Part 51 ◆◆ I AM
HIS QUEEN
◆◆ Paginya Vino
bersiap pergi ke kantor,lagi asyik mandi eh hp dia bunyi.Laras mendekat ke
kamar mandi,"Vin,hp kamu bunyi terus..."
Vino malah mikir,'Laras kenapa ya teriak2?Jangan2 Revan datang
lagi..'
Dengan cuma pakai handuk aja sebatas pinggang,Vino membuka pintu
kamar mandi.Jelas saja Laras blingsatan,"Vino!!!"
Laras langsung balik badan,ga tahan lihat dada Vino yang
bidang dan kebuka gitu.Vino malah deketi Laras,"Ras,ada apa?!Ada yang
ganggu kamu?Revan kemari?!Mana dia?!"
Laras malah muser2 biar ga hadapan langsung sama
Vino,"Vin,cepet pakai piyama atau baju sana!!Aku gpp...ga ada siapa2 di
sini..."
Vino malah heran,"Lha terus kok teriak2 tadi?"
Laras nunjuk hp Vino,"Hp kamu bunyi Vin...kayaknya dari
sekretaris kamu deh...siapa namanya..agak susah nyebutnya..."
Vino menghembuskan nafas lega,"Kirain ada apa Ras..Ya udah
kalau nanti hp aku bunyi lagi.Kamu angkat aja.Kamu kan isteri aku...kamu kenapa
mukanya merah gitu..kenapa suka lihat aku ga pakai baju?Iya suka kan?"
Laras dorong Vino ke kamar mandi,"Apa2an sih?Ngeres melulu
pikirannya.Sana lanjutin mandinya!Masih ada sabunnya tuh di
punggung...sana!!"
Vino senyum2,"Iya..ya..."
Laras jadi berdebar2,'Astaga...aku kok jadi merona gini sih?'
Hp Vino bunyi lagi,Laras segera mengangkatnya,"Halo?"
Sean kaget denger Laras yang jawab,"Oh...Laras ya?Vino
ada?"
Laras jawab,"Vinonya lagi mandi.Ada apa ya?Kalau ada pesan
nanti saya sampaikan."
Sean berkata,"Oh lagi mandi ya?Ya udah bilang aja semua yang
diperlukan untuk meeting udah siap.Jangan sampai ditunda lagi kayak kemarin
sebab meeting ini sangat penting."
Laras malah mikir,'Ditunda?Jadi Vino kemarin ga jadi meeting?Pasti
karena nolongin ayah.Vin...kamu itu selalu saja bikin aku terharu dengan sikap
kamu...'
Sean heran,"Hello...Laras?Are you still there?"
Vino keluar dari kamar mandi dan heran lihat Laras melamun sambil
megang hp,'Laras ngobrol apa sama Sean sampai disoriented gitu mukanya?Awas ya
Sean kalau kamu berani merayu isteri aku!!Aku paketin kamu ke Manila hari ini
juga!!'
Vino mengambil hpnya dari tangan Laras,langsung dia marahi Sean.
*Gimana nanti nasib Sean ya?tbc
Part 52 ** I AM
HIS QUEEN
** Sean kaget kala Vino marah2 di telepon,"Vin,wait2...Aku ga
merayu isteri kamu.I'm just telling about the meeting.Only that."
Laras mengambilkan jas Vino,"Vin,pagi2 kok udah marah2
sih?Lagian emang kenapa sih?"
Vino manyun,"Ya udah aku ga jadi paketin kamu ke Manila.Tapi
awas ya sampai kamu ketahuan ngerayu isteri aku...aku pesenin tiket balik ke
Filipina sana!"
Laras mengambilkan minuman untuk Vino,"Minum dulu gih...biar
lebih tenang.Ntar remuk lagi hpnya kamu remas kayak gitu."
Vino malah nanya,"Ras,kamu tadi sebenarnya mikirin apa sih
sampai ngelamun gitu?Mikirin Sean ya?"
Laras malah menyisir rambut Vino,"Vino,kepalanya jangan
gerak2 dong!Agak nunduk dikit.Kamu tinggi amat sih?"
Vino segera mengangkat tubuh Laras,"Gimana udah sama kan
tingginya sekarang?"
Laras jelas kaget diangkat gitu,dipeluk di pinggang terus
dinaikkan,"Vin,mana ada orang sisiran model begini?Turunin
ga?Turunin!!Baju kamu jadi kusut lho..."
Vino jawab,"Biar aja!Aku akan turunin kalau kamu jawab tadi
mikirin siapa?"
Laras gemes lihat muka curiganya Vino,"Aku mikirin orang yang
pagi ini bawaannya udah marah2 ga jelas..."
Vino tak menyangka,"Kamu mikirin aku Ras?Yeahh!!Laras
Ayuningtyas mikirin Alvino Adijaya!!Yeaah!!"
Laras malah diputar2 sama Vino,"Vino!!Turunin!!Turunin!!Kan
udah kujawab...aku pusing diputar2 begini..."
Vino akhirnya menurunkan Laras,"Salah sendiri jahil sama
aku.Pusing kan?"
Laras terhuyung,"Ya ampun Vin...semua jadi muter deh..."
Vino segera menangkap tubuh isterinya,keduanya malah ambruk di
ranjang,Vino diatas tubuh Laras.Wajah mereka begitu dekat,bahkan Laras bisa
merasakan nafas Vino di pipinya.
Mereka berpandangan,Laras bahkan memilih memejamkan
mata,'Vin,katakan kau sayang padaku Vin...katakan kau mencintaiku...'
Vino menatap Laras yang terpejam,'Ini sepertinya moment yang tepat
untuk mengungkapkan isi hatiku...'
Vino memberanikan diri,"Ras,buka matamu..."
Laras menurut,Vino melanjutkan,"Ras,aku...aku..."
Tiba2 saja pintu kamar mereka diketuk,"Tuan Vino!!Sarapan
sudah siap.Ditunggu di ruang makan!"
Vino mendengus kesal,'Anabel...kenapa sih harus ganggu?Jadi rusak
kan moment romantisnya.'
*Laras gimana ya?tbc
Part 53 ¤¤ I AM HIS QUEEN
So close...
¤¤ Laras tersipu2 berada begitu dekat dengan Vino,'Ya ampun
jantungku dag dig dug kenceng banget...'
Vino jadi salting lihat Laras membuka pintu,"Bu Anabel,kami
akan segera ke sana."
Anabella dapat muka masam dari Vino,'Kenapa Tuan Vino mukanya
cemberut gitu?Tajam lagi tatapannya...kayak mau makan orang deh...kok aku jadi
merinding ya?Cabut ah...sebelum aku jadi menu sarapan Tuan Vino pagi ini...'
Laras lalu mengajak Vino ke ruang makan,"Ayo Vin!Udah
ditunggu lho..."
Vino nurut aja ditarik tangannya,"Ras,tapi aku belum selesai
ngomong tadi...."
Laras malah naruh jari telunjuknya ke bibir Vino,"Sshttt!Kan
kita ketemu terus tiap hari.Kamu bisa lanjutin ngomongnya kapan aja...aku ga
kemana2 kok.Sekarang kamu sarapan dulu terus berangkat kerja,jangan nunda rapat
lagi kayak kemarin.Mengerti Tuan Alvino Adijaya yang terhormat?"
Vino tercengang,'Kok Laras tahu meetingnya kemarin aku
cancel?Pasti ini ulah Sean deh...awas kamu Sean...hhhmmm..'
Saat sarapan Pak Syamsul ragu2 mau makan lagi pakai tangan,Vino
mengerti dan berkata,"Ayah,ga usah sungkan makan saja seperti kayak Ayah
di rumah sendiri.Ya kan Ma?"
Rani mengiyakan,"Iya Pak Syamsul,anggap saja ini rumah
sendiri lagipula Laras kan isteri pemilik rumah ini."
Vino malah liatin Laras tanpa berkedip,'Tadi hampir aja...tapi aku
ga boleh nyerah!Alvino Adijaya pantang menyerah...'
Laras mengambilkan makanan untuk Vino,"Vin,dimakan sarapannya
dong...ntar telat lagi ke kantornya..."
Para pembantu senyum2 melihatnya,'Mas Vino dan mb Laras itu serasi
banget.Sejak ada mb Laras disini,Mas Vino jadi ceria.Biasanya jam segini dah
tancap gas ke kantor.'
Laras lihat Vino diam aja akhirnya malah mengambil sendok,"Ya
udah aku suapin ya..."
Vino senyum2,"Eitt!Tunggu Ras,aku maunya ga pakai
sendok..."
Laras nanya,"Terus pakai apa?"
Vino nunjuk ke Pak Syamsul yang makan dengan tangan
langsung,"Kayak Ayah..."
Laras nurut deh,meski sambil merona diliatin yang
lainnya,"Vino manja banget deh...ya udah ini..."
Rani dan Pak Syamsul serta lainnya mesem2 lihat dua sejoli itu.Rani
malah mikir,'Kapan ya Revan kayak Vino menemukan wanita yang bisa ngurus dia
dengan penuh kasih sayang?'
*Kapan ya?**tbc..
.
.
Part 54 ××× I AM HIS QUEEN
××× Vino terlihat ceria disuapi Laras,"Kamu juga makan
ya..biar pipinya tembem kayak hamster...hi..hi.."
Laras pura2 ngambek,"Terus...samain aku sama
hamster...huhh."
Vino jadi gemes,dicubitnya pipi sang isteri,"Iihh..ada yang
ngambek disini...iya maaf deh...gini aja kamu boleh panggil aku hamster
juga...biar adil."
Vino menunjukkan pipi dia,Laras jelas ga mungkin nyubit kan tangan
dia kena makanan habis nyuapi Vino,'Dasar Vino ga mungkin aku nyubit dia dan
manggil dia hamster depan ayah dan mama Rani..'
Anabella baper lihat Vino dan Laras,"Bim,aku juga mau dong
disuapi kayak begitu...kata orang lebih enak makan dari tangan orang lain
apalagi orang yang kita sayang...berasa lihat film india deh...muhjse dosti
karoge?"
Bimo muter2 matanya,"Kebanyakan lihat film india sih?Makanya
baper melulu...dah kamu disuapi aja sama Norman...tuh dia lagi giliran makan di
pantry.!Saya kan harus ngawal Mas Vino kerja."
Vino mendengar ucapan Bimo,"Tidak Bim!Hari ini kamu dirumah
saja.Jaga isteri saya dan ayah mertua.Perketat penjagaan dan pastikan semua
cctv tidak ada yang rusak.Juga beri saya laporan tiap satu jam...ga..ga..tiap
setengah jam..okey Bim?"
Bimo kaget juga,"Lha yang jaga Mas Vino?"
Vino berdiri dari kursi utama,"Biar Norman dan team yang
ngawal saya."
Bimo segera memberitahu Norman.Vino cium tangan mamanya dan juga
mertuanya,"Vino pergi kerja dulu ya...mama...Ayah..."
Khusus buat Laras ia ngantar Vino sampai depan,"Vin,makasih
ya...kamu udah selametin ayah aku terus bolehin kita tinggal di sini...dijagain
lagi ...kamu juga ga mandang rendah sama ayah...juga..."
Vino mengusap pipi sang isteri yang
tertunduk,"Sudah...sudah...daftar makasih panjang banget...Ras,kamu itu
isteri aku...isteri Alvino Adijaya...berhenti lihat diri kamu sebagai orang
asing apalagi orang jahat bagi aku...aku lebih tenang jika Bimo dan teamnya
yang jagain kamu.Lagian aku kan punya malaikat pelindung...buktinya aku selamat
dari kecelakaan pesawat itu...aku sebenarnya ingin bicara banyak sama
kamu...aku pergi dulu ya."
Laras terharu kala Vino mencium keningnya.*Kok gbnya Revan?*tbc...
Part 55 ** I AM
HIS QUEEN
** Sebelum Vino masuk ke mobil,Laras berbisik
padanya,"Selamat kerja hamster jantan...he..he.."
Vino kaget mendengar,"Apa kamu bilang barusan?Ayo
ulangi!"
Laras ngacir ndelik di belakang Mama Rani yang juga mau
pergi,"Mama...tolongin Laras dikejar hamster nih..."
Rani ketawa,"Hamster?Mana?"
Vino masuk ke dalam mobilnya,"Awas kamu kepala batu ...aku
balas nanti!Dah Mam...Kepala Batu...Bim jaga yang bener ya!Mari Ayah
Syamsul..."
Mobil Vino meninggalkan kediaman Adijaya.Ia melihat
sekitarnya,'Aku sengaja tinggalin Bimo di rumah.Siapa tahu aja Revan
balik.Walaupun aku udah instruksikan pada team security kalau Revan hanya boleh
masuk rumah atas seijinku dulu.Aku ga mau Laras dan ayahnya dibawa kabur
lagi.Ga aku ga mau Laras pergi dari hidup aku...'
Tak jauh dari sana sebuah mobil mengawasi kediaman
Adijaya,rupanya Revan dan papanya.Marco melihat ketatnya
pengamanan,"Revan,kamu jangan gegabah.Lihat Alvino Adijaya tidak membawa
pengawal utamanya.Kau harus belajar bermain cantik seperti papa..."
Revan merenung,'Benar juga.Vino tahu kalau dia sedang jadi sorotan
publik dan media.Jadi jika mencelakai dia sama saja bunuh diri.Vino memang ga bisa
dianggap remeh.Tapi aku pasti akan mengambil milikku dari dia.Laras is
mine!!Aku yang memilihnya...aku yang menemukannya lebih dulu.Bodoh!!Kenapa aku
melepas mutiara yang sudah kugenggam?Stupid!!Stupid!!'
Mobil Rani keluar ga lama kemudian,Marco segera menyuruh anak
buahnya mengikuti,"Jon...ikuti mobil itu..."
Revan heran,"Itu kan mobil mama?Anda mau apa dengan mama
saya?"
Marco menjawab,"Tenang saja Revan.Papa cuma ingin menyapa
mama kamu saja.Papa sudah berubah,Nak..."
Revan masih ingat dulu mamanya suka dipukuli sama
papanya,sampai lebam2 gitu.Apalagi kalau dia nangis,"Jangan Anda pikir
saya tinggal dengan Anda berarti saya sudah menerima Anda sebagai papa saya
lagi.Saya hanya ingin Anda membantu saya mengalahkan Alvino Adijaya.Dia sudah
mengambil apa yang menjadi hak saya."
Marco terkekeh,"Kau tenang saja Revan...papa akan bantu kamu
menghancurkan Alvino Adijaya.Pewaris Adijaya Group itu."
**Mereka mau ngapain ya ke Vino?Bersambung....
Part 56 // I AM HIS QUEEN
Pagi semua...
>>> Laras masih saja berdiri mematung menatap ke arah
gerbang,'Selamat kerja hamster jantanku...hati2...kayaknya ga cukup deh cuma
terima kasih aja buat Vino.Aku mau masak ah...nanti siang kalau dia ga balik
karena sibuk,aku mau antarin makan siang ah buat dia.Masak apa ya?'
Lastri mendekat,"Mb Laras?Waduh...kok ga nyahut ya?Jangan2
kesambet lagi.Hewez...hewez..."
Laras menoleh,"Mb Lastri?Ngapain komat-kamit begitu?"
Lastri lega,"Saya kira mb Laras jadi Rara Jonggrang.Kok ga
gerak2 berdiri saja di sini.Padahal mobil Mas Vino udah ga kelihatan
lagi.Segitu dalamnya ya cintanya ke Mas Vino?"
Laras jadi merona pipinya,"Apaan mb Lastri ah...saya ini
siapa berani mencintai Vino...kami itu bagai langit dan bumi."
Lastri heran,"Lho kalau mb Laras ga sayang dan cinta sama Mas
Vino kok ngasih catatan yang waktu itu?Mas Vino bahagia banget lho baca
catatannya...hi..hi...kayaknya pucuk dicinta ulam tiba...he..he.."
Laras jadi ingat,"Maksud mb lastri catatannya ada di tangan
Vino?Ya ampun...mb Lastri kok dikasih ke Vino sih?Kan Laras jadi malu..."
Lastri malah meledek,"Malu ketahuan kalau mb Laras sebenarnya
emang sayang dan cinta kan sama Mas Vino?Ngaku aja.Lagian meski ingatan Mas
Vino belum pulih,saya bisa lihat kok kalau mas Vino juga sayang dan cinta sama
Mb Laras.Tadi aja makan aja manja gitu...biasanya mas Vino itu kagak pernah
bisa ceria gitu.Wajahnya itu serius.Walaupun serius gitu tapi tetep ganteng
maksimal sih..."
Laras senyum,"Iiih...aku bilangin Mang Ujang ya...mb Lastri
bilang Vino ganteng..."
Lastri panik,"Jangan dong mb Laras.Habis mas Vino kan emang
gantengnya kebangetan...jangan kasih tahu suami aku.Ya udah saya mau ke dapur
dulu periksa bahan2 apa yang habis..."
Laras malah senyum2 lagi,'Jadi Vino pegang catatan itu?Sebenarnya
kamu tadi mau bilang apa sih Vin..aku penasaran deh..'
Pak Syamsul malah asyik bantu Mang Ujang di taman,"Tamannya
luas juga ya Mang...saya bantuin ya...saya bingung mau ngapain..."
Mang Ujang mencegah,"Waduh bapake...kalau ketangkep kamera
cctv bantu saya ntar saya bisa dimarahi sama Mas Vino...bapake duduk
aja...bapake kan mertuanya Mas Vino...pemilik rumah ini."
*Vino gimana meetingnya?*tbc
Part 57 ¤¤ I AM HIS QUEEN
Trying to sleep but can not...
¤¤ Rani heran kala mobilnya dihentikan mobil tak
dikenal,"Anabella,ada apa ini?"
Marco keluar mengejutkan Rani,"Kau?Mana Revan?Kembalikan dia
padaku!"
Revan juga keluar dari mobil,"Ga Ma!Revan ga akan pulang lagi
ke rumah Vino.Revan ga sudi!"
Rani mendekati putranya,"Itu juga rumahmu,Vino ga pernah
menganggap kita orang lain.Bahkan ia mempercayakan kepadamu perusahaan
juga.Kenapa kau begitu membenci dia Revan?Dia menganggapmu sebagai
kakaknya.What's wrong with you honey?"
Revan tetap tak mau,'Kalau aku kembali maka rahasiaku bisa
kebongkar.Aku yakin Vino belum ngasih tahu Mama soal itu.Ga...aku lebih baik
tinggal dengan ayahku.'
Marco malah mengajak Rani ikut dengannya,"Mengapa kita tidak
berkumpul lagi seperti dulu?Adijaya sudah tiada.Putranya Vino juga sudah
mandiri.Justru Revan yang butuh dukungan kita Rani...ikutlah denganku.Aku sudah
sukses sekarang."
Rani menolak,"Aku takkan melanggar janjiku pada Mas Adijaya
untuk menjaga putranya.Aku tidak akan meninggalkan Vino."
Revan kecewa dengan keputusan mamanya,"Percuma Anda membujuk
mama saya,bagi dia Vino jauh lebih penting daripada putra kandungnya
sendiri.Sebaiknya kita pergi."
Sepeninggal Marco dan Revan,Rani menangis di dalam mobil,'Aku
takkan lupa kebaikan papanya Vino padaku.Dia mengambilku dari dunia hitam dan
memberiku hidup yang baru bahkan menyelamatkan Revan.Maka akupun berlaku sama
pada Vino.Apakah aku salah?Lalu Marco dimana dia saat Revan terbaring di
RS?Dimana?'
Sementara itu mobil Vino memasuki area perkantorannya,satpam
segera memberi hornat dan salam,"Selamat Pagi,Pak Vino."
Vino keluar dari mobil,Sean segera menyambutnya,"Vin,akhirnya
kamu datang juga.Berarti Laras menyampaikan pesanku dengan baik."
Vino berhenti berjalan menuju ruang meeting,"Sean!Laras itu
isteriku jadi panggil dia Nyonya Alvino Adijaya mulai sekarang.Mengerti?"
Sean protes,"Tapi Vin itu terlalu panjang.Tiga kata...kenapa
ga panggil Laras saja?Memang itu namanya bukan?"
Mereka masuk ke dalam lift,Vino menatap Sean dengan
tajam,"Dengar ya Sean!Just do it or...I will sent you back to Manila.Got
it?"
Sean keringat dingin,"Okay...okay.Easy..easy Vin..."
*Vino kenapa ya?tbc
Part 58 >>
I AM HIS QUEEN
By the hand...
>> Sampai di ruang meeting,Vino disambut pelukan dari
sahabatnya,Leon.Leon yang menduduki jabatan Nasional Bussiness Manager di
perusahaan Vino lega melihat sohibnya baik2 saja,"Wow2...you look fine
Bro!Aku kaget banget...sumpah!Saat denger berita pesawat kamu.Tapi kamu tahu
sendiri,aku sedang di Kotamobagu mengurus cabang kita di sana.Aku baru sampai
tadi.Langsung tancap ke sini.Untung kemarin ga jadi teleconference jadi aku
bisa ketemu langsung sama kamu."
Vino juga senang bertemu Leon,"Aku gpp,Leon."
Leon masih ga percaya,"But Vin?How you can survive from that
accident?Pesawat kamu meledak."
Hans yang merupakan Director Operasional mendekati
Leon,"Bukan cuma hutang penjelasan soal kecelakaan itu tapi Presdir kita
ini juga hutang penjelasan kenapa ga ngundang kita di acara pernikahannya.Ya ga
Sean?"
Sean ngikut aja,"Ya itu benar.Bahkan aku saja sebagai cousin
dia ga diundang.Padahal La...ehm maksud aku Nyonya Alvino Adijaya itu orangnya
ramah sekali."
Vino lalu duduk di kursi utama,"Please sit down okay?We start
this meeting.Seperti yang kalian tahu,I'm here now in good condition.Semua
karena anugerah Tuhan.So,Sean bisa kamu pimpin doa pembukaan?"
Sean protes,"Kenapa aku?Aku paling belibet kalau soal
beginian...kamu kan biasanya yang pimpin doa Vin?"
Vino nginjek kaki Sean,"Oh...okay..okay.Mari kita berdoa
sesuai agama dan kepercayaan kita masing2.Berdoa mulai!"
Memang sudah menjadi kebiasaan Vino untuk memulai segala
pekerjaan dengan doa.Vino tersenyum dalam doanya,'Tuhan,terima kasih buat
perlindungan-Mu sehingga hamba-Mu ini bisa selamat dari malapetaka.Terima kasih
buat orang2 yang rela mengorbankan dirinya bagi hamba.Terima kasih juga buat
Laras,Kau membawa dia ke dalam hidup hamba.Tuhan,beri hamba hikmat untuk
membina rumah tangga bersama Laras.Hamba mencintainya ya Tuhan.Juga beri
hamba-Mu ini hikmat menyelesaikan persoalan dengan Revan,kakak hamba.Berikan
juga kemampuan untuk menjalankan bisnis Adijaya Group.Tanpa-Mu hamba ini bukan
siapa2.Semua nikmat berasal dari-Mu saja.Amin.'
Selama meeting,pikiran Vino terus terngiang ucapan Hans tadi,'Apa
aku menikah lagi saja dengan Laras ya?Tapi...'
*Tapi apa Vin?*tbc...
Part 59 * I AM HIS QUEEN
Return To This Place...
** Bila Vino asyik meeting,di rumah Laras lagi ngobrol sama
ayahnya di taman.Pak Syamsul tersenyum lihat putrinya nampak berbinar
wajahnya,"Waktu dulu kamu mau nikah wajahmu ga seceria ini Nak...kamu
benar2 mencintai Nak Vino ya?"
Laras tersipu2,"Ayah...kayak Vino deh suka godain
Laras."
Pak Syamsul ketawa,"Wajahnya sampai merah gitu.Kayaknya
beneran nih..."
Laras makin merona,"Laras mau masak saja ah...hmm...Ayah mau
dibikinin apa?Biar Laras buatin.Sekalian Laras mau..."
Mb Mety datang,"Mb Laras,bahan2nya udah siap.Katanya mau
masak buat makan siang Mas Vino..."
Pak Syamsul nahan senyum,"Tuh kan sikap kamu aja perhatian
gitu ke Nak Vino.Masih ga mau ngaku.."
Laras mencubit Mb Mety,"Iih...mb Mety kenapa bilang2 sih
kalau aku mau masak buat Vino...kalian semua jahil deh...Laras ke dapur
aja...ups Ayah mau dimasakin apa?"
Pak Syamsul ingat masa di kampung,"Dulu kita makan saja susah
ya Nak...paling sering tuh makan sayur tumpang.Lalapnya daun pepaya di
kebun.Lauknya paling karak.Ga sangka ya sekarang bisa makan makanan yang ga
pernah ayah bayangin bisa makan.Ayah kangen masa itu Nak..."
Mety jadi terharu mendengarnya,'Bukannya tumpang itu bahan
utamanya cuma tempe kedelai ya?Melas banget sih kehidupan mereka dulu.Untung
saja mb Laras dapat Mas Vino,udah tajir ganteng lagi.'
Laras jadi terharu,"Ya udah Laras masakin tumpang ya buat
Ayah..Laras ke dapur dulu ya..."
Sementara itu Vino ditengah meeting malah asyik liatin pergelangan
tangannya yang ada bekas gigitan Laras,'Dasar Hamster betina...ngasih tato lagi
di tangan aku...aku gemes banget sama dia.Pingin cepet kelar deh nih meeting
terus balik deh ke rumah.Laras lagi ngapain ya?'
Tomy yang mengurusi bagian legal berbisik pada Hans,"Lihat
tuh...Pak Presdir senyum2 sendiri...sejak tadi ga merhatiin presentasi team
Marketing..."
Hans balas,"Iya aku juga merhatiin...sebentar lihat
pergelangan tangan..sebentar lihat jam...tumben Boss kita ga fokus gitu...kayak
lagi falling in love gitu..."
Claudia yang duduk dekat Hans negur mereka,"Kalian ngapain
sih?Rumpi banget.Awas kedengeran sama Boss,lho."
Leon yang duduk dekat Vino merhatiin tangan Vino.*Apa komentar
Leon?tbc....
Part 60 >>
I AM HIS QUEEN
To give you...
>> Leon berkata pada semua peserta meeting,"Time for
coffe break..."
Semua segera menuju keluar ruangan untuk menikmati kopi dan
makanan kecil yang sudah disediakan.Kecuali Vino dan Leon.Leon geleng kepala
melihat sohib sekaligus Bossnya itu nampak masih melamun,"Bro?You
allright?Kau sejak tadi lihat tangan kamu terus.Ada apaan sih?Coba lihat!"
Vino jelas kaget tahu2 Leon narik tangannya,"Leon kamu mau
apa sih?Lho yang lain pada kemana?Kok kosong?"
Sean datang bawa kopi untuk Vino,"Semua diluar Vin,coffe
break...lagian sejak tadi kamu ga fokus.Ayo,cerita sama kita ada apa?"
Leon malah megangi tangan Vino,"Lihat Sean!Pantas dia ga
fokus kerja...kamu digigit siapa ini Vin?Jelas ini bekas gigitan lho..."
Sean menebak,"Jangan2...La..eh..Nyonya Alvino Adijaya yang
gigit kamu ya Vin?Merah gini...wah kamu lakuin apa sampai dia gigit kamu kayak
gini?"
Vino menarik tangannya,"Kalian ini kenapa sih?Ini tuh aku
digigit sama hamster..."
Leon senyum2 curiga,"Hamsternya pasti betina deh
Vin...ha..ha..kamu itu ga bisa bohong Vin,aku kenal kamu sejak kecil.Ngaku deh
isteri kamu yang gigit kamu ya?Kamu pasti bikin dia marah.Dan kamu tahu ga,aku
pernah lihat film tuh...pemeran utama prianya digigit sama pemeran utama cewek
dan tahu ga sejak itu si pria itu ga bisa berhenti mikirin cewek yang gigit
dia.Malah akhirnya mereka bersatu.Padahal dunia mereka sangat berbeda.Filmnya
judulnya apa ya...mandarin klasik kok..."
Vino malah mikir,'Pantas aku ga bisa berhenti mikirin Laras.Apa
ini efeknya ya?Wah gawat nih...aku bisa2 ga fokus kerja nih..'
Akhirnya Vino minta nasehat ke Leon,"Leon,kamu kan jago nih
naklukin hati cewek2.Kasih ide apa gitu ke aku biar Laras percaya kalau aku tuh
beneran sayang sama dia.Dia itu kayak gimana ya...kayak masih ragu
gitu..."
Leon malah meledek,"Oh hamsternya namanya Laras?Bilang dong
dari tadi.Aku bantu kamu kasih solusi.Oke kita analisa dulu kasus kamu
ini."
Sean jadi grogi saat Leon mulai bahas soal awal mula pernikahan
Vino dan Laras,'Gawat...gimana kalau Vino tahu aku yang bantu Revan dapatin
tanda tangan dia...mending aku pura2 ambil snack aja...'
Gimana analisa Leon soal masalah Vino dan Laras?*bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar