I AM HIS QUEEN ^^^PART 11-20


        PART 11 CERGAM 2 : 
       I AM HIS QUEEN
         Ga ngira temen2 ngajak makan diluar.Bicara soal makanan,Laras lagi bikin sarapan lho buat Vino.Yuk kita intip mereka!
¤>> Panik Vino lihat Laras ga ada di kamar,"Ras?Laras?"
        Masih pakai piyama favenya,alias belum mandi,Vino keluar dari kamar.Tanya ke bodyguard dia,"Norman,kamu lihat isteriku?"
Norman langsung siap,"Nyonya Muda menuju ke dapur Boss..."
Vino malah mencereng,"Aku kayaknya udah bilangin kamu deh Man,jangan panggil aku Boss..."
Norman mesem grogi,"Oh...iya Mas Vino...saya cuma takut aja katanya Mas Vino kehilangan ingatan jadi...saya manggilnya seperti paa saya pertama kerja sini."
           Vino geleng2 kepala dan pergi ke arah dapur,jelas saja semua pembantu langsung kaget lihat Vino ke dapur masih pakai piyama pula.Pada silau lihat gantengnya Vino.Padahal belum mandi tuh.Weleh...Lastri,pembantu bagian dalam sampai memejamkan mata,'Ya ampun Mas Vino itu bikin mataku takut kubuka...kalau dilihat ga pingin kedip.Aduh mana suamiku ada di sebelahku lagi.'
Mang Ujang,tukang kebun di kediaman Adijaya sekaligus suami Lastri heran lihat isterinya malah merem,"Lastri!!Kamu kelilipan ya?Makanya bersih2 itu pakai kacamata safety."
Lastripun melek,"Siapa yang kelilipan?Mataku baik2 aja kok...cuma silau aja."
Mang Ujang heran,"Silau?Perasaan sinar matahari kehalang pohon deh...aneh..."
Vino lega lihat Laras di dapur,para pembantu yang deg2an lihat Vino di dapur,'Waduh Mas Vino tumben masuk dapur.Kayaknya panik gitu...ohh...nyariin Nyonya muda too...cie..cie..pengantin baru.'
Laras ga nyadar Vino di dapur,"Mb Mety,kira2 Vino suka ga ya sama makanan buatanku ini?"
Mb Metynya ga berani jawab lha Vinonya aja di situ,'Waduh...mau jawab Mas Vino disini...kalau salah jawab gimana?Mending diam aja deh...'
Ahua dan Mety malah sikut2an,Vino memberi kode ke semua pembantu untuk keluar dari dapur.Laras malah sibuk plating,"Kalau dikasih irisan timun dia suka ga ya Mb Mety?"
Vino menjawab dekat di telinga Laras,"Ya maulah...apapun yang kamu masak aku pasti makan."
Laras kaget,"Vino?Kamu ngagetin deh.."
Vino malah pura2 marah,"Kamu tuh yang bikin aku jantungan.Pergi ga bilang."
Laras menahan senyum,"Ya ampun Vin,aku ga tega bangunin kamu."
*bersambung

                      PART 12 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
☆★ Vino main peluk dari belakang aja ke Laras,"Kamu bikin aku takut tahu ga?"
Laras jadi berdebar2,'Astaga...deg2an gini aku...perasaan apa ini?Biasanya aku risih dipegang sama pria,sama Revan aja ga pernah kayak gini.'
Laras tersipu2,"Vin,..malu dilihatin..."
Vino malah makin erat meluk Laras,"Cuma ada kita kok di sini.Aku udah suruh mereka semua pergi.Lagian kenapa malu Ras,kamu kan isteri aku sendiri?"
Laras ngalihin pembicaraan,"Ehm...iya sih...ya udah yuk kamu sarapan.Aku dah bikin nasi kuning buat kamu.Ini makanan mewah di kampung aku.Cuma kalau ada hajatan aja masak kayak gini."
Vino membuka mulutnya,Laras ngerti minta disuapi suaminya itu.Cie..suami.Disuapinya,"Gimana enak?"
Vino minta lagi,"Enak Ras.Lagi dong...aku laper nih."
Rani Adijaya masuk ke dapur,"Ya ampun Vino sayang...mama cariin lho.Rupanya disini.Masih belum mandi lagi.Yang lain dah nunggu di meja makan lho.Sekretaris kamu juga dah datang lho."
Laras langsung bayangin seorang wanita cantik kala mendengar soal sekretaris,wajahnya  jadi sedih2 gimana gitu.Vino malah habisin sarapannya,"Vino dah sarapan Ma,kalian makan aja."
Vino meraih jemari Laras,"Kamu juga sarapan ya...ikut sama mama ke meja makan.Aku mau mandi dulu.Bau acem he..he..sekali lagi makasih ya buat sarapannya."
Laras jadi tersenyum,'Walau aku cuma isteri palsu tapi aku dah bahagia banget Vin bisa buatin sarapan untuk kamu.'
Vino balik ke kamar,Laras ikut Rani Adijaya ke meja makan.Tapi ga ada wanita lain disana,'Katanya sekretaris Vino datang.Mana?Yang ada malah seorang pria berkacamata dan Revan.'
Rani memperkenalkan Laras ke pria itu,"Ras,ini Sean,sekretaris Vino di perusahaan.Kalau kamu mau tahu schedule Vino kamu bisa nanya ke dia."
Sean menyalami Laras,"Oh ini beautiful woman yang lagi jadi headline di mana2 karena menikah dengan my cousin."
Rani nerangin,"Jangan heran Ras.Sean memang sepupu Vino.Dia dulu tinggalnya di Manila makanya bahasanya agak campur aduk.Yuk kita sarapan!"
Sean celingukan nyari Vino,"Vinonya ga ikut breakfast sama kita,Aunty?Apa dia masih sakit?"
Rani malah senyum2,"Vino dah sarapan duluan.Disuapi lagi sama Laras..."
**bersambung

                     PART 13 CERGAM 2 :

                       I AM HIS QUEEN
          ☆★ Revan melirik ke arah Laras dengan rahang menegang,'Baru semalam dikasih warning keras eh udah lengket lagi sama Vino.Kenapa aku malah jadi sebel sih lihat Laras deket sama Vino?Aku kan yang bawa dia ke kehidupan Vino?Kayaknya malah jadi bumerang deh rencanaku.'
Sean malah melirik Revan,'Apa pernikahan Vino dan Laras ini manfaatin tanda tangan Vino yang waktu itu ya?Jika bukan karena Revan ngancam bakal bunuh orang tua aku di Manila,ga akan kubantu dia dapatin tanda tangan Vino di kertas kosong.Setahuku Vino ga pernah mention
about Laras.He always busy with his bussiness.I feel quilty to Vino.Tapi aku terpaksa...Revan menculik orang tua aku.'
             Oo...rupanya kenapa pernikahan Vino dan Laras dianggap sah karena tanda tangan Vino emang asli.Revan manfaatin Sean buat hal itu.Vino sudah selesai mandi dan udah rapi dengan jas yang ga terlalu formil,langsung dia duduk dekat Laras dengan wajah berbinar bahagia.Bimo dan Anabela sampai lirik2an melihatnya.
"Ngapain kamu ngelirik aku?"bisik Bimo.
Anabela mencep,"Siapa yang lirik situ.Geer banget.Aku tuh cuma mau kasih lihat gitu lho kalau jadi pria yang romantis kayak Mas Vino ke mb Laras.Kasih senyum,belai rambut dan tatap dengan penuh cinta...ohh..meleleh dan bikin baper.."
Rani mendengarnya,"Anabela,besok saya ada fashion show dengan sahabat saya Tari.Sekalian saya mau pakai acara itu buat pameran permata.Kamu sudah siapin semuanya?"
Anabela menjawab,"Semua under control Bu Rani.Cuma saya heran untuk cincinnya,akan dipakai model yang mana ya Bu?"
Rani malah melirik Laras,"Kamu tenang saja,saya sudah menemukan model yang terbaik untuk itu.Kamu siapkan saja design terbaik untuk modelnya."
Vino malah asyik megangi tangan Laras,"Mama,besok Vino pasti hadir di acara itu.Tentunya sama my queen..."
Sean langsung meledek,"You mean Laras right?"
Laras tersipu sedang Revan malah berdiri,"Aku mau ke kantor dulu.Ma,Revan pergi dulu."
Rani melambaikan tangan,"Bye Honey..."
Vino memandang Sean...bersambung

                      PART 14 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
          °•°• Vino melihat Sean terus memperhatikan Laras,"Sean,mana dokumen yang sifatnya very urgent for me to see?"
Sean geragapan,"Oh..ini Vin...Perjanjian Kontrak Kerja kita dengan supplier mesin dari Guand Dao,China.Buat pabrik kita yang baru."
Vino menerima berkasnya,"Semua aman kan selama aku absen?"
Laras melihat bagaimana Vino menanyai Sean banyak hal,terus pas Vino teken,'Tanda tangan itu...itu sama dengan pas di pernikahanku dulu.Ya ampun...kok bisa ya?Kan Vino yang asli ga ada di situ...kok tanda tangannya sama ya?Apa benar aku udah nikah secara hukum dengan Vino yang asli?Andai saja pernikahan itu nyata...aku dan Vino beneran yang nikah...pasti aku akan sangat bahagia...'
Vino selesai teken dokumen2 perusahaan,"Sean,aku akan ke perusahaan ntar siang,reschedule jadwal aku.Today,I have more important thing to do."
Sean pamitan karena kelihatannya Vino mau bicara dengan Laras berdua,"Ya udah Vin,aku pergi dulu ya.If something important,I will sent it to you by email okay?"
Bu Rani mendekati Laras,"Laras,kamu mau kan jadi model di fashion show saya besok?"
Laras malah ngeliatin Vino,minta persetujuan dia.Vino senyum manis sambil mengangguk.Laras nampak ga pede,"Tapi Vin,aku ini cuma wanita kampung.Ga ngerti soal begituan...kalau nanti malu2in gimana?"
Vino membelai pipi sang isteri,"Ras,kamu itu cantik.Lagipula mama aku pasti akan siap membantu kamu.Ya kan Ma?"
Rani mesem,"Pasti dong sayang.Mama udah siapin semua.Ya udah mama mau lihat persiapan acaranya.Mama tinggal pergi dulu ya.Ayo,Anabella!"
Bu Rani pergi dengan Anabella setelah cipika cipiki sama Vino dan Laras tentunya.Vino melihat pakaian Laras,'Masih aja kekeh pakai pakaian dia.Benar2 kepala batu.Tapi mau tampilan kayak apapun dia tetap saja cantik.'
Baru sampai teras,datang sebuah mobil warna pink.Keluar dari sana dua orang wanita.Satu muda satu sudah setengah baya.Laras heran,"Itu siapa Vin?"
Eh yang jawab malah yang baru datang,"Hello Vino!Lama ya ga lihat kamu.Aku baru sampai Jakarta nih habis dari Paris."
---bersambung......


                       Part 15 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           ♡♡ Laras risih lihat Vino hendak dipeluk cewek dengan baju pink rok pendek gitu,Vino malah bete lihat cewek itu.Ia malah menghindari pelukan Bianca dengan menarik Laras ke dekatnya,"Bianca,Tante Tari...nyari Mama ya?Baru aja pergi."
Bianca kesel lihat Laras,"Vin,ini pembantu baru kamu ya?Ga sopan banget sama tamu!"
Vino langsung berubah air mukanya,"Bianca,kayaknya kamu belum update berita ya?Ini Laras,kenalin dia ini isteriku.Mrs Alvino Adijaya."
Bianca kaget,"What??!! Jadi berita kamu nikah sama perempuan kampungan itu bukan hoax?Kok bisa sih Vin?Kamu pasti diguna2 ya sama dia."
Vino menghela nafas,"Sorry Bi..aku ga ada waktu jelasin hidup aku.Semua itu privasi aku dan aku harap kamu jaga bicara kamu soal isteri aku.Atau aku ga akan segan2 nutup akses masuk kalian ke rumah aku.Bimo!!"
Bimo langsung mendekat,"Ya Mas?"
Vino memeluk pinggang Laras,"Kita pergi!"
Tari sebel banget lihat Vino nyuekin Bianca,"Vin,kami ini tamu lho...kok malah ditinggal pergi sih?Ga sopan banget."
Vino membuka pintu mobil untuk Laras,"Maaf Tante kayaknya saya lupa ingatan deh...so sorry I have to go."
           Mobil Vino melaju meninggalkan kediaman Adijaya.Bianca menghentak2kan kakinya,"Iih..sebel2!!Tuh perempuan belagu banget sih?Berani ya nantangin Queen Bee.."
Tari malah mikir,"Kayaknya Vino benar2 sayang sama perempuan itu,Bi.Kamu harus rusak reputasi perempuan itu di mata Vino."
Bianca tersenyum licik,"Tenang Mi,Bianca pasti bakal nemuin cara hancurin dia.Vino itu cuma milih Bianca,Mi."
Lastri yang ga sengaja dengerin pembicaraan mereka jadi kesel,'Dasar perempuan2 jahat.Datang ga diundang bukannya bawa oleh2 khas Paris gitu lha kok malah bawa aura ga baik.Perlu disapu kayaknya...'
Lastri sengaja nyapu ngenain mereka sampahnya,Bianca marah,"Iih ini apa2an sih?Kok sampahnya diarahin ke aku sih?Minta dipecat ya kamu?"
Lastri berdalih,"Oh maaf2 mb Bianca soalnya disini banyak keongnya...takutnya kalau ga diberantas akan jadi keong racun deh kayak keong dua ini.."
Tari berkacak pinggang,"Apa maksud kamu nyamain kita dengan keong?Beracun lagi!"
Bianca milih cabut aja...Bersambung.

                       Part 16 CERGAM 2 : I AM HIS QUEEN
           ♥♥ Kita tinggalin si ratu lebah dan ratu nyinyir.Kita ikuti aja kemana Vino dan Laras pergi.Dalam mobil Laras nanya,"Vin,ehm...aku boleh nanya sesuatu ga ke kamu?"
Vino gemes dan nyubit pipi Laras,jelas Laras meringis plus merona gitu,"Auww!Vin,sakit tahu...kok malah nyubit pipi...ga boleh ya?"
Vino nerangin,"Ras,kamu itu isteri aku.Ngapain pakai ijin segala?Kamu itu tahu ga artinya jadi isteri seorang Alvino Adijaya?"
Laras geleng kepala,Vino malah mandangi Laras dengan dalam,'Dia itu sama sekali beda dari perempuan2 yang selama ini ngejar2 aku.Bersamanya aku merasakan ketulusan,kesederhanaan,kebaikan,dukungan dan sama sekali aku ga dapetin kelicikan sedikitpun di matanya...aku malah merasa sedang mendapat anugerah Tuhan,bisa punya isteri seperti Laras.Siapapun yang merancang kecelakaan terhadap aku,diubahkan Tuhan menjadi sebuah kebaikan.Walau aku masih heran kenapa memoriku soal Laras dan pernikahan kami sama sekali ga aku ingat.Benarkah aku amnesia temporal ataukah memang ga pernah ada memori itu?Aku bingung...masak dokter salah diagnosa?Aku bisa ingat kecelakaan yang kualami tapi kenapa aku tak ingat kejadian maha penting dalam hidupku,pernikahanku dengan Laras padahal jelas2 tanda tanganku asli.Aneh...Bimo juga ga aku jadikan sebagai saksi.Aneh sekali?Kayak bukan aku deh ga melibatkan Bimo dalam urusan sepenting itu.Kalau aku desak Laras,dia pasti bakal jujur.Aku harus bikin dia merasa aman dulu.Karena aku merasa dia itu selalu ketakutan,apalagi kalau ada Revan.Apa mungkin raibnya ayah mertuaku ada hubungannya sama Revan?Dia makai itu buat ngancam Laras?'
Laras heran lihat Vino malah diam saja sambil lihatin dia,'Vino kenapa ya?Ya ampun aku deg2an lagi kan deket Vino.Kenapa jantung aku ini?Ras,jangan sampai kamu jatuh hati beneran sama Vino.Bahaya Ras!Kamu itu ga pantas buat dia.Kamu itu cuma wanita dari kampung terpencil.Sadar Ras,eling...'
Bimo yang mecah kesunyian,"Ehem...mas Vino kita mau ke mana ya?"
Vino sadar,"Oh..ke butik dulu Bim.Di mall itu aja cabang butik Mama ada disana."
`````tbc


                       Part 17 cergam 2 : I AM HIS QUEEN
Turun dari mobil,Vino nanya ke Laras,"Kamu mau nanya apa tadi Ras?"
Laras ragu2,"Vin,bagaimana jika memorimu tentang aku ga pernah kembali?Apa kau akan membatalkan pernikahan kita?"
Vino menatapnya,"Kau tak suka menjadi isteriku Ras?"
Laras segera menggeleng,"Bukan itu...Aku suka kok...hanya..aku takut..."
Vino memotong,"Ras,lihat aku...kau ini isteri siapa?"
Laras langsung jawab,"Alvino Adijaya..."
Vino melanjutkan lagi,"Sekarang tutup matamu...dan bayangan siapa yang pertama muncul disana?"
Laras nurut,ia menutup matanya,'Wajahmu Vin,yang aku lihat begitu menutup mata...kau selalu ada di pikiranku Vin...'
Vino menunggu jawaban Laras,"Siapa yang kaulihat?"
Laras malah menunduk tersipu malu dia,Bimo jadi mesem.Vino tahu jawabannya,"Kembali atau tidaknya memori aku.Kita itu suami isteri sekarang.Jadi biarkan aku mengisi hari2ku dengan kamu.Dan biarkan aku menjadi suami yang baik buat kamu.Aku ingin memberi semua yang terbaik buat kamu Ras.Kamu itu isteri seorang Alvino Adijaya.Jadi kamu ga boleh nolak lagi pemberianku.Yuk kita ke dalam.Kamu pilih baju2 yang kamu suka.Termasuk aksesoriesnya.Aku ga mau kamu dihina lagi gara2 penampilan.'
Laras jadi terpesona,'Ya ampun Vin,kamu itu perhatian banget sama aku.'
Waktu mau masuk ke butik tiba2 hp Vino bunyi,"Bentar ya Ras.Kamu masuk dulu aja.Bim,temeni isteri aku ke dalam!"
             Laras masuk ditemani Bimo.Butiknya ramai.Sementara Vino telponan sama Sean,"Iya Sean,akan aku cek emailnya.Harus tanda tangan basah ya?Okay..okay.Aku cek dulu."
Bimo mendekati para pegawai butik,"Tolong tunjukkan baju2 terbaik butik ini.Isteri Boss saya mau melihatnya."
Mereka keheranan kala lihat siapa yang dimaksud Bimo,"Itu isteri Bossnya?Ga salah nih?Kampungan banget.Boss apa coba?"
Laras mendengarnya dan jadi sedih,'Memang aku ga sepadan sama Vino.Aku malu2in dia aja...'
Laras hendak keluar dari butik tapi ketemu Vino di pintu,"Lho Ras,kenapa malah mau pergi?"
Bimo ngejar Laras,"Mbak Laras,saya pikir masih di kamar pas..."
Vino lihat Laras jawab dengan muka sedih,"Ga papa kan Vin belinya nanti aja.Aku bisa ke pasar kok belinya.Biasanya juga di pasar belinya...kamu kan mau kerja juga..."
***bersambung***

                       Part 18 cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Vino tahu bahwa pasti Laras tidak dilayani dengan baik oleh pegawai butik.Iapun memeluk pinggang sang isteri dan menemui para pegawai butik.Jelas mereka kaget,"Lho itu kan Mas Vino?Tapi kok mesra banget sama wanita kampungan tadi?Jangan2..astaga itu wanita kan yang ada di tv itu?Yang katanya isterinya Mas Vino?Mati kita guys..."
Vino menatap mereka dengan tajam,"Kalian ini sudah lepas training semua kan?Kenapa bisa ada pembeli sampai keluar dari toko tanpa membeli apapun?Kalian tahu siapa pembelinya?"
Mereka diam semua,Laras jadi ga enak sendiri,"Udah Vin,kita pergi yuk..mereka ga salah kok...akunya aja emang ga pantas makai semua ini..."
Vino memanggil manager butik,"Namamu Agung ya?Kamu tahu kelakuan karyawan kamu hari  ini?Mereka membuat pelanggan pergi.Padahal jika mereka punya manner yang lebih baik,pelanggan itu berniat belanja besar2an di butik ini.Kalian tahu kerugian butik karena ulah tidak profesional kalian ini??!!"
Semua minta maaf ke Laras,"Maafkan kami Nyonya..."
Vino duduk,geram dia lihat Laras kembali dihina.Laras mendekatinya,"Vin,sudah jangan marahi mereka ya?Gini aja aku akan pilih baju habis itu kita pergi ya?"
             Vino mengangguk setelah meredam amarahnya.Laras segera dibantu karyawan butik milih baju.Dia pilih warna hitam karena mau ke keluarga yang sedang berduka.Vino takjub melihat Laras dimake over,'Cantik banget.Kayaknya aku perlu baju senada deh...'
           Vino minta Laras milihin baju juga buat dia,Laras memilihkan warna hitam juga.Lihat Vino yang emang ganteng pakai apa aja itu,Laras malah terharu,'Dia ga malu sama aku.Dia bahkan marah saat ada yang menghina aku.Vin,kamu baik banget sih...'
Keduanya segera pergi usai belanja,dan Vino sempat berkata pada manager butiknya,"Sebenarnya saya mau belanja lebih dari ini tapi sikap kalian membuat saya kecewa.Kesalahan ini jangan sampai terulang atau semua karyawan di butik ini akan saya ganti.Bimo,kita pergi!"
Manager butik memarahi semua pegawainya usai Vino pergi,"Kalian ini bagaimana sih?!!Kita semua terancam dipecat nih!Gimana kalau Mas Vino lapor ke Bu Rani.Kalian ini makanya punya mulut dijaga.Jangan ngomongin pelanggan!!Pokoknya kalian semua siap2 aja!!"
--tbc..

                       Part 19 cergam 2 : I AM HIS QUEEN
            ◇◆ Vino dan Laras membawa bucket bunga untuk ditaruh di makam mendiang pilot yang telah mengorbankan diri demi menyelamatkan Vino.Kepada pihak keluarga yang ditinggalkan Vino memberi santunan dan jaminan untuk hari depan mereka.Anak2 sang pilot akan disekolahkan bahkan bila mau kerja akan mendapat akses masuk ke perusahaan2 milik Vino.Laras terharu melihat Vino tak bisa menahan air matanya kala ziarah ke makam,'Bp pilot,makasih ya sudah menyelamatkan Vino.Saya ga kenal bp tapi saya sungguh berterima kasih atas pengorbanan bp buat suami saya.'
Laras ga sadar bahwa dia udah menganggap Vino suaminya.Vino malah hanya mampu berkaca2 jongkok di dekat makam,"Saya janji Pak,akan menjaga keluarga bapak.Terima kasih ya Pak."
             Laras menggenggam jemari Vino,memberi kekuatan batin padanya.Vino dan Laras berpamitan pada keluarga mendiang pilot.Mereka sangat terhibur dengan kedatangan pebisnis Alvino Adijaya ke kediaman mereka yang sederhana.
Di mobil Laras membiarkan Vino menyandarkan kepala di pundaknya,"Vin,sudah...jangan merasa bersalah terus.Kamu dengar sendiri kan kata isterinya sang pilot,bahwa suaminya memang sangat berhutang budi pada keluarga Adijaya.Apalagi ke kamu Vin.Kamu bantu operasi isterinya,memberinya pekerjaan dan masih banyak lagi.Kamu menabur kebaikan maka menuai kebaikan juga Vin."
Vino mengangguk,"Iya Ras...tapi tetap saja Ras,jika saja dia memilih menyelamatkan dirinya,aku takkan ada disini Ras.Duduk di sebelah kamu.Punya isteri sebaik kamu.Aku ga akan kenal kamu Ras."
Laras malah yang jadi gantian sedih,'Iya ya...kalau Vino tiada dalam kejadian itu,aku pasti ga akan merasakan perasaan hangat ini tiap kali bersama Vino.'
Bimo ngeliatin mereka dari spion,'Mas Vino dan mbak Laras makin nyaman satu sama lain.Bener2 udah kayak suami isteri beneran.Mereka memang serasi.Dua dunia yang berbeda bisa menyatu karena cinta.Moga saja mbak Laras memang jodoh mas Vino.Sepertinya mas Vino beneran jatuh hati sama mbak Laras.'
Hp Bimo bunyi,dari Bu Rani,"Bim,Vino dimana?"
Bimo lihat Vino malah tidur di pundak Laras.**tbc**

                       Part 20 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Bimo tahu Vino kecapekan,ia lalu memberi kode ke Laras.Laras menggeleng,ga berani bangunin Vino.Akhirnya Bimo mutusin akan membawa Vino ke kantor dulu,"Kami menuju kantor sekarang Bu Rani.Habis dari kantor saya akab antar Mb Laras menemui Bu Rani."
Rani mengerti kondisi Vino,"Okay Bim.Bawa mobilnya sehalus mungkin ya.Jangan sampai Vino terganggu tidurnya.Dia pasti lagi banyak pikiran tuh sampai tidur di mobil.Bilang Laras,saya titip Vino.Bye Bim."
           Laras mengambil bantal kecil dan menaruh pelan2 kepala Vino dipangkuannya,Bimo diam2 merhatiin semuanya.Bagaimana Laras hati2 banget jaga Vino sepanjang jalan,"Pelan2 aja Pak Bimo..."
Bimo nurut malah sengaja ambil rute yang paling muter biar lama Vino tidurnya.Laras malah asyik memandangi Vino yang pulas,'Tuhan,andai aku diberi kesempatan bisa jagain Vino kayak gini selamanya...andai saja Revan ga nyandera ayahku...aku akan berani jujur sama kamu Vin.Aku benci harus bohongi kamu Vin.Aku ga tega lihat kamu disakiti.Tuhan,jagai Vino ya dimanapun dia berada.Vin,kamu harus hidup.Kamu harus bahagia...asal kamu bahagia,aku juga akan bahagia Vin...'
             Laras malah jadi nangis sampai air matanya netes ke pipi Vino.Tentu saja Vino jadi bangun,Laras segera mengusap air matanya.Vino meraba pipinya,'Pipiku kok basah?Sepertinya Laras habis nangis.Ini kedua kalinya aku mergoki dia nangis didekat aku.Saat aku tidur pula.Apa yang sebenarnya ada di pikirannya?Jika dia memang berniat jahat kepadaku bekerjasama dengan musuhku untuk jatuhin aku lalu buat apa dia menangis?Sepertinya aku harus lakukan sesuatu.'
Melihat Vino bangun,Laras lalu pasang wajah senyum,"Kamu sudah bangun Vin?Gimana lebih enakan sekarang?"
Vino duduk dan mengangguk,"Iya Ras.Makasih ya udah jagain aku pas tidur."
Vino mengajak Laras ke tempat kerjanya dikenalin ke staff dan jajaran Board of Director.Laras grogi juga dan megangi lengan Vino sepanjang session.Tak sedikit yang kagum dengan kecantikan Laras,"Isteri Boss cantik banget ya...kayak artis Korea."
Vino hanya mesem mendengarnya,'Ya iyalah isteri Alvino Adijaya gitu loh...'
          Usai lunch bareng Vino,Laras diantar Bimo menemui Bu Rani.Mau dilatih jalan di atas catwalk.**bersambung**




Tidak ada komentar:

Posting Komentar