Part 91 ¤¤ I AM
HIS QUEEN
Come to you...
Bukan tanpa alasan Vino begitu sayang pada Rani
Adijaya.Walau cuma mama tiri tapi Rani mengasuh Vino sejak dia masih kecil.Dan
Rani itu sangat merasa berhutang budi pada Adijaya.Dia membalasnya lewat
Vino.Rani takkan lupa janjinya pada mendiang papanya Vino,"Jangan bedakan
putraku Vino dengan putramu Revan.Jaga Vino untukku.Itu saja yang kuminta
darimu.Jadilah ibu baginya.Janjilah padaku Rani.Inilah bukti cintamu
kepadaku.Sayangi Vino seperti kau menyayangi Revan."
Rani terngiang janji itu kala melihat lukisan Adijaya di ruang
keluarga,'Iya Mas...aku hampir saja berlaku tidak adil pada Vino.Aku tidak
mendengarkan penjelasan dia.Maafkan aku Mas...'
Jadi yang datang mendekati Vino dan Laras adalah Rani
Adijaya,"Vin,bisa mama bicara denganmu sebentar?"
Vino jelas tak menduga,"Mama mau bicara sama Vino?Tentu
Ma..."
Vino seneng banget,"Ras,mama mau bicara sama aku.Mama ga
marah lagi sama aku Ras!!"
Laras ikut gembira,"Iya Vin...cepet ikuti mama gih.Aku akan
tunggu di sini."
Vino mengangguk dan tersenyum sebelum pergi ke ruangan
mamanya.Eh begitu Vino dah ga kelihatan,Revan nyamperin Laras,tapi Laras segera
pergi,"Ras!Aku cuma mau bicara sama kamu.Ras!!"
Revan hendak menangkap tangan Laras,"Ras tunggu!!"
Tapi Bimo menangkap tangan Revan,"Maaf Mas Revan.Sepertinya
Mas Revan harus jaga jarak sekarang dengan mbak Laras.Mb Laras itu isteri Mas
Vino.Jangan melewati batasan!"
Revan kesal,"Bimo!Lepasin aku!"
Laras sudah pergi,ia memilih nyusul Vino saja,'Aku takut kalau
Revan ada dirumah.Aku nunggu Vino aja deh di dekat ruangan Mama Rani.'
Bimo segera menyuruh Norman jaga Pak Syamsul sedang Bimo mengawal
Laras,'Aku ga akan biarkan Mas Revan mendekati mb Laras.Apalagi di saat Mas
Vino ga ada di dekat mb Laras.'
Revan kesal melihat ketatnya penjagaan untuk Laras dan Pak
Syamsul,'Sial!!Kayaknya susah bawa Laras kabur dari sini.Aku ga boleh
gegabah.Kayak waktu fashion show dulu.Kali ini aku harus bermain dengan
cantik.'
Sementara itu Vino dan sang mama bicara empat mata.Rani
membuka pembicaraan,"Vino,katakan pada Mama mengapa kau sampai memukul
kakakmu sendiri?"
Vino malah diam.Akankah Vino jujur mengatakan siapa sebenarnya
Revan itu?tbc.
Part 92 ◆◆◆ I AM HIS QUEEN
Spoken To You...
Vino dalam dilema antara jujur atau nutupi soal kelakuan
Revan,'Kalau aku jujur ke mama,pasti mama akan sedih banget.Apalagi soal
kecelakaan pesawat itu belum pasti apakah disabotase atau murni
kecelakaan.Kalau aku keep soal ini dari Mama,Revan akan jumawa.Mengira aku bisa
dia kendalikan.Mana ya Tuhan yang harus Vino pilih?'
Rani heran Vino diam saja,"Kenapa malah diam Vin?Katanya kamu
mau jelasin semuanya ke mama.Sekarang mama kasih kesempatan sama kamu...tapi
kamu malah diam."
Vino duduk dekat Rani,"Ma...sebenarnya ini karena Vino
cemburu saja sama Revan.Makhlum Ma ini pertama kalinya Vino jatuh cinta.Mama
tahu sendiri kan Vino kayak gimana takutnya punya hubungan dekat sama
cewek.Jadi Mama jangan marah ya sama Vino...Vino terlalu posesif saja sama
Laras.Vino pikir Revan mau merebut Laras dari Vino."
Rani geleng2 kepala,"Vino...Vino...kamu mirip banget sama
papa kamu.Overprotektif...kamu tahu ga dulu Mama sampai dikawal banyak
bodyguard tiap kali pergi...katanya biar aman.Eh nurun ke kamu rupanya...Mama
ga marah kok sama Vino...tapi jangan emosi lagi kayak tadi...bicarakan dulu
semuanya baik2.Lagian kan biasanya kamu minta nasehat ke mama kalau ada
apa2...tumben ga cerita soal perasaan kamu ke Laras.Nikah aja main
rahasia.Kayak bukan kamu deh Vin...udah habis ini yang akur lagi sama Revan
ya?Mama itu sayang kalian berdua."
Vino bahagia dipeluk Rani Adijaya,"Vino juga sayang banget
sama Mama..."
Rani godain,"Lebih sayang mana sama Laras?"
Vino jadi malu,"Mama bisa aja deh...oh ya Ma...Vino setuju
sama ide Mama buat nikah lagi sama Laras.Cuma jangan sebarin ke siapa2 ya
Ma...soalnya Vino belum nemu konsep yang pas.Ntar aja kalau Vino dah nemu
konsep yang pas,Vino akan kasih tahu Mama...tapi keep dulu ya Ma...biar jadi
rahasia kita dulu."
Rani mengelus kepala Vino,"Dasar anak mama yang satu ini
masih suka main rahasia ya...oke Mama akan keep dulu.Ga sangka ya kamu malah
jodohnya gadis sederhana kayak Laras.Padahal dulu mama niatnya mau jodohin kamu
sama...."
Vino ketawa,"Aku tahu sama siapa...tapi namanya jodoh itu ga
terduga ya Ma...meski jauh akhirnya ketemu jua..."
Memang dulu Rani mau jodohin Vino sama siapa sih?tbc
Part 93 ♡♡ I AM HIS QUEEN
With you...
Laras nungguin Vino di luar ruangan,mb Mety datang
nyamperin,"Mb Laras nungguin Mas Vino ya?So sweet banget sih sampai
ditungguin.Ga mau jauh2 ya dari suami he..he.."
Laras jadi keki juga,"Mb Mety bisa aja deh...saya cuma ingin
selalu ada saat Vino butuhin saya.Lagian Vino kan memar2 tadi..."
Mety seneng godain Laras,"Mb Laras perhatian banget sama Mas
Vino...benar2 isteri yang baik.Oh ya saya ambilkan cemilan dan minuman ya biar
lebih asyik nunggunya.Sebentar ya..."
Laras mengangguk,"Boleh mb Mety...terima kasih ya..."
Laras lega lihat ga ada Revan di sekitar situ,'Pyuhh...aku jadi
serem deh di rumah kalau ada Revan,untung Ayah dijaga ketat sekarang.Aku mau
deket Vino aja...aku merasa aman kalau deket dia.Cuma dekat Vino aja,aku merasa
damai banget hatiku.Moga aja hubungan Vino sama mamanya baikan deh..."
Laras malah merhatiin cincin pemberian Vino,'Aku ga sangka gadis
kampung kayak aku dilamar sama pria dari keluarga jetset.Ya ampun mimpi apa aku
ini.Harusnya kan aku sama ayah dipenjara karena nipu Vino.Tapi malah Vino ingin
beneran nikah sama aku.Aku mencintaimu Vin...'
Pak Syamsul datang,"Ras,kamu gpp kan Nak?Kamu ngapain di
sini?Nak Revan balik ke rumah ini lho.Ayah takut kamu diapa2in sama dia."
Laras nenangin ayahnya,"Laras gpp kok Yah,Laras lagi nungguin
Vino.Dia di dalam lagi bicara sama mamanya.Laras juga takut Yah...makanya Laras
disini..."
Pak Bimo datang,"Ga usah takut mb Laras.Saya akan standby
dekat kalian.Mas Vino sudah instruksikan hal itu ke saya dan team.Jadi mb Laras
ga perlu cemas lagi."
Vino keluar sama mamanya,Rani menyapa semuanya,"Lagi kumpul
nih...lihat Revan ga?"
Revan datang,"Mama nyariin Revan?"
Lihat Revan,Laras langsung merapat ke Vino.Kayak kapal aja
merapat.Wk..wk..Rani merhatiin gestur Laras,'Takut sekali kayaknya Laras sama
Revan?Apa ada hal yang masih aku belum tahu ya?Mungkin benar Revan ganggu Laras
sehingga dia takut begitu.'
Vino menggenggam erat jemari sang isteri,'Dia ketakutan.Tangannya
dingin banget.Kayaknya aku ga mungkin ninggalin Laras di rumah.Lebih baik aku
ajak ke kantor aja.Biar Pak Bimo lebih fokus jaga Pak Syamsul.'
Revan juga merhatiin gimana Laras nempel Vino.Cemburu?tbc
•
Part 94
☆ I AM HIS QUEEN
Teach you all things...
Rani meminta kedua putranya untuk berbaikan,"Do it for me boys...will you?"
Revan masih diam tapi Vino mengulurkan tangannya,"Maafkan adik kamu ini ya Van?Aku loss control tadi."
Laras masih depis di belakang Vino,ga mau dia jauh dari Vino.Laras heran juga lihat suaminya malah yang minta maaf duluan,'Bukannya Revan yang jahat sama Vino ya?Kok malah Vino yang minta maaf sih?Tapi aku percaya pada keputusan Vino.Dia itu pria yang sangat baik.Hatiku mempercayainya walau aku ga mengerti sekarang.'
Revan akhirnya menerima permintaan maaf Vino,"Ya udah.Aku maafin..."
Rani lega,"Gitu dong.That's my boys.Mama bangga sama kalian."
Keduanya dirangkul sama Rani.Meski begitu tangan Laras masih ga dilepas sama Vino,'Aku mohon kamu tetep di samping aku Ras...aku ga bisa setegar ini tanpa kamu.Vino akhirnya pamitan sama mamanya dan Pak Syamsul,"Ya udah.Vino mau ke kantor dulu...ehm Ayah,Vino minta ijin bawa Laras ikut Vino kerja.Boleh kan Yah?"
Revan makin bete lihat Laras malu2 didekat Vino,'Ngeselin banget sih...kalau sama Vino aja nempel kayak perangko.Huhhh...sebel dan gedek banget lihat tangan mereka bertaut gitu.'
Jelaslah Vino diijinin sama Ayah mertua,"Ayah titip Laras ya Nak Vino?Tolong jaga dia...lihat tuh mukanya langsung ceria tahu mau diajak sama Nak Vino..."
Laras emang hepi banget bakal diajak Vino,"Ayah apaan sih...Laras kan jadi malu..."
Vino menambahi,"Malu2 tapi mau kan?"
Laras menyembunyikan wajahnya didada Vino,"Vino ah...ikutan Ayah godain aku...dasar julit..."
Yang lain ketawa kecuali Revan.Ia malah mikir,'Belum ada sehari di rumah ini,aku dah ga tahan berada di sini.Sabar Van...sabar...'
Vino memandang Bimo,Bimo langsung ngerti arti tatapan bossnya itu.Laras dan Vino hendak menuju mobil,eh mb Mety datang bawa cemilan dan juice,"Lho mbak Laras kok malah mau pergi sih?Lha makanannya ?"
Laras minta maaf,"Maaf ya mb Mety...Laras mau diajak Vino nih.."
Mb Mety ga masalah,"Santai aja mb Laras."
Dekat kolam,Laras bilang sama Vino,"Makasih ya Vin....tahu aja aku lagi takut di sini..."
Vino tersenyum,"Udah kewajiban seorang suami memberikan rasa aman ke isterinya."
Gimana suasana di kantor?tbc.....
Teach you all things...
Rani meminta kedua putranya untuk berbaikan,"Do it for me boys...will you?"
Revan masih diam tapi Vino mengulurkan tangannya,"Maafkan adik kamu ini ya Van?Aku loss control tadi."
Laras masih depis di belakang Vino,ga mau dia jauh dari Vino.Laras heran juga lihat suaminya malah yang minta maaf duluan,'Bukannya Revan yang jahat sama Vino ya?Kok malah Vino yang minta maaf sih?Tapi aku percaya pada keputusan Vino.Dia itu pria yang sangat baik.Hatiku mempercayainya walau aku ga mengerti sekarang.'
Revan akhirnya menerima permintaan maaf Vino,"Ya udah.Aku maafin..."
Rani lega,"Gitu dong.That's my boys.Mama bangga sama kalian."
Keduanya dirangkul sama Rani.Meski begitu tangan Laras masih ga dilepas sama Vino,'Aku mohon kamu tetep di samping aku Ras...aku ga bisa setegar ini tanpa kamu.Vino akhirnya pamitan sama mamanya dan Pak Syamsul,"Ya udah.Vino mau ke kantor dulu...ehm Ayah,Vino minta ijin bawa Laras ikut Vino kerja.Boleh kan Yah?"
Revan makin bete lihat Laras malu2 didekat Vino,'Ngeselin banget sih...kalau sama Vino aja nempel kayak perangko.Huhhh...sebel dan gedek banget lihat tangan mereka bertaut gitu.'
Jelaslah Vino diijinin sama Ayah mertua,"Ayah titip Laras ya Nak Vino?Tolong jaga dia...lihat tuh mukanya langsung ceria tahu mau diajak sama Nak Vino..."
Laras emang hepi banget bakal diajak Vino,"Ayah apaan sih...Laras kan jadi malu..."
Vino menambahi,"Malu2 tapi mau kan?"
Laras menyembunyikan wajahnya didada Vino,"Vino ah...ikutan Ayah godain aku...dasar julit..."
Yang lain ketawa kecuali Revan.Ia malah mikir,'Belum ada sehari di rumah ini,aku dah ga tahan berada di sini.Sabar Van...sabar...'
Vino memandang Bimo,Bimo langsung ngerti arti tatapan bossnya itu.Laras dan Vino hendak menuju mobil,eh mb Mety datang bawa cemilan dan juice,"Lho mbak Laras kok malah mau pergi sih?Lha makanannya ?"
Laras minta maaf,"Maaf ya mb Mety...Laras mau diajak Vino nih.."
Mb Mety ga masalah,"Santai aja mb Laras."
Dekat kolam,Laras bilang sama Vino,"Makasih ya Vin....tahu aja aku lagi takut di sini..."
Vino tersenyum,"Udah kewajiban seorang suami memberikan rasa aman ke isterinya."
Gimana suasana di kantor?tbc.....
•
Part 95 ÷÷ I AM HIS QUEEN
Your remembrance...
Dari jauh Revan melihat Laras masuk ke mobil Vino,'Aku ga mungkin ke kantor dengan wajah lebam gini.Sial!Tapi aku bisa makai orang lain buat ganggu hubungan mereka.Lagipula mengapa aku harus mengotori tanganku jika dengan tangan orang lain saja aku bisa.Aku hubungi dia dulu.Aku ingat dulu mama berniat jodohin dia dengan Vino.'
Di sebuah kawasan elite,seorang gadis dengan rambut diwarna nampak kesel lihat majalah,"Si kampungan itu lagi yang jadi headline.Judul headlinenya norak lagi : Cinderella di keluarga Adijaya.Sebel!!"
Seorang wanita berambut pendek mendekat,"Dara,kenapa bete gitu sih sayang?Sampai berantakan gini tabloid sama majalah2nya.Kamu kenapa sih sayang?"
Dara cemberut,"Gimana ga bete coba?Di majalah bisnis mereka jadi tajuk utama,di majalah fashion juga.Mesra lagi foto2nya!Real lagi bukan sebuah photoshoot.Gimana kalau photoshoot?Lihat nih!"
Mamanya Dara melihat ke majalah bisnis,"Milyarder muda Alvino Adijaya akhirnya melepas masa lajangnya...setelah dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat kini Alvino Adijaya membuat heboh dengan status barunya telah menikah dengan seorang wanita dari kalangan biasa bernama Laras Ayuningtyas."
Dara mendengus kesal sambil nyalain tv,"Harusnya yang ada di sebelah Vino itu Dara Ma!Dara inget kok waktu itu Tante Rani kemari bicarain soal niatnya mau jodohin Dara sama Vino.Eh malah Vinonya kecelakaan pesawat."
Sang mama memandang wajah putri semata wayangnya itu,"Kalau emang ga berjodoh mau apa lagi sayang.Manusia boleh merencanakan tapi Tuhan yang menentukan.Mungkin memang takdir mereka untuk bersatu."
Oh jadi Dara yang mau dijodohin sama Vino?Sayang Vinonya malah accident.Hp Dara bunyi,"Revan?Mau apa ya dia hubungi aku?"
Sang mama malah senyum,'Kenapa Rani ga jodohin Dara ke Revan ya?Bukannya Revan lebih tua dari Vino?Harusnya kan Revan dulu yang nikah baru Vino.Mungkin karena Vino putra kandung Adijaya sehingga dia ingin Vino segera punya penerus.Rani memang wanita luar biasa,siapa sangka seorang ibu tiri bisa sesayang itu sama anak tirinya.'
Dara menerima telpon Revan,"Iya Van?...ketemuan?Okay...dimana?Di rumah Vino?Ok."
Mau buat rencana apa sih mereka?*bersambung...
Your remembrance...
Dari jauh Revan melihat Laras masuk ke mobil Vino,'Aku ga mungkin ke kantor dengan wajah lebam gini.Sial!Tapi aku bisa makai orang lain buat ganggu hubungan mereka.Lagipula mengapa aku harus mengotori tanganku jika dengan tangan orang lain saja aku bisa.Aku hubungi dia dulu.Aku ingat dulu mama berniat jodohin dia dengan Vino.'
Di sebuah kawasan elite,seorang gadis dengan rambut diwarna nampak kesel lihat majalah,"Si kampungan itu lagi yang jadi headline.Judul headlinenya norak lagi : Cinderella di keluarga Adijaya.Sebel!!"
Seorang wanita berambut pendek mendekat,"Dara,kenapa bete gitu sih sayang?Sampai berantakan gini tabloid sama majalah2nya.Kamu kenapa sih sayang?"
Dara cemberut,"Gimana ga bete coba?Di majalah bisnis mereka jadi tajuk utama,di majalah fashion juga.Mesra lagi foto2nya!Real lagi bukan sebuah photoshoot.Gimana kalau photoshoot?Lihat nih!"
Mamanya Dara melihat ke majalah bisnis,"Milyarder muda Alvino Adijaya akhirnya melepas masa lajangnya...setelah dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat kini Alvino Adijaya membuat heboh dengan status barunya telah menikah dengan seorang wanita dari kalangan biasa bernama Laras Ayuningtyas."
Dara mendengus kesal sambil nyalain tv,"Harusnya yang ada di sebelah Vino itu Dara Ma!Dara inget kok waktu itu Tante Rani kemari bicarain soal niatnya mau jodohin Dara sama Vino.Eh malah Vinonya kecelakaan pesawat."
Sang mama memandang wajah putri semata wayangnya itu,"Kalau emang ga berjodoh mau apa lagi sayang.Manusia boleh merencanakan tapi Tuhan yang menentukan.Mungkin memang takdir mereka untuk bersatu."
Oh jadi Dara yang mau dijodohin sama Vino?Sayang Vinonya malah accident.Hp Dara bunyi,"Revan?Mau apa ya dia hubungi aku?"
Sang mama malah senyum,'Kenapa Rani ga jodohin Dara ke Revan ya?Bukannya Revan lebih tua dari Vino?Harusnya kan Revan dulu yang nikah baru Vino.Mungkin karena Vino putra kandung Adijaya sehingga dia ingin Vino segera punya penerus.Rani memang wanita luar biasa,siapa sangka seorang ibu tiri bisa sesayang itu sama anak tirinya.'
Dara menerima telpon Revan,"Iya Van?...ketemuan?Okay...dimana?Di rumah Vino?Ok."
Mau buat rencana apa sih mereka?*bersambung...
•
Part 96 ◇◆
•
I AM HIS
QUEEN
We will come unto him...
Di mobil,Laras tanya soal pembicaraan Vino sama Mamanya,"Vin,kayaknya kamu belum mengatakan ke Mama soal keterlibatan Revan dalam pernikahan kita."
Vino menyandarkan kepalanya di kepala Laras,"Iya sayang,aku ga tega merusak hubungan ibu dan anak.Maafin aku ya sayang...aku harusnya kasih rasa aman buat kamu tinggal di rumah kita tapi aku malah biarin Revan kembali ke rumah."
Laras balas nyandar juga,"Aku ngerti kok kamu ga mau Revan kehilangan kasih sayang mamanya.Lagipula asal ada kamu aku nyaman kok berada di mana saja.Ga usah minta maaf...aku yang harusnya minta maaf bikin kamu dalam posisi sulit.Pasti aku bikin kacau ya hidup kamu,bisnis kamu,reputasi kamu belum citra keluarga kamu.Maaf ya Vin kalau aku cuma wanita dari kampung,ga ngerti dunia kamu..."
Vino malah mengecup kepala sang isteri,"Aku cinta pengacau duniaku yang satu ini....he..he..Kamu tahu sayang...dimataku kamu itu bukan wanita biasa.Kamu itu spesial,istimewa,dan mempesona.Aku semakin yakin bahwa kamu memang wanita yang tepat untuk jadi ibu bagi anak2ku nanti.Aku pingin punya minim 3 anak.Pokoknya aku mau dirumah itu ramai suara anak2 kita bermain,tertawa dan lari2an gitu..."
Laras jadi tersipu,"Vino kejauhan deh mikirnya..."
Vino malah nanya Norman,"Man,masak aku dibilang kejauhan mikirnya...menurut kamu wajar ga kalau aku mikir soal anak?"
Norman blingsatan,"Ehm..wajar Mas Vino.Malah saya harap bisa segera punya momongan biar ramai kediaman Adijaya..."
Vino seneng didukung Norman,"Tuh dengerin Sayang...keluarga Adijaya itu butuh suksesor...kalau perlu yang banyak...hi..hi .."
Laras tersipu,"Iya ya Vin kamu kan anak tunggal mendiang papa kamu.Coba saja papa kamu masih ada,beliau pasti bangga banget lihat kamu sudah dewasa dan sukses seperti sekarang."
Vino jadi ingat,"Man kita pergi ke suatu tempat dulu ya baru ke kantor."
Laras heran,"Kemana Vin?"
Vino malah bikin penasaran,"Ke suatu tempat yang harus kita datangi sebelum kita menikah secara benar."
Mau kemana sih mereka?Sementara Dara menemui Revan di kediaman Adijaya,Lastri sebel lihat cara berpakaian Dara yang buka sitik joss,'Orang kaya itu aneh ya..."
Aneh gimana?*Bersambung..
We will come unto him...
Di mobil,Laras tanya soal pembicaraan Vino sama Mamanya,"Vin,kayaknya kamu belum mengatakan ke Mama soal keterlibatan Revan dalam pernikahan kita."
Vino menyandarkan kepalanya di kepala Laras,"Iya sayang,aku ga tega merusak hubungan ibu dan anak.Maafin aku ya sayang...aku harusnya kasih rasa aman buat kamu tinggal di rumah kita tapi aku malah biarin Revan kembali ke rumah."
Laras balas nyandar juga,"Aku ngerti kok kamu ga mau Revan kehilangan kasih sayang mamanya.Lagipula asal ada kamu aku nyaman kok berada di mana saja.Ga usah minta maaf...aku yang harusnya minta maaf bikin kamu dalam posisi sulit.Pasti aku bikin kacau ya hidup kamu,bisnis kamu,reputasi kamu belum citra keluarga kamu.Maaf ya Vin kalau aku cuma wanita dari kampung,ga ngerti dunia kamu..."
Vino malah mengecup kepala sang isteri,"Aku cinta pengacau duniaku yang satu ini....he..he..Kamu tahu sayang...dimataku kamu itu bukan wanita biasa.Kamu itu spesial,istimewa,dan mempesona.Aku semakin yakin bahwa kamu memang wanita yang tepat untuk jadi ibu bagi anak2ku nanti.Aku pingin punya minim 3 anak.Pokoknya aku mau dirumah itu ramai suara anak2 kita bermain,tertawa dan lari2an gitu..."
Laras jadi tersipu,"Vino kejauhan deh mikirnya..."
Vino malah nanya Norman,"Man,masak aku dibilang kejauhan mikirnya...menurut kamu wajar ga kalau aku mikir soal anak?"
Norman blingsatan,"Ehm..wajar Mas Vino.Malah saya harap bisa segera punya momongan biar ramai kediaman Adijaya..."
Vino seneng didukung Norman,"Tuh dengerin Sayang...keluarga Adijaya itu butuh suksesor...kalau perlu yang banyak...hi..hi .."
Laras tersipu,"Iya ya Vin kamu kan anak tunggal mendiang papa kamu.Coba saja papa kamu masih ada,beliau pasti bangga banget lihat kamu sudah dewasa dan sukses seperti sekarang."
Vino jadi ingat,"Man kita pergi ke suatu tempat dulu ya baru ke kantor."
Laras heran,"Kemana Vin?"
Vino malah bikin penasaran,"Ke suatu tempat yang harus kita datangi sebelum kita menikah secara benar."
Mau kemana sih mereka?Sementara Dara menemui Revan di kediaman Adijaya,Lastri sebel lihat cara berpakaian Dara yang buka sitik joss,'Orang kaya itu aneh ya..."
Aneh gimana?*Bersambung..
Part 97 >>
I AM HIS QUEEN
Unto the father...
Di pemakaman milik keluarga Adijaya,tampak sudah ada mobil
disana.Bukannya Vino belum sampai ya?Terus mobil siapa dong?Yuk cari tahu!Seorang
pria berkepala plontos nampak berdiri dekat seorang pria berjas
rapi,"Bang,untuk apa kita kemari?Ini kan makam keluarga Adijaya."
Pria yang dipanggil 'bang' itu menjawab sambil menatap satu buah
nisan bertuliskan Adijaya,"Jon,bagaimanapun juga aku harus berterima kasih
pada Adijaya karena dia telah menjaga isteri dan anakku selama aku tidak
ada."
Oh itu Marco ya?Ngapain dia ziarah ke situ?Udah jangan
berisik ntar ketahuan lho.What???
Marco menaruh bunga di sana,"Adijaya...aku ga sangka kau bisa
menyentuh hati terdalam Rani sehingga ia tak mau berpaling darimu meski kau
telah tiada.Luar biasa sekali kharismamu,Adijaya.Bahkan Rani tetap memilih
sendiri dan mengabdikan dirinya memelihara putramu.Aku sungguh kagum pada
wibawamu."
Joni mendekat,"Bang,kita kedatangan tamu..."
Marco melihat dua buah mobil datang,"Aku sudah selesai.Mari
kita sambut mereka..."
Yang datang pasti couple kesayangan kita?Ya iyalah!
Norman berkata pada Vino,"Mas Vino sepertinya sudah ada orang
lain di sini.Biar saya lihat dulu aman tidak tempat ini."
Vino berkata pada Laras,"Kamu disini ya Ras...aku mau lihat
siapa itu."
Laras ga mau,"Aku ikut...kemanapun kamu pergi aku ikut
Vin..."
Vino ngalah deh,"Ya udah.Kamu ini emang kepala batu
deh...tetep di dekatku oke?"
Laras nurut,'Pokoknya aku ga mau jauh dari Vino...susah seneng aku
harus ada bersama dia...'
Norman mengenali Marco,"Mas Vino,dia itu ayahnya Mas
Revan...hati2 Mas dia berbahaya..."
Vino berhadapan dengan Marco,'Sepertinya aku pernah melihat dia
dalam pertemuan para pengusaha.Dia papanya Revan?'
Marco menyapa Vino,"Adijaya memang patut berbangga punya
penerus seperti kamu,Alvino Adijaya.So young ...tapi jiwa bisnisnya luar
biasa."
Vino berkata,"Anda sepertinya mengamati saya...terima kasih
atas pujiannya.Tapi untuk apa Anda kemari?Ini pemakaman keluarga...dan setahu
saya Anda bukan keluarga Adijaya..."
Joni merasa tersinggung,tapi Marco
mencegahnya,"Jon,perkataannya tidak salah...sebaiknya kita pergi dari
sini..."
Situasi amankah?bersambung...
Part 98 ■□ I AM HIS QUEEN
Made known unto you...
Joni menuruti Marco,walau heran juga dia dengan keputusan
bossnya malah milih pergi.Di mobil ia bertanya,"Bang,kenapa ga kita serang
saja tadi?Bukankah wanita yang bersama putra Adijaya tadi adalah Laras?Wanita
yang diinginkan oleh Revan?"
Marco menjawab,"Sekarang saya bukan lagi Marco yang dulu.Yang
hidup bak preman jalanan.Kini saya seorang pengusaha dan nama baik itu perlu
dijaga.Kita akan menyerang pada waktu yang tepat bukan dengan cara
gegabah."
Mobil Marco meninggalkan area pemakaman,sedang Vino
mengajak Laras ke makam ayahnya.Laras membawa seikat bunga,ditaruhnya di atas
nisan papanya Vino.Vino jongkok dekat nisan sambil mengenggam jemari
Laras,"Hello Pa...Vino kangen sama papa...kangen banget..."
Laras melihat mata Vino berkaca2,digenggamnya tangan Vino lebih
erat.Vino tersenyum,"Pa...lihat siapa yang Vino bawa...dia menantu
papa...namanya Laras...cantik kan Pa?"
Laras jadi terharu,"Selamat siang Papa Adijaya...salam hormat
dari Laras..."
Vino tersenyum dan menyeka air matanya,"Pa...Vino sudah
menemukan wanita yang Vino cintai...Vino minta restu dari papa...Vino mau
menikah dengan Laras secara benar...Papa restu kan?"
Seekor kupu2 berwarna kuning tiba2 hinggap di kepala Laras,Vino
tergugu melihatnya.Laras malah jadi heran,"Vin,kamu gapapa?Kok malah
nangis sih?"
Vino nunjuk ke kepala Laras,"Ada kupu2 di kepala kamu
Ras...tapi jangan bergerak biarkan saja..."
Laras heran juga,"Kupu2?"
Vino ingat dulu waktu kecil ayahnya pernah menghibur dia saat dia
nangis lihat ulat bulu,"Vino sayang...ulat bulu itu nanti akan menjelma
jadi serangga yang sangat indah.Tapi dia harus diproses dalam kepompong.Kamu
jangan takut lihat ulat bulu.Lihat nanti akan muncul kupu2 yang indah yang akan
membuatmu bahagia."
Vino tersenyum pada makam papanya,"Terima kasih Pa...buat
restunya...Vino janji akan selalu ingat pesan papa...lihat saja alis Vino udah
kayak ulat bulu sekarang ...he..he.."
Ketawa tapi sambil nangis juga.Susah mendeskripsikannya.Tapi
Laras bahagia lihat Vino bisa tertawa dan sepertinya lega gitu curhat sama
papanya,'Restui kami ya Papa Adijaya...Laras sungguh2 tulus mencintai Vino...'
Kemana selanjutnya?Bersambung..
Part 99
>>> I AM HIS QUEEN
Called you friend...
Agak lama Vino dan Laras di makam.Walau ga banyak bicara tapi
kehadiran Laras di sampingnya membuat Vino sangat bahagia.Akhirnya Vino pamit
karena hp dia bunyi terus,"Pa...Vino pamit dulu ya...Vino mau ngurus
bisnis keluarga kita.Vino janji akan menjaga semua yang Papa tinggalkan...love
you Pa..."
Laras menatap sekali lagi ke nisan,"Laras pergi dulu ya Papa
Adijaya...Laras janji akan mendampingi Vino selamanya..."
Mereka masuk ke mobil,Vino lihat hpnya,"Ya...Sean?"
Sean jawab,"Vin...katanya kamu akan datang siang ini.Tapi ini
dah mau lunch Vin,where are you?Banyak banget laporan di meja kamu Vin...you
must come here..."
Vino balas,"Iya ...iya...ini juga lagi otw ke sana...tadi aku
ada urusan penting.Bentar lagi juga sampai di kantor.Oh ya pesenin aku dua
porsi makan siang yang enak.Ingat the best menu..."
Sean geer,"Vin,kamu mau lunch bareng aku ya?Kamu perhatian
banget sih Vin..."
Vino heran,"Siapa juga mau lunch bareng kamu..Kalau kamu mau
pesen,pesen aja sekalian ntar aku yang bayar billnya."
Sean bingung,"Terus ngapain pesen dua porsi?Kenapa ga satu
aja?"
Vino meraih jemari Laras,"Lakukan aja apa aku minta.Okay?Bye
Sean..."
Laras melihat ke arah Vino,"Vin,ntar aku di kantor kamu
ganggu kamu kerja dong.Beneran gpp aku ke sana?"
Vino meraih Laras,"Kamu itu isteri seorang bisnisman.Jadi
kamu juga harus tahu gimana aku jalankan bisnis aku.Jadi jika suatu hari nanti
aku berhalangan kamu bisa gantiin posisi aku.Kamu kan Laras Adijaya.Isteri
Alvino Adijaya."
Laras malah ketawa,"Kamu bercanda kan Vin?Masak aku gantiin
posisi kamu sih?Ga...itu ga mungkin banget deh...Lagian kamu berhalangan,emang
mau kemana?"
Vino menerawang,"Yeah kadang kan aku harus pergi ke luar
negeri lihat mesin,lihat pabrik lain,atau sejenis itulah."
Laras malah menggenggam jemari Vino,"Kemanapun kamu pergi
pokoknya aku ikut...mau ke luar negeri ke luar pulau kemana kek...aku akan
disamping kamu."
Vino tersenyum dan mengecup jari sang isteri,"Manja nih...mau
ikut kemana aja?Manja apa takut kehilanhan aku nih?He..he.."
Laras malah bingung,"Siapa yang manja?Kalau takut kehilangan
kamu...kayaknya kamu deh yang takut kehilangan aku.He..he.."
Which?tbc
Part 100 >> I AM HIS QUEEN
He is come....
Di head office Adijaya Group,tampak Leon asyik godain para staff
cewek,"Kalian mau kan have dinner with me?"
Nindy lewat,"Jangan mau girls dia itu playboy...kalau cari
cowok tu kayak Boss kita itu lho.Presdir Alvino Adijaya...udah ganteng,ga suka
mainin cewek,tajir lagi."
Mereka langsung bayangin Vino,"Iya ya Boss kan keren
banget.Tenar lagi.Kenapa orang2 yang kayak gitu selalu udah ga available
ya?Beruntung banget ya Bu Presdir...padahal dia cuma wanita kampung ga jelas
gitu..."
Mobil Vino memasuki halaman kantor pusat,langsung deh semua
balik ke meja masing2.Reza ketawa lihatnya,'Giliran Pak Presdir
datang....kabur semua.Dasar karyawan2 zaman now.'
Tapi dasar para karyawati cewek kepo2 pingin lihat gantengnya
Vino,mereka ngintip.Pertama yang turun Vino dibukain pintu sama bodyguard,wah
langsung pada ngeces lihat Vino ganteng gitu,"Wow....Boss
gantengnya!!Wajahnya itu lebih halus dan kinclong dari muka aku.Aduh...apalagi
tatapan matanya...dalam banget..."
Tapi mereka kian terpana kala melihat Vino menggandeng
Laras,"Ya ampun ...mau dong digandeng begitu....so sweet banget sih...itu
isteri Boss kan?Sederhana ya dandannya?Ga menor gitu...kayaknya kita perlu niru
deh model isteri Boss...ya ga girls?"
Sonya menegur mereka,emang sebagai Manager HC,Sonya terkenal
tegas,"Kalian ini mau dikasih nilai berapa hehh?Mau gajinya ga naik?Kerja
malah pada ngintip...ngintip apaan coba?"
Reza yang jawab,"Itu lho Soy,mereka pada lihat Pak Presdir
datang..."
Sonya lihat Vino jalan memasuki lobby gedung utama,"Pantas
pada baper...aku aja ga pernah digandeng begitu sama si culun...jadi envy
deh..."
Malah Sonya yang baper melongo ga kelar2,weleh...Reza
heran,"Soy,kamu kok bengong?Cepetan kamu samperin Pak Presdir dan
isterinya...gimana sih?"
Sonya langsung sadar,"Astaga....Selamat siang Pak Presdir dan
Bu Presdir..."
Vino hanya mengangguk dan menuju ke ruangannya.Masih
gandeng Laras pula,melewati desk2 staff yang berjajar di lantai tersebut.Depan
ruangannya Vino disambut Leon,"Wow...your wife so beautiful ...bro!!"
Vino jawab,"Ya iyalah Leon...isteri Alvino Adijaya gitu
loh..."
Laras jadi heran,'Kenapa semua pada liatin aku sih?'
Why?*tbc...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar