I AM HIS QUEEN ^^^PART 71-80


Part 71 ☆☆ I AM HIS QUEEN
A great company...
☆☆ Sejak dari kediaman Adijaya,mobil Vino sudah dibuntuti.Revan niatnya mau nyulik Laras namun Vino malah pulang.Dia pikir Vino paling balik ke kantor lagi,namun ga nyana malah Vino bawa Laras ikut dengannya.Revan kesal,'Mau apa sih Vino selalu saja di dekat Laras?Masak ke kantor aja diajak juga?Posesif banget!'
            Lihat arah mobil Vino menuju jalur Puncak,Revan pikir Vino pasti mau ke villa keluarga Adijaya.Kesempatan pikirnya,"Bimo ga ada.Berarti penjagaan Vino agak lemah.Lagian dia kan masih belum fit pasca kecelakaan.Aku akan rebut Laras dari dia.'
Tapi meski ga sekuat Bimo,Norman itu jeli.Dia tahu ada yang mengikuti mobilnya,dia menghubungi Bimo di rumah,mana macet lagi jalannya.Vino sama Laras malah tidur di mobil,sandaran mesra berdua.Weleh...Sementara Revan meminta bantuan anak buah Marco untuk melaksanakan niatnya,"Ya jalan menuju arah Puncak.Vino pasti mau ke villa.Akan mudah menghancurkan dia disana.Tujuan saya hanyalah Laras.Soal Vino terserah!Mau kalian bunuh juga gpp asal Laras ga boleh kenapa2."
Marco mengirim anak buahnya,"Bantu putraku mendapatkan keinginannya!"
           Namun serombongan orang2 touring tiba2 muncul,salah satu dari mereka memepet mobil Vino,pakai jamper dan topi gitu.Vino diberitahu Norman situasinya,"Kita diikuti?Kita terjebak macet.Cuma motor aja yang bisa leluasa bergerak dalam kondisi begini."
Norman menunjuk ke arah luar,"Mas cepet pakai jamper dan mb Laras pakai topi ini.Terus kalian tukar tempat sama yang diluar itu."
Laras merhatiin pengendara motor yang diluar,"Itu kan Pak Bimo dan Bu Anabella?Kok mereka bisa disini sih?"
Norman jawab,"Ceritanya panjang mb Laras.Sebaiknya kalian cepat.Situasinya ga kondusif sekarang.Yang penting kalian selamat dulu.Biar soal yang lain jadi urusan kami."
Vino setuju,"Kayaknya kita ga bisa ke villa deh Ras.Gpp ya?Aku ga kepikiran kalau perjalanan ini akan membahayakan kamu.Maaf ya Ras?"
           Usai melakukan penyamaran,Vino dan Laras tukar tempat sama Bimo dan Anabella disaat Revan dan anak buahnya lengah.Revan kehalang sama rombongan touring,"Sial!Mereka itu halangi pandangan deh.Bawaannya aneh2 lagi."
Selamatkah Vino dan Laras dari Revan?**bersambung.


Part 72 ★ I AM HIS QUEEN
I lead them...
★★ Bimo berkata pada Vino,"Mas Vino,saya akan alihkan perhatian Mas Revan.Biar dia mengira Mas Vino dan mb Laras masih di mobil ini.Saya akan kecoh mereka.Mas Vino dan mb Laras sebaiknya juga jangan kembali ke rumah.Saya yakin masih ada mata2 Marco disana."
Vino bertanya,"Lalu Ayah sama siapa Bim?"
Bimo jawab,"Sama Yudi dan team mas.Pak Syamsul ada di rumah lama.Kalau Bu Rani dijaga sama Alfan dan team."
Vino segera menyuruh Laras pegangan,"Ras,pegangan yang kuat ya?Aku akan nyelip2 nih jalannya."
Laras segera meluk Vino erat2,"Iya Vin,tapi tetep hati2 ya Vin.Ga ke Villa gpp kok.Yang penting bersama kamu."
Vino langsung makcless dengernya,'Aku memang ga salah pilih.Laras memang tercipta untukku.Bagi dia akulah yang terpenting.Ya iyalah...Alvino Adijaya memang mempesona...'
Anabella heran,"Tuan Vino cepetan!!Mumpung rombongan touringnya masih ada."
Vino segera tancap gas bawa Laras pergi.Sementara Anabella mengurai rambutnya biar mirip Laras,"Gimana Bim?Cantikan mana aku sama mb Laras?11 -12 kan?"
Bimo bingung jawabnya,"Kamu tanya Norman saja.Aku mau bergaya dulu biar mirip Mas Vino."
Anabella malah nyandar di bahu Bimo,"Akhirnya Bim kita punya moment romantis juga ya?Di mobil mewahnya Tuan Vino lagi.Disopiri lagi sama ajudan he..he.."
Norman geleng kepala,"Kalian itu emang serasi deh...walau ga seromantis Mas Vino dan mb Laras sih yeahh nyerempet2 dikitlah..."
Bimo dan Anabella protes bareng,"What???!!"
            Sementara Revan ga melihat kepergian Vino dengan Laras naik motor.Laras malah meluk mesra Vino di motor,'Bahagianya bisa meluk Vino kayak gini.Ini lebih romantis dari yang kubayangkan.'
Laras malah nyandar manja di punggung Vino,Vinonya senang dong,'Laras meluk aku rasanya hangat deh...apalagi kepalanya disandarin gini.Ini benar2 indah banget...'
Vino dan Laras balik ke Jakarta tapi tidak ke kediaman Adijaya,tapi menuju rumah lamanya.Rumah itu ga sebesar kediaman Adijaya yang sekarang tapi juga mewah dan besar.Pak Syamsul gembira melihat Laras dan Vino datang,"Ras!Nak Vino!Syukur kalian gpp.Tiba2 saja Pak Bimo bawa saya kemari."
Vino mencium tangan mertuanya,"Kami gpp Ayah.Ini juga rumah Vino kok."
Gimana Revan ya?*tbc.....

Part 73 ♧ I AM HIS QUEEN

A father...
♧♧ Pak Syamsul kagum dengan rumah lama Vino,"Rumah ini banyak lukisannya ya NakVino..."
Vino memandang lukisan pemandangan di dekatnya,"Ini kenang2an mendiang papa Vino,Ayah.Papa Vino suka melukis."
Laras melihat lukisan cukup besar dimana ada anak kecil dipangku seorang pria,"Itu siapa Vin?Anak kecilnya lucu deh pipinya tembem gitu.Gemesin."
Vino terkenang masa lalu,"Pria itu papa aku.Dan anak kecil itu..."
Pak Syamsul yang nebak,"Pasti Nak Vino..."
Vino mengangguk,"Ayah benar...anak kecil itu kini sudah besar..."
Laras jadi salting sendiri,'Ups...padahal tadi aku bilang kalau dia gemesin...aduh...mending aku lihat dapur ah...siapa tahu ada yang bisa dimasak..'
Laras tanya,"Vin,aku belakang dulu ya...toiletnya sebelah mana ya?"
Seorang pembantu mendekat,"Biar saya antar Non.."
Vino memperkenalkan wanita itu,"Ras,dia itu pengurus rumah ini.Namanya Bibi Inem....Bi Inem ini isteri Vino,namanya Laras."
Laras pergi dengan Bi Inem.Sedang Vino mengajak Pak Syamsul berkeliling.Vino mengajak Pak Syamsul ke sebuah ruangan,"Nah disini papa saya biasa melukis.Lihat banyak kanvas dan peralatan lukis di sini..."
Pak Syamsul malah jadi pingin mencoba melukis,"Ehm...kalau di kampung kadang saya suka buat kain batik.Ada tetangga yang punya usaha begitu.Ya lumayan buat nambah2 penghasilan...Laras juga suka mbatik.Saya boleh nyoba melukis ga Nak Vino?Kayaknya asyik juga melukis.."
Vino malah senang,"Silakan Ayah.Vino juga mau coba ah...Vino mau melukis Laras he..he.."
Vino malah akrab sama Pak Syamsul,'Bersama Ayahnya Laras aku merasa seperti papa ada disini.Oh iya kenapa aku ga minta restu Pak Syamsul saja sekarang.Mumpung ada kesempatan nih...'
Vino mendekati Pak Syamsul,"Ehm...Ayah.Vino boleh bicara sesuatu ga?Ini mengenai Laras."
Pak Syamsul berhenti melukis,"Tentu saja Nak Vino.Memang Laras kenapa ya?Kalau dia berbuat salah saya minta maaf Nak Vino...ya makhlum kami ga terbiasa hidup di kota."
Vino memberanikan diri,"Laras ga salah apa2 kok Ayah...justru Vino merasa ga enak saja karena bagaimanapun juga Revan itu kakak Vino walau cuma kakak tiri.Vino minta maaf ya Ayah.Karena itu Vino ingin minta restu Ayah untuk..."
Untuk apa ya?*tbc...
 Part 74 → I AM HIS QUEEN
Hear the word...
→→ Pak Syamsul tahu arah pembicaraan Vino,ia memang sudah menanti kepastian status putrinya.Pak Syamsul meletakkan peralatan lukisnya,"Nak Vino mau minta restu untuk apa?"
Vino gugup juga,'Aduh kok nervous badai gini sih?Perasaan kalau teken tender bernilai thriliunan ga gini amat deh...Vino..kamu bisa ....ini demi Laras.'
Sementara itu,Laras sudah membuat nasi goreng,"Gimana Bi cobain deh kepedasan ga?Kalau Ayah Laras tidak suka pedas."
Bi Inem acungi jempol,"Enak Non..eh Nyonya Muda.Tuan Muda pasti suka.Ya udah saya akan siapin meja makan."
Laras heran kok Vino dan ayahnya ga ada di ruang tamu,'Mereka kemana ya?Aku tanya Pak Yudi aja deh..'
Pak Yudi menunjuk ke ruangan lukis,"Mas Vino tadi ke sana mb Laras dengan ayahnya mbak Laras juga..."
Laras menuju ke ruangan dimana Vino dan ayahnya berada,saat itulah ia mendengar Vino bicara,"Vino...mencintai putri Ayah...Laras...dan Vino ingin menikahi Laras secara benar.Vino minta restu dari Ayah..."
Laras terpana sekaligus sangat bahagia,'Vino melamar aku ke Ayah?Ayah kasih restu ga ya?Kok aku jadi berdebar2 gini?Kayak pertama kali mau nikah saja..aduh...jawab ya dong Yah...'
Pak Syamsul melihat Laras tapi Vino tidak,'Laras sepertinya dengar perkataan Nak Vino...'
           Pak Syamsul memandang Laras seakan bertanya harus jawab apa,Laras mengangguk2 sambil berkaca2.Vino menanti,"Bagaimana Ayah?Ayah tidak keberatan kan Vino menikah dengan Laras?Ayah restu kan?Vino janji akan jadi suami yang baik buat Laras."
Pak Syamsul akhirnya menjawab,"Ayah restu Nak Vino...Titip Laras ya?"
Vino terperangah,"Ayah restu?Yeah!!!Yes!!!Makasih Ayah!!"
Vino langsung nari2 ala Alvino Adijaya.Bikin Laras tersenyum,'Vino...Vino...sebaiknya aku pergi sebelum Vino tahu..'
Yudi heran,"Lho mbak Laras kok ga jadi masuk ke sana?Apa perlu saya beritahu Mas Vino kalau mbak Laras nyariin?"
Laras menggeleng,"Ga usah Pak.Bilang saja kalau makanan sudah siap.Tapi jangan bilang kalau saya tadi ke sini."
          Yudi langsung melaksanakan perintah Laras.Kaget juga Yudi lihat Vino lagi hepi meluk Pak Syamsul,"Maaf Mas Vino...makanan sudah siap di ruang makan."
Vino sangat bahagia.Misi 1 completed.Misi 2?*bersambung...

Part 75 ☆☆ I AM HIS QUEEN
The stars...
☆☆ Revan heran mengikuti mobil Vino,"Kejebak macet lagi.Aduh...udah berjam2 kayak begini.Hhhh...bisa malam baru sampai villa."
Bimo malah sengaja nyuruh Norman agar jalan normal aja,"Man,jangan sampai dia ga bisa mengikuti kita.Pelan2 aja.Makin lama makin bagus."
Mana ada longsor lagi,makin lama mereka kejebak di jalan.Malam baru sampai di villa,Revan segera menyuruh anak buahnya mengepung mobil Vino,"Keluar kamu Vin!!Serahkan Laras padaku!!Cepat!!"
Bimo keluar,Revan kaget,"Pak Bimo?Kok bisa?Ah Vino tega ya...mengorbankan isteri sendiri demi keselamatan dirinya.Dia pasti sudah kabur.Tapi bagiku yang penting Laras."
Anak buah Revan ngecek,"Ada perempuan Boss berambut panjang didalam."
Revan senang,"Itu pasti Laras!Ras!Lebih baik kau ikut aku saja Vino ga peduli padamu.Ia meninggalkanmu..."
Bimo ingin ketawa tapi biar lengkap bergaya melawan dan sok melindungi Laras palsu,"Norman,ayo kita lawan mereka!!Hyaaat!!"
Revan makin yakin yang didalam mobil itu Laras,dia segera bawa mobil Vino kabur tanpa lihat siapa yang didalam mobil,"Kita pergi!!Tinggalkan mereka!!"
Norman panik,"Gimana nih Si Anabel dibawa tuh?!!"
Bimo tersenyum,"Mereka ga akan jauh...lihat saja!"
Namun kemudian Anabella panik,"Bimo!!Tolong!!Bimo!!Kamu tega banget sih sama aku!!"
Revan kaget,"Lho kok bisa kamu Anabel yang ada di sini?Laras mana?!!"
Anabel yang heran,"Mas Revan kalau naksir sama Anabel bilang saja.Kenapa harus bawa kabur kayak gini sih?Walau Mas Revan lebih muda tapi sorry ya Anabel sudah memilih Bimo.Dia itu lebih gemesin...hi.hi..."
Revan kesal diperdaya,dia keluar dari mobil,"Siapa juga yang mau naksir kamu?Katakan dimana Laras?"
Anabel menggeleng,"Saya ga tahu...yang pasti dengan Tuan Vino."
Revan ninggalin Anabella,"Sial ga ada sinyal lagi!!Vino pasti balik ke Jakarta.Mana macet lagi.Bisa besok aku sampai sana."
Bimo dan Norman menemukan Anabella,senangnya Anabella langsung main peluk Bimo dia,"My hero...akhirnya kau datang juga..."
Sementara itu Laras heran Vino belum juga masuk ke kamar,'Vino kemana sih?Katanya cuma bentar ngecek keamanan...kok jadi lama ya?Aku jadi cemas...'
Laras membuka pintu kamar,ga kelihatan Vino.Kemana ya Vino?*tbc...

 Part 76 ★★ I AM HIS QUEEN
A light by night...
★★ Laras keluar kamar niatnya mau nyari Vino tapi kok sepi,"Vin?Ayah?Pak Yudi?Mereka pada kemana sih?Aku kok jadi takut ya?"
Sampai di ruang tengah tiba2 mati lampu,"Ya ampun...kok gelap sih?Vin...Vino...kamu dimana sih Vin...Vino...!"
Namun Laras melihat ada cahaya diluar,iapun keluar,"Wow...siapa yang nyalain lilin sebanyak ini?"
Laras mengikuti arah lilin dan sampai di taman samping rumah yang memang cukup luas.Disana tamannya dihias dengan kerlap kerlip lampu membentuk tulisan," ALVINO ADIJAYA ♡ LARAS AYUNINGTYAS..."
Laras terharu,'Ini pasti Vino...tapi dimana dia?'
Tiba2 terdengar suara Vino menyanyikan lagu Payung Teduh,"Bila nanti...kuingin kau menjadi isteriku...berjalan bersama..."
Laras bingung,'Ada suaranya tapi ga ada orangnya?Mana sih Vino?'
Rupanya dari balik gambar cinta muncul Vino dengan membawa setangkai bunga berjalan mendekati Laras dan berlutut di hadapannya,"Ras,aku tahu kita sudah menikah secara hukum tapi secara pribadi sebagai Alvino Adijaya the real he..he..aku memintamu untuk menjadi isteriku lagi.Benar2 isteriku.Kau mau kan Ras menikah dengan Alvino Adijaya yang ada dihadapanmu sekarang?"
Para bodyguard,Pak Syamsul bahkan Bibi Inem juga hadir di sana,"Terima!Terima!!"
Laras mengambil bunga yang disodorkan Vino,ternyata ditangkainya ada cincinnya,"Aku mau Vin..."
Vino tersenyum dan menyematkan cincin berlian ke jari manis Laras dan mencium kening Laras penuh sayang,"Aku mencintaimu."
Semua bertepuk riuh,"Yeahhh!!"
Kejadian itu direkam oleh Yudi dan dikirim ke Bimo,"Lihat nih Pak...acara lamarannya sukses!"
Laras terharu apalagi kala melihat sebuah tenda disiapkan di sana,"Apa itu Vin?Siapa yang mau berkemah di sini?"
Vino berkata,"Kita."
Laras takjub,"Maksudmu kita akan tidur di tenda malam ini?Disini?"
Vino mengajak Laras ke tenda,"Iya.Kan tadi kita batal ke villa.Jadi sebagai gantinya kita camping di sini.Tenang saja.Semua bodyguard standby kok.Dan banyak makanan juga di sini.Lihat ada sate,ada jagung bakar,semua makanan khas kampung kamu deh...dan yang terpenting kita bisa lihat indahnya langit di malam hari.Kau suka?"
Laras terharu dan mengangguk di pelukan Vino.Pilih jagung/sate?tbc..

Part 77 ☆☆ I AM HIS QUEEN
Many days...
            Malam itu menjadi malam spesial dalam hidup Laras.Pria yang ia cintai benar2 melamarnya.Apalagi melihat Vino begitu riang,memainkan gitar menyanyikan lagu2 cinta untuknya,"Oh..Tuhan kucinta dia...sayang dia..."
Para bodyguard bersuit2 sambil asyik bakar jagung,"Mesranya Mas Vino...suaranya oke juga ya..."
Pak Syamsul asyik bakar sate,"Nak Vino!Suaranya boleh juga."
Laras mendekati ayahnya,"Ayah..Laras bahagia sekali...Ayah juga?"
Pak Syamsul mengusap kepala anaknya itu,"Tentu Nak.Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ayah juga.Ayah percaya Nak Vino akan membuatmu bahagia."
Vino mendekat sambil menenteng gitar,"Itu sudah pasti Ayah.Alvino Adijaya selalu menepati ucapannya."
            Sambil makan sate mereka menikmati indahnya langit yang bertebaran bintang.Pak Syamsul akhirnya pamit mau tidur ga tahan udara malam,"Ayah ke dalam dulu ya?Kalian teruskan saja kemahnya...mari semuanya."
Yudi menawarkan jagung bakar,"Ini Mas Vino silakan dinikmati..."
Laras yang menerima,"Terima kasih Pak Yudi..."
Laras nyuruh Vino milih duluan,"Kamu mau yang mana Vin?Ini manis dan yang ini asin?"
Vino malah jawab,"Aku mau kamu aja...lebih manis he..he..."
Laras tersipu,"Vino bisa aja deh...ya udah kamu yang manis,aku yang asin..."
Vino ga mau,"Ga...ga..masak aku dibilang manis.Ya galah!Kayaknya tadi ada yang bilang aku ini gemesin deh...iya kan kepala batu?"
Laras merona ingat soal lukisan,"Iya kamu gemesin...puas?"
Vino malah nyubit pipi Laras,"Tapi kamu lebih gemesin lho..ha...ha..hamster betinaku.."
Laras langsung jewer kuping Vino sampai merah,"Bilang sekali lagi...Ayo bilang!"
Vino mengaduh kesakitan,"Aauuuww!Kepala batu lepasin sakit nih..."
Para bodyguard berjaga agak jauh,"Baru kali ini lihat Mas Vino tunduk he..he.."
             Malam kian larut,Vino dan Laras memakai selimut satu buat berdua,mereka duduk melihat bintang.Vino berkata sambil memeluk Laras,"Coba hitung bintang2 itu kepala batu!"
Laras nyandar manja di bahu Vino,"Banyak sekali Vin,ini saja baru di belahan langit yang sini belum sana tuh."
Vino menatap langit,"Sebanyak itulah hari2 bahkan tahun2 yang ingin kulalui bersamamu Ras...sebanyak jumlah bintang di langit..."
Is that a promise?bersambung...


 Part 78 ☆☆ I AM HIS QUEEN
Every word...
☆☆ Laras dan Vino asyik menghitung bintang,"Sudah lebih dari 100 Vin,tuh kamu sudah menguap terus.Tidur gih!"
Vino berkata sambil menahan kantuk,"Aku akan menemanimu sampai kita tua ...kakek2 nenek2..whooahhh..."
Laras menata bantal dan membaringkan Vino yang nyandar dipundak dia,"Bayi gede...bobok ya...pasti kamu kecapekan deh bawa motor sejak tadi...nyiapin ini semua...aku akan jagain kamu..."
Vino malah ngigau,"Kepala batu...pokoknya aku ga mau minum obat...ga mau..."
Laras membetulkan selimut Vino,'Ya ampun sampai kebawa ke alam bawah sadar ga mau minum obatnya...Vino...Vino...janji ya sama aku kamu akan selalu bersamaku...'
Laras akhirnya menutup tenda dan tidur disamping Vino,"Met mimpi indah Alvino Adijaya..."
             Tanpa mereka sadari udara luar yang dingin membawa mereka berpelukan dalam satu selimut.Zzz...zzz...
Sementara di Puncak,Bimo ikut senang mendapat kiriman video dari Yudi,"Lihat Man!Untung saja kita gercep tadi kalau ga acara ini ga akan sukses.Lihat tuh...Mas Vino bahagia sekali."
Norman manggut2,"Semua karena ide brilian Si Boneka Hantu itu...lihat tuh dia kecapekan.Rambutnya diurai nutupi wajah gitu serem juga ya..."
            Anabella memang ga mau tidur sendiri di kamar,trauma lihat film horor katanya.Bimo berkata,"Besok kita segera cabut dari sini.Okay?Sekarang biar aku yang jaga.Kamu tidur dulu.Nanti gantian."
Zzz...zz..
             Keesokan harinya pagi2 buta,Bimo cs bergegas balik ke Jakarta.Mereka ga mau kecolongan lagi.Sementara di rumah lama,di tenda tepatnya,Laras bangun lebih dulu,'Astaga!Aku kok bisa meluk Vino gini?Gimana kalau ada yang lihat?Untung Vino masih merem.Dia gemesin banget.Kemarin dia cium kening aku.Gimana kalau cium kening dia?Mumpung dia tidur nih...'
            Laras hendak mencium kening Vino namun karena Vino gerak kepalanya jadinya malah...kena bibirnya Vino deh.Laras kaget demikian juga Vino yang jelas jadi bangun,'Barusan kayak ada yang nempel di bibir aku deh..buka mata ah...'
Mata Laras dan Vino bertemu pandang,Laras segera bangun,merona merah gitu mukanya.Vino mengusap bibirnya sambil mesem2 bahagia,"Bilang aja kalau mau minta itu tuh...he..he..aku siap kok..."
Siap buat apa sih Vin?*bersambung.........

                      Part 79 ●● I AM HIS QUEEN
Prepare ye the way...
♣♣ Laras tersipu2 menyadari bahwa dia dan Vino barusan first kiss,on the lips lagi,'Astaga Laras...kamu ngapain sih barusan?Gimana kalau Vino mikir kamu yang ga2?'
Tapi Vino malah baper,dia mengusap bibirnya sambil senyum2 ga jelas gitu,"He...he..."
Laras segera berkata,"Ehm...maaf Vin aku tadi ga sengaja...tadi...aku..."
Vino malah senyum manis gitu,"Kenapa minta maaf sih Ras...sengaja juga gpp kok...aku ngerti kok...pesona seorang Alvino Adijaya itu memang luar biasa jadi ya wajar saja kamu jadi ga tahan untuk segera jadi Nyonya Alvino Adijaya..."
Laras bengong,"Apa?!"
Vino malah melanjutkan,"Tapi lain kali Ras,kamu ga usah nyuri2 kesempatan kayak tadi...kamu cukup bilang saja sama aku...Vino suamiku sayang...aku kangen sama kamu...aku pasti paham kok..."
Laras ngambil bantal,ditimpuknya Vino pakai bantal,"Enak aja ya...siapa juga yang mencuri kesempatan...nih...rasain!!"
Buk!Buk!Buk!
Para bodyguard kaget dengar suara keributan di dalam tenda,"Ada apa itu?Kita perlu turut campur ga?"
Yudi mencegah,"Ga usah!Itu privasi mereka.Lagian Mas Vino itu ga mungkin menyakiti mb Laras.Dia itu sayang banget sama Mb Laras.Kalau Mas Vino manggil kita baru kita ke sana."
Namun mereka semua jadi kaget kala mendengar suara Vino berteriak kesakitan,"Ras,jangan pukul terus...auwww!!Kepala batu...aduh!"
Yudi akhirnya mendekati tenda,"Mas Vino?Mas Vino gpp?"
            Vino membuka tendanya dan tahu ga posisi Vino itu lagi tengkurep terus Laras di atas dia duduk di punggung dia.Laras salting,diliatin sama para pengawal Vino,"Ehm...ups...udah pagi ya...ya udah ..."
Laras pergi masuk ke dalam rumah,bawa bantalnya.Para bodyguard segera bantu tuan mudanya,'Ini kagak salah lihat?Mas Vino kalah sama isterinya?'
Vino bangun,"Kalian ngapain muncul?Jadi ganggu kan?"
Yudi bingung juga,"Lha tadi Mas Vino teriak2 gitu?Kami kira terjadi sesuatu sama Mas Vino...."
Vino malah pamer otot,"Kalian ga lihat nih?Otot trisep dan bisep aku?Alvino Adijaya itu kuat...ya ga mungkinlah kenapa2..."
Mereka tertunduk,"Maafkan kami Mas..."
Vino mengambil selimutnya,"Ya sudah beresin tendanya!Aku mau ke dalam dulu.Disini dingin juga ya..."
Gimana persiapan pernikahannya?*tbc


                     
Part 80 ♡ I AM HIS QUEEN
Into the house...
>>> Laras masuk kamar sambil bawa bantal didekapannya,ketemu sama ayahnya yang juga baru bangun.Pak Syamsul heran lihat wajah merona putrinya,"Ras,kamu kenapa senyum2 gitu?Seneng habis dilamar ya?Nak Vino mana?Masih di tenda?"
          Laras malah cuma kasih senyum dan anggukan,terus lari ke kamar dia.Jelas Pak Syamsul heran,'Kenapa Laras aneh gitu?Anak muda zaman sekarang memang sudah dimengerti..ah itu Nak Vino.Ajak olahraga pagi ah...'
Vino menyapa ayah mertuanya,"Pagi Ayah...lihat Laras ga?"
Pak Syamsul ngeliatin muka Vino yang juga ceria,"Ke kamar dia tadi.Temeni saya olahraga yuk...mumpung ada matahari pagi nih.."
Vino malah ngajak Pak Syamsul ke ruang gym,"Ikut Vino yuk Ayah.Ayah bisa milih peralatan olahraga yang mau dipakai."
Sementara itu Laras berbaring di ranjang sambil masih merona ria gitu,'Ya ampun aku tadi beneran nyium bibir Vino?Aduh aku malu banget...mana Vino bangun lagi.Gimana dong kalau ngadepi Vino nanti?Gimana kalau Vino cerita ke Ayah atau ke mama Rani?Atau ke Pak Bimo?Aduh...ga ga Vino pasti jaga nama baik aku.Dia aja ga malu2in Ayah di meja makan kok...aku harus percaya sama Vino...Vino ga akan mempermalukan aku.'
          Laras lalu bangun untuk mandi.Tapi sempat menatap diri depan cermin gitu,diusapnya bibirnya sambil tersenyum,'Ciuman pertamaku dengan pria yang kucintai.Suamiku juga...bahagianya...bisa memberikan semua yang pertama untuknya...iih mikir apaan sih Ras?Ketularan Vino kan?Pikirannya ngeres deh.'
Dugaan Laras benar,Vino ga bahas soal ciuman tadi depan yang lain.Bahkan sama Pak Syamsul aja ga.Dia cuma senyum2 aja depan Laras,"Morning sayang..."
Laras kaget dipanggil gitu,"Vino apaan sih sayang2..."
Vino malah ke kamar,"Aku mau mandi ah..."
Laras segera meninggalkan kesibukannya di dapur dan nyusul Vino ke kamar,"Aku sudah siapin airnya Vin...kamu mau langsung kerja atau mau balik ke rumah Vin?"
Vino malah mikir,'Iya ya gimana kabar rumah?Aku kan juga harus kasih tahu mama kabar gembira ini.Mending pulang dulu deh.Sekalian aku mau minta nasehat mama soal resepsinya enaknya gimana.Aku harus persiapan banyak hal nih.'
Vino berhenti mendadak sehingga Laras jadi nabrak dia,"Buk!"
Laras jatuh ga ya?tbc.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar