Part 141 ** I AM
HIS QUEEN
The elders...
Vino tahu pasti Revan akan mengikuti dia maka dia udah
booking satu restoran untuk acara kali ini.Sebuah restoran dengan nuansa
pesawat gitu.Revan hendak masuk juga tapi sudah dihadang oleh manager
resto,"Maaf,restoran ini sudah dibooking.Sebaiknya Anda ke restoran lain
dulu."
Revan kesal,'Sial!Pengawalannya ketat pula.Dimana2 bodyguardnya
Vino.Mau makan aja sampai kayak gini.Pasti bukan sembarang makan aja.Tapi apa
yang sebenarnya direncanakan Vino?Sebaiknya aku cari informasi ke orang2
terdekat Vino.Mama dulu...ga mungkin mama ga tahu sesuatu.Sebaiknya aku ke
tempat mama.'
Iya juga ya mau makan aja sampai harus booking seisi
resto,dikawal ketat pula.Vino mau ngapain ya?Kok malah nanya sih?Kan situ yang
punya ide ini.Ups...
Lihat model restorannya justru bikin Laras greg,'Pesawat?Ini
beneran pesawat?'
Wajah Laras berubah jadi sedih,keinget kala Vino hampir
tewas dalam kecelakaan pesawat.Malah berhenti dan narik tangan
Vino,"Jangan Vin!!"
Pak Syamsul heran,"Kenapa Ras?"
Vino berkata,"Bim,antar Pak Syamsul ke dalam dulu.Aku akan
menyusul."
Bimo menjawab,"Baik Mas Vino.Mari Pak Syamsul.Kita ke dalam
dulu."
Pak Syamsul malah kagum,"Wah...baru kali ini saya lihat
restoran model begini."
Vino mendekati isterinya,"Sayang,kau kenapa?Kamu ga suka kita
makan di sini?Disini enak lho makanannya,tempatnya juga nyaman.Ga akan ada yang
ganggu kok karena aku udah booking semua."
Laras ga mau lihat ke arah pesawatnya,'Vino udah booking
semuanya?Dia pasti udah nyiapin dari tadi.Tapi...gimana kalau Vino kenapa2?'
Vino meraih wajah isterinya yang tertunduk,"Hey...ada
apa?Katanya kamu lapar?"
Laras melirik ke arah pesawatnya,"Aku ga mau kamu kenapa2
Vin..."
Vino masih bingung,"Maksudnya kenapa2?Tempat ini aman
Ras.Pengawalku banyak berjaga di sini.Kamu ga usah takut...Bimo juga ada di
sini.Yuk ke dalam?"
Laras masih ga mau,"Pesawatnya Vin...aku ga mau kehilangan
kamu...Ga mau..."
Waduh malah kembeng2 Larasnya,Vino baru
ngeh,"Astaga...Laras...kamu takut aku akan kecelakaan lagi kayak
dulu?"
Laras mengangguk,polos banget,bibirnya manyun lagi.Vino
meraih jemarinya,"Ras...pesawat ini ga akan terbang Ras..."
Mau ga Laras masuk ke sana?bersambung.
Part 142
¤¤
I AM HIS QUEEN
Without fear....
Laras masih ragu,"Tapi aku takut Vin..."
Vino memegang kedua tangan isterinya,"Jangan takut
Ras...buktinya Ayah dan Bimo masuk sana gpp tuh...lihat itu mereka nunggu
kita!"
Pak Syamsul manggil Laras,"Ayo,Ras naik!Disini bagus
sekali.Kayak didalam pesawat beneran!"
Vino bujuk lagi,"Kasihan Ayah udah lapar tuh...perut kamu
juga tuh bunyi kan?"
Laras akhirnya mau masuk ke sana,tapi megangi tangan Vino
erat2.Vino ingin senyum melihatnya,'Laras...Laras...yang kecelakaan siapa yang
trauma siapa...tapi lihat dia gini hatiku bahagia banget.Lihat dia begitu
mencemaskan aku...khawatir aku kenapa2...Megangi tangan aku kayak gini.Rasanya
tersanjung banget...aku merasa beruntung banget...makin mantap buat aku
memberitahu Ayah Syamsul soal rencana pernikahanku dengan Laras di Bali.'
Oh rupanya sampai dibooking dan dikawal ketat demi misi ya?Vino
kan man with honour.Jelas harus respect sama orang tua mempelai perempuan
dong.Kayak orang Jawa bilang,sing penting tembunge.Ntar tersinggung lagi masak
ga dikasih tahu.Orang Jawa itu kan ewuh pekewuh dan halus
perasaannya.Makananpun disajikan,Laras makan tanpa melepas pegangan tangannya
dari Vino.Padahal makannya steak lagi,jadi susah mau motong dagingnya.Menatap
manja gitu ke arah Vino,"Ga bisa...."
Pak Syamsul geleng kepala,"Ya gimana bisa Ras,tangan kamu
satunya ga dipakai sih?Megangi nak Vino terus..."
Pak Bimo sampai mesem,'Mbak Laras ketakutan bener...kenapa ya?'
Vino akhirnya yang motongin dagingnya,setelah lebih dahulu minta
tangan Laras pindah posisi.Maksude?Ga megangi tangan dia lagi.Terus megangi
apa?Masuk ke kantongan jaketnya Vino.Nyungsep ke situ.Aduh...ngapain juga
ndelik da situ tangannya?Meneketehe...
Vino bahkan jadi nyuapi Laras sekalian,"Sini biar kusuapi
sekalian...buka mulutnya...aaa...ehmm...gimana enak?"
Laras baru senyum,"Enak...lagi..."
Aduh manjanya sampai Pak Syamsul negur,"Ras,kok malah manja
gitu sih?Nak Vino kapan makannya?Katanya diajari soal tata krama...kok malah
kayak gini kelakuannya?Kan Ayah jadi ga enak..."
Vino yang bela,"Gpp Ayah...lagian Vino ga begitu
lapar.Sebenarnya tujuan Vino mengajak kalian makan diluar karena..."
Karena apa Vin?Bersambung.....
Part 143 // I AM
HIS QUEEN
His Heart....
Nervous juga Vino mau mengutarakan isi hatinya kepada Pak
Syamsul,'Saat diperiksa dinas pajak aja ga gini amat aku....come on Vin,all for
the woman you love...be brave...you can do it!'
Tangan Laras masih nyungsep di kantong jaket Vino,tapi
matanya merhatiin sang suami dan ayahnya persis kayak penari Bali weleh...
Mikir dia,'Kenapa mereka berdua ya?Vino kayaknya mau ngomong
serius deh...Ayah sampai berhenti makan tuh dengerin...ehm...aku kasih dukungan
ah ke Vino...'
Ditaruhnya garpu dan tangannya segera meraih tangan
Vino.Tangan yang satunya?Masih nyungsep di kantongannya Vino.Cari uang receh
kali...Biasanya tuh orang kaya malah jarang bawa uang cash lho,apalagi uang
receh...ayak2 wae deh Laras.Kan udah dikasih kartu kredit sama Vino.Ayahnya aja
dikasih juga.Balik ke topik aja,Vino mau ngomong apa sama camar eh camer.Vino
tersenyum merasakan genggaman tangan Laras,"Makasih sayang...Ehm..begini
Ayah...Vino dan Laras berencana mau menikah kembali di Bali...bertepatan dengan
moment family day.Jadi kami harap Ayah merestui niat kami ini...iya kan
Ras?"
Laras langsung mengangguk2 pakai acara nyandar manja
pula,"Boleh ya Ayah?"
Waduh gimana mau nolak,lihat putrinya aja dah lengket kayak
perangko gitu sama Vino,Pak Syamsul malah merasa terharu dengan sikap Vino yang
kalau orang Jawa bilang 'nguwongke atau ngajeni'.Malah berkaca2 deh Pak
Syamsul,"Bapak ga sangka Nak Vino sebegitu menghargai pendapat
Bapak...Padahal Bapak ini ...cuma orang kecil...ga sebanding dengan keluarga
Nak Vino...bahkan bapak ga bisa kasih apa2..."
Vino malah mengecup tangan Laras,"Bagi saya Ayah itu juga
papanya Vino,jelas pendapat Ayah penting buat Vino.Lagipula Ayah ga usah
sungkan karena Ayah sudah memberi yang terbaik dan terindah pada Vino...putri
Ayah...Laras."
Oh....Laras langsung meleleh dengernya,makin nyandar deh dia ke
bahu Vino.Pak Bimo sampai jadi mesem haru gitu lihatnya,'Mas Vino...Mas
Vino...hanya buat ngomong 10 menit aja booking seisi resto dan minta keamanan
superketat...hem...kayaknya bener2 dalam cintanya sama Mbak Laras.'
Vino lega Pak Syamsul memberi restu,"Jadi Ayah kasih
restu?"
Ya iyalah,"Iya Nak Vino...Bapak restu..!"Yippi2..tbc
Part 144
>> I AM HIS QUEEN
I knew not....
Lega bukan kepalang hati Vino mendapatkan persetujuan ayahnya
Laras untuk menikah kembali di Bali,'Akhirnya aku semakin yakin bahwa Bali
memang tempat yang tepat untuk aku dan Laras menikah.Walaupun sebenarnya aku
bisa menikahi Laras di Jakarta,dengan disyuting live oleh media dan berbagai
kemewahan lainnya namun resikonya sangat besar.Apalagi dengan kemunculan Marco
Hutama yang pasti mendukung Revan.Aku telah selidiki track recordnya.Dia itu
mafia.Dan aku tak mau membahayakan Laras maupun ayahnya.Tidak,keselamatan
mereka tetap menjadi prioritas utamaku.'
Laras tak tahu betapa Vino begitu memiliki banyak pertimbangan
untuk setiap tindakannya,"Vin,nanti kita menikahnya dengan pakaian adat
Bali kan?"
Vino mengangguk,"Iya sayang...kamu mau gimana nanti konsepnya
aku akan penuhi semua.Everything for you...my queen."
Laras berbinar bahagia bahkan sampai jalan ke mobil lagi aja
tangannya masih aja nyungsep di kantongan jaketnya Vino,"Apa ya...aku
ingin rambut aku digelung...nuansa bunga2 gitu...terus...apa ya?"
Bergelayut manja ga lepas2 dari lengan sang suami,tingkah
Laras membuat Pak Syamsul tersenyum haru.Ia terkenang masa dulu,'Selama ini kau
selalu menderita,hidup susah,sering kau yang malah menjadi penopang sebab ayah
sering sakit2an,kau tetap tabah meski sendirian menunggui ayah di Rumah
Sakit..putriku sayang,Ayah lega kamu kini menuai kebaikan.Mendapatkan Nak Vino
yang begitu baik dan sayang padamu dengan tulus.Nak Vino yang begitu
berkelimpahan materi,memenuhi semuanya dan menjaga kita.Ayah kini tenang...Ayah
yakin kau akan bahagia dengan Nak Vino.Ayah yakin sekali.'
Bimo malah keheranan,'Saya tak habis pikir mbak Laras tangannya
sejak tadi di kantongan jaketnya Mas Vino,betah nian disana...emang ada apanya
disana ya?Jangan2 ada lemnya lagi...kok ga keluar2 dari sana.Mas Vino juga
membiarkan saja...aduh kayaknya saya mulai ketularan si Anabel deh...menjadi
manusia kepo.'
Sementara itu Revan mengorek keterangan dari Rani,"Ma,masak
Vino ga cerita apa gitu ke Mama?Soal apa kek ...Laras mungkin..."
Rani mengaduk minumannya,"Kamu ini kenapa sih Honey...kepo
bener soal adik kamu?"
Akankah Revan tahu soal pernikahan Vino?Tbc
Part 145 ** I AM
HIS QUEEN
It is well...
Rani malah heran dengan sikap putra ķandungnya,"Kenapa sih
kamu kok jadi ingin tahu segala yang dikerjakan Vino?Biarkan dia punya quality
time dengan keluarga Laras.Daripada sibuk terus di kantor.Jujur Mama lebih suka
Vino yang sekarang.Yang pulangnya ga malam2 lagi,ga maniak kerja lagi.Dan yang
pasti ga zombie lihatin hp melulu...kayak kamu tuh.Makan sama Mama lihat hp
melulu dari tadi."
Revan yakin deh Mamanya bener2 ga tahu apa2,'Mending aku tanya
Sean aja deh.Dia pasti tahu.'
Sean sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Vino,"Saya mau
semua yang terbaik...the best one...and please keep it from pers...it is very2
secret.Mr.Alvino will be dissappointed if you didn't obey him.You know what he
can do to your hotel.So do it perfect and no mistake."
Sean lega semua undersupervisi,'Kamar pengantin buat Vino
udah,wedding dress also,ticket pesawat,music,decoration,food,all done.So just
wait for the day.'
Hp Sean bunyi,"Oh no!From Revan...mengapa dia hubungi aku
lagi?Relax...tenang...just take a breathe...Sean you smart...you can handle
this..don't panic...okay?"
Lama baru Sean angkat telponnya,"Hello?Oh kamu Van?Ada
apa?"
Revan kesal,"Hp kamu sibuk terus sih?Online sama siapa
sih?"
Sean mencoba stay calm,"Biasa namanya juga aku sekretaris
Vino jadi banyak urusan juga.Kalau kamu mau nyari Vino dia ga ada di
kantor."
Revan jawab,"Siapa juga cari Vino?Aku tuh nyari kamu."
Sean berpikir,'Aduh...dia bener2 nyari aku...'
Revan nanya,"Sean,kamu pernah diajak bicara mengenai Laras
gitu sama Vino?Soalnya dia mencurigakan tingkahnya..."
Sean berkata,"Oh...iya ada satu hal yang ia katakan
padaku.Katanya dia akan ..."
Revan ga sabar,"Akan apa Sean?Cepat kasih tahu kalau ga kau
tahu aku bisa nekad orangnya..."
Sean mau ngomong apa ya?**bersambung....
Part 146 ¤¤ I AM HIS QUEEN
Had spoken these word...
Sean berkata,"Van...tapi kamu jangan bilang2 kalau kamu tahu
ini dari aku...please..."
Revan makin yakin Sean tahu sesuatu,"Iya aku ga akan sebut2
nama kamu.Cepetan bilang!Vino dan Laras mau apa?"
Sean dengan cerdik berkata,"Vino mau minta melibatkan Laras
dalam project iklan produk seluler terbaru Adijaya Group.Katanya tadi dia mau
minta ijin sama ayahnya Laras soal itu...begitu Van..."
Revan mikir,'Oh gitu...pantas ngajak Pak Syamsul tadi.Carmuk
banget ya Vino...pakai minta ijin segala...mau pamer ya kalau punya perusahaan
seluler?Kayaknya aku harus telpon Dara deh soal ini.Masak hal sepenting ini dia
ga kasih tahu aku sih?'
Sean deg2an,'Moga aja Revan ga nanya2 lagi...gawat kalau sampai
dia masih kepo...'
Eh Revan teralihkan dari isu pernikahan Vino dan Laras,"Ya
udah Sean...thanks ya...buat info pentingnya...see you."
Sean langsung lega,"Pyuhhh...hampir aja..."
Revan malah langsung nelpon Dara,"Dar!!Kamu kok ga kasih tahu
sih kalau Vino jadiin Laras sebagai pasangan dalam iklannya?Kamu gimana
sih?"
Dara malah kaget,"Yang bener Van?Si kampungan itu yang
dipilih Vino?Ga bisa!Aku akan bicara sama Papa aku.Kamu tunggu ya..."
Revan jawab,"Oke..ditunggu kabar baiknya ya..."
Dara nemui papanya,"Pa!!Kok papa biarin sih Vino milih si
cewek udik itu buat bintang iklan dampingi dia?Biasanya kan papa ikut nentuin
dalam soal begini?"
Tora malah emosi jiwa,"Kamu itu ga tahu apa yang Papa hadapi
sekarang!!Bisnis Papa sedang bermasalah.Tak banyak yang mau kerja sama dengan
perusahaan periklanan kita.Kamu ga tahu kan Vino hampir saja batalin kontrak
kerja ini,gara2 ulah kamu!!Makanya Papa setuju aja saat dia nentuin syarat.Yang
penting tetap deal.Adijaya Group itu punya nama.Kalau sampai Vino batalin maka
bisa dipastikan perusahaan papa akan colapse."
Dara masih sewot,"Tapi Pa?Harusnya kan Dara yang di posisi
cewek ndesit itu!!"
Tora kesal,"Kamu ya dikuliahin jauh2 ke luar negeri tapi malah
bikin runyam bisnis Papa.Awas ya kalau besok kamu bikin kacau,papa bener2 akan
menikahkan kamu sama anak teman Papa."
Dara hendak protes lagi tapi ditarik sama mamanya,"Udah
jangan diterusin...ke kamar aja."
Dara dikawinin?Bersambung.......
Part 147 ** I AM HIS QUEEN
My wrath...
Tak ada yang lebih mengesalkan bagi Dara selain kalah
saingan.Apalagi soal meraih hati pria idaman.Masak kalah sih sama perempuan
dari kampung?Ga level lagi dilihat dari segi pendidikan,penampilan dan yang
lainnya.Untuk itu keesokan harinya,Dara dandan bak modelnya iklannya saja.Ia
menanti di lokasi dengan sepatu hak tinggi,rok mini warna merah menyala
pula,dan atasan bunga2 warna pink.Aduh bikin lelah mata melihatnya,begitulah
pikiran para crew di sana.Dara bayangin bahwa Laras pasti datang dengan baju
ndesit gitu,norak dan ga berkelas.Akhirnya rombongan mobil yang dinanti
datang,Dara segera bersiap,'Ah itu si kampungan datang!Akan kubuat dia illfeel
lihat aku lebih modis,lebih blink2 dan cling2 dari dia.Aku udah pakai gelang
kesukaan aku,pakai anting gede,bahkan perhiasan.Pasti Vino ga akan mengalihkan
matanya dari kemolekanku.Kemarin pas di kantor waktu itu,aku yakin mantel itu
idenya si udik itu.Tapi kalau sekarang akulah yang berkuasa di sini.'
Namun alangkah terpana dan ga nyangkanya Dara kala lihat
Laras turun dari mobil,jangankan dia lha para crew aja pada terpesona lihat
betapa menawannya Nyonya Alvino Adijaya,"Wow!Cantik banget ya isteri
pebisnis Alvino Adijaya.Kayak bintang Korea!Padahal ga pamer body kayak si itu
tuh...tapi bajunya dan celana panjang yang ia pakai wow...itu branded
banget!!Itu pasti rancangan designer top markotop!Lihat make upnya ga usah
menor kayak si sok bule...alis aja ga turun2 kesan galak bener.Kalau ini aduh
soft look gitu.Manis nian.Aduh...mana jalan aja digandeng sama Sang suami nan
ganteng,Pebisnis Alvino Adijaya.Aduh...ga kedip lihatnya.Baper...baper..."
Itu baru pendapat crew lho belum pendapat Dara
wk..wk..wk..Laras jalan penuh confidence digandeng mesra plus ditatap dengan
dalam sama aktor utama kita cie..Ladies and gentleman please welcome:Mr and Mrs
Alvino Adijaya!!Beri tepukan yang gemuruh...jangankan lihat dan salfok sama
Dara,ngelirik aja kagak Vinonya lha mata,pikiran,body and soul...cielah...semua
just for his beloved queen,Laras Adijaya.Vino ga bisa melepas pandangan dari
sang isteri,'Cantiknya isteriku...ga perlu pamer body...her body just for me to
see...'
Sweetkah?tbc....
Part 148 ¤¤ I AM HIS QUEEN
Fixed on you...
Benar2 membuat siapa saja di lokasi syuting terperangah lihat
Laras's look.Dara aja sampai bete karena boro2 Vino liatin dia,Vino melewati
dia aja ga gagas blas.Mata Vino just lihat Laras terus,"Mama ya yang
pilihin bajunya?"
Laras mengangguk,"Iya,katanya kamu suka yang beginian...sopan
tapi modis.Kamu suka?"
Vino berbisik,"Very much...I am approve...kamu tahu
sayang?"
Laras nanya,"Apa?"
Vino berbisik,"Kamu cantik sekali...makin pingin cepet deh
jadiin kamu milik aku."
Laras malah godain,"Katanya mau belajar menanti...segala
sesuatu ada waktunya...he..he.."
Vino gemes,makin erat aja meluk pinggang sang isteri.Dara kesal
dan segera ngejar Vino dan Laras,"Vin!!I am here!!Wait for me!!"
Laras yang denger,"Vin,bukannya itu Dara?"
Vino berhenti karena Laras berhenti lebih dulu,"Astaga
sayang...aku lupa kalau dia penanggung jawab di sini."
Laras sih seneng lihat perhatian Vino hanya buat dia,sedang Dara
bete tingkat dewa.Dengan kasar dia narik Laras menjauh dari Vino,"Kamu
ikut aku!Dressing room sebelah sana!"
Vino ga suka melihatnya,"Dara!Jika kamu kasar sama isteri
aku.Mending kita batalin aja.Soal ganti rugi biar aku yang bayar!Ayo Ras,kita
ga perlu berada di sini.Aku bisa cari partner kerja lebih oke dari ini!!"
Dara panik,'Oh No!Kalau sampai batal Papa bisa2 beneran nikahkan
aku sama pilihannya.Aduh...ini ga bisa dibiarin!'
Dara mohon2 sampai ngisin2ke waris gitu.Itu bahasa apa sih
diajeng?Bahasa kampung wk.wk.wk...Akankah batal syuting iklannya?***bersambung
Part 149 ×× I AM
HIS QUEEN
Against Thee....
Laras iba melihat para crew yang tampak kecewa melihat Vino
batalin syuting,'Kasihan mereka...'
Dara masih belum bisa bujuk Vino yang benar2 emosi kali
ini,"Please Vin...jangan batalin yach?Aku bilang apa sama papa aku?"
Vino buang muka,ga sudi lihat Dara,sampai
segitunya...wk..wk..wk...
Bahkan Dara ngemis juga ke Laras,"Ras,maaf aku ga maksud
kasar tadi...tolong maafin ya...please jangan dibatalin ya syuting
iklannya..."
Laras berkata pada Dara,"Kamu tenang dulu yach...biar aku
bicara pada Vino..."
Dara batin,'Emang dia bisa buat Vino mengubah pikirannya?Aku aja
ga bisa...'
Laras mendekati suaminya,"Vino sayang...lihat aku..."
Dipanggil 'sayang'jelas nengok deh Vinonya,"Mmh..."
Laras keluarkan jurus kedua,memegang pipi sang suami,dengan
tatapan merajuk gitu deh,"Kamu mau kan dengerin aku?"
Vino ga bisa deh mempertahankan wajah kerasnya,lumer dia
lihat wajah sang isteri apalagi dengan mata kethil2 dikit gitu Laras
memandangnya.Kuwi bahasa apa maning?Kethil2?Aha...blink2 you
know?Berkedip2..yeaah!!!Weleh....kayak dapat bancaan.
Melihat wajah Vino melembut,Laras nurunin tangannya dari pipi sang
suami turun ke bahu,"Lihat Vin,lihat wajah mereka...mereka jauh2 kemari
buat kerja.Cari nafkah buat keluarganya di rumah.Lihat tatapan mereka
Vin...jangan mengambil keputusan dengan emosi ok?Aku tahu kamu lakukan itu
untuk aku,tapi Vin...aku akan lebih bahagia jika rasa sayangmu ke aku tidak
membuat mereka sedih...jangan batalin syutingnya ya..Kita sudah sampai
sini,semua juga sudah siap.Kerjakan segala sesuatu sampai tuntas...mau
ya?"
Vino melihat ke arah crew,'Kamu benar Ras...entah kenapa kalau
lihat Dara bawaannya emosi jiwa.Padahal dulu dia ga gitu...sejak tahu bakal
dijodohin sama aku kayaknya dia jadi berubah...'
Vino memandang sang isteri,"Kamu benar Ras,aku hampir saja
melakukan tindakan yang salah.Terima kasih ya sayang...sudah ngingetin suamimu
ini.Aku beruntung sekali dikaruniai isteri yang bijak..."
Laras berbinar,"Jadi lanjut nih syutingnya?"
Vino mengangguk,eh yang bersorak gembira malah para
crewnya,"Hore!!!Ga jadi batal!!Syuting lanjut!!Amin...Amin..."
Dara lega tapi kesel juga,'Kok bisa sih?'
Tanya saya?**Tbc...
Part 150 ** I AM HIS QUEEN
Never leaves...
Semua crew lega lihat bintang utama mereka ga jadi batalin
syuting,"Untung saja ada yang bisa bujuk pebisnis Alvino.Kalau ga mau
makan apa anak isteri kita di rumah..."
Laras mendapat hormat dari para crew,mereka kagum
padanya.Semua bisa lihat betapa spesialnya Laras bagi milyarder muda
kita,"Dari cara meluk aja dah kelihatan tuh...betapa dalamnya cinta
Pebisnis Alvino ke isterinya...kalau gini mah mau angle apa aja dapat
chemistrynya...ga perlu NG berkali2...sekali take juga jadi tuh..."
Tapi Dara ga nyerah,dia biarin syuting kelar dulu baru dia
akan buat perhitungan ke Laras.Ga kapok ya?Kayaknya perlu dikasih jebakan tikus
deh dia biar kapok.Apa hubungannya coba?Ya banyak...mau dianalisa?Ga..ga usah
ntar habisin karakter lagi.Saat Laras dah selesai syuting dan mau ke ruang make
up dia,Dara mengambil baby oil dituang ke lantai.Niatnya biar Laras kepleset
terus keseleo..,'
Minim keseleo deh...biar pas bidadari keseleo kan ada tuh
lagunya...kan dia orang kampung.Mana pantas orang ndesit jadi bidadari.Kalau
parah sih bisa kebentur kepalanya lumayan gegar otak.Siapa suruh nantangin
Dara!'
Wah nih cewek,ga tahu terima kasih ya?Perlu dikasih jamu
kayaknya.Jamu apa?Jamuran.Laras lega syuting dah kelar,pamitan dia sama
Vino,"Vin,aku mau ke ruang make up dulu yach...?"
Dara nunggu sambil ngumpet.Ngumpet apa ngempet?Aduh...lagi tegang
nih...ups...sorry guys.Kira2 Vino bolehin ga Laras ke sana?**bersambung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar