Part 101
>>> I AM HIS QUEEN
She remembereth...
Laras berbisik pada Vino,"Vin,kenapa kayaknya sejak tadi
karyawan2 kamu pada liat aku deh.Apa ada yang salah di aku Vin?"
Vino langsung lihat ke arah desk2 para staff,jelas semua langsung
serius kerja.Mana berani membangkitkan marah sang Presdir.Mau dipecat?Vino
jawab,"Ga ada yang salah sama kamu Ras.Udah ga usah mikirin pandangan
orang.Mana Sean ya?Biasanya dah nyamperin dia.Tadi aja ngejar2 suruh datang
sekarang malah ngilang!Awas ya dia kalau sampai lupa pesanan aku tadi.Aku
paketin beneran dia ke Manila!"
Sean datang tergopoh2 diikuti seorang office boy,"Sorry
Vin!Aku tadi nunggu pesanan kamu selesai.Habis kamu mendadak sih pesannya...oh
La...ups...maksud aku Nyonya Alvino Adijaya juga ikut rupanya.Pantas Vino pesan
dua porsi..."
Laras malah merasa gimana gitu denger Sean manggil
dia,"Panggil aja Laras.Gpp kok.."
Vino masuk ke dalam langsung lihat menuju meja
dia,"Wah...sampai segini banyaknya Sean yang harus aku lihat?Apa aja
ini?"
Sean mendekat,"Ini proposal family day dan ini hasil
surveynya,terus ini sasaran mutu semua departemen bulan ini,kalau ini laporan
audit eksternal dari departemen quality assurance,ini laporan kekayaan
perusahaan dari departemen treasury dan..."
Vino duduk di kursinya,"Sudah...stop!Kamu bikin aku tambah
pusing.Aku akan lihat nanti kamu prioritaskan aja mana yang urgent dan mana
yang bisa ditunda buat aku lihat.Aku mau lunch dulu sama isteri tercinta
aku...kalau udah kamu boleh nikmati lunch kamu juga."
Laras nyiapin makan siang Vino,"Kelihatannya enak Vin.Tahu
aja kamu kalau aku lapar."
Vino malah asyik nyuapi Laras,"Ya tahulah...aku kan suami
idaman.He .he..aku ga mau hamsterku ini jadi kuyus...makan yang banyak biar chubby
pipinya...kebayang deh kalau kamu nanti hamil pasti kamu jadi tembem deh
pipinya..bayangin ah..."
Laras merona,"Vino apaan ihh...ada sekretaris kamu lho...malu
tahu..."
Sean udah selesai menyortir file,"Udah Vin...yang di map
hijau itu yang urgent dan yang di map biru itu yang ga begitu urgent."
Sean tersipu lihat Vino dan Laras malah lagi
suap2an,"Ups...kayaknya aku juga lapar...I am so hungry...so I will come
back later...permisi."
Mana konsepnya?Bersambung....
Part 102 <<< I AM HIS QUEEN
My desire...
Usai makan Vino mengajak Laras menonton video hasil survey
panitia family day,di ruangan Vino memang ada tv LED ukuran 42 inch.Laras
sampai heran,'Ya ampun ga di rumah di tempat kerjapun ada tvnya.Besar lagi.'
Laras nanya ke Vino,"Buat apa sih Vin di ruang kerja aja ada
tv-nya?Memang kalau kerja kamu sambil lihat tv?Memang bisa fokus ya?"
Vino memasang flasdiscnya,"Ras,aku kan juga harus tahu
perkembangan di luar.Yeah ga selalu juga sih lihat tv.Biasanya aku juga pakai
untuk lihat cctv.Ngelink lho bahkan yang dirumah juga.Ntar aku tunjukin tapi
setelah lihat video ini ya."
Vino duduk di samping sang isteri,"Aku lagi bingung nih
Ras.Bantuin mikir dong.Kamu kan isteri aku penolong aku he..he.."
Laras megang tangan Vino,"Bingung kenapa?Coba cerita.Siapa
tahu aku bisa bantu.Yeah...walaupun aku cuma gadis kampung,ga pernah kuliah
tapi setidaknya aku bisa dengerin kamu.Jadi kamu lega..."
Vino gemes nyubit pipinya Laras,"Aku emang beruntung banget
punya isteri sebaik kamu.Gemesin deh..."
Laras jelas jadi merona,"Iih Vino malah nyubit pipi
aku.Katanya mau cerita..."
Vino mengambil remote,"Ini soal family day.Anak2...ups
maksudnya panitia nyodorin dua alternatif tempat tujuan.Pertama Bali dan kedua
Malaysia.Kalau kamu pilih yang mana Ras?Ntar aku acc deh pilihan kamu."
Laras malah jadi curhat,"Kalau denger kata Bali aku jadi
ingat deh pas SMA waktu itu sekolah mau adain piknik ke Bali tapi aku ga bisa
ikut soalnya ayah ga ada uang.Aku jadinya diolok2 sama teman2 aku
sekelas."
Vino mengusap pipi Laras,"Maaf ya sayang...aku membangkitkan
kenangan menyedihkan kamu...Tapi justru aku jadi tahu mana tujuan family day
yang harus aku pilih.Aku akan mewujudkan apa yang dulu kamu ga bisa terpenuhi
dalam hidupmu."
Laras terharu,"Kamu akan memilih Bali Vin?Supaya aku bisa ke
sana?"
Vino mengangguk,"Iya Sayang..kamu senang akhirnya bisa ke
Bali?"
Laras menghambur ke pelukan suaminya,"Makasih ya
Vin...akhirnya aku bisa ke Bali."
Vino malah berpikir lebih dari itu,'Bukan cuma liburan saja
Ras.Aku bahkan akan menjadikan Bali sebagai tempat yang tak akan pernah
kaulupakan.'
Apa maksud Vino ya?Ada yang tahu?*bersambung....
Part 103 ¤¤ I AM HIS QUEEN
To teach....
Laras bener2 bahagia Vino mau ngajak dia ke Bali,"Akhirnya
aku bisa lihat kayak apa indahnya Bali...tapi Vin apa ga habisin uang kalau
pergi ke sana?"
Vino malah ngekek,"Semua sudah ada budgetnya Ras.Khusus untuk
yang head office atau kantor pusat,budgetnya lebih besar.Minim setengah
milyarlah.Dulu juga pernah ke Singapore tapi untuk jajaran Board of Directors
sih.Jadi kamu ga usah takut bakal nguras keuangan perusahaan.Aku udah terapin
E-budgeting kok di perusahaan Adijaya Group."
Laras kagum mendengarnya,"Wah kamu pasti hebat deh Vin...aku
ga ngerti apa yang kamu sebut tadi.Tapi aku tenang kalau memang semuanya sudah
ada anggarannya.Oh iya family day itu kayak gimana sih?Family itu kan artinya
keluarga.Jadi keluarga dari karyawan kamu boleh ikut ya?Ayah aku juga boleh
kan?"
Vino menyetel monitoring cctv di layar,"Ya jelaslah
sayang...ayah boleh ikut.Malah biasanya aku ajak semua pengurus rumah
aku.Sekalian biar mereka refreshing.Oh iya ...kita kasih tahu ayah yuk soal
kabar gembira ini.Bentar...aku akan kontak Bimo dulu."
Laras melihat ke layar monitor,'Apa itu?Layarnya kok jadi kotak2
banyak gitu?Lho itu kan di rumah?Itu Ayah lagi sama Pak Bimo di taman.Ayah
sedang melukis.Syukurlah Ayah ada yang jagain.Aku jadi tenang deh...'
Vino menghubungi Bimo,"Bim...coba lihat ke arah cctv terdekat
deh...Laras mau menyapa ayahnya...amankah di rumah Bim?"
Bimo menjawab,"Sampai saat ini aman Mas Vino.Bu Rani dan
Revan tadi kedatangan tamu.Mas Vino bisa lihat kamera depan."
Sementara Laras hepi lihat ayahnya menyapa lewat kamera
cctv di taman,Vino merhatiin kamera cctv bagian depan.Ada mobil warna merah
menyala di sana,'Itu kan mobilnya Dara?Ngapain dia ke rumah?Kayaknya aku harus
waspada nih.Laras kan udah dibikin bete awal jumpa dulu.Bisa2 dibikin bete lagi
nih.'
Mobil Dara pergi ninggalin kediaman Adijaya,Vino lega.Laras
merhatiin suaminya,"Kenapa Vin?Kok menghembuskan nafas gitu?"
Vino tersenyum,"Aku lega rumah aman.Ga ada masalah.Ayah kamu
baik2 saja dan kamu disini sama aku.Ya udah aku kerja dulu ya..kamu lihat
video2nya ya...lanjutin yang Bali dulu ya..."
Sementara Laras asyik lihat video soal Bali,Vino ke mejanya.
Kerja?tbc..
Part 104 °° I AM
HIS QUEEN
His work...
Vino manggil Sean,"Ini proposal family day.Udah aku
teken.Cepet di follow up.Aku pilih Bali.Bagaimana menurutmu?"
Sean setuju,"Sounds great Vin.Wonderful choise.I love
beach...anak2 pasti senang."
Vino menyuruh Sean mendekat,"Sini!"
Sean mendekat ke arah Vino,"Ada apa Vin?Kok bisik2 sih?"
Vino merhatiin Laras yang asyik video call sama ayahnya pakai hp
Vino,"Aku punya tugas rahasia buat kamu.Kamu cari the best hotel di Bali
dan kamu cari nih apa yang di daftar ini...ingat ini secret.Ga boleh ada yang
tahu termasuk my queen.Understand?"
Sean menerima daftarnya,'President suite room,baju pengantin ala
Bali,booking pesawat,etc...Wah
Vino mau nikah di Bali?Wow...berarti dia ga marah menikah dengan
Laras dong?I'm save...'
Laras mendekat dan heran lihat Sean menghembuskan nafas penuh
kelegaan,'Apa kebiasaan ya pria2 zaman sekarang suka bernafas model gitu?'
Vino ngasih kode ke Sean buat cabut,Sean segera menuju pintu.Laras
berdiri dekat meja Vino,"Kayaknya kerjaan kamu banyak deh Vin...aku bisa
bantu apa gitu?Oh iya ini hp kamu.Ayah senang bakal mau ke Bali.Makasih ya
Vin..."
Vino gemes ditariknya Laras sehingga duduk
dipangkuannya,"Eitt!!Vino!"
Sean jadi menoleh,"Ada masalah Vin?"
Vino berkata sambil mangku Laras,"Oh iya Sean...tolong kamu
bawa sini product terbaru dari perusahaan seluler kita.Bawa yang terbaik
oke?"
Sean melihat Laras di pangkuan Vino,"Oh...oke Vin..."
Laras ga bisa bergerak karena Vino kuat banget megangi
dia,"Vin,malu tahu...ini kan di kantor..."
Vino malah lihatin laptop dia,"Katanya mau bantu aku
kerja?Sekarang kamu lihat nih banyak banget email masuk.Kamu bacain
gih...sementara aku mau lihat dokumen2 yang di map biru ini.Caranya gini...klik
aja terus kamu bacain dari siapa...isinya apa..bisa Nyonya Laras Adijaya?"
Laras tersipu,"Iya...Presdir Alvino Adijaya...bentar2...Ini
diklik..email dari Human Capital...soal surat tugas perjalanan dinas...Manager
Operations dan Manager Teknik...ke daerah ..ini kan daerah aku Vin..."
Vino nanya sambil menandatangani berkas,"Deskripsi tugasnya
apa?"
Laras lihat lagi ke layar,"Studi banding ke Rumah
Sakit..."
Vino jadi ingat sesuatu.Apa Vin?Bersambung...
Part 105 =¤ I AM
HIS QUEEN
•
See them...
Vino ingat juga pernah memberi approve untuk perjalanan dinas serupa,'Dulu kalau ga salah Revan kan juga pernah ngajuin perjalanan dinas...bentar datanya pasti ada...'
Laras heran tiba2 Vino menumpukkan tangannya mengarahkan mouse ke bagian search,'Aduh...tangannya hangat sekali...putih lagi...kalah putih deh aku...jadi malu...mukanya juga ...ya ampun licinnya...padahal kayaknya dia ga sempat make up kan...lha tadi malah baku hantam sama Revan...ya ampun Vino...kamu kok ganteng banget sih?'
Vino nemu data yang ia cari,"Ah...ini dia...lihat nih sayang.."
Laras merhatiin,"Tanggalnya kan udah lewat Vin...kalau ga salah itu tanggal dimana aku ketemu Revan deh di Rumah Sakit..."
Vino baru ngeh,"Rupanya dengan alasan studi banding di Rumah Sakit di daerah kamu,dia memakai budget perusahaan ...pantas ada dana sosial makai nama aku ditujukan ke sana..."
Laras baru sadar,'Jadi semua biaya RS waktu itu pakai uang Vino dong...iya ya Revan kan ngaku sebagai Alvino Adijaya...jadi sebenarnya yang nolong ayah waktu itu Vino...aku ga tahu harus bilang apa lagi sama kamu Vin...kamu ga kenal aku tapi uang kamu nolong ayah aku...'
Vino malah menyandarkan dagunya di bahu Laras,"Meski Revan berniat ga baik ke aku dengan mengatur pernikahan kita waktu itu tapi aku bersyukur Ras...tanpa dia sadari dia menolong ayah kamu...dia mempertemukan kita..."
Laras malah ingat sesuatu,"Tapi Vin soal pesawat itu...Revan pernah bilang kalau dia ..."
Sean datang,"Ini Vin,produk terbaru seluler kita.By the way kayaknya kamu deh Vin yang pantas jadi bintang iklannya...secara kamu sedang booming sekarang...berita soal kamu ada dimana2..."
Vino meminta Laras memilih,"Kamu pilih aja Ras...mana yang kamu suka...kamu kan ga punya hp .Masak isteri seorang pemilik perusahaan seluler ga punya hp?Pilihin juga buat ayah kamu."
Laras milih,"Ini saja Vin...tapi aku ga ngerti makainya..kamu ajari aku ya?"
Sean malah merhatiin gimana mesranya Vino ke Laras,'Baru kali ini aku lihat Vino nyaman dekat cewek.Bahkan kayaknya mereka itu sangat nyaman satu dengan yang lain.Duduk aja dah ga ada jarak.Tangan bersentuhan ...dah biasa,malah selfie sekarang.'Mereka selfie?Bersambung....
Vino ingat juga pernah memberi approve untuk perjalanan dinas serupa,'Dulu kalau ga salah Revan kan juga pernah ngajuin perjalanan dinas...bentar datanya pasti ada...'
Laras heran tiba2 Vino menumpukkan tangannya mengarahkan mouse ke bagian search,'Aduh...tangannya hangat sekali...putih lagi...kalah putih deh aku...jadi malu...mukanya juga ...ya ampun licinnya...padahal kayaknya dia ga sempat make up kan...lha tadi malah baku hantam sama Revan...ya ampun Vino...kamu kok ganteng banget sih?'
Vino nemu data yang ia cari,"Ah...ini dia...lihat nih sayang.."
Laras merhatiin,"Tanggalnya kan udah lewat Vin...kalau ga salah itu tanggal dimana aku ketemu Revan deh di Rumah Sakit..."
Vino baru ngeh,"Rupanya dengan alasan studi banding di Rumah Sakit di daerah kamu,dia memakai budget perusahaan ...pantas ada dana sosial makai nama aku ditujukan ke sana..."
Laras baru sadar,'Jadi semua biaya RS waktu itu pakai uang Vino dong...iya ya Revan kan ngaku sebagai Alvino Adijaya...jadi sebenarnya yang nolong ayah waktu itu Vino...aku ga tahu harus bilang apa lagi sama kamu Vin...kamu ga kenal aku tapi uang kamu nolong ayah aku...'
Vino malah menyandarkan dagunya di bahu Laras,"Meski Revan berniat ga baik ke aku dengan mengatur pernikahan kita waktu itu tapi aku bersyukur Ras...tanpa dia sadari dia menolong ayah kamu...dia mempertemukan kita..."
Laras malah ingat sesuatu,"Tapi Vin soal pesawat itu...Revan pernah bilang kalau dia ..."
Sean datang,"Ini Vin,produk terbaru seluler kita.By the way kayaknya kamu deh Vin yang pantas jadi bintang iklannya...secara kamu sedang booming sekarang...berita soal kamu ada dimana2..."
Vino meminta Laras memilih,"Kamu pilih aja Ras...mana yang kamu suka...kamu kan ga punya hp .Masak isteri seorang pemilik perusahaan seluler ga punya hp?Pilihin juga buat ayah kamu."
Laras milih,"Ini saja Vin...tapi aku ga ngerti makainya..kamu ajari aku ya?"
Sean malah merhatiin gimana mesranya Vino ke Laras,'Baru kali ini aku lihat Vino nyaman dekat cewek.Bahkan kayaknya mereka itu sangat nyaman satu dengan yang lain.Duduk aja dah ga ada jarak.Tangan bersentuhan ...dah biasa,malah selfie sekarang.'Mereka selfie?Bersambung....
•
Part 106 ◇◇ I AM HIS QUEEN
Women...
Vino dan Laras asyik selfie.Sean malah lega lihatnya,'Kini aku ga perlu merasa bersalah lagi dah bikin Vino tanda tangan di kertas kosong...sepertinya Vino benar2 jatuh cinta sama Laras.Ga sangka ya seorang pria yang paling takut untuk jatuh cinta akhirnya jatuh cinta juga.Vino...Vino...aku pasti akan siapin semua yang diperlukan buat pernikahan kamu di Bali.The best one...'
Vino nyoba berbagai pose dengan Laras,"Mau pose gimanapun tetap detil kan?Bagus kan...kamu suka Ras?"
Laras jelas suka dong,"Iya Vin...makasih ya..."
Vino masukin no hp dia,"Nih no kontak aku...ini yang CUG...ini line perusahaan...ini...bentar aku kasih nama dulu..."
Laras baca nama kontaknya,"Suami tercinta...Vino apa2an iih..."
Vino malah ketawa,"Kenapa?Emang bener kan?Ga usah denial deh.Wajah kamu tatapan mata kamu ga bisa bohong Ras..."
Laras diam ga bisa bantah dia,senyum2 sendiri deh.Line di meja Vino bunyi,Sean yang angkat,"Iya Lola ada apa?Dua perempuan mau ketemu Vino?Siapa?..Bentar aku tanyain dulu...kamu handle mereka dulu okay..."
Vino denger,"Ada apa Sean?Siapa yang mau ketemu aku?Emang sudah buat janji sebelumnya?"
Laras apalagi denger kata 'perempuan' langsung jadi manyun deh,cemburu ya Ras?Wk..wk...
Sean lihat agenda,"Ga ada Vin...tapi mereka itu ngotot mau ketemu kamu.Dari pos 1 aja mereka dah bikin keributan...Mana bikin salfok lagi bajunya...kata asisten aku sih..."
Vino lihat dari monitor cctv,"Astaga...mereka?Ngapain juga mereka ke sini?Hmmm..."
Laras ikut liatin,"Siapa sih Vin?Lho itu kan ..."
Vino berkata pada Sean,"Tanyai mereka mau apa,Sean?Kalau ga penting bilang aja aku lagi ga bisa diganggu.Lagi meeting atau apa kek..whatever.."
Sean segera menemui dua makhluk cantik tersebut.Kayak judul sinetron deh...emang mereka cantik kok.Siapa sih mereka itu?Untuk tahu mari kita lihat dari mobilnya dulu.Dua mobil lux terparkir di halaman kantor pusat Adijaya Group.Kalau mobil Vino kan punya parkiran sendiri.Ya iyalah Presdir gitu loh.Nah warna mobil pertama merah menyala.Kebayang deh yang punya itu suka pamer,galak,suka konflik dan emosinan.Waduh...psikologi warnanya keluar nih.Satunya warna pink.Warna pink itu manja.Siapa mereka?tbc.....
Women...
Vino dan Laras asyik selfie.Sean malah lega lihatnya,'Kini aku ga perlu merasa bersalah lagi dah bikin Vino tanda tangan di kertas kosong...sepertinya Vino benar2 jatuh cinta sama Laras.Ga sangka ya seorang pria yang paling takut untuk jatuh cinta akhirnya jatuh cinta juga.Vino...Vino...aku pasti akan siapin semua yang diperlukan buat pernikahan kamu di Bali.The best one...'
Vino nyoba berbagai pose dengan Laras,"Mau pose gimanapun tetap detil kan?Bagus kan...kamu suka Ras?"
Laras jelas suka dong,"Iya Vin...makasih ya..."
Vino masukin no hp dia,"Nih no kontak aku...ini yang CUG...ini line perusahaan...ini...bentar aku kasih nama dulu..."
Laras baca nama kontaknya,"Suami tercinta...Vino apa2an iih..."
Vino malah ketawa,"Kenapa?Emang bener kan?Ga usah denial deh.Wajah kamu tatapan mata kamu ga bisa bohong Ras..."
Laras diam ga bisa bantah dia,senyum2 sendiri deh.Line di meja Vino bunyi,Sean yang angkat,"Iya Lola ada apa?Dua perempuan mau ketemu Vino?Siapa?..Bentar aku tanyain dulu...kamu handle mereka dulu okay..."
Vino denger,"Ada apa Sean?Siapa yang mau ketemu aku?Emang sudah buat janji sebelumnya?"
Laras apalagi denger kata 'perempuan' langsung jadi manyun deh,cemburu ya Ras?Wk..wk...
Sean lihat agenda,"Ga ada Vin...tapi mereka itu ngotot mau ketemu kamu.Dari pos 1 aja mereka dah bikin keributan...Mana bikin salfok lagi bajunya...kata asisten aku sih..."
Vino lihat dari monitor cctv,"Astaga...mereka?Ngapain juga mereka ke sini?Hmmm..."
Laras ikut liatin,"Siapa sih Vin?Lho itu kan ..."
Vino berkata pada Sean,"Tanyai mereka mau apa,Sean?Kalau ga penting bilang aja aku lagi ga bisa diganggu.Lagi meeting atau apa kek..whatever.."
Sean segera menemui dua makhluk cantik tersebut.Kayak judul sinetron deh...emang mereka cantik kok.Siapa sih mereka itu?Untuk tahu mari kita lihat dari mobilnya dulu.Dua mobil lux terparkir di halaman kantor pusat Adijaya Group.Kalau mobil Vino kan punya parkiran sendiri.Ya iyalah Presdir gitu loh.Nah warna mobil pertama merah menyala.Kebayang deh yang punya itu suka pamer,galak,suka konflik dan emosinan.Waduh...psikologi warnanya keluar nih.Satunya warna pink.Warna pink itu manja.Siapa mereka?tbc.....
•
Part 107 ~~ I AM HIS QUEEN
Better thing...
Di lobby,dua orang cewek saling berhadapan.Sudah pakai id visitor keduanya.Cewek pertama dengan ciri khas rambut berwarna dan rok nan mini.Apalagi pakaian atasnya pamer bahu dan lengan,semriwing lihatnya.Jelas bikin salfok yang lihat.Lola sebagai receptionist nanyai,"Mbaknya ini belum bikin janji sama Presdir kami.Sepertinya ga bisa deh.Harus buat janji dulu mb."
Cewek itu marah,"Sembarangan ya kamu!Nyamain saya sama visitor lain.Saya itu ke sini urusan bisnis.Saya bawa kontrak kerja.Papa saya itu punya kerja sama dengan Adijaya Group.Bilang saja sama Vino bahwa Dara mau ketemu.Cepet!!"
Eh cewek satunya sama2 berpenampilan semriwing,pakaiannya tembus pandang gitu mendekat,"Ga usah ladeni dia mb.Saya lebih dulu kok datangnya.Mb pasti kenal saya.Saya ini putri sahabat mamanya Presdir kamu.Bilang aja sama Sean dia tahu kok siapa saya.Ga pakai lama ya?!"
Lola kesel tuh cewek nyebut2 nama Sean,'Sok kenal sok dekat sama Sean.Mana pakaiannya kayak gitu lagi.'
Sean datang,"Gimana Lola?Kamu bisa tangani mereka?"
Dara mendekati Sean,"Kamu sepupu Vino yang dari Manila kan?Pas banget.Nih tunjukin dokumen ini ke Vino.Dia pasti akan mau nemui aku."
Cewek satunya nyela,"Enak aja!Aku yang duluan datang kok.Ga tahu budaya antri ya?Kebanyakan di luar negeri sih!Sean,ga usah gubris dia!Bilang sama Vino aku beneran mau minta maaf soal kejadian kemarin di fashion show."
Dara ngekek,"Rupanya kamu punya salah sama Vino?Pantes aja dia ga mau nemui kamu.Kamu dah diblack list tahu ga?!"
Kedua cewek itu malah ribut,Sean mencoba melerai,"Bianca!Dara!Stop!Ini kantor bukan ring.Vino akan marah nanti lihat kalian bikin kacau kantor dia."
Leon kebetulan mau menemui Vino,lihat ribut2 kepo juga,'Wah...cewek2 kece nih.Vino...Vino kok ga mau sih sama mereka?Aku samperin ah...'
Leon dengan gaya don juannya mendekat,"Ribut apaan sih girls?Tell me I will help you.Lihat nih id-card aku...National Bussiness Manager."
Dara langsung nyodorin dokumen yang dia bawa,"Ini perjanjian kerja sama antara perusahaan iklan papa aku dengan Adijaya Group soal product seluler yang baru.Kamu bisa tunjukin ke Vino."
Leon membaca sekilas.
Akankah Vino akan menemui mereka?tbc..
Better thing...
Di lobby,dua orang cewek saling berhadapan.Sudah pakai id visitor keduanya.Cewek pertama dengan ciri khas rambut berwarna dan rok nan mini.Apalagi pakaian atasnya pamer bahu dan lengan,semriwing lihatnya.Jelas bikin salfok yang lihat.Lola sebagai receptionist nanyai,"Mbaknya ini belum bikin janji sama Presdir kami.Sepertinya ga bisa deh.Harus buat janji dulu mb."
Cewek itu marah,"Sembarangan ya kamu!Nyamain saya sama visitor lain.Saya itu ke sini urusan bisnis.Saya bawa kontrak kerja.Papa saya itu punya kerja sama dengan Adijaya Group.Bilang saja sama Vino bahwa Dara mau ketemu.Cepet!!"
Eh cewek satunya sama2 berpenampilan semriwing,pakaiannya tembus pandang gitu mendekat,"Ga usah ladeni dia mb.Saya lebih dulu kok datangnya.Mb pasti kenal saya.Saya ini putri sahabat mamanya Presdir kamu.Bilang aja sama Sean dia tahu kok siapa saya.Ga pakai lama ya?!"
Lola kesel tuh cewek nyebut2 nama Sean,'Sok kenal sok dekat sama Sean.Mana pakaiannya kayak gitu lagi.'
Sean datang,"Gimana Lola?Kamu bisa tangani mereka?"
Dara mendekati Sean,"Kamu sepupu Vino yang dari Manila kan?Pas banget.Nih tunjukin dokumen ini ke Vino.Dia pasti akan mau nemui aku."
Cewek satunya nyela,"Enak aja!Aku yang duluan datang kok.Ga tahu budaya antri ya?Kebanyakan di luar negeri sih!Sean,ga usah gubris dia!Bilang sama Vino aku beneran mau minta maaf soal kejadian kemarin di fashion show."
Dara ngekek,"Rupanya kamu punya salah sama Vino?Pantes aja dia ga mau nemui kamu.Kamu dah diblack list tahu ga?!"
Kedua cewek itu malah ribut,Sean mencoba melerai,"Bianca!Dara!Stop!Ini kantor bukan ring.Vino akan marah nanti lihat kalian bikin kacau kantor dia."
Leon kebetulan mau menemui Vino,lihat ribut2 kepo juga,'Wah...cewek2 kece nih.Vino...Vino kok ga mau sih sama mereka?Aku samperin ah...'
Leon dengan gaya don juannya mendekat,"Ribut apaan sih girls?Tell me I will help you.Lihat nih id-card aku...National Bussiness Manager."
Dara langsung nyodorin dokumen yang dia bawa,"Ini perjanjian kerja sama antara perusahaan iklan papa aku dengan Adijaya Group soal product seluler yang baru.Kamu bisa tunjukin ke Vino."
Leon membaca sekilas.
Akankah Vino akan menemui mereka?tbc..
•
Part 108
>> I AM HIS QUEEN
Not accepting...
Leon bawa dokumen Dara ke ruangan Vino,"Vin...may I go inside?"
Norman menghalangi,"Maaf Mas...Mas Vino sedang bicara dengan Mb Laras..."
Leon malah nyerahin dokumen Dara ke Norman,"Oke,ntar kalau udah selesai.Kamu kasih dokumen ini ke boss kamu itu.Aku mau tebar pesona dulu..."
Norman geleng2 kepala,'Dasar anak muda zaman now.Tapi tumben nih Mas Vino sampai ga mau diganggu meski oleh Mas Leon.Kayaknya bicara hal penting deh...tapi emang sejak menikah sama Mb Laras,Mas Vino jadi beda.Sama Mb Laras sayang banget.Padahal biasanya kalau soal cewek selalu diserahin ke Mas Leon atau Mas Sean.Mas Vino pilih nangani urusan yang benar2 penting.'
Didalam ruangannya,Vino asyik ngerjain berkas2,sambil lihat Laras mondar-mandir depan layar monitoring cctv.Vino nunggu reaksi Laras,'Dia bolehin ga ya aku ketemu sama Dara dan Bianca?Wajahnya dah manyun gitu tapi kok ga bilang apa2 ya?Aku pancing ah...'
Laras bete gitu lihat ke arah layar,'Masak ke kantor,kayak gitu pakaiannya.Kayak penyanyi dangdut di kampung aku deh...pasti mereka mau narik perhatian Vino deh...siapa lagi kalau bukan Vino...nyebelin!!'
Vino berkata,"Akhirnya kelar juga.Oke kayaknya sekarang bisa deh nemui tamu..."
Laras langsung menghadang langkah Vino,"Ga boleh!Aku ga ijinin kamu nemui dua perempuan itu!Ga boleh!"
Vino pura2 ga ngeh,"Lho kenapa sayang?Masak tamu dibiarin nunggu sih?Kan ga sopan..."
Laras malah merentangkan tangannya,"Emang pakaian mereka juga sopan?Ga!Ga boleh!Ya ga boleh!Kalau kamu nekad pergi aku ga mau tidur di kamar kamu.Aku akan tidur di kamar tamu."
Vino jelas keder,'Waduh pakai ngancam lagi...tapi kalau marah gini makin manis deh...makin gemesin...hi..hi..'
Vino godain,"Cemburu ya?Katanya ga takut kehilangan aku?Baru mau nemui tamu aja udah overprotektif..."
Laras merona dipeluk Vino dari belakang,"Siapa yang cemburu?Aku kan ga suka aja kamu ketemu sama perempuan2 itu..."
Vino berbisik di telinga Laras,"Emang mereka kenapa?Aku ga ada hubungan istimewa sama mereka.Hatiku itu hanya buat kamu seorang.Kamu itu ratu hatiku satu2nya..."
Laras jawab sambil megangi tangan Vino yang memeluk dia,"Kamu ga bohongi aku kan?Janji?"
Apa jawab Vino?Tbc....
Not accepting...
Leon bawa dokumen Dara ke ruangan Vino,"Vin...may I go inside?"
Norman menghalangi,"Maaf Mas...Mas Vino sedang bicara dengan Mb Laras..."
Leon malah nyerahin dokumen Dara ke Norman,"Oke,ntar kalau udah selesai.Kamu kasih dokumen ini ke boss kamu itu.Aku mau tebar pesona dulu..."
Norman geleng2 kepala,'Dasar anak muda zaman now.Tapi tumben nih Mas Vino sampai ga mau diganggu meski oleh Mas Leon.Kayaknya bicara hal penting deh...tapi emang sejak menikah sama Mb Laras,Mas Vino jadi beda.Sama Mb Laras sayang banget.Padahal biasanya kalau soal cewek selalu diserahin ke Mas Leon atau Mas Sean.Mas Vino pilih nangani urusan yang benar2 penting.'
Didalam ruangannya,Vino asyik ngerjain berkas2,sambil lihat Laras mondar-mandir depan layar monitoring cctv.Vino nunggu reaksi Laras,'Dia bolehin ga ya aku ketemu sama Dara dan Bianca?Wajahnya dah manyun gitu tapi kok ga bilang apa2 ya?Aku pancing ah...'
Laras bete gitu lihat ke arah layar,'Masak ke kantor,kayak gitu pakaiannya.Kayak penyanyi dangdut di kampung aku deh...pasti mereka mau narik perhatian Vino deh...siapa lagi kalau bukan Vino...nyebelin!!'
Vino berkata,"Akhirnya kelar juga.Oke kayaknya sekarang bisa deh nemui tamu..."
Laras langsung menghadang langkah Vino,"Ga boleh!Aku ga ijinin kamu nemui dua perempuan itu!Ga boleh!"
Vino pura2 ga ngeh,"Lho kenapa sayang?Masak tamu dibiarin nunggu sih?Kan ga sopan..."
Laras malah merentangkan tangannya,"Emang pakaian mereka juga sopan?Ga!Ga boleh!Ya ga boleh!Kalau kamu nekad pergi aku ga mau tidur di kamar kamu.Aku akan tidur di kamar tamu."
Vino jelas keder,'Waduh pakai ngancam lagi...tapi kalau marah gini makin manis deh...makin gemesin...hi..hi..'
Vino godain,"Cemburu ya?Katanya ga takut kehilangan aku?Baru mau nemui tamu aja udah overprotektif..."
Laras merona dipeluk Vino dari belakang,"Siapa yang cemburu?Aku kan ga suka aja kamu ketemu sama perempuan2 itu..."
Vino berbisik di telinga Laras,"Emang mereka kenapa?Aku ga ada hubungan istimewa sama mereka.Hatiku itu hanya buat kamu seorang.Kamu itu ratu hatiku satu2nya..."
Laras jawab sambil megangi tangan Vino yang memeluk dia,"Kamu ga bohongi aku kan?Janji?"
Apa jawab Vino?Tbc....
Part 109 ♥ I AM
HIS QUEEN
Seeing...
Vino menghadapkan Laras padanya,"Aku ini seorang Presdir di
dunia kerja tapi Ras...soal hati soal cinta...aku ini masih seperti anak
kecil...aku tak bisa berbohong Ras...kau bisa tanya Sean atau Leon...atau Mama
bahkan Bimo,Norman semua yang kenal aku sejak lama...aku ini penakut
Ras...takut untuk jatuh cinta...tapi Ras...saat kau hadir dalam hidupku...kau
berada di sisiku ...aku tidak lagi merasakan ketakutan untuk mencintai
tapi...aku takut menyakiti orang yang kucintai...orang itu kau Ras..."
Laras menatap dalam2 ke mata Vino,"Saat aku mengetahui bahwa
kaulah Alvino Adijaya yang asli...aku takut berhadapan denganmu...aku takut kau
akan membaca rasa bersalah di mataku...aku takut kau akan menjebloskan aku dan
ayah ke penjara...tapi kini ...aku takut kau akan bosan padaku...karena
aku...aku tidak modis...aku membosankan...aku kuno...aku...takut
mengecewakanmu...hu...hu.."
Waduh malah nangis diajeng.Katane suruh sampai nangis?Tapi
ya ga gini amatlah...bajut ki.Lanjutkan...
Vino langsung memeluk erat sang isteri,"Aku tidak akan bosan
padamu...meski kau nanti jadi gemuk,keriput atau ubanan aku tidak akan berhenti
mencintaimu...jangan meragukan cintaku,Ras..."
Malah nangis kabeh nih.Hwaaa....!!Tapi ya ga penulisnya juga
kali...
Laras akhirnya tenang,"Kamu boleh temui mereka.Aku gpp
kok.Aku percaya sama kamu."
Vino malah manggil Norman,"Man!"
Norman masuk,"Ya Mas Vino?"
Vino masih merangkul Laras,"Kamu ambil dua mantel dari butik
Mama...bawa kemari."
Norman juga menyerahkan berkas dari Leon,"Oh ya Mas Vino ini
ada titipan dari Mas Leon...katanya buat Mas Vino..."
Vino menerimanya sementara Norman segera melaksanakan perintah
Vino,'Siang2 gini Mas Vino mau pakai mantel?Kagak salah?Turuti aja.'
Vino melihat berkasnya,'Ini ga mungkin...Om Tora ga mungkin
memutuskan hal ini tanpa bicara dulu padaku...sebaiknya aku hubungi dia.'
Laras lihat Vino malah menelpon seseorang,'Kok malah ga jadi pergi
nemui perempuan2 itu?Tapi aku seneng banget tadi dipeluk sama Vino...udah ga
ragu lagi sama dia.'
Vino menelpon Om Tora,bicara serius gitu.Akhirnya mantel
yang diminta Vino tiba.Vino manggil Sean,"Sean,ke ruanganku ya!"
Buat apa mantel?tbc...
Part 110 ♡ I AM HIS QUEEN
Be partakers...
Sean segera menemui Vino,"Vin,those two women make me
pening...I think we should call security to get them out from here...what do
you think?"
Vino memanggil Norman,"Man,berikan dua mantel tadi pada
Sean!"
Norman memberikannya disertai tatapan bingung dari Sean
maupun Laras.Sean bertanya,"Buat apa ini Vin?"
Vino malah duduk dekat Laras,"Suruh mereka pakai itu dan
dikancingkan jika ingin menemuiku.Kalau mereka tak mau kamu bisa memanggil
security."
Norman,Laras dan Sean kaget mendengarnya.Norman tak
menduga,'Aku pikir itu buat Mas Vino dan Mb Laras...ternyata buat duo tadi...'
Sean memuji Vino,"Kamu memang excellent Vin,always problem
solving...I will give this to them."
Vino memegang dagu sang isteri,"Kenapa terkesima?Kagum sama
aku?Mau bilang makasih lagi?"
Laras jelas jadi tersipu dan menyandarkan kepalanya di bahu sang
suami,"Makasih ya buat selalu jaga perasaan aku...ga cuma itu...ke ayahku
kamu juga gitu...aku mencintaimu Alvino Adijaya..."
Sementara itu duo sexy,Bianca dan Dara heran disuruh pakai mantel
kalau mau ketemu Vino.Bianca ngedumel,"Emang ini peraturan baru ya?Harus
ya?Kalau aku ga mau gimana?"
Sean menjawab dengan enteng,"Silakan pergi dari sini.Atau
perlu kupanggilkan security?"
Bianca ngalah,"Iya ya aku pakai."
Bianca makai dengan kesal,'Kalau bukan karena Mami,aku pilih pergi
aja dari sini.Sejak kejadian di fashion show itu bisnis Mami jadi
drop.Bermusuhan dengan Adijaya Group ternyata berdampak buruk pada bisnis
Mami.'
Dara juga sempat protes,"Ini ga mungkin ide Vino.Vino kan
tahu aku ini lulusan luar negeri.Dah biasa kali pakai baju model ginian.Ga usah
lebay deh."
Lola yang balas,"Kalau ga mau buat Lola aja deh...ini mantel
branded lho...barang mahal ini..."
Dara ingat omongan Revan tadi,'Jika aku ga bisa bikin deal soal
iklan itu maka akan sulit buat aku deketin Vino.Apalagi ada ratu lebah jadi
rival aku.Aku harus mengalah untuk menang.'
Leon juga bujuk Dara,"Tinggal pakai aja susah amat sih?Masih
bagus Vino mau nemui kalian.Udah cepetan dipakai."
Akhirnya keduanya memakai mantel itu,mantel itu menutupi
keminoran pakaian mereka.Lola mesem lihatnya,'Lucu juga sih lihat mereka...'
What next?Tbc.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar