I AM HIS QUEEN ^^^PART 81-90


                      Part 81 ÷÷ 
                      I AM HIS QUEEN
Lifted up...
Niat Laras mau melayani sang suami pergi kerja eh malah bikin dia nubruk Vino yang berhenti mendadak,"Kyaa..."
Namun Vino yang berbadan atletis bin berotot he..he..dengan sigap menangkap tubuh sang isteri yang mau jatuh,"Hup!Set..."
Laras kembali diperhadapkan dengan wajah tampan sang suami yang begitu dekat dengannya,'Ya ampun...deg2an banget nih...dipeluk Vino gini?'
Vino malah cemasin Laras,"Kamu gpp kan sayang?"
Aduh makin klepek2 deh Laras,"Gpp kok Vin...makasih ya?"
Vino membantu Laras berdiri tegak tapi tangan dia masih meluk pinggang Laras,"Sama suami sendiri masih bilang makasih...ga perlu kali...emang udah kewajiban aku jagain kamu.Kamu kan isteri aku...walau belum isteri yang sesungguhnya sih..."
Laras heran,"Kok kamu tahu sih Vin kalau aku di belakang kamu?"
Vino mesem bangga gitu,"Ya iyalah.Alvino Adijaya itu pesonanya luar biasa.Belum mandi aja udah bikin baper apalagi kamu...aku tidur aja kamu nempel kok iya ga?"
Laras gemes dicubitinya Vino,"Iih jangan bahas yang tadi..."
Vino ngacir ke kamar,"Lho kan cuma ada kita aja...mending kabur deh daripada lebam2..."
Laras senyum2 lihat Vino langsung masuk kamar mandi,'Kabur dia.Dasar Vino.Belum nikah resmi aja aku merasa bahagia banget deket Vino...mending aku siapin deh baju dia.Koleksi bajunya di sini juga cukup banyak.Apa orang kaya gitu ya..punya koleksi dimana2.'
           Usai sarapan,Vino berencana membawa Laras dan ayahnya balik ke kediaman Adijaya.Pak Syamsul bahkan bawa juga perlengkapan lukis mendiang papa Vino.Kata Vino,"Bimo bilang sama saya,Ayah bingung mau ngapain di rumah.Jadi ini Vino bawa aja perlengkapan lukis Papa Vino.Biar di rumah Ayah bisa mengisi waktu dengan kegiatan positif.Ayah suka kan?"
Melihat ayahnya nampak bahagia,Laras jadi terharu,"Terima kasih ya Vin...sudah begitu perhatian sama ayah aku.Makasih sekali..."
Vino merangkul sang isteri,"Tuh kan makasih lagi...barusan dibilangin udah lupa..."
Laras nanya,"Lha terus aku nyataain makasihnya gimana?"
Vino malah berbisik,"Kamu tinggal lakuin aja kayak yang tadi pagi di tenda...hi..hi..."
Laras jelas jadi tersipu,"Iih Vino apaan sih?"
Hp Vino bunyi,"Iya Bim?Kamu dimana sekarang?"
Dimana Bimo?tbc..

                       Part 82 ~I AM HIS QUEEN
Should depart out...
~~ Bimo rupanya sudah di depan rumah lama,sterilisasi area.Dia minta diturunin di sekitar rumah lama sedang Norman dan Anabella lanjut ke kediaman Adijaya.Vino seneng banget lihat Bimo,"Hay Bim.Gimana kamu dan team gpp kan?"
Bimo senang hal itu yang ditanyakan pertama kali oleh bossnya,"Kami baik Mas.Tapi kayaknya nanti saja saya laporkan semuanya.Mas Vino kan mau kerja.Biar saya yang jaga hari ini."
Vino menggeleng,"Ga Bim!Saya mau ketemu mama dulu.Bagaimanapun mama harus tahu soal niat Vino mau nikah lagi sama Laras.Sekalian mau minta saran dan pertimbangan juga.Kamu tetep jaga Laras dan Pak Syamsul.Lagian aku ini udah prima lagi kok.Udah fit.Aku bisa jaga diri.Biar Norman saja yang ngawal aku."
Bimo manut,"Baiklah kalau begitu Mas.Biar saya yang setir mobilnya."
Vino memberikan kunci mobil ke Bimo,selama di jalan ia sibuk telponan sama Sean soal kerjaan,"Sean aku agak siang datangnya...Oh hari ini eksternal audit ya?Kamu pastiin ke Hans soal kelengkapan dokumen tiap departemen.Jangan sampai ada temuan minor sekalipun!Departemen yang sampai ada temuan,nanti akan mempertanggungjawabkannya ke aku langsung.Mengerti?"
Laras njewer kuping Vino,"Kebiasaan deh pagi2 selalu saja marah2 ga jelas...Kasihan kan sekretaris kamu itu..."
Vino meringis,"Kepala batu...kok kuping aku dijewer sih?"
Bimo tersenyum melihatnya,"Itu tanda sayang Mas Vino..."
Vino manyun,"Sayang gimana Bim?Dipanggil sayang saja dia ga mau...biar akan kubalas nanti...tunggu saja pembalasan Alvino Adijaya..."
Laras jadi keder,"Vino serem banget deh...aku tuh cuma mau ngingetin jangan suka marah2 apalagi pagi2 udah kesel gitu...ntar pada ga betah kerja lho..."
Vino langsung meraih tangan Laras,"Iya aku akan berubah...tapi kamu jangan pernah pergi dari sisi aku...kamu harus selalu disamping aku...janji kepala batuku sayang?"
Laras mengangguk dan kemudian nyandarin kepalanya ke bahu Vino,"Iya Vin...aku janji.Selamanya aku akan di sisi kamu."
Vino bahagia banget dikecupnya kepala Laras penuh sayang,"Terima kasih ya...kamu tahu ga...aku beruntung banget dapatin kamu sebagai isteri aku.Kamu itu ga macem2 orangnya,sederhana,hatinya baik lagi..."Kapan nikahnya?tbc.
                       Part 83 >> I AM HIS QUEEN
Ye should do....
Revan juga sudah sampai di Jakarta dan dengan kesal menemui ayahnya,"Vino lolos!Saya gagal dapetin Laras.Tapi saya ga akan menyerah!Saya ga akan biarkan Laras menjadi Nyonya Alvino Adijaya.Ga akan!!"
Marco menenangkan putranya itu,"Revan,untuk mendapatkan seorang wanita,kau tak bisa dengan kekerasan.Lihat saja papa.Papa menyesal telah berbuat kasar dulu pada mamamu.Sehingga ia memilih bersama Adijaya.Kau harus mengubah strategimu Nak."
Revan mendengus kesal,"Maksud Anda?"
Marco berdiri,"Ayo ikut papa!"
Marco menunjukkan ular berbisa yang ia pelihara,"Belajarlah dari ular.Saat ia mau memangsa ia semakin tenang berada di dekat mangsanya.Kau pahamkan?"
Revan merenungkannya,'Apakah aku harus kembali ke rumah Adijaya?Iya,aku harus memanfaatkan keberadaan Mama disana.Vino sayang banget sama mama.Dia ga mungkin mengatakan soal keterlibatanku dalam sabotase pesawatnya dan pernikahan palsunya.Ga mungkin...Vino ga akan lakukan itu.Dia pasti ga mau membuat Mama sedih.Ini ide bagus.Dengan berada dekat Mama maka aku akan tahu semua rencana Vino.Dengan begitu akan lebih mudah aku membawa Laras pergi.'
            Sementara itu Vino sudah sampai di kediaman Adijaya,Norman menyambutnya dengan ucapan selamat atas suksesnya lamarannya.Tapi Vino berpesan,"Jangan sampai berita ini kesebar ya Man.Apalagi ke Mama.Biar aku yang akan beritahu Mamaku."
Norman berjanji,"Tenang Mas Vino,hanya saya dan Pak Bimo yang tahu soal ini.Anabella tidak tahu soal ini.Yudi juga akan saya suruh keep masalah ini."
Vino lega,"Bagus!Sekarang dimana Mama?"
            Rani Adijaya sedang di kamar Revan,dia kangen dengan putranya itu.Laras pergi membantu ayahnya menata peralatan lukis,"Vin,aku bantu ayah dulu ya..."
Vino membelai pipi sang isteri,"Iya sayang...aku juga mau bicara sama Mama dulu..."
Vino kasih kode ke Bimo,Bimo segera mengikuti kemana Laras pergi.Vino melangkah menuju kamar Revan.Akankah Vino akan memberitahu Rani soal niatnya untuk menikahi Laras lagi?**bersambung....


                       Part 84 °•○ I AM HIS QUEEN
Rani sedang mengusap foto Revan kala Vino masuk,"Mama kangen Revan ya?"
Rani senang melihat Vino datang,"Sayangnya yang dikangenin ga tahu.Kamu gimana katanya ke villa ya?Seneng di sana?Laras mana?"
Vino bisa melihat Rani mencoba menutupi kesedihannya,"Vino ga jadi ke villa.Semalam Vino nginep di rumah lama.Ma,Vino minta maaf ya semalam ga pulang.Ga kasih tahu lagi.Maafin Vino ya Ma?Laras ada sama ayahnya.Ayah mau melukis katanya."
Rani mengusap kepala Vino,"Mama senang kamu mendapatkan mertua yang baik.Tapi mama rasa kayaknya belum lengkap deh kalau pernikahanmu ga dibesarkan.Masak kamu nikah dulu main rahasia sama Mama?Kayak bukan style kamu deh sayang...Kenapa ga bikin resepsi aja.Mama mau kok ngurusin semuanya.Seneng banget malah.Mama kan ga enak ditanya sama teman2 mama kok kamu ga undang2 sih nikahnya?Gimana ide Mama?"
Vino malah jadi terharu,'Baru mau bilang eh malah dah kedahuluan.Mama emang perhatian ya...'
Vino hendak mengutarakan soal niatnya,"Ma...itulah yang sebenarnya mau Vino bicarakan sama Mama soal..."
Tiba2 Norman datang,"Maaf Mas Vino..."
Vino heran,"Ya Man?Ada apa?"
Norman berbisik,"Di luar ada Mas Revan,Mas?Dia mau ketemu sama Bu Rani."
Vino mengerti,"Tunggu sebentar...aku akan keluar."
Rani heran,"Ada apa sayang?Ada masalah ya?Kok kayak serius gitu?"
Vino mencoba menutupi,"Ehm...soal security kok Ma...ya sudah Vino ke depan dulu ya Ma..."
Vino nelpon Bimo,"Bim,jangan biarkan Laras ke depan.Ada Revan di depan.Aku mau temui dia."
Bimo menjawab,"Siap Mas."
Revan mau apa ya datang ke kediaman Adijaya?*bersambung

Part 85 ◇◆ I AM HIS QUEEN

Come Again...
Revan kesel juga ga boleh masuk,"Siapa yang bikin peraturan kayak gini?!!Kalian ga tahu siapa saya??"
Vino muncul,"Aku yang buat peraturan itu.Jangan salahkan mereka,karena mereka hanya mengikuti perintah."
Revan menahan diri,'Jika bukan demi bisa bawa Laras pergi dari sini, ga sudi aku datang lagi kemari.Apalagi lihat wajah songongnya manusia yang satu ini.Kenapa sih dia ga mati aja waktu kecelakaan pesawat itu?'
Revan sok ga ngerti salah dia apa,"Vin,kita ini memang bukan saudara kandung.Tapi kamu tega banget sih ngelarang aku ketemu mama aku sendiri?Pantas aja kamu mama kamu meninggal habis lahirin kamu.Kamu itu emang ga bisa ngerti apa arti hubungan ibu dan anak!"
Vino langsung geram mendengarnya,"Jangan bawa2 mendiang mamaku!!Ini ga ada hubungannya sama sekali dengan masalah kita!"
Revan senang bisa mancing emosi Vino,'Kayak bensin aja dia,dikasih api dikit langsung terbakar.Vino..Vino...'
Norman jadi khawatir lihat ketegangan diantara keduanya,'Gawat nih!Kayaknya mereka bakal berkelahi.Mas Revan sih selalu saja mancing emosi Mas Vino.Padahal dia hidup nebeng semua tuh.Ga tahu diri banget sih jadi orang.Dibaiki malah ngelunjak.'
Kebetulan Anabella lihat ribut2 di depan,'Wah ada apa tuh?Kok kayak suara Mas Revan dan Tuan Vino?Waduh bener kan?Aku harus beritahu Bu Rani.Cuma beliau saja yang bisa melerai keduanya.Kayaknya tadi Bu Rani nyari Mb Laras deh...'
Vino mencoba meredam emosinya,"Revan,kamu jujur sama aku..kamu mau bawa Laras pergi kan waktu itu?Terus untuk apa kamu nyekap Ayah Syamsul?Kamu juga kan yang merancang pernikahan aku dan Laras?Kamu itu kurang apa sih Van?Perusahaan aku kasih,mobil dan fasilitas lain juga aku kasih.Aku bahkan anggap kamu sebagai kakak aku sendiri.Kamu kenapa Van?Aku salah apa sama kamu?!"
Revan menatap tajam ke Vino,"Kamu tahu salah kamu Vin?Kamu itu hidup enak sejak kecil.Punya papa yang baik dan kaya lagi.Kamu punya semua yang aku ga punya.Tapi yang paling aku benci dengan semua itupun kamu masih merampas mama aku.Dan kini Laras juga!!"
Vino menggeleng2kan kepalanya,"Aku ga pernah merebut kasih sayang Mama dari kamu.Kamu saja yang mikir gitu."
Akan fightingkah mereka?*bersambung.....
 Part 86 ♡ I AM HIS QUEEN
If you love me...
Vino dan Revan kian tegang,Norman yang hendak melerai malah diwarning sama Vino,"Minggir Man!Ini urusan kami berdua.Kamu jaga saja pintu depan.Biar kami selesaikan masalah kami."
Revan ngekek,"Vino..Vino..kamu itu pengecut tahu ga?Beraninya sembunyi di belakang wanita.Kamu itu tukang rebut tahu ga?Dulu Mama sekarang Laras."
Vino mendekati Revan,"Maksud kamu apa?Aku tulus cinta sama Laras.Aku juga sayang sama mama Rani.Aku anggap dia mama aku sendiri.Kamu sendiri apa kelakuan kamu bisa dibilang sayang sama Mamamu?Mama sering nangis karena sikap kamu.Dan Laras,kalau kamu sayang sama dia,kenapa kamu jebak dia dalam polemik keluarga kita?Kamu bahkan ga mikir perasaan dia dengan nyekap ayah dia.Itu yang kamu sebut cinta?!!"
Revan mendorong Vino,"Diam kamu Vin!!Aku tahu kamu anak kebanggaan Mama aku.Kamu selalu lebih hebat.Tapi jangan kau lupa ya Vin,aku yang membawa Laras kemari dan aku juga yang akan mengakhiri hubungan diantara kalian."
Baku hantam tak terelakkan lagi.Norman akhirnya ngebel Pak Bimo,"Gawat nih!Mas Vino berantem sama Mas Revan!!"
Bimo yang sedang berjaga dekat Laras bisik2 telponnya,"Kamu gimana sih biarin Mas Vino berantem sama Mas Revan.Mas Vino kan masih belum fit benar.Aduh!!"
Laras heran,'Pak Bimo kok jauh gitu nelponnya...apa telpon dari Vino?'
Makin ga enak hati Laras lihat Anabella datang nyamperin Bu Rani,"Bu Rani gawat!!Mas Vino dan Mas Revan...mereka...mereka ribut di depan..."
Laras kaget,'Revan kemari?Ngajak ribut Vino...ya ampun kalau dia nyakitin Vino gimana?Aku harus ke depan.Mastiin Vino baik2 saja.'
Laras langsung main pergi aja,Bimo segera mengejarnya,"Mb Laras!!Mbak Laras mau kemana?"
Laras menjawab,"Aku mau ke depan Pak Bimo.Aku mencemaskan Vino.Revan itu orangnya nekad."
Bimo mencegah terus,"Mb dengerin saya!Mas Vino melarang mb Laras ke depan.Mb di sini aja.Biar saya saja yang ke sana.Alfan kamu jaga mb Laras dan ayahnya!!"
Rani sempat mendengar ucapan Laras tapi ia tak sempat menanyakan.Laras ngeyel nyusul ke depan,'Aku ga bisa diam saja di sini.Ga aku harus ke sana.Aku ga mau Vino terluka lagi.'
Alfan kewalahan nahan Laras.Akankah kecemasan Laras terjadi?*bersambung...
 Part 87 >> I AM HIS QUEEN
I will not leave you....
              Vino memang bisa bela diri,biasa sparring Muay Thai lagi.Namun Revan tahu bahwa seemosi2nya adik tirinya itu ga akan tega nyakitin dirinya.Ia hanya ingin membuat Vino terlihat buruk di mata mamanya dan kalau perlu di depan Laras,'Ayo,Vin..aku emang sengaja ga meladeni pukulanmu.Biar aku bisa mendapat simpati mama dan Laras.'
Vino heran,"Kenapa ga lawan balik?!Ayo,kita selesaiin aja man to man di sini!Jangan main belakang beraninya!!Kalau kamu ada masalah sama aku,selesaiin dong secara jantan.Ga usah nyeret orang lain ke dalam masalah kita.Fair play aja!"
Bimo datang melerai,"Mas Vino!!Mas!!Jangan emosi Mas!!Pikirkan dengan kepala dingin!"
Vino masih kesal,"Tapi Bim,dia mau bawa Laras pergi dari aku Bim.Dia juga dalang dari ...."
Rani datang memotong ucapan Vino,"Dari apa Vin?"
Vino terkejut,"Mama?"
Rani segera mendekati Revan dengan cemas,"Kenapa Vin?Kenapa ga dilanjutin omongan kamu tadi?Apa yang Revan lakuin sampai kamu kamu tega mukul dia kayak gini?Mama kecewa sama kamu Vin!Mama pikir selama ini kamu itu lebih dewasa meski secara usia lebih muda dari Revan.Tapi kelakuan kamu hari ini benar2 membuat mama kecewa."
Revan tersenyum dalam hati,'Misi berhasil.Mama ada dipihakku sekarang.Bagaimana dengan Laras?'
Vino hendak membela diri,"Tapi Ma..."
Laras datang dan langsung memeluk Vino,"Vin,kamu gpp kan?"
Revan cemburu banget lihatnya,'Sial!!Aku yang lebam2 tetep aja Vino yang dapat pelukan dari Laras!'
Vino langsung adem dipeluk Laras,"Ras...aku gpp kok..."
Revan pura2 kesakitan,"Auww!"
Tapi Laras malah periksa kondisi Vino,"Syukurlah kamu gpp Vin...aku cemas banget.Aku takut kamu kenapa2..."
             Rani bawa Revan ke dalam,para bodyguard hendak menghalangi tapi Vino memberi kode untuk membiarkan saja.Laras membawa Vino ke teras,"Ayo Vin kita ke sana..."
Bimo tahu perasaan bossnya,'Mungkin mas Vino ga luka luar tapi dia luka dalam.Hatinya pasti sedih dengan ucapan Bu Rani.Andai saja Bu Rani tahu kelakuan putra kandungnya...aku rasa pesawat Mas Vino juga disabotase...aku akan selidiki masalah ini.Ini ga bisa dibiarin,kelakuan Mas Revan kian menyimpang.'
           Vino masih tertegun dengan ucapan mamanya tadi.Laras gimana?tbc...


 Part 88 ○○ I AM HIS QUEEN
The comforter...
Bimo bawakan kotak P3K buat Laras,"Ini mb Laras.Kayaknya pelipis mas Vino kena tuh.."
Laras tersenyum,"Makasih Pak Bimo..."
Laras mengobati pelipis Vino,"Vin,kamu sedih gitu mukanya...sakit ga sebelah sini?"
            Vino masih diam saja,rohnya masih belum nyatu kayaknya.Wk...wk..wk
Laras jadi sedih lihat Vino,'Vino kok diam aja ya?Kok aku malah jadi pingin nangis sih lihat dia diam aja kayak gini?Apa kepalanya kena pukul ya?Jangan2 dia amnesia lagi...'
Laras jadi punya ide,dikecupnya pelipis Vino yang luka tadi,"Puk!"
Vino jadi nengok deh,"Ras...kamu..."
Laras lega Vino udah ga disoriented lagi,"Vin,jangan sedih terus...aku jadi sedih nih..."
Vino terharu,diraihnya Laras dalam pelukannya,"Makasih ya Ras...eh...sayang...kamu tetep ada di sisi aku.Kamu ga kecewa kan sama aku?"
Laras mengelus2 punggung Vino,"Ga Vin.Aku kenal kamu Vin.Aku tahu hatimu itu lembut banget.Justru aku malah cemasin kamu.Aku ga akan biarin kamu melewati semuanya sendirian Vin...aku akan selalu di sisimu."
Bimo lega melihatnya,'Mas Vino tersenyum lagi.Syukurlah..untung ada mb Laras.Sebaiknya aku biarkan mereka berdua.Aku mau cek Pak Syamsul.'
Bimo nyuruh Norman standby dekat Vino dan Laras,"Jangan lengah lagi okay.Aku ke dalam dulu.'
Sementara Revan jelek2in Vino,"Masak Ma,aku ga boleh masuk harus nunggu ijin Vino,anak kesayangan mama itu...ngeselin ga?"
Rani heran,'Kenapa Vino sampai segitunya sama Revan?Apa ada hal yang dia sembunyiin dari aku?Ga mungkin Vino bertindak tanpa pertimbangan yang matang.'
Anabella liatin sambil gimana gitu sama Revan,'Coba aja Bu Rani tahu kenapa Tuan Vino bete sama Mas Revan.Mungkin dia akan nyesel bilang kayak tadi ke Tuan Vino.'
Vino malah jelasin semua ke Laras,"Ras,aku tadi ga bermaksud nyakitin Revan...aku juga ga bermaksud bikin mama kecewa...aku..."
Laras malah nutup bibir Vino dengan jarinya,"Udah Vin...aku percaya kok sama kamu.Aku tahu hatimu itu lembut banget.Justru karena saking lembutnya,aku malah cemasin kamu...udah ya..aku ga kecewa kok sama kamu.Justru aku bangga banget punya suami kayak kamu....ups calon suami ding..."
Vino jadi tersenyum haru,"Aku mencintaimu Ras...more and more..."
Baper ga sih?*tbc...
 Part 89 ♡♡ I AM HIS QUEEN
I will love him...
Pak Syamsul ketemu sama Mang Ujang,"Ada apa sih Mang?Kok kayak heboh gitu?"
Mang Ujang nunjuk ke arah Revan berada,"Itu tuh si biang kerok datang lagi ke rumah ini.Ngajak berantem Mas Vino lagi.."
Pak Syamsul langsung takut,'Aduh...kok Nak Revan di sini?Lalu Laras mana?'
Pak Bimo nyamperin,"Rupanya Pak Syamsul di sini...saya cariin.."
Pak Syamsul nanya,"Laras apa sama Nak Vino,Pak Bimo?"
Pak Bimo ngajak Pak Syamsul ke arah dua sejoli kita berada,"Tuh mereka...Kayak Love birds ya...selalu sama2.Susah seneng hadapi bersama."
Mang Ujang ikut merhatiin,"Emang ye...mereka berdua itu cocok banget.Udah menyatu jiwanya...seneng deh lihat Mas Vino ada yang merhatiin gitu...Ntar rumah ini bakalan ramai sama suara bayi2..buah cinta mereka.Pastinya ganteng2 dan cantik2 kayak papa mamanya he..he.."
Pak Syamsul lega lihat putrinya baik2 saja sama Vino.Dipeluk erat lagi sama Vino.Padahal Vinonya lagi nangis sebenarnya.Cuma mukanya ga kelihatan sih.Laras lagi nenangin hati pangerannya yang lagi gundah gulana.Mb Lastri ikut nimbrung,"Lihat apaan sih?Kok ga ajak2?Kayaknya seru gitu?Apa ada layar tancap dadakan ya?"
Mang Ujang berbisik,"Jangan berisik!Ntar ganggu lagi.Tuh lihat pasangan idaman kita."
Lastri lihat ke arah yang ditunjuk,"Waduh...temanten anyar to...mesranya bikin baper seluruh Indonesia..."
Pak Syamsul tersenyum,"Mb Lastri ada2 saja sampai bawa2 nama bangsa..."
Lastri nerangin,"Lha iya...di tv...nyiarin Mas Vino dan Mb Laras...di media juga...tabloid cover depan juga mereka kan?"
Pak Bimo mesem,"Memang kita semua sayang sama Mas Vino dan Mb Laras...udah ayo balik kerja....ntar diamuk sama Anabel lho..."
Rupanya Anabel sudah ada di belakang mereka,"Akhirnya Bimo ingat sama aku juga...peyuk aku juga dong Bim...kita kan duplikatnya Tuan Vino dan mb Laras?"
Bimo jadi salting,"Duplikat dari Hongkong?..Ada2 aja kamu nih Anabel."
Anabel ngejar Bimo,"Lho kok dari Hongkong sih?Kan dari Puncak...kamu ga lupa kan?"
Pak Syamsul ngeliatin Laras dan Vino lagi,'Titip Laras ya Nak Vino...Laras putri bapak satu2nya...harta bapak di dunia ini...Bapak percayakan Laras sama Nak Vino...'
Wah ada yang dapat restu bumi nih.Selamat ya Vin!tbc...
 Part 90 >>> I AM HIS QUEEN
Don't be afraid...
            Sebenarnya kenapa Vino bisa lepas kendali hadapi Revan adalah karena dia menyimpan ketakutan dalam dirinya.Ketakutan apa sih?Yuk kita cari tahu saat Laras menggali isi hati Vino.Laras ngajak Vino duduk di dekat pilar,"Sebenarnya ada apa Vin?Kamu sedih banget kayaknya?Karena ucapan Revan ya?"
Vino menerawang,"Aku sayang banget sama Mama Rani,kamu tahu itu kan Ras?Mama Rani itu udah kuanggap mama kandung aku.Aku ga tahu kayak apa mama kandung aku.Aku cuma tahu lewat foto aja.Mama kandung aku meninggal usai melahirkan aku."
Laras mendengarkan,"Aku ngerti Vin rasanya...aku juga sama.Ibuku tiada ga lama setelah melahirkan aku."
Vino kaget mendengarnya,"Kamu juga Ras?Kita sama rupanya...tapi kejadian itu membuatku takut untuk menjalin hubungan dekat dengan wanita."
Laras heran,"Kenapa Vin?"
Vino berkaca2 mengatakan alasannya,"Aku takut mereka akan mengalami seperti mama kandungku.Namun..."
Vino meraih jemari Laras,"Semua berbeda kala kau hadir sebagai isteriku.Aku merasa seperti menemukan sisi diriku yang hilang.Kau membuatku berani,Ras.Bersamamu aku merasa sangat nyaman.Ras,kau tak akan seperti mama kandungku kan?Kau tak akan meninggalkanku kan?"
Laras menggenggam jemari Vino,"Vin,jangan takut untuk mencintaiku.Aku ini bukan mama kandungmu.Setiap orang memiliki kisah hidup masing2.Jangan disamakan begitu saja.Bahkan orang kembarpun tetap punya perbedaan kok."
Vino jadi lega,"Kau benar Ras...hidup ini adalah kesempatan.Jangan disia2kan waktu yang Tuhan berikan pada kita.Aku janji Ras,aku akan berani untuk mencintaimu.I love you Laras Ayuningtyas...ups Laras Adijaya ding..."
Mereka tertawa bersama sampai tak menyadari ada yang datang mendekat.Siapa ya?*bersambung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar