Part 71 ☆☆ I AM
HIS QUEEN
A great company...
☆☆ Sejak dari kediaman
Adijaya,mobil Vino sudah dibuntuti.Revan niatnya mau nyulik Laras namun Vino
malah pulang.Dia pikir Vino paling balik ke kantor lagi,namun ga nyana malah
Vino bawa Laras ikut dengannya.Revan kesal,'Mau apa sih Vino selalu saja di
dekat Laras?Masak ke kantor aja diajak juga?Posesif banget!'
Lihat arah mobil Vino menuju jalur Puncak,Revan pikir Vino
pasti mau ke villa keluarga Adijaya.Kesempatan pikirnya,"Bimo ga
ada.Berarti penjagaan Vino agak lemah.Lagian dia kan masih belum fit pasca kecelakaan.Aku
akan rebut Laras dari dia.'
Tapi meski ga sekuat Bimo,Norman itu jeli.Dia tahu ada yang
mengikuti mobilnya,dia menghubungi Bimo di rumah,mana macet lagi jalannya.Vino
sama Laras malah tidur di mobil,sandaran mesra berdua.Weleh...Sementara Revan
meminta bantuan anak buah Marco untuk melaksanakan niatnya,"Ya jalan
menuju arah Puncak.Vino pasti mau ke villa.Akan mudah menghancurkan dia
disana.Tujuan saya hanyalah Laras.Soal Vino terserah!Mau kalian bunuh juga gpp
asal Laras ga boleh kenapa2."
Marco mengirim anak buahnya,"Bantu putraku mendapatkan
keinginannya!"
Namun serombongan orang2 touring tiba2 muncul,salah satu
dari mereka memepet mobil Vino,pakai jamper dan topi gitu.Vino diberitahu
Norman situasinya,"Kita diikuti?Kita terjebak macet.Cuma motor aja yang
bisa leluasa bergerak dalam kondisi begini."
Norman menunjuk ke arah luar,"Mas cepet pakai jamper dan mb
Laras pakai topi ini.Terus kalian tukar tempat sama yang diluar itu."
Laras merhatiin pengendara motor yang diluar,"Itu kan Pak
Bimo dan Bu Anabella?Kok mereka bisa disini sih?"
Norman jawab,"Ceritanya panjang mb Laras.Sebaiknya kalian
cepat.Situasinya ga kondusif sekarang.Yang penting kalian selamat dulu.Biar
soal yang lain jadi urusan kami."
Vino setuju,"Kayaknya kita ga bisa ke villa deh Ras.Gpp
ya?Aku ga kepikiran kalau perjalanan ini akan membahayakan kamu.Maaf ya
Ras?"
Usai melakukan penyamaran,Vino dan Laras tukar tempat sama
Bimo dan Anabella disaat Revan dan anak buahnya lengah.Revan kehalang sama
rombongan touring,"Sial!Mereka itu halangi pandangan deh.Bawaannya aneh2
lagi."
Selamatkah Vino dan Laras dari Revan?**bersambung.
Part 72 ★ I AM
HIS QUEEN
I lead them...
★★ Bimo berkata
pada Vino,"Mas Vino,saya akan alihkan perhatian Mas Revan.Biar dia mengira
Mas Vino dan mb Laras masih di mobil ini.Saya akan kecoh mereka.Mas Vino dan mb
Laras sebaiknya juga jangan kembali ke rumah.Saya yakin masih ada mata2 Marco
disana."
Vino bertanya,"Lalu Ayah sama siapa Bim?"
Bimo jawab,"Sama Yudi dan team mas.Pak Syamsul ada di rumah
lama.Kalau Bu Rani dijaga sama Alfan dan team."
Vino segera menyuruh Laras pegangan,"Ras,pegangan yang kuat
ya?Aku akan nyelip2 nih jalannya."
Laras segera meluk Vino erat2,"Iya Vin,tapi tetep hati2 ya
Vin.Ga ke Villa gpp kok.Yang penting bersama kamu."
Vino langsung makcless dengernya,'Aku memang ga salah pilih.Laras
memang tercipta untukku.Bagi dia akulah yang terpenting.Ya iyalah...Alvino
Adijaya memang mempesona...'
Anabella heran,"Tuan Vino cepetan!!Mumpung rombongan
touringnya masih ada."
Vino segera tancap gas bawa Laras pergi.Sementara Anabella
mengurai rambutnya biar mirip Laras,"Gimana Bim?Cantikan mana aku sama mb
Laras?11 -12 kan?"
Bimo bingung jawabnya,"Kamu tanya Norman saja.Aku mau bergaya
dulu biar mirip Mas Vino."
Anabella malah nyandar di bahu Bimo,"Akhirnya Bim kita punya
moment romantis juga ya?Di mobil mewahnya Tuan Vino lagi.Disopiri lagi sama
ajudan he..he.."
Norman geleng kepala,"Kalian itu emang serasi deh...walau ga
seromantis Mas Vino dan mb Laras sih yeahh nyerempet2 dikitlah..."
Bimo dan Anabella protes bareng,"What???!!"
Sementara Revan ga melihat kepergian Vino dengan Laras naik
motor.Laras malah meluk mesra Vino di motor,'Bahagianya bisa meluk Vino kayak
gini.Ini lebih romantis dari yang kubayangkan.'
Laras malah nyandar manja di punggung Vino,Vinonya senang
dong,'Laras meluk aku rasanya hangat deh...apalagi kepalanya disandarin
gini.Ini benar2 indah banget...'
Vino dan Laras balik ke Jakarta tapi tidak ke kediaman
Adijaya,tapi menuju rumah lamanya.Rumah itu ga sebesar kediaman Adijaya yang
sekarang tapi juga mewah dan besar.Pak Syamsul gembira melihat Laras dan Vino
datang,"Ras!Nak Vino!Syukur kalian gpp.Tiba2 saja Pak Bimo bawa saya
kemari."
Vino mencium tangan mertuanya,"Kami gpp Ayah.Ini juga rumah
Vino kok."
Gimana Revan ya?*tbc.....
Part 73 ♧ I AM
HIS QUEEN
A father...
♧♧ Pak Syamsul
kagum dengan rumah lama Vino,"Rumah ini banyak lukisannya ya
NakVino..."
Vino memandang lukisan pemandangan di dekatnya,"Ini kenang2an
mendiang papa Vino,Ayah.Papa Vino suka melukis."
Laras melihat lukisan cukup besar dimana ada anak kecil dipangku
seorang pria,"Itu siapa Vin?Anak kecilnya lucu deh pipinya tembem
gitu.Gemesin."
Vino terkenang masa lalu,"Pria itu papa aku.Dan anak kecil
itu..."
Pak Syamsul yang nebak,"Pasti Nak Vino..."
Vino mengangguk,"Ayah benar...anak kecil itu kini sudah
besar..."
Laras jadi salting sendiri,'Ups...padahal tadi aku bilang kalau
dia gemesin...aduh...mending aku lihat dapur ah...siapa tahu ada yang bisa
dimasak..'
Laras tanya,"Vin,aku belakang dulu ya...toiletnya sebelah
mana ya?"
Seorang pembantu mendekat,"Biar saya antar Non.."
Vino memperkenalkan wanita itu,"Ras,dia itu pengurus rumah
ini.Namanya Bibi Inem....Bi Inem ini isteri Vino,namanya Laras."
Laras pergi dengan Bi Inem.Sedang Vino mengajak Pak Syamsul
berkeliling.Vino mengajak Pak Syamsul ke sebuah ruangan,"Nah disini papa
saya biasa melukis.Lihat banyak kanvas dan peralatan lukis di sini..."
Pak Syamsul malah jadi pingin mencoba melukis,"Ehm...kalau di
kampung kadang saya suka buat kain batik.Ada tetangga yang punya usaha
begitu.Ya lumayan buat nambah2 penghasilan...Laras juga suka mbatik.Saya boleh
nyoba melukis ga Nak Vino?Kayaknya asyik juga melukis.."
Vino malah senang,"Silakan Ayah.Vino juga mau coba ah...Vino
mau melukis Laras he..he.."
Vino malah akrab sama Pak Syamsul,'Bersama Ayahnya Laras aku
merasa seperti papa ada disini.Oh iya kenapa aku ga minta restu Pak Syamsul
saja sekarang.Mumpung ada kesempatan nih...'
Vino mendekati Pak Syamsul,"Ehm...Ayah.Vino boleh bicara
sesuatu ga?Ini mengenai Laras."
Pak Syamsul berhenti melukis,"Tentu saja Nak Vino.Memang
Laras kenapa ya?Kalau dia berbuat salah saya minta maaf Nak Vino...ya makhlum
kami ga terbiasa hidup di kota."
Vino memberanikan diri,"Laras ga salah apa2 kok Ayah...justru
Vino merasa ga enak saja karena bagaimanapun juga Revan itu kakak Vino walau
cuma kakak tiri.Vino minta maaf ya Ayah.Karena itu Vino ingin minta restu Ayah
untuk..."
Untuk apa ya?*tbc...
Part 74 → I AM HIS QUEEN
Hear the word...
→→ Pak Syamsul tahu
arah pembicaraan Vino,ia memang sudah menanti kepastian status putrinya.Pak
Syamsul meletakkan peralatan lukisnya,"Nak Vino mau minta restu untuk
apa?"
Vino gugup juga,'Aduh kok nervous badai gini sih?Perasaan kalau teken
tender bernilai thriliunan ga gini amat deh...Vino..kamu bisa ....ini demi
Laras.'
Sementara itu,Laras sudah membuat nasi goreng,"Gimana Bi
cobain deh kepedasan ga?Kalau Ayah Laras tidak suka pedas."
Bi Inem acungi jempol,"Enak Non..eh Nyonya Muda.Tuan Muda
pasti suka.Ya udah saya akan siapin meja makan."
Laras heran kok Vino dan ayahnya ga ada di ruang tamu,'Mereka
kemana ya?Aku tanya Pak Yudi aja deh..'
Pak Yudi menunjuk ke ruangan lukis,"Mas Vino tadi ke sana mb
Laras dengan ayahnya mbak Laras juga..."
Laras menuju ke ruangan dimana Vino dan ayahnya berada,saat itulah
ia mendengar Vino bicara,"Vino...mencintai putri Ayah...Laras...dan Vino
ingin menikahi Laras secara benar.Vino minta restu dari Ayah..."
Laras terpana sekaligus sangat bahagia,'Vino melamar aku ke
Ayah?Ayah kasih restu ga ya?Kok aku jadi berdebar2 gini?Kayak pertama kali mau
nikah saja..aduh...jawab ya dong Yah...'
Pak Syamsul melihat Laras tapi Vino tidak,'Laras sepertinya dengar
perkataan Nak Vino...'
Pak Syamsul memandang Laras seakan bertanya harus jawab
apa,Laras mengangguk2 sambil berkaca2.Vino menanti,"Bagaimana Ayah?Ayah
tidak keberatan kan Vino menikah dengan Laras?Ayah restu kan?Vino janji akan
jadi suami yang baik buat Laras."
Pak Syamsul akhirnya menjawab,"Ayah restu Nak Vino...Titip
Laras ya?"
Vino terperangah,"Ayah restu?Yeah!!!Yes!!!Makasih
Ayah!!"
Vino langsung nari2 ala Alvino Adijaya.Bikin Laras
tersenyum,'Vino...Vino...sebaiknya aku pergi sebelum Vino tahu..'
Yudi heran,"Lho mbak Laras kok ga jadi masuk ke sana?Apa
perlu saya beritahu Mas Vino kalau mbak Laras nyariin?"
Laras menggeleng,"Ga usah Pak.Bilang saja kalau makanan sudah
siap.Tapi jangan bilang kalau saya tadi ke sini."
Yudi langsung melaksanakan perintah Laras.Kaget juga Yudi lihat
Vino lagi hepi meluk Pak Syamsul,"Maaf Mas Vino...makanan sudah siap di
ruang makan."
Vino sangat bahagia.Misi 1 completed.Misi 2?*bersambung...
Part 75 ☆☆ I AM
HIS QUEEN
The stars...
☆☆ Revan heran
mengikuti mobil Vino,"Kejebak macet lagi.Aduh...udah berjam2 kayak
begini.Hhhh...bisa malam baru sampai villa."
Bimo malah sengaja nyuruh Norman agar jalan normal
aja,"Man,jangan sampai dia ga bisa mengikuti kita.Pelan2 aja.Makin lama
makin bagus."
Mana ada longsor lagi,makin lama mereka kejebak di jalan.Malam
baru sampai di villa,Revan segera menyuruh anak buahnya mengepung mobil
Vino,"Keluar kamu Vin!!Serahkan Laras padaku!!Cepat!!"
Bimo keluar,Revan kaget,"Pak Bimo?Kok bisa?Ah Vino tega
ya...mengorbankan isteri sendiri demi keselamatan dirinya.Dia pasti sudah kabur.Tapi
bagiku yang penting Laras."
Anak buah Revan ngecek,"Ada perempuan Boss berambut panjang
didalam."
Revan senang,"Itu pasti Laras!Ras!Lebih baik kau ikut aku
saja Vino ga peduli padamu.Ia meninggalkanmu..."
Bimo ingin ketawa tapi biar lengkap bergaya melawan dan sok
melindungi Laras palsu,"Norman,ayo kita lawan mereka!!Hyaaat!!"
Revan makin yakin yang didalam mobil itu Laras,dia segera bawa
mobil Vino kabur tanpa lihat siapa yang didalam mobil,"Kita
pergi!!Tinggalkan mereka!!"
Norman panik,"Gimana nih Si Anabel dibawa tuh?!!"
Bimo tersenyum,"Mereka ga akan jauh...lihat saja!"
Namun kemudian Anabella panik,"Bimo!!Tolong!!Bimo!!Kamu tega
banget sih sama aku!!"
Revan kaget,"Lho kok bisa kamu Anabel yang ada di sini?Laras
mana?!!"
Anabel yang heran,"Mas Revan kalau naksir sama Anabel bilang
saja.Kenapa harus bawa kabur kayak gini sih?Walau Mas Revan lebih muda tapi
sorry ya Anabel sudah memilih Bimo.Dia itu lebih gemesin...hi.hi..."
Revan kesal diperdaya,dia keluar dari mobil,"Siapa juga yang
mau naksir kamu?Katakan dimana Laras?"
Anabel menggeleng,"Saya ga tahu...yang pasti dengan Tuan
Vino."
Revan ninggalin Anabella,"Sial ga ada sinyal lagi!!Vino pasti
balik ke Jakarta.Mana macet lagi.Bisa besok aku sampai sana."
Bimo dan Norman menemukan Anabella,senangnya Anabella langsung
main peluk Bimo dia,"My hero...akhirnya kau datang juga..."
Sementara itu Laras heran Vino belum juga masuk ke kamar,'Vino
kemana sih?Katanya cuma bentar ngecek keamanan...kok jadi lama ya?Aku jadi
cemas...'
Laras membuka pintu kamar,ga kelihatan Vino.Kemana ya Vino?*tbc...
Part 76 ★★ I AM HIS QUEEN
A light by night...
★★ Laras keluar
kamar niatnya mau nyari Vino tapi kok sepi,"Vin?Ayah?Pak Yudi?Mereka pada
kemana sih?Aku kok jadi takut ya?"
Sampai di ruang tengah tiba2 mati lampu,"Ya ampun...kok gelap
sih?Vin...Vino...kamu dimana sih Vin...Vino...!"
Namun Laras melihat ada cahaya diluar,iapun
keluar,"Wow...siapa yang nyalain lilin sebanyak ini?"
Laras mengikuti arah lilin dan sampai di taman samping rumah yang
memang cukup luas.Disana tamannya dihias dengan kerlap kerlip lampu membentuk
tulisan," ALVINO ADIJAYA ♡ LARAS AYUNINGTYAS..."
Laras terharu,'Ini pasti Vino...tapi dimana dia?'
Tiba2 terdengar suara Vino menyanyikan lagu Payung
Teduh,"Bila nanti...kuingin kau menjadi isteriku...berjalan
bersama..."
Laras bingung,'Ada suaranya tapi ga ada orangnya?Mana sih Vino?'
Rupanya dari balik gambar cinta muncul Vino dengan membawa
setangkai bunga berjalan mendekati Laras dan berlutut di
hadapannya,"Ras,aku tahu kita sudah menikah secara hukum tapi secara
pribadi sebagai Alvino Adijaya the real he..he..aku memintamu untuk menjadi
isteriku lagi.Benar2 isteriku.Kau mau kan Ras menikah dengan Alvino Adijaya
yang ada dihadapanmu sekarang?"
Para bodyguard,Pak Syamsul bahkan Bibi Inem juga hadir di sana,"Terima!Terima!!"
Laras mengambil bunga yang disodorkan Vino,ternyata ditangkainya
ada cincinnya,"Aku mau Vin..."
Vino tersenyum dan menyematkan cincin berlian ke jari manis Laras
dan mencium kening Laras penuh sayang,"Aku mencintaimu."
Semua bertepuk riuh,"Yeahhh!!"
Kejadian itu direkam oleh Yudi dan dikirim ke Bimo,"Lihat nih
Pak...acara lamarannya sukses!"
Laras terharu apalagi kala melihat sebuah tenda disiapkan di
sana,"Apa itu Vin?Siapa yang mau berkemah di sini?"
Vino berkata,"Kita."
Laras takjub,"Maksudmu kita akan tidur di tenda malam
ini?Disini?"
Vino mengajak Laras ke tenda,"Iya.Kan tadi kita batal ke
villa.Jadi sebagai gantinya kita camping di sini.Tenang saja.Semua bodyguard
standby kok.Dan banyak makanan juga di sini.Lihat ada sate,ada jagung
bakar,semua makanan khas kampung kamu deh...dan yang terpenting kita bisa lihat
indahnya langit di malam hari.Kau suka?"
Laras terharu dan mengangguk di pelukan Vino.Pilih
jagung/sate?tbc..
Part 77 ☆☆ I AM
HIS QUEEN
Many days...
Malam itu menjadi malam spesial dalam hidup Laras.Pria yang
ia cintai benar2 melamarnya.Apalagi melihat Vino begitu riang,memainkan gitar
menyanyikan lagu2 cinta untuknya,"Oh..Tuhan kucinta dia...sayang
dia..."
Para bodyguard bersuit2 sambil asyik bakar jagung,"Mesranya
Mas Vino...suaranya oke juga ya..."
Pak Syamsul asyik bakar sate,"Nak Vino!Suaranya boleh
juga."
Laras mendekati ayahnya,"Ayah..Laras bahagia sekali...Ayah
juga?"
Pak Syamsul mengusap kepala anaknya itu,"Tentu
Nak.Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ayah juga.Ayah percaya Nak Vino akan
membuatmu bahagia."
Vino mendekat sambil menenteng gitar,"Itu sudah pasti
Ayah.Alvino Adijaya selalu menepati ucapannya."
Sambil makan sate mereka menikmati indahnya langit yang
bertebaran bintang.Pak Syamsul akhirnya pamit mau tidur ga tahan udara
malam,"Ayah ke dalam dulu ya?Kalian teruskan saja kemahnya...mari
semuanya."
Yudi menawarkan jagung bakar,"Ini Mas Vino silakan
dinikmati..."
Laras yang menerima,"Terima kasih Pak Yudi..."
Laras nyuruh Vino milih duluan,"Kamu mau yang mana Vin?Ini
manis dan yang ini asin?"
Vino malah jawab,"Aku mau kamu aja...lebih manis
he..he..."
Laras tersipu,"Vino bisa aja deh...ya udah kamu yang
manis,aku yang asin..."
Vino ga mau,"Ga...ga..masak aku dibilang manis.Ya
galah!Kayaknya tadi ada yang bilang aku ini gemesin deh...iya kan kepala
batu?"
Laras merona ingat soal lukisan,"Iya kamu
gemesin...puas?"
Vino malah nyubit pipi Laras,"Tapi kamu lebih gemesin
lho..ha...ha..hamster betinaku.."
Laras langsung jewer kuping Vino sampai merah,"Bilang sekali
lagi...Ayo bilang!"
Vino mengaduh kesakitan,"Aauuuww!Kepala batu lepasin sakit
nih..."
Para bodyguard berjaga agak jauh,"Baru kali ini lihat Mas
Vino tunduk he..he.."
Malam kian larut,Vino dan Laras memakai selimut satu buat
berdua,mereka duduk melihat bintang.Vino berkata sambil memeluk
Laras,"Coba hitung bintang2 itu kepala batu!"
Laras nyandar manja di bahu Vino,"Banyak sekali Vin,ini saja
baru di belahan langit yang sini belum sana tuh."
Vino menatap langit,"Sebanyak itulah hari2 bahkan tahun2 yang
ingin kulalui bersamamu Ras...sebanyak jumlah bintang di langit..."
Is that a promise?bersambung...
Part 78 ☆☆ I AM HIS QUEEN
Every word...
☆☆ Laras dan Vino
asyik menghitung bintang,"Sudah lebih dari 100 Vin,tuh kamu sudah menguap
terus.Tidur gih!"
Vino berkata sambil menahan kantuk,"Aku akan menemanimu
sampai kita tua ...kakek2 nenek2..whooahhh..."
Laras menata bantal dan membaringkan Vino yang nyandar dipundak
dia,"Bayi gede...bobok ya...pasti kamu kecapekan deh bawa motor sejak
tadi...nyiapin ini semua...aku akan jagain kamu..."
Vino malah ngigau,"Kepala batu...pokoknya aku ga mau minum
obat...ga mau..."
Laras membetulkan selimut Vino,'Ya ampun sampai kebawa ke alam
bawah sadar ga mau minum obatnya...Vino...Vino...janji ya sama aku kamu akan
selalu bersamaku...'
Laras akhirnya menutup tenda dan tidur disamping Vino,"Met
mimpi indah Alvino Adijaya..."
Tanpa mereka sadari udara luar yang dingin membawa mereka
berpelukan dalam satu selimut.Zzz...zzz...
Sementara di Puncak,Bimo ikut senang mendapat kiriman video dari
Yudi,"Lihat Man!Untung saja kita gercep tadi kalau ga acara ini ga akan
sukses.Lihat tuh...Mas Vino bahagia sekali."
Norman manggut2,"Semua karena ide brilian Si Boneka Hantu itu...lihat
tuh dia kecapekan.Rambutnya diurai nutupi wajah gitu serem juga ya..."
Anabella memang ga mau tidur sendiri di kamar,trauma lihat
film horor katanya.Bimo berkata,"Besok kita segera cabut dari
sini.Okay?Sekarang biar aku yang jaga.Kamu tidur dulu.Nanti gantian."
Zzz...zz..
Keesokan harinya pagi2 buta,Bimo cs bergegas balik ke
Jakarta.Mereka ga mau kecolongan lagi.Sementara di rumah lama,di tenda
tepatnya,Laras bangun lebih dulu,'Astaga!Aku kok bisa meluk Vino gini?Gimana kalau
ada yang lihat?Untung Vino masih merem.Dia gemesin banget.Kemarin dia cium
kening aku.Gimana kalau cium kening dia?Mumpung dia tidur nih...'
Laras hendak mencium kening Vino namun karena Vino gerak
kepalanya jadinya malah...kena bibirnya Vino deh.Laras kaget demikian juga Vino
yang jelas jadi bangun,'Barusan kayak ada yang nempel di bibir aku deh..buka
mata ah...'
Mata Laras dan Vino bertemu pandang,Laras segera bangun,merona
merah gitu mukanya.Vino mengusap bibirnya sambil mesem2 bahagia,"Bilang
aja kalau mau minta itu tuh...he..he..aku siap kok..."
Siap buat apa sih Vin?*bersambung.........
•
Part 79
●● I AM HIS QUEEN
Prepare ye the way...
♣♣ Laras tersipu2 menyadari bahwa dia dan Vino barusan first kiss,on the lips lagi,'Astaga Laras...kamu ngapain sih barusan?Gimana kalau Vino mikir kamu yang ga2?'
Tapi Vino malah baper,dia mengusap bibirnya sambil senyum2 ga jelas gitu,"He...he..."
Laras segera berkata,"Ehm...maaf Vin aku tadi ga sengaja...tadi...aku..."
Vino malah senyum manis gitu,"Kenapa minta maaf sih Ras...sengaja juga gpp kok...aku ngerti kok...pesona seorang Alvino Adijaya itu memang luar biasa jadi ya wajar saja kamu jadi ga tahan untuk segera jadi Nyonya Alvino Adijaya..."
Laras bengong,"Apa?!"
Vino malah melanjutkan,"Tapi lain kali Ras,kamu ga usah nyuri2 kesempatan kayak tadi...kamu cukup bilang saja sama aku...Vino suamiku sayang...aku kangen sama kamu...aku pasti paham kok..."
Laras ngambil bantal,ditimpuknya Vino pakai bantal,"Enak aja ya...siapa juga yang mencuri kesempatan...nih...rasain!!"
Buk!Buk!Buk!
Para bodyguard kaget dengar suara keributan di dalam tenda,"Ada apa itu?Kita perlu turut campur ga?"
Yudi mencegah,"Ga usah!Itu privasi mereka.Lagian Mas Vino itu ga mungkin menyakiti mb Laras.Dia itu sayang banget sama Mb Laras.Kalau Mas Vino manggil kita baru kita ke sana."
Namun mereka semua jadi kaget kala mendengar suara Vino berteriak kesakitan,"Ras,jangan pukul terus...auwww!!Kepala batu...aduh!"
Yudi akhirnya mendekati tenda,"Mas Vino?Mas Vino gpp?"
Vino membuka tendanya dan tahu ga posisi Vino itu lagi tengkurep terus Laras di atas dia duduk di punggung dia.Laras salting,diliatin sama para pengawal Vino,"Ehm...ups...udah pagi ya...ya udah ..."
Laras pergi masuk ke dalam rumah,bawa bantalnya.Para bodyguard segera bantu tuan mudanya,'Ini kagak salah lihat?Mas Vino kalah sama isterinya?'
Vino bangun,"Kalian ngapain muncul?Jadi ganggu kan?"
Yudi bingung juga,"Lha tadi Mas Vino teriak2 gitu?Kami kira terjadi sesuatu sama Mas Vino...."
Vino malah pamer otot,"Kalian ga lihat nih?Otot trisep dan bisep aku?Alvino Adijaya itu kuat...ya ga mungkinlah kenapa2..."
Mereka tertunduk,"Maafkan kami Mas..."
Vino mengambil selimutnya,"Ya sudah beresin tendanya!Aku mau ke dalam dulu.Disini dingin juga ya..."
Gimana persiapan pernikahannya?*tbc
Prepare ye the way...
♣♣ Laras tersipu2 menyadari bahwa dia dan Vino barusan first kiss,on the lips lagi,'Astaga Laras...kamu ngapain sih barusan?Gimana kalau Vino mikir kamu yang ga2?'
Tapi Vino malah baper,dia mengusap bibirnya sambil senyum2 ga jelas gitu,"He...he..."
Laras segera berkata,"Ehm...maaf Vin aku tadi ga sengaja...tadi...aku..."
Vino malah senyum manis gitu,"Kenapa minta maaf sih Ras...sengaja juga gpp kok...aku ngerti kok...pesona seorang Alvino Adijaya itu memang luar biasa jadi ya wajar saja kamu jadi ga tahan untuk segera jadi Nyonya Alvino Adijaya..."
Laras bengong,"Apa?!"
Vino malah melanjutkan,"Tapi lain kali Ras,kamu ga usah nyuri2 kesempatan kayak tadi...kamu cukup bilang saja sama aku...Vino suamiku sayang...aku kangen sama kamu...aku pasti paham kok..."
Laras ngambil bantal,ditimpuknya Vino pakai bantal,"Enak aja ya...siapa juga yang mencuri kesempatan...nih...rasain!!"
Buk!Buk!Buk!
Para bodyguard kaget dengar suara keributan di dalam tenda,"Ada apa itu?Kita perlu turut campur ga?"
Yudi mencegah,"Ga usah!Itu privasi mereka.Lagian Mas Vino itu ga mungkin menyakiti mb Laras.Dia itu sayang banget sama Mb Laras.Kalau Mas Vino manggil kita baru kita ke sana."
Namun mereka semua jadi kaget kala mendengar suara Vino berteriak kesakitan,"Ras,jangan pukul terus...auwww!!Kepala batu...aduh!"
Yudi akhirnya mendekati tenda,"Mas Vino?Mas Vino gpp?"
Vino membuka tendanya dan tahu ga posisi Vino itu lagi tengkurep terus Laras di atas dia duduk di punggung dia.Laras salting,diliatin sama para pengawal Vino,"Ehm...ups...udah pagi ya...ya udah ..."
Laras pergi masuk ke dalam rumah,bawa bantalnya.Para bodyguard segera bantu tuan mudanya,'Ini kagak salah lihat?Mas Vino kalah sama isterinya?'
Vino bangun,"Kalian ngapain muncul?Jadi ganggu kan?"
Yudi bingung juga,"Lha tadi Mas Vino teriak2 gitu?Kami kira terjadi sesuatu sama Mas Vino...."
Vino malah pamer otot,"Kalian ga lihat nih?Otot trisep dan bisep aku?Alvino Adijaya itu kuat...ya ga mungkinlah kenapa2..."
Mereka tertunduk,"Maafkan kami Mas..."
Vino mengambil selimutnya,"Ya sudah beresin tendanya!Aku mau ke dalam dulu.Disini dingin juga ya..."
Gimana persiapan pernikahannya?*tbc
•
Part 80 ♡ I AM HIS QUEEN
Into the house...
>>> Laras masuk kamar sambil bawa bantal didekapannya,ketemu sama ayahnya yang juga baru bangun.Pak Syamsul heran lihat wajah merona putrinya,"Ras,kamu kenapa senyum2 gitu?Seneng habis dilamar ya?Nak Vino mana?Masih di tenda?"
Laras malah cuma kasih senyum dan anggukan,terus lari ke kamar dia.Jelas Pak Syamsul heran,'Kenapa Laras aneh gitu?Anak muda zaman sekarang memang sudah dimengerti..ah itu Nak Vino.Ajak olahraga pagi ah...'
Vino menyapa ayah mertuanya,"Pagi Ayah...lihat Laras ga?"
Pak Syamsul ngeliatin muka Vino yang juga ceria,"Ke kamar dia tadi.Temeni saya olahraga yuk...mumpung ada matahari pagi nih.."
Vino malah ngajak Pak Syamsul ke ruang gym,"Ikut Vino yuk Ayah.Ayah bisa milih peralatan olahraga yang mau dipakai."
Sementara itu Laras berbaring di ranjang sambil masih merona ria gitu,'Ya ampun aku tadi beneran nyium bibir Vino?Aduh aku malu banget...mana Vino bangun lagi.Gimana dong kalau ngadepi Vino nanti?Gimana kalau Vino cerita ke Ayah atau ke mama Rani?Atau ke Pak Bimo?Aduh...ga ga Vino pasti jaga nama baik aku.Dia aja ga malu2in Ayah di meja makan kok...aku harus percaya sama Vino...Vino ga akan mempermalukan aku.'
Laras lalu bangun untuk mandi.Tapi sempat menatap diri depan cermin gitu,diusapnya bibirnya sambil tersenyum,'Ciuman pertamaku dengan pria yang kucintai.Suamiku juga...bahagianya...bisa memberikan semua yang pertama untuknya...iih mikir apaan sih Ras?Ketularan Vino kan?Pikirannya ngeres deh.'
Dugaan Laras benar,Vino ga bahas soal ciuman tadi depan yang lain.Bahkan sama Pak Syamsul aja ga.Dia cuma senyum2 aja depan Laras,"Morning sayang..."
Laras kaget dipanggil gitu,"Vino apaan sih sayang2..."
Vino malah ke kamar,"Aku mau mandi ah..."
Laras segera meninggalkan kesibukannya di dapur dan nyusul Vino ke kamar,"Aku sudah siapin airnya Vin...kamu mau langsung kerja atau mau balik ke rumah Vin?"
Vino malah mikir,'Iya ya gimana kabar rumah?Aku kan juga harus kasih tahu mama kabar gembira ini.Mending pulang dulu deh.Sekalian aku mau minta nasehat mama soal resepsinya enaknya gimana.Aku harus persiapan banyak hal nih.'
Vino berhenti mendadak sehingga Laras jadi nabrak dia,"Buk!"
Laras jatuh ga ya?tbc.
Part 80 ♡ I AM HIS QUEEN
Into the house...
>>> Laras masuk kamar sambil bawa bantal didekapannya,ketemu sama ayahnya yang juga baru bangun.Pak Syamsul heran lihat wajah merona putrinya,"Ras,kamu kenapa senyum2 gitu?Seneng habis dilamar ya?Nak Vino mana?Masih di tenda?"
Laras malah cuma kasih senyum dan anggukan,terus lari ke kamar dia.Jelas Pak Syamsul heran,'Kenapa Laras aneh gitu?Anak muda zaman sekarang memang sudah dimengerti..ah itu Nak Vino.Ajak olahraga pagi ah...'
Vino menyapa ayah mertuanya,"Pagi Ayah...lihat Laras ga?"
Pak Syamsul ngeliatin muka Vino yang juga ceria,"Ke kamar dia tadi.Temeni saya olahraga yuk...mumpung ada matahari pagi nih.."
Vino malah ngajak Pak Syamsul ke ruang gym,"Ikut Vino yuk Ayah.Ayah bisa milih peralatan olahraga yang mau dipakai."
Sementara itu Laras berbaring di ranjang sambil masih merona ria gitu,'Ya ampun aku tadi beneran nyium bibir Vino?Aduh aku malu banget...mana Vino bangun lagi.Gimana dong kalau ngadepi Vino nanti?Gimana kalau Vino cerita ke Ayah atau ke mama Rani?Atau ke Pak Bimo?Aduh...ga ga Vino pasti jaga nama baik aku.Dia aja ga malu2in Ayah di meja makan kok...aku harus percaya sama Vino...Vino ga akan mempermalukan aku.'
Laras lalu bangun untuk mandi.Tapi sempat menatap diri depan cermin gitu,diusapnya bibirnya sambil tersenyum,'Ciuman pertamaku dengan pria yang kucintai.Suamiku juga...bahagianya...bisa memberikan semua yang pertama untuknya...iih mikir apaan sih Ras?Ketularan Vino kan?Pikirannya ngeres deh.'
Dugaan Laras benar,Vino ga bahas soal ciuman tadi depan yang lain.Bahkan sama Pak Syamsul aja ga.Dia cuma senyum2 aja depan Laras,"Morning sayang..."
Laras kaget dipanggil gitu,"Vino apaan sih sayang2..."
Vino malah ke kamar,"Aku mau mandi ah..."
Laras segera meninggalkan kesibukannya di dapur dan nyusul Vino ke kamar,"Aku sudah siapin airnya Vin...kamu mau langsung kerja atau mau balik ke rumah Vin?"
Vino malah mikir,'Iya ya gimana kabar rumah?Aku kan juga harus kasih tahu mama kabar gembira ini.Mending pulang dulu deh.Sekalian aku mau minta nasehat mama soal resepsinya enaknya gimana.Aku harus persiapan banyak hal nih.'
Vino berhenti mendadak sehingga Laras jadi nabrak dia,"Buk!"
Laras jatuh ga ya?tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar