Part 151 ** I AM HIS QUEEN
Ye Fall Down....
Laras memang kebiasaan selalu bilang mau kemana ke Vino,biasa sang
bisnisman ganteng kita kan very2 protektif gitu ke Laras.Makanya Laras ga main
pergi aja tapi selalu bilang,"Aku ke sana dulu ya Vin..."
Anehnya Vino menggeleng dan menarik lengan isterinya,"No!I'm
not approve now...kamu ga lihat itu?"
Laras menoleh ke arah yang ditunjuk suaminya,para crew
minta foto selfie bareng dia dan Vino.Jelas Laras ga bisa nolak,niat kaki mau
ke ruang rias tapi malah selfie in detail.Weleh...aji mumpung kali
he..he...Kebaikan memang menarik orang mendekat pada kita.Berasa kita jadi
kayak manusia punya magnet gitu.Dara bete banget lihat Laras batal masuk ke
perangkap dia,'Kok ga jadi ke sana sih?'
Tahu ga siapa yang masuk sana?Karena diberitahu papanya
bahwa syuting hampir aja batal karena sikap kasar Dara maka mamanya datang ke
lokasi syuting untuk mastiin semua baik2 saja.Sekaligus untuk mengawasi
kelakuan Dara,sang mama datang.Dia nyari Dara tapi karena Si Dara ngumpet maka
dia nanya ke salah satu crew,"Dara dimana ya?"
Crewnya jawab,"Paling di ruang make up Bu.Disana!"
Sang mamapun kesana dan,"Aaaakkkh...glodak!Duk!"
Semua kaget mendengar bunyi benda jatuh dan teriakan dari
arah ruang rias,apalagi Dara,ia bergegas ke sana.Kaget ia lihat siapa yang kena
jebakannya,"Mama??!!"
Namanya balung tua,mamanya Dara tak sadarkan diri karena kepalanya
terbentur.Dara yang coba nolong malah ikut keplese dan kebentur
juga,"Aduh!!!"
Vino segera menyuruh Norman membawa mamanya Dara ke RS
,"Man,bawa segera ke RS!Aku akan ikuti dari belakang."
Norman kesulitan bawa karena licinnya lantai,"Lantainya licin
Mas Vino.Kayak ada tumpahan minyak disini..."
Vino memperhatikan,'Aneh...kenapa bisa ada ceceran minyak di
sini?'
Kian curiga lagi kala Dara nangis penuh penyesalan dan ketakutan,"Mama,maafin
Dara Ma...Dara ga maksud nyakitin mama..."
Vino berpikir,'Lalu siapa yang hendak dia sakiti
sebenarnya?Jangan2...'
Laras segera digandeng Vino masuk ke mobil,"Ayo,Ras...kita ke
RS juga.Aku akan pastikan Tante Rini mendapat perawatan yang terbaik."
Dalam mobil Laras merasa prihatin pada kejadian
tersebut,"Kasihan Dara ya Vin?Moga mamanya baik2 saja."
Tbc..
Part 152 ~~
I AM HIS QUEEN
A truth...
Vino malah ga nanggepi omongan Laras,ia malah merasa bahwa ada
yang mencurigakan dari kejadian jatuhnya Tante Rini di ruang rias.Ia yakin ada
orang yang dengan sengaja menuang minyak di lantai,'Tak mungkin targetnya
adalah Tante Rini.Dia kan ga ada kaitan dengan syuting hari ini.Sasarannya
jelas orang yang pasti bakal masuk ke ruang itu.Siapa lagi kalau bukan Laras?'
Laras memandang Vino yang disoriented,"Sayang...coba tadi aku
nekad ke ruang rias itu,mungkin aku yang akan celaka..."
Vino meraih sang isteri dalam pelukannya,"Aku tidak akan
biarkan hal buruk terjadi padamu sayang...Tidak akan!"
Laras merasakan kecupan mendarat di keningnya,'Vino kenapa ya?Erat
banget meluk aku?'
Vino malah berpikir,'Mulai kini aku harus lebih ketat menjaga
Laras.Aku akan bicarakan hal ini dengan Bimo nanti.'
Di RS,Dara benar2 cemas,'Gimana nih?Kasih tahu Papa ga ya??'
Dara terkejut kala ga lama Papanya datang,"Bagaimana mama
kamu,Dar?Mengapa kamu ga beritahu papa malah Nak Vino yang kasih tahu kalau
mama kamu jatuh di ruang rias dan masuk UGD?Bener2 ya kamu ini!!Bener2 bikin
papa kecewa!Lagian kenapa mama kamu bisa sampai celaka di sana?Kamu ini
penanggung jawab di sana,kamu masak ceroboh gini sih?!"
Dara gemeteran,"Pa,Dara juga ga bermaksud menyakiti
mama...lagian ngapain mama pakai acara ke sana juga?Jadinya malah mama kan yang
kena..."
Tora heran,"Kena...kena apa?Kamu ini ngomong apa?!!Kamu ga
bermaksud menyakiti mama?"
Laras yang juga ada disitu sejak tadi dengan Vino berbisik pada
suaminya,"Vin,kayaknya kita perlu melerai mereka...ini kan di RS
Vin..."
Tapi Vino nahan lengan isterinya,"Tidak sayang...biarkan
mereka.Biar kebenaran terungkap..."
Laras malah gumun,'Kebenaran?'
Tora makin naik darah lihat putrinya malah diam saja sambil
melirik sinis ke arah Laras lagi,"Kenapa kamu diam?!!Kamu lakuin
apa,Dar?!!Katakan sama papa!!Jangan diam saja!!"
Norman datang dan menunjukkan sesuatu kepada Vino,"Mas Vino
coba lihat ini..."
Laras juga ikut lihat,"Ya ampun..."
Tora jadi melihat ke arah keduanya,"Apa itu Nak Vino?"
Vino memberikan hp yang diberikan Norman pada Tora,"Om lihat
saja sendiri kelakuan putri Om..."
Apa reaksi Tora?bersambung.....
Part 153 ** I AM HIS QUEEN
The affair...
Tora melihat rekaman kejadian dimana Dara sedang nuang baby
oil di lantai ruang rias dekat pintu,terus ga lama Rini masuk dan jatuh.Dara
deg2an lihat papanya mendekat,'Papa lihat apaan sih?Serem bener tatapannya?Ini
semua karena para crew itu pakai acara foto selfie lagi...malah mama kan
yang kena.'
Tora ga nyangka putrinya sendiri yang menjadi penyebab isterinya
celaka,ditamparnya Dara,"Anak durhaka!!"
Ditampar kiri kanan okekah?Pembaca minta berapa kali?Yang pasti
jangan sebanyak jumlah eps ya?Weleh...kemeng you know.Kayak program keluarga
berencana aja...dua cukup.Deal!
Dua tamparan melayang ke pipi Dara,"Plak!!"...Jedaaar!!
Ya ga pakai suara bledeg juga kali...kan biar makin tegang
say...Whatever...
Dara meraba pipinya yang panas,"Papa??"
Tora malah berkaca2,"Dosa apa yang kulakukan di masa lalu
sehingga punya anak kayak gini...ampuni aku Tuhan..."
Dara jelas ga sangka,'Papa tega nampar aku depan Vino lagi...papa
kok tega sih?'
Nih cewek kebanyakan pakai warna rambut kali ya jadi telmi.Apa
kuwi?Telat mikir.Masih sok inocencia pula?Aduh...yang bener itu sok merasa
paling bener itu lho say yang bikin gedek...oh iya kali ...enaknya diapain
dong?Meneketehe tanya penulis ceritanya aja dong.Kok ke I?Lha situ kan
penulise?Piye sih?Oh iya kesupen...
Laras langsung meluk Vino ga tega lihat adegan gampar menggambar
itu.Menggampar say...Ga salah kok kan menggambar tangan di pipi...ingat
lagu tempo dulu...coba kau lihat merah di pipi...bekas gambar tanganmu...iya
juga ya?Wis karepmu say...
Vino malah tersenyum pada Norman,'Good job!'
Kok ke Norman sih?Kagak salah nih?Cielah...cuma senyum
doang.Approve maksudnya diajeng.Kalau Norman kerjanya bagus.Cemboku lihat2 juga
kali...
Masak cemburu ke Norman?Astaga!Senyum emang ke Norman,tapi
tangan dan hati wei...tangan meluk sang isteri mesra nian.Protectif gitu.Ya
iyalah Alvino Adijaya emang suami impian.Wis mulai deh songongnya.Vino
lega,'Aku ga bisa bayangkan apa yang akan kulakukan jika sampai Laras yang
diposisi Tante Rini sekarang.I can not imagine how angry I am...'
Norman alamat dapat bonus nih?Semoga penulise juga dapat
deh.Ngarep...
Tora memandang putrinya.Mau apa lagi?tbc.....
Part 154 ** I AM HIS QUEEN
In his rage and fury....
Tora berkata pada putrinya,"Papa sudah mantap.Kamu akan
menikah dengan pilihan papa begitu mama kamu keluar dari RS.Titik!"
Dara tercengang,"Papa...kan Dara ga bikin kacau syuting
iklannya?Lagian ini bukan zamannya Siti Nurbaya Pa..."
Tora malah berkacak pinggang,udah rambutnya kriting menteleng eh
nantang sekarang,"Kamu masih berani bantah ya?Ini yang kamu pelajari di
luar negeri?Asal kamu tahu ya,ini juga bukan zamannya lagi Malin Kundang.Tapi
lihat kelakuan kamu!!Begini caranya kamu balas kasih sayang mama
kamu?Iya??!!Dengan bikin dia celaka?!"
Dara jelas sebel masa depannya yang dia impikan bakal jadi
superstar dengan dijodohin sama seorang Alvino Adijaya eh berubah jadi
nightmare ala tempo doeloe.Lho yang penting kan masih dijodohkan?Iya tapi beda
kasta rek...
Dara memandang kesal ke arah Laras yang berada dalam pelukan
Vino,'Semua karena dia!!Coba kalau dia ga hadir di kehidupan Vino,ga akan aku
makai cara rendah kayak gini.Mamaku juga ga akan celaka.Semua karena dia!!'
Oh Tuhan kucinta dia...kusayang dia rindu dia inginkan dia...weeei
nih penulis kok malah nyanyi yo?Cuma nerusin dialogue doang jeng...weleh...
Dara tiba2 melangkah ke arah Laras dan Vino berada,'Akan kujambak
rambut dia sampai rontok!Biar botak pitak sehingga Vino ga sudi lihat dia!'
Tapi Norman segera jambak rambut Dara,"Mbak mau apa ya?Mau
bikin ulah lagi ya ke mbak Laras?Ga kapok kayaknya."
Dara kesakitan rambutnya ditarik sama
Norman,"Auww!!Lepasin!!Rambut aku ini mahal perawatannya
tahu!!Lepasin!!"
Tora malah bicara sama dokter ogah gubris Dara.Lagian Dara
ga berani juga minta tolong ke papanya.Mau digambar lagi?Apa perlu diberi
kuliah lagi?Wis say mesake say...
Vino juga segera jauhin Laras dari manusia
burung,maksudnya?Dara...weleh...Dokter berkata,"Kondisi pasien masih belum
sadar.Harus menunggu hasil CT-scan dulu.Sekarang pasien akan kami bawa ke ruang
radiologi."
Vino berkata pada dokter,"Lakukan semua tindakan medis yang
terbaik ya Dok."
Dokternya kenal Vino rupanya,"Iya Mas Vino...tenang
saja.Keluarga pasien bisa ikut saya."
Vino menghibur Tora,"Om yang kuat ya...Tante Rini pasti akan
segera sadar."
Yang minta jambak,puas?tbc..
Part 155** I AM HIS QUEEN
Troubled him...
Tora berkata pada Vino,"Nak Vino,maaf ya atas kelakuan anak
saya...Nak Vino beruntung punya isteri yang dididik dengan baik oleh orang
tuanya.Terima kasih sudah mengantar isteri saya ke RS.Saya jujur malu sekali
dengan kelakuan anak saya.Tapi saya pastikan Dara ga akan mengusik kehidupan
rumah tangga Nak Vino.Ini janji saya."
Vino tersenyum,"Yang penting isteri Om sembuh dulu.Yang lain
jangan banyak pikiran dulu.Soal rumah tangga saya dan Laras,Tuhan yang
menyatukan kami maka Dia pasti akan memberi kekuatan pada kami untuk menjaga
pernikahan kami.Lagipula kami saling mencintai.Iya kan sayang?"
Laras mengangguk malu2 gitu dalam rangkulan Vino,"Iya
sayang..."
Tora menoleh ke Dara,"Dara!Ayo ikut papa ke ruang
radiologi!Cepet!"
Norman melepaskan Dara yang segera ngacir nyusul
papanya.Vino memandang mereka,"Semoga anak2 kita kelak ga seperti itu ya
sayang?"
Laras malah bayangin,'Anak2?Gimana ya rasanya jadi
ibu?He..he..kalau anakku laki pasti ganteng banget nih kayak papanya...'
Laras malah asyik liatin wajah ganteng suaminya,'Tuh kan dia
ganteng banget.Kok bisa ya dia suka sama aku?Kalau ntar anak2 aku cakep2 itu
karena gen papanya nih.Waduh udah bayangin yang ga..ga...'
Vino heran lihat isterinya ga jawab,"Sayang...kamu
ngapain?Ditanya ga jawab.Rupanya lagi terkesima ya...ya udah kita cari makan
yuk.Ntar sambil makan kamu bebas mandangi aku sampai puas.Gimana?"
Norman mesem,'Mbak Laras terciduk...kena deh.'
Laras jelas jadi tersipu,"Siapa yang terkesima....aku
cuma...cuma..."
Laras malah ndelik didada Vino,ga bisa jawab dia.Speechless
ceritane.Vino lalu menggandeng Laras pergi dari RS.Sementara Dara nunggu dekat
Ruang Radiologi sambil wanan sama seseorang,'Aku udah angkat tangan soal
misahin Vino dari Laras.I'm out from the game.You are alone now.Gara2 ngurusi mereka
aku malah jadi kena masalah besar.Mama aku masuk RS.Papa aku marah besar sama
aku.Ga cuma sampai nampar aku. Bahkan dah mutusin masa depan aku tanpa peduli
pendapat aku.Cinta Vino terlalu dalam ke Laras.Kayaknya ga bisa deh bikin Vino
berpaling dari Laras.Kamu harus berushaa lebih keras dari itu.Aku kapok.Game
over.'
Wah siapa sih yang dihubungi sama Dara?tbc
Part 156 ** I AM HIS QUEEN
Leave...
Memang yang dihubungi Dara adalah Revan.Kesal dia usai baca wa
dari Dara,'Dara sudah ga bisa diharapkan lagi.Lalu siapa yang akan bantu aku
misahin Laras dari Vino?Mama...jelas ga mungkin.Mama aja malah dukung
mereka.Mama malah ajarin Laras gimana jadi isteri yang baik.'
Revan masih ingat ngintip kelasnya Laras di rumah.Kebetulan
Rani yang ngisi,"Menjadi isteri itu artinya kamu menjadi penolong suami
kamu,Ras.Seorang penolong itu jelas harus lebih kuat bukan?Kalau dia lebih
lemah maka gimana mau nolongnya?Kuat disini artinya kamu itu harus punya mental
tangguh.Saat dia alami masalah kamu jangan bikin dia makin drop.Kuatkan
dia...."
Revan geleng kepala,'Aku sih yakin Laras itu isteri idaman siapa
saja.Dia itu beda.Dia ga mata duitan.Dia mandiri.Kenapa aku bodoh sekali
membuang mutiara yang sudah ada dalam genggamanku?Stupid!!Stupid!!'
Revan makin galau kala hari H pelaksanaan family day kian
dekat,'Gimana ya?What should I do?Gimana bikin mereka ga ikut acara itu?Vino
pasti ngajak Laras.Secara hukum kan Laras isterinya.Aku harus ngancam Laras
kayaknya supaya ia ga makin dekat sama Vino.Tapi ngancam apa lagi ya?Kayaknya
aku butuh bantuan Papa deh buat masalah ini...'
Revan papasan sama Vino dan Laras saat mau keluar
rumah,Vino dan Laras gandengan gitu.Revan melirik tangan mereka yang bertaut
mesra,'Makin hari kayaknya makin lengket mereka.Jangan2 di Bali mereka malah
honey moon lagi.Sepertinya aku salah mutusin ga ikut acara itu.Harusnya aku
ikut jadi bisa do something there.Aha...semua data peserta kan diserahin ke
HC,aku akan lobby pada Sonya.Dia kan manager HC tuh.Pasti bisalah masukin nama
aku didaftar peserta.Aku akan temui dia dulu baru ketemu papa.Good idea!'
Begitu lihat Revan,Laras langsung makin erat genggam tangan
Vino,apalagi Revan memandang aneh gitu.Vino merasa lebih muda nyapa
duluan,"Mau kemana Van?"
Revan jawab,"Ya pergilah.Masih nanya.Kenapa ga boleh?Harus
lapor dulu atau minta ijin dulu gitu ke kamu?"
Mang Ujang yang kebetulan lagi potong2 tanaman dekat situ heran
lihat sikap Revan,'Mas Revan itu kayaknya perlu digunting rambutnya pakai
gunting ini.Nyolot terus bawaanya kalau sama Mas Vino.'Vino gimana ya?Tbc..
Part 157 ** I AM
HIS QUEEN
•
A watcher...
Vino pilih semeleh untuk menanggapi sikap Revan,"Aku nanya biar aku bisa jawab jika mama nanyain kamu kemana."
Dengan wajah kesal,Revan meninggalkan kediaman Adijaya.Laras memandang suaminya,"Sabar ya Vin..."
Vino menghela nafas,"Menjadi kepala keluarga itu memang harus sabar Ras...masih mending dia mau jawab tadi.Biasanya main cabut gitu aja."
Laras malah bersyukur,'Untung aja aku menikahnya dengan Alvino Adijaya dulu,kalau sama Revan menyeramkan.Padahal secara usia Vino lebih muda.Tapi malah lebih ngemong.Kebayang deh kalau dia jadi ayah nanti pasti kebapakan banget deh...hmmm...'
Vino lihat Laras malah merem,"Sayang...aduh...ga nyahut nih...aku gendong aja deh..."
Laras kaget dong tahu2 Vino main gendong dia,"Vino...dilihatin para pengurus rumah lho.."
Vino nyantai aja meski kiri kanan para pelayan mesem2 lihat,"Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara....he..he..salah sendiri sejak tadi ga nyambung diajak ngomong...mikirin apa sih kepala batuku ini?"
Sambil bergayut di leher Vino,Laras jawab dengan wajah ndelik di dada sang suami,"Ya...mikirin yang gendong akulah...siapa lagi.."
Para pelayan udah ga kaget dikasih pemandangan kayak gitu,'Aduh...Mas Vino ternyata orangnya romantis banget.Udah baik,ganteng,tajir...paket komplit deh...kebayang deh nanti kalau di Bali pasti mesra nian deh...di rumah aja so sweet gimana di pulau dewata...bakalan baper terus nanti sepanjang perjalanan family day...kira2 naik pesawat apa bus ya?.moga Tuhan selalu menjagai orang sebaik itu..biar terus eksis...he..he..'
Amin...Ketulusan memang menjaga jalan orang.Dimana2 ada yang doain.Sementara Vino dan Laras mesra di rumah,Revan menemui Sonya di head office Adijaya Group.Jelas kedatangannya bikin Sonya heran,"Revan?Tumben nih main ke kantor pusat?Ada apa?Ayo ke ruanganku!"
Revan mengikuti Sonya.Berhasilkah?Tbc........
Vino pilih semeleh untuk menanggapi sikap Revan,"Aku nanya biar aku bisa jawab jika mama nanyain kamu kemana."
Dengan wajah kesal,Revan meninggalkan kediaman Adijaya.Laras memandang suaminya,"Sabar ya Vin..."
Vino menghela nafas,"Menjadi kepala keluarga itu memang harus sabar Ras...masih mending dia mau jawab tadi.Biasanya main cabut gitu aja."
Laras malah bersyukur,'Untung aja aku menikahnya dengan Alvino Adijaya dulu,kalau sama Revan menyeramkan.Padahal secara usia Vino lebih muda.Tapi malah lebih ngemong.Kebayang deh kalau dia jadi ayah nanti pasti kebapakan banget deh...hmmm...'
Vino lihat Laras malah merem,"Sayang...aduh...ga nyahut nih...aku gendong aja deh..."
Laras kaget dong tahu2 Vino main gendong dia,"Vino...dilihatin para pengurus rumah lho.."
Vino nyantai aja meski kiri kanan para pelayan mesem2 lihat,"Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara....he..he..salah sendiri sejak tadi ga nyambung diajak ngomong...mikirin apa sih kepala batuku ini?"
Sambil bergayut di leher Vino,Laras jawab dengan wajah ndelik di dada sang suami,"Ya...mikirin yang gendong akulah...siapa lagi.."
Para pelayan udah ga kaget dikasih pemandangan kayak gitu,'Aduh...Mas Vino ternyata orangnya romantis banget.Udah baik,ganteng,tajir...paket komplit deh...kebayang deh nanti kalau di Bali pasti mesra nian deh...di rumah aja so sweet gimana di pulau dewata...bakalan baper terus nanti sepanjang perjalanan family day...kira2 naik pesawat apa bus ya?.moga Tuhan selalu menjagai orang sebaik itu..biar terus eksis...he..he..'
Amin...Ketulusan memang menjaga jalan orang.Dimana2 ada yang doain.Sementara Vino dan Laras mesra di rumah,Revan menemui Sonya di head office Adijaya Group.Jelas kedatangannya bikin Sonya heran,"Revan?Tumben nih main ke kantor pusat?Ada apa?Ayo ke ruanganku!"
Revan mengikuti Sonya.Berhasilkah?Tbc........
•
Part 158
" I AM HIS QUEEN "
Added Unto Me...
Revan basa basi bentar ke Sonya,"Kamu kok jadi gimana ya...hmm..ga fresh gitu.Lama ga merawat diri ya?Tumben look kamu kayak beda deh agak surem gitu..."
Sonya mengambil cermin,"Masak sih?Ini karena aku lagi nabung buat persiapan pernikahan aku sama Reza..."
Revan sudah nebak,"Gimana kalau aku yang kasih ongkos treatment kamu?Kamu bisa spa,menicure,pedicure tekukur...whatever bahkan jalan2 ke mall juga shopping2.Mau ga?"
Jelas Sonya mau,"Yang bener?Mau dong...tapi ga mungkin semua free gitu aja.Kamu ada apa?Biar aku bantuin deh...Bilang aja!"
Revan tersenyum,"Cuma masalah kecil aja kok.Kemarin pas Vino nawarin aku ikut family day,aku sedang bete gitu sama dia.Jadi aku bilang ga deh.Tapi setelah kupikir2,aku jadi kasihan sama mamaku.Dia pasti ingin aku ikut.Udah sering aku ga ikut family day."
Sonya masih ga ngerti,"So...???"
Revan berkata,"Aku ingin kamu ubah dikit data konfirmasi peserta yang benar2 ikut family day .Cuma tinggal nambahin nama aku di situ.Bisa kan?Bisalah Manager HC gitu loh..."
Saat itulah Lola masuk ke ruangan Sonya,"Permisi Bu Sonya,saya mau minta tanda tangan ibu..."
Sonya teken dengan memberi kode pada Revan untuk diam dulu.Baru setelah Lola pergi,Revan nanya lagi,"Siapa cewek tadi?Orang baru ya?"
Sonya menjawab sambil nyari file yang dimaksud Revan,"Memang newcomer tapi dia itu deket gitu sama Sean.Tabiatnya rada nyinyir gitu...ah ini dia filenya..."
Sonya liatin data yang terpampang di layar komputernya,"Bentar ya...untung belum kuserahin ke panitia.Kutambahin nama kamu ya...Yes sudah.Sekarang tinggal kirim aja ke ketua panitianya.Send."
Revan senyum2 gitu,'Emang dari dulu Sonya itu paling ga bisa nahan diri soal uang.Dia itu kan glamour cara hidupnya.Meski calonnya culun tetep aja gaya hidup itu susah diubah.Sekarang beres deh..Nama aku tercantum di daftar peserta family day.Dengan begini aku bisa bebas ngawasi Laras dan Vino.Kalau perlu nih mumpung di tempat yang jauh nih,kubawa kabur aja Larasnya.'
Sementara itu Lola ketemu sama Sean,"Sean,tahu ga tadi aku lihat kakak tirinya Boss lho di ruangannya Miss Soy..."
Sean kaget dengernya,"Revan di sini?"Apa yang akan dilakukan Sean?Bersambung...
Added Unto Me...
Revan basa basi bentar ke Sonya,"Kamu kok jadi gimana ya...hmm..ga fresh gitu.Lama ga merawat diri ya?Tumben look kamu kayak beda deh agak surem gitu..."
Sonya mengambil cermin,"Masak sih?Ini karena aku lagi nabung buat persiapan pernikahan aku sama Reza..."
Revan sudah nebak,"Gimana kalau aku yang kasih ongkos treatment kamu?Kamu bisa spa,menicure,pedicure tekukur...whatever bahkan jalan2 ke mall juga shopping2.Mau ga?"
Jelas Sonya mau,"Yang bener?Mau dong...tapi ga mungkin semua free gitu aja.Kamu ada apa?Biar aku bantuin deh...Bilang aja!"
Revan tersenyum,"Cuma masalah kecil aja kok.Kemarin pas Vino nawarin aku ikut family day,aku sedang bete gitu sama dia.Jadi aku bilang ga deh.Tapi setelah kupikir2,aku jadi kasihan sama mamaku.Dia pasti ingin aku ikut.Udah sering aku ga ikut family day."
Sonya masih ga ngerti,"So...???"
Revan berkata,"Aku ingin kamu ubah dikit data konfirmasi peserta yang benar2 ikut family day .Cuma tinggal nambahin nama aku di situ.Bisa kan?Bisalah Manager HC gitu loh..."
Saat itulah Lola masuk ke ruangan Sonya,"Permisi Bu Sonya,saya mau minta tanda tangan ibu..."
Sonya teken dengan memberi kode pada Revan untuk diam dulu.Baru setelah Lola pergi,Revan nanya lagi,"Siapa cewek tadi?Orang baru ya?"
Sonya menjawab sambil nyari file yang dimaksud Revan,"Memang newcomer tapi dia itu deket gitu sama Sean.Tabiatnya rada nyinyir gitu...ah ini dia filenya..."
Sonya liatin data yang terpampang di layar komputernya,"Bentar ya...untung belum kuserahin ke panitia.Kutambahin nama kamu ya...Yes sudah.Sekarang tinggal kirim aja ke ketua panitianya.Send."
Revan senyum2 gitu,'Emang dari dulu Sonya itu paling ga bisa nahan diri soal uang.Dia itu kan glamour cara hidupnya.Meski calonnya culun tetep aja gaya hidup itu susah diubah.Sekarang beres deh..Nama aku tercantum di daftar peserta family day.Dengan begini aku bisa bebas ngawasi Laras dan Vino.Kalau perlu nih mumpung di tempat yang jauh nih,kubawa kabur aja Larasnya.'
Sementara itu Lola ketemu sama Sean,"Sean,tahu ga tadi aku lihat kakak tirinya Boss lho di ruangannya Miss Soy..."
Sean kaget dengernya,"Revan di sini?"Apa yang akan dilakukan Sean?Bersambung...
•
Part 159 ** I AM HIS QUEEN
Whose work...
Revan keluar dari ruangan Sonya dengan ceria,'Beres deh.Sekarang aku mau hepi2 dulu ah...dah lama ga disco lazy time..ketemu papa ntar aja.'
Sean merhatiin dari monitoring cctv di ruangan Vino,'Bener kata Lola,Revan tadi habis nemui Sonya.Aku akan tanya Sonya mau apa Revan nemui dia.'
Sean menekan line ruangan Manager HC,"107..."
Sonya lagi hepi dapat uang buat senang2 kaget dia telpon di mejanya bunyi,"Ihh siapa sih ganggu deh...oh no 102...itukan line dari ruangan Presdir...omg...omg...ada apa ya?"
Sonya angkat telponnya,"Selamat sore..."
Sean meminta Sonya ke ruangan Presdir.Mau diinterogasi kayaknya.Sonya ke sana,'Pak Presdir kan ga ada.Hari ini ga ngantor soalnya ada syuting iklan gitu.Terus Sean mau apa ya nyuruh aku ke ruangan Presdir?'
Sean juga meminta ketua panitia family day untuk datang ke ruangan Presdir,Raka namanya.Ketemu deh keduanya,"Raka,tadi aku udah kirim email data peserta family day lho...yang terbaru...udah masuk kan?"
Raka jawab,"Iya sudah saya terima kok.Tapi kenapa ya sekretaris Presdir manggil saya?"
Sonya juga heran,"Saya juga dipanggil kok.Paling cuma mastiin soal family day.Sean kan yang dipasrahi semua.Tangan kanan Boss biasa.."
Sonya dipersilahkan masuk dulu ditanyai empat mata sama Sean soal apa tujuan Revan menemui dia,"Tadi saya lihat di monitoring cctv Revan di ruangan Anda.Bisa diceritakan apa tujuan dia kemari?"
Sonya ga jujur,"Yeah main aja.Kami kan teman emang ga boleh ya ketemu teman?"
Sean kesal juga,'Nih cewek ditanya baik2 malah nyolot.Jelas2 aku bisa lihat di cctv dia utak utik komputer saat sama Revan.Sayang ga ada suaranya.'
Sean juga ingat Lola bilang soal mengubah data,'Lola ga mungkin bohong.Data peserta family day kan udah clear semua.Akan aku cek aja ke ketua panitianya.Aku cuma ingin tahu kejujuran Sonya.Ternyata dia ga jujur.Gawat kalau manager HC kayak gini.'
Sonya boleh pergi,"Anda bisa pergi sekarang.Tolong suruh Raka masuk."
Sonya keluar dengan mencibir,'Cuma gini doang?Kirain ada apa.Cuma gini aja...aku ga mungkin kasih tahu soal Revan...itu kan cuma masalah kecil aja ga merugikan perusahaan.Lagian dia kan keluarga Boss juga.No big deal...'
Raka masuk.Gimana?Tbc.
Whose work...
Revan keluar dari ruangan Sonya dengan ceria,'Beres deh.Sekarang aku mau hepi2 dulu ah...dah lama ga disco lazy time..ketemu papa ntar aja.'
Sean merhatiin dari monitoring cctv di ruangan Vino,'Bener kata Lola,Revan tadi habis nemui Sonya.Aku akan tanya Sonya mau apa Revan nemui dia.'
Sean menekan line ruangan Manager HC,"107..."
Sonya lagi hepi dapat uang buat senang2 kaget dia telpon di mejanya bunyi,"Ihh siapa sih ganggu deh...oh no 102...itukan line dari ruangan Presdir...omg...omg...ada apa ya?"
Sonya angkat telponnya,"Selamat sore..."
Sean meminta Sonya ke ruangan Presdir.Mau diinterogasi kayaknya.Sonya ke sana,'Pak Presdir kan ga ada.Hari ini ga ngantor soalnya ada syuting iklan gitu.Terus Sean mau apa ya nyuruh aku ke ruangan Presdir?'
Sean juga meminta ketua panitia family day untuk datang ke ruangan Presdir,Raka namanya.Ketemu deh keduanya,"Raka,tadi aku udah kirim email data peserta family day lho...yang terbaru...udah masuk kan?"
Raka jawab,"Iya sudah saya terima kok.Tapi kenapa ya sekretaris Presdir manggil saya?"
Sonya juga heran,"Saya juga dipanggil kok.Paling cuma mastiin soal family day.Sean kan yang dipasrahi semua.Tangan kanan Boss biasa.."
Sonya dipersilahkan masuk dulu ditanyai empat mata sama Sean soal apa tujuan Revan menemui dia,"Tadi saya lihat di monitoring cctv Revan di ruangan Anda.Bisa diceritakan apa tujuan dia kemari?"
Sonya ga jujur,"Yeah main aja.Kami kan teman emang ga boleh ya ketemu teman?"
Sean kesal juga,'Nih cewek ditanya baik2 malah nyolot.Jelas2 aku bisa lihat di cctv dia utak utik komputer saat sama Revan.Sayang ga ada suaranya.'
Sean juga ingat Lola bilang soal mengubah data,'Lola ga mungkin bohong.Data peserta family day kan udah clear semua.Akan aku cek aja ke ketua panitianya.Aku cuma ingin tahu kejujuran Sonya.Ternyata dia ga jujur.Gawat kalau manager HC kayak gini.'
Sonya boleh pergi,"Anda bisa pergi sekarang.Tolong suruh Raka masuk."
Sonya keluar dengan mencibir,'Cuma gini doang?Kirain ada apa.Cuma gini aja...aku ga mungkin kasih tahu soal Revan...itu kan cuma masalah kecil aja ga merugikan perusahaan.Lagian dia kan keluarga Boss juga.No big deal...'
Raka masuk.Gimana?Tbc.
•
Part 160 >> I AM HIS QUEEN
Judgement...
Laras bahagia digendong Vino,"Vin,aku berat lho...yakin nih mau sampai kamar gendongnya?"
Vino memandang paras isterinya,"Aku akan menggendongmu Ras...saat kau merasa lelah berjalan,saat kau payah menanggung segala sesuatu,aku akan menggendongmu..."
Laras nyender di dada suaminya,"Janji?"
Vino sampai depan pintu kamar,"Janji.Sekarang kamu buka pintunya ya?"
Laras membuka pintu sambil masih digendong Vino,mereka masuk ke dalam.Mang Ujang dan Lastri lihat dari antara pepohonan di taman dekat kamar Vino,"Mesra bener ya...coba aja kita bisa hadir di pernikahan mereka ya?Kita tahunya tiba2 Mas Revan nunjukin surat pernikahan mereka ke Bu Rani.Katanya nemu lagi suratnya diantara berkas2 di meja kerja Mas Vino..."
Ga cuma mereka diantara pilar Bimo dan Anabel juga ngeliatin adegan Vino gendong Laras tadi,"Kapan ya Bim...kita kayak mereka?So sweet...ntar di Bali kita gendong2an di pantai ya Bim?Kita kan duplikatnya Tuan Vino dan Mbak Laras?"
Bimo malah ngacir,'Duplikat...hmm kebanyakan nonton film India nih Anabel...mending aku lihat kondisi Pak Syamsul lagi...setidaknya Mas Revan ga dirumah...aman...'
Ahua dan Mety juga baper lihat adegan tadi,"Mas Ahua...kapan kita nikah?Biar bisa kayak Mas Vino dan mbak Laras...Pingin..."
Ahua malah langsung main gendong Mety menuju dapur,"Soal gendong menggendong mah abang juga bisa ga perlu nunggu sampai nikah...mau sampai mana nih digendongnya?"
Wah Mety seneng banget tapi kemudian mereka lihat Rani jalan mendekat,"Babe...sorry ya ada Bu Rani..."
Mereka segera berjajar rapi menyapa majikannya,"Sore Bu Rani..."
Rani berhenti,"Sore juga.Vino dan Laras sepertinya sudah datang.Aku lihat mobil mereka di depan.Apa mereka di kamar?"
Ahua jawab,"Benar Bu Rani.Mereka sedang uhuk..uhuk.."
Rani mengerti,"Oh..ya sudah.Kalau Revan dimana ya?Hpnya dihubungi ga diangkat.Nih anak suka ngelayap ga jelas.Dikantornya juga ga ke sana katanya.Aduh..."
Mety yang jawab,"Tadi Mas Revan pergi gitu Bu...barengan sama kedatangan Mas Vino."
Rani berkata,"Ya udah saya mau ke kamar dulu.Tolong bikinkan saya teh ya...antar ke kamar."
Rani melangkah ke kamarnya,'Revan...Revan...suka banget pergi tanpa pamit...'
Habit?Tbc.
Judgement...
Laras bahagia digendong Vino,"Vin,aku berat lho...yakin nih mau sampai kamar gendongnya?"
Vino memandang paras isterinya,"Aku akan menggendongmu Ras...saat kau merasa lelah berjalan,saat kau payah menanggung segala sesuatu,aku akan menggendongmu..."
Laras nyender di dada suaminya,"Janji?"
Vino sampai depan pintu kamar,"Janji.Sekarang kamu buka pintunya ya?"
Laras membuka pintu sambil masih digendong Vino,mereka masuk ke dalam.Mang Ujang dan Lastri lihat dari antara pepohonan di taman dekat kamar Vino,"Mesra bener ya...coba aja kita bisa hadir di pernikahan mereka ya?Kita tahunya tiba2 Mas Revan nunjukin surat pernikahan mereka ke Bu Rani.Katanya nemu lagi suratnya diantara berkas2 di meja kerja Mas Vino..."
Ga cuma mereka diantara pilar Bimo dan Anabel juga ngeliatin adegan Vino gendong Laras tadi,"Kapan ya Bim...kita kayak mereka?So sweet...ntar di Bali kita gendong2an di pantai ya Bim?Kita kan duplikatnya Tuan Vino dan Mbak Laras?"
Bimo malah ngacir,'Duplikat...hmm kebanyakan nonton film India nih Anabel...mending aku lihat kondisi Pak Syamsul lagi...setidaknya Mas Revan ga dirumah...aman...'
Ahua dan Mety juga baper lihat adegan tadi,"Mas Ahua...kapan kita nikah?Biar bisa kayak Mas Vino dan mbak Laras...Pingin..."
Ahua malah langsung main gendong Mety menuju dapur,"Soal gendong menggendong mah abang juga bisa ga perlu nunggu sampai nikah...mau sampai mana nih digendongnya?"
Wah Mety seneng banget tapi kemudian mereka lihat Rani jalan mendekat,"Babe...sorry ya ada Bu Rani..."
Mereka segera berjajar rapi menyapa majikannya,"Sore Bu Rani..."
Rani berhenti,"Sore juga.Vino dan Laras sepertinya sudah datang.Aku lihat mobil mereka di depan.Apa mereka di kamar?"
Ahua jawab,"Benar Bu Rani.Mereka sedang uhuk..uhuk.."
Rani mengerti,"Oh..ya sudah.Kalau Revan dimana ya?Hpnya dihubungi ga diangkat.Nih anak suka ngelayap ga jelas.Dikantornya juga ga ke sana katanya.Aduh..."
Mety yang jawab,"Tadi Mas Revan pergi gitu Bu...barengan sama kedatangan Mas Vino."
Rani berkata,"Ya udah saya mau ke kamar dulu.Tolong bikinkan saya teh ya...antar ke kamar."
Rani melangkah ke kamarnya,'Revan...Revan...suka banget pergi tanpa pamit...'
Habit?Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar