bisa senyum kan?"
Laras senyum sambil berkaca2,'Aku makin ga bisa nahan hati aku Vin buat
sayang sama kamu.Kamu udah lakuin banyak hal buat aku.Kamu tahu gimana
menghibur hati aku Vin...'
Vino mengusap air mata di pipi Laras,"Kok masih nangis?Katanya
bahagia ketemu sama ayah?Ssh..."
Laras malah langsung memeluk Vino,"Hu...hu..."
Nangis dia dipelukan Vino.Vino mengecup bahu Laras dan mengusap
punggungnya supaya tenang,"Aku mohon sama kamu Ras,jangan sembunyiin
apapun lagi dariku.Aku ingin kamu percaya sama aku Ras.Janji ya sama aku?"
Laras mengangguk sambil masih tersedu2 di dada Vino,"Iya Vin...aku
janji..."
Vino bahagia sekali,'Aku takkan melepaskanmu Ras.Justru aku ingin
menjadikanmu benar2 sebagai isteriku.Laras Adijaya.Kepalsuan yang menyelimuti
pernikahan kita akan kujadikan sebagai suatu kebenaran.Takdir membawamu ke
dalam hidupku Ras,inilah takdir cinta kita.'
Ahua muncul tiba2,"Ups..."
Laras jadi tersipu2,ketahuan
tengah berada dalam pelukan Vino.Vino menegur Ahua,"Ahua...kayaknya kamu
perlu minum obat dari dokter syaraf aku deh...biar ingat kalau kamu mau masuk
ketok pintu dulu."
Ahua langsung minta maaf sambil senyum2 gitu,"Maaf Mas Vino...saya
dulu soalnya lahirnya prematur jadi agak kurang dikitlah...he..he.."
Laras sembunyi dibalik badan Vino,masih malu dia.Vino malah merangkul
Laras,"Ada apa?"
Ahua malah ngeliatin gimana Laras malu2 dirangkul
Vino,"He..he..mesra bener..."
Vino menatap Ahua,"Ahua???"
Ahua baru sadar,"Halah dalah...iya Mas Vino...eh Mas Vino ditunggu
di ruang makan."
Vino membelai kepala Laras,"Kita makan bersama ya...oh iya...satu
lagi..."
♡ Vino mau ngomong apa lagi ya ke Laras?*bersambung
Part 45 {{ I AM HIS QUEEN }}
>>> Pak Syamsul takjub diajak Bimo jalan menuju ruang
makan,"Ya ampun ini rumah gede banget ya Pak Bimo?Ada kolam renangnya,ada
tamannya,ada apa itu...?"
Pak Bimo jawab,"Oh itu helikopter Pak...kadang Mas Vino harus
bepergian jauh dengan cepat..."
Pak Syamsul gumun ga kelar2,"Wow..."
Pak Bimo nambahi,"Ini baru satu rumah yang bapak lihat.Mas Vino
masih punya beberapa rumah lagi walaupun ga segede ini sih tapi
ya...lumayanlah.Belum apartemen dan villa."
Pak Syamsul baru ngeh,'Pantas Nak Revan mau ngambil semua harta Nak
Vino,kekayaannya ga terhitung...'
Anabella mengejutkan mereka,"Bimo!!Kamu ini nambah tukang kebun baru
ga minta acc aku dulu?Berani ya kamu?"
Bimo heran,"Kamu ini ya Anabel datang2 langsung cetar
membahana,bikin orang jantungan aja.Maksud kamu itu tukang kebun yang
mana?"
Anabel nunjuk ke Pak Syamsul yang asyik lihatin kolam ikan dekat ruang
makan,"Itu siapa?Kalau bukan new gardener?"
Belum sempat Bimo
jelasin,Vino datang bersama Laras gandengan kayak truk gandengan gitu.Weleh
bahasane ga puitis babar blas.Vino malah menarik kursi buat mertuanya
itu,"Ayah,silakan duduk di sini.Dekat Laras."
Anabella melongo,"Tuan Vino kok manggilnya 'Ayah'?Bukannya Ayah
Tuan Vino sudah tiada ya?Apa ini hantunya?"
Mang Ujang yang jawab,"Pantas dijuluki boneka hantu lha ayahnya mb
Laras kok disangka hantu.Untung Mas Vino ga denger..."
Anabella terpana,"Jadi dia itu ayahnya mb Laras?Ya ampun Anabel
kenapa kamu ga update banget sih jadi orang...."
Makin kaget Anabella kala Vino manggil dia,"Anabel!"
Semua bodyguard dan pelayan langsung liatin Anabel yang
ketakutan,"Rasain tuh boneka hantu!Bicara sembarangan soal ayah mertuanya
Mas Vino,lihat wajahnya itu kayak habis lihat hantu beneran...hi....hi..."
Vino manggil lagi,"Anabella?"
Pak Syamsul dan Laras jadi ikut merhatiin,Anabella mendekat dengan
gemetaran,"Iya Tuan Vino...?"
Vino bertanya,"Dimana Mama?"
Anabella lega,'Aduh...kupikir Tuan Vino bakal marahin
aku...lega...lega...'
Anabella menjawab,"Bu Rani tadi terima telpon Tuan.Ah itu
beliau."
Vino melihat air muka mamanya agak lain,'Mama terima telpon dari siapa
ya?Kok wajahnya gitu?'
¤Who?*tbc.
Part 46 ¤ I AM HIS QUEEN
¤¤ Rani menyapa semuanya termasuk Pak Syamsul,"Selamat datang di
kediaman Adijaya.Dulu Anda hanya sebentar kemari.Bagaimana urusan
bisnisnya?"
Pak Syamsul bingung jawabnya,Vino yang langsung take over,"Ayahnya
Laras kan baru datang Ma,jangan bahas bisnis dulu he..he..oh ya Ma,Vino lupa
kasih tahu Mama kalau mulai kini Pak Syamsul akan tinggal di sini.Gpp kan
Ma?"
Rani tersenyum,"Kamu ini gimana sih Vino kenapa harus ijin
Mama?Ini kan rumah kamu sayang?Kamu ga perlu ijin ke Mama mau ngajak siapa
untuk tinggal di sini."
Anabel baru inget,'Kenapa saya lupa ya?Dulu kan saya yang jemput Mb
Laras dan ayahnya?Tapi Pak Syamsul lebih kurusan sih jadinya saya ga
inget...emang dia tiba2 aja ga ada.Aneh...kelihatannya juga akrab gitu sama
Tuan Vino.Padahal waktu itu dia kan cuma bentar aja disini.Malah ga sempat
nginep deh.Kayaknya ada yang aneh deh di sini.Wajahnya juga berubah jadi
pirus,kayak ga dikasih makan dengan baik.'
Laras melihat ayahnya makan dengan kikuk karena ga biasa pakai table
manner,'Ayah pasti bingung gimana cara makannya.Kasihan ayah,Revan pasti
memperlakukan ayah dengan tidak baik buktinya ayah jadi kurus gini.Kasihan
ayah...untung Vino selametin ayah dari Revan kalau ga aku ga tahu lagi...'
Vino merhatiin Pak Syamsul dan berkata,"Ayah,kalau di tempat asal
Laras,kebiasaan makannya gimana?Vino ingin tahu kan katanya ga kenal maka ga
sayang.He..he.."
Pak Syamsul langsung nunjukin,"Laras itu sukanya makan pakai
piring seng.Dialasi daun jati atau daun pisang terus makannya pakai tangan.Nah
gini Nak Vino.."
Vino segera menaruh alat makannya dan makan dengan tangan
langsung,"Begini ya?Hmm...iya lebih enak rasanya Yah...Mama cobain
deh."
Rani ikutan,"Kamu benar Vino,rasanya beda ya..."
Laras menatap Vino penuh haru,'Makasih ya Vin...kamu pasti sengaja
lakuin itu biar ayah ga perlu kikuk lagi...aku makin sayang sama kamu Vin...'
Bimo dan pembantu yang lain juga tersentuh dengan sikap Vino tadi,'Mas
Vino memang berhati mulia.Menghormati orang tua bahkan meski bukan orang tua
kandung sekalipun.Beda dengan Mas Revan,suka bikin Bu Rani sedih dengan
sikapnya....'
Laras makan sambil senyum2.Kenapa ya?***Tbc
•
Part 47 ¤ I AM HIS QUEEN
He said this...
>>> Pak Syamsul menikmati makan bersama dengan keluarga Adijaya,'Untung saja Nak Vino ga masalah saya makan dengan tangan malah dia yang nyuruh...Nak Vino yang asli ternyata sangat baik orangnya,pengertian dan bijaksana.Benar2 menantu idaman.'
Laras beberapa kali mencuri pandang ke arah Vino.Ia ingat saat mau ke ruang makan,Vino berkata padanya,"Oh ya satu lagi ..."
Ia ga akan lupa gimana berdebar2nya ia kala Vino memegang lehernya,menghadapkan wajahnya dan menatap lekat2 matanya,"Ras,aku tidak akan membatalkan pernikahan kita.Apapun alasan awal sehingga nama kita bersatu di surat pernikahan dan disahkan secara hukum,kau tetap adalah isteri Alvino Adijaya.Isteri aku,Ras.Jadi jangan pernah berpikir aku akan memasukkan kalian ke penjara.Seperti katamu,kau dan ayahmu adalah korban.Aku tahu kau ga akan mungkin merencanakan semua ini.Dan kau tahu Ras,aku bersyukur karena kejadian ini mempertemukanku dengan dirimu."
Laras jadi senyum2,'Aku adalah isteri Alvino Adijaya.Seumur2 aku ga pernah ngimpi kayak begini.Apa kata orang2 di kampung nanti kalau lihat aku di tv?Aduh...pasti jadi gunjingan di kampung deh.Mana kalau lihat tv rame2 ga kayak di sini.Tiap kamar ada tipinya.Gede2 lagi.Jangan2 aku emang lagi mimpi nih.Kebanyakan dongeng ke bocah2 di kampung sih.Aku cubit aja tanganku...kalau sakit berarti ga mimpi...'
Laras nyubit tangannya sendiri,"Auww!"
Vino yang asyik ngobrol sama mamanya soal fashion show jadi kaget,"Kenapa Ras?"
Pak Syamsul langsung nyeletuk,"Apa kau juga digigit binatang apa tadi ya...oh iya hamster,Ras?"
Rani heran,"Hamster?"
Laras jadi merona denger kata hamster,"Gpp,kok Vin...ehm cuma kepentok dikit."
Vino dengan perhatian mendekat dan meriksa,"Mana yang kepentok Ras?"
Laras nunjuk lutut dia,"Di sini Vin...tapi gpp kok."
Vino menghadapkan Laras ke arahnya,"Biar kulihat..."
Semua merhatiin gimana Vino perhatian banget sama Laras,dielus2 lututnya.Mety sama Lastri langsung melting.Anabella juga baper sampai2 nyandar di lengan Bimo,"So sweet banget sih mereka...kapan kita begitu Bim?"
Bimo keki,"Kita?Kita mana ada potongan romantis2nya?Potongan preman ada saya..."
*Akankah Laras beneran jadi isteri Vino?**tbc.
He said this...
>>> Pak Syamsul menikmati makan bersama dengan keluarga Adijaya,'Untung saja Nak Vino ga masalah saya makan dengan tangan malah dia yang nyuruh...Nak Vino yang asli ternyata sangat baik orangnya,pengertian dan bijaksana.Benar2 menantu idaman.'
Laras beberapa kali mencuri pandang ke arah Vino.Ia ingat saat mau ke ruang makan,Vino berkata padanya,"Oh ya satu lagi ..."
Ia ga akan lupa gimana berdebar2nya ia kala Vino memegang lehernya,menghadapkan wajahnya dan menatap lekat2 matanya,"Ras,aku tidak akan membatalkan pernikahan kita.Apapun alasan awal sehingga nama kita bersatu di surat pernikahan dan disahkan secara hukum,kau tetap adalah isteri Alvino Adijaya.Isteri aku,Ras.Jadi jangan pernah berpikir aku akan memasukkan kalian ke penjara.Seperti katamu,kau dan ayahmu adalah korban.Aku tahu kau ga akan mungkin merencanakan semua ini.Dan kau tahu Ras,aku bersyukur karena kejadian ini mempertemukanku dengan dirimu."
Laras jadi senyum2,'Aku adalah isteri Alvino Adijaya.Seumur2 aku ga pernah ngimpi kayak begini.Apa kata orang2 di kampung nanti kalau lihat aku di tv?Aduh...pasti jadi gunjingan di kampung deh.Mana kalau lihat tv rame2 ga kayak di sini.Tiap kamar ada tipinya.Gede2 lagi.Jangan2 aku emang lagi mimpi nih.Kebanyakan dongeng ke bocah2 di kampung sih.Aku cubit aja tanganku...kalau sakit berarti ga mimpi...'
Laras nyubit tangannya sendiri,"Auww!"
Vino yang asyik ngobrol sama mamanya soal fashion show jadi kaget,"Kenapa Ras?"
Pak Syamsul langsung nyeletuk,"Apa kau juga digigit binatang apa tadi ya...oh iya hamster,Ras?"
Rani heran,"Hamster?"
Laras jadi merona denger kata hamster,"Gpp,kok Vin...ehm cuma kepentok dikit."
Vino dengan perhatian mendekat dan meriksa,"Mana yang kepentok Ras?"
Laras nunjuk lutut dia,"Di sini Vin...tapi gpp kok."
Vino menghadapkan Laras ke arahnya,"Biar kulihat..."
Semua merhatiin gimana Vino perhatian banget sama Laras,dielus2 lututnya.Mety sama Lastri langsung melting.Anabella juga baper sampai2 nyandar di lengan Bimo,"So sweet banget sih mereka...kapan kita begitu Bim?"
Bimo keki,"Kita?Kita mana ada potongan romantis2nya?Potongan preman ada saya..."
*Akankah Laras beneran jadi isteri Vino?**tbc.
•
Part 48 ♥ I AM HIS QUEEN
♥ Usai makan bersama,Laras nganter ayahnya ke kamar.Vino mendekati mamanya,"Ma,kayaknya ada yang ganggu pikiran Mama deh.Cerita dong sama Vino."
Rani memang paling ga bisa bohong kalau sama Vino,"Kamu ini ya meski bukan anak kandung Mama tapi paling tahu aja kalau mama lagi ada masalah.Ini soal papanya Revan.Dia menemui Revan.Mama takut jika Revan terpengaruh sama papanya.Dulu aja dia ga peduli meski Revan sakit mengapa sekarang kembali.Mama ga habis pikir."
Vino jadi ingat pada laporan Bimo soal Marco,'Aku sebenarnya bisa membawa kasus pernikahan palsu aku dengan Laras ke ranah hukum tapi selain aku tak mau kehilangan Laras,aku juga tak ingin menyakiti hati mama.Dia sudah menyayangiku bak anak kandung sendiri.Hanya saja untuk apa Revan merekayasa pernikahanku dengan Laras jika aku masih hidup?Jangan2 pesawatku memang sengaja dirusak...jika aku mati kan jandaku akan dapat bagian hartaku.Tapi masak Revan setega itu sama aku sih?'
Pikiran itu meresahkan Vino hingga malam tiba,Laras membawa minuman dan obat yang harus diminum Vino.Vino meledeknya,"Kok bukan mb Lastri yang bawa Ras?Bukannya dia udah dapat catatan ya..."
Laras jadi malu,'Kok Vino bisa tahu sih soal catatan itu?Jangan2 mb Lastri ngasih tahu lagi...aduh aku malu banget nih...sebaiknya aku nanya mb Lastri ah...'
Vino lihat Laras hendak pergi dipeluknya Laras dari belakang,"Kok malah pergi sih?Katanya mau bantuin minum obat."
Laras tercekat dipeluk begitu,'Aduh deg2an lagi kan?'
Laras berusaha melepaskan pelukan Vino tapi tahu sendirilah Vino badannya kan strong gitu jadi ga bisa lepas deh,"Vin,jangan begini ...malu..."
Vino heran,"Kenapa malu?Aku kan emang suami kamu.Boleh dong meluk isteri sendiri?"
Laras ngalah akhirnya,"Ya udah ayo diminum obatnya..."
Vino seneng,"Gitu dong."
Sambil minum obat,Vino bertanya pada Laras,"Ras,dulu kamu kok mau menikah sama Revan?Masak kamu ga ada perasaan apapun gitu ke dia?"
Laras menjawab,"Waktu itu Revan datang ke kampung aku mengaku sebagai Alvino Adijaya.Saat itu ayah aku sedang sakit keras.Dia memberitahuku bahwa yayasan Adijaya Peduli siap membantuku."
¤Kok Vino ingin tahu ya?**Bersambung....
♥ Usai makan bersama,Laras nganter ayahnya ke kamar.Vino mendekati mamanya,"Ma,kayaknya ada yang ganggu pikiran Mama deh.Cerita dong sama Vino."
Rani memang paling ga bisa bohong kalau sama Vino,"Kamu ini ya meski bukan anak kandung Mama tapi paling tahu aja kalau mama lagi ada masalah.Ini soal papanya Revan.Dia menemui Revan.Mama takut jika Revan terpengaruh sama papanya.Dulu aja dia ga peduli meski Revan sakit mengapa sekarang kembali.Mama ga habis pikir."
Vino jadi ingat pada laporan Bimo soal Marco,'Aku sebenarnya bisa membawa kasus pernikahan palsu aku dengan Laras ke ranah hukum tapi selain aku tak mau kehilangan Laras,aku juga tak ingin menyakiti hati mama.Dia sudah menyayangiku bak anak kandung sendiri.Hanya saja untuk apa Revan merekayasa pernikahanku dengan Laras jika aku masih hidup?Jangan2 pesawatku memang sengaja dirusak...jika aku mati kan jandaku akan dapat bagian hartaku.Tapi masak Revan setega itu sama aku sih?'
Pikiran itu meresahkan Vino hingga malam tiba,Laras membawa minuman dan obat yang harus diminum Vino.Vino meledeknya,"Kok bukan mb Lastri yang bawa Ras?Bukannya dia udah dapat catatan ya..."
Laras jadi malu,'Kok Vino bisa tahu sih soal catatan itu?Jangan2 mb Lastri ngasih tahu lagi...aduh aku malu banget nih...sebaiknya aku nanya mb Lastri ah...'
Vino lihat Laras hendak pergi dipeluknya Laras dari belakang,"Kok malah pergi sih?Katanya mau bantuin minum obat."
Laras tercekat dipeluk begitu,'Aduh deg2an lagi kan?'
Laras berusaha melepaskan pelukan Vino tapi tahu sendirilah Vino badannya kan strong gitu jadi ga bisa lepas deh,"Vin,jangan begini ...malu..."
Vino heran,"Kenapa malu?Aku kan emang suami kamu.Boleh dong meluk isteri sendiri?"
Laras ngalah akhirnya,"Ya udah ayo diminum obatnya..."
Vino seneng,"Gitu dong."
Sambil minum obat,Vino bertanya pada Laras,"Ras,dulu kamu kok mau menikah sama Revan?Masak kamu ga ada perasaan apapun gitu ke dia?"
Laras menjawab,"Waktu itu Revan datang ke kampung aku mengaku sebagai Alvino Adijaya.Saat itu ayah aku sedang sakit keras.Dia memberitahuku bahwa yayasan Adijaya Peduli siap membantuku."
¤Kok Vino ingin tahu ya?**Bersambung....
Part 49 -- I AM
HIS QUEEN
- Vino dengerin Laras cerita gimana awal mula dia bisa sampai
kenal Revan.Vino mikir,'Jadi Revan ngaku sebagai aku.Jika mereka nikahnya di
tempat asal Laras berarti sudah malam pertama dong disana.Tapi kalau lihat
gelagatnya kayaknya Laras belum pernah deh disentuh pria.Aku peluk aja dia
malu...nanya ga ya soal itu.Penasaran banget.Gimana kalau udah?'
Laras lihat Vino
dahinya sampai berkerut gitu,"Kamu mikir apa sih Vin?Kata dokter kamu itu
ga boleh banyak mikir lho...ntar sakit lagi lho."
Vino grogi juga mau nanya,"Ehm...Aku masih bingung Ras.Di
hari pernikahan itu terjadi,kata Mama,Revan ada di Jakarta malamnya."
Laras mengambilkan piyama tidur Vino,"Revan langsung balik ke
Jakarta usai pernikahan di catatan sipil.Katanya mamanya sakit gitu."
Vino sumringah,"Jadi kalian ga sempat malam pertama
dong?"
Laras jadi blingsatan,"Vino apaan sih?Ngeres deh pikirannya.Udah
ganti baju terus tidur gih."
Vino mengambil piyamanya dengan senyuman,"Tapi bener belum
kan?"
Laras mencubit lengan Vino,"Sudah sana ganti baju!"
Vino kekeh nanya,"Ras,jawab dulu beneran belum kan?"
Laras mendorong Vino,"Iya...udah puas?"
Vino baru mau ganti baju,'Yes!!'
Sampai nari gitu Vino,bayangin sendiri aja deh gimana
tariannya he..he....Laras malah inget percakapannya dengan ayahnya tadi.Ayahnya
bertanya padanya,"Ras,kamu yakin mau tetap di sini jadi isterinya Nak
Vino?Dia itu beda derajatnya sama kita Ras.Kalian itu seperti langit dan
bumi.Walaupun ayah sangat restu kamu dapat Nak Vino yang ini tapi pernikahan
kalian itu rekayasa.Karena yang hadir saat itu bukan Nak Vino yang asli.Ayah
hanya tak ingin kamu dipermainkan orang Nak."
Laras termenung,'Ayah benar,Vino belum pernah bilang kalau dia
mencintaiku.Bagaimana jika dia ternyata hanya kasihan padaku?Vino kan hatinya
baik.Bisa jadi dia cuma kasihan saja padaku.'
Vino sudah ganti piyama,lihat Laras melamun jadi heran
dia,"Mikir apaan sih Nyonya Laras Adijaya?"
Laras menggeleng,"Gpp kok Vin.Cuma...sekarang kan kamu udah
tahu kalau kita itu sebenarnya ga pernah menikah beneran.Jadi kayaknya aku
tidur di sofa aja deh.Gimana?"
¤¤Setujukah Vino?**bersambung.
Part 50 ¤¤ I AM HIS QUEEN
♡♥ Vino jelas ga
setuju dengan niat Laras,'Laras kenapa ya?Kok malah pingin menjauh gitu dari
aku?Apa aku terlalu agresif sih?Jadi malah bikin dia illfeel?'
Vino meraih jemari Laras,"Ras,aku tahu aku ini memang bukan
pria yang waktu itu menikah denganmu tapi secara hukum kamu itu isteri aku
Ras.Aku mohon Ras,jangan sampai masalah ini ketahuan sama mama aku.Dia bisa
sedih.Beri aku waktu untuk mencari solusinya.Dan selama itu aku janji Ras ga
akan berbuat kurang ajar sama kamu.Atau maksa kamu berbuat sesuatu yang bukan
dari hati kamu sendiri.Tapi please...jangan pergi dari sisi aku Ras.Jangan
jauhi aku.Aku ingin menjaga dan melindungi kamu.Terutama dari Revan."
Laras mengangguk,ga sanggup dia nolak request Vino apalagi
Vino nampak tulus banget bilang gitu.Vino lega,"Ya udah bobok yuk.Besok
aku ada meeting."
Laras mengikuti Vino berbaring di ranjang,"Bukannya sudah
tadi meetingnya Vin?"
Vino baru sadar keceplosan,'Ups...aku kan cancel meeting hari ini
sebab tadi ngurusin ayahnya Laras.Waduh...jawab apa ya?'
Laras malah jawab sendiri,"Oh iya kamu kan punya banyak
perusahaan ya jadi rapatnya juga banyak pastinya...he..he..ya udah besok aku
akan siapin semuanya.Met tidur Vino."
Vino melihat Laras menaruh bantal dan guling untuk jadi pembatas
diantara mereka,"Malam Ras..."
Vino malah mikir sambil menguap2 gitu,'Aku harus cari cara untuk
masalah barrier ini...Alvino Adijaya masak kalah sama guling dan bantal.Ga
...ga...whoaa...aduh mulai nih efek obatnya...masih berapa sih obatnya kok ga
habis2?whoaaah..hmm.Pegang tangan aja boleh kali ya...'
Vino lihat Laras udah merem padahal ga sebenarnya,diraihnya jemari
Laras terus tidur deh dia sambil menggenggamnya,"Zzz...zzz"
Laras nunggu sampai yakin Vino bener2 pulas,baru buka
mata.Senyum dia lihat jemari mereka bertaut dibawah bantal,'Kamu pasti ingin
mastiin aku ga pergi ya Vin?Aku senang kamu ingin aku tetap didekatmu.Cuma aku
ingin kamu lakuin itu karena kamu beneran sayang sama aku Vin karena aku ga
bisa hidup tanpa kamu Vin...aku sayang kamu...dan perasaan ini kian lama kian
dalam.'*Terbalaskah cinta Laras?tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar