Part 131
>> I AM HIS QUEEN
While they were there...
Baru dikasih tahu bakal diajak piknik aja dah pada
hepi.Vino tersenyum melihat mereka,"Ga ada yang nanya nih kemana tujuan tamasya kali ini?"
Ahua paling vokal,"Iye..ye..kita sampai lupa..dah seneng
duluan sih bakal diajak tamasya...emang kemana tamasyanya Mas Vino?"
Vino malah jawab,"Tanya dong sama yang request..."
Semua melihat ke arah mata Vino melirik,'Oh...mbak Laras yang
minta ...'
Semua pada melihat ke arah Laras mengharap penjelasan eh
Laras malah lihatin Vino sambil bayangin pas dipantai tadi dipeluk mesra sama
kakanda.Weleh...
Disoriented Larasnya,ga ngeh kalau pada lihatin dia.Bimo sama
Anabella sampai lirik2an sambil menahan senyum.Para pelayan dan bodyguard malah
jadi mandangin Laras sambil berkata kompak,"Ohhh...so sweet!"
Laras baru sadar,langsung deh pinker pipinya,"Kalian kok
lihat saya semua?"
Mang Ujang jawab,"Katanya Mas Vino mbak Laras yang tahu
kemana tujuan tamasya kali ini..."
Laras melihat Vino senyum2,dicubitnya pinggang Vino,"Kok ga
bilangin sih kalau mereka nunggu jawaban dari aku?"
Vino meringis manja,"Auw...kamu sendiri kenapa ga
fokus?Terkesima ya lihat aku?"
Semua langsung godain,"Cie...mesranya."
Vino berbisik pada Laras,"Udah jangan cubitin aku
terus...ditunggu tuh sama mereka.Kalau mau nyubitin aku dikamar aja habis ini
okey?"
Wah makin baper deh yang lihat,apalagi Laras makin merah jambu
mukanya,"Vino apaan sih...malu tahu..."
Akhirnya Laras kasih tahu juga tujuan family day,"Ehm...Vino
ajak kita semua ke Pulau Bali.Kalian senang?"
Wah jelas senang dong mana banyak lagi yang belum pernah ke
sana,"Bali?Yang bener Mbak Laras?Mas Vino?Kita ke Bali?Boleh bawa anak
isteri?"
Vino yang jawab,"Peraturannya masih sama.Kalian boleh bawa
isteri atau suami kalian.Juga anak2 kalian maksimal 2 anak ya.Ada pertanyaan
lagi?"
Lastri nanya,"Mas Vino...apa tetap gratis kayak tahun2
sebelumnya?"
Vino mengangguk,"Iya Mb Lastri.Semua gratis.Ada lagi yang mau nanya?"
Mety memberanikan diri,"Mas Vino...apa masih ada doorprize
juga kayak tahun kemarin?He..he.."
Yang lain juga ingin doorprize.Apa jawab Vino?tbc
Part 132 ♡♡ I AM HIS QUEEN
Great joy...
Ditanya soal doorprize,Vino melirik lagi ke arah
Laras,"Berhubung tahun ini saya udah ga lajang lagi he..he...maka sebagai
ucapan syukur sudah diberi karunia nan luar biasa nikmatnya dari Tuhan,maka
budget doorprize saya lipatgandakan.Kalian senang?"
Jelas senang dong,"Ya Mas Vino kami senang.Terima kasih
banyak."
Vino berbisik ke Laras yang kembali terciduk lagi menatap dia
tanpa berkedip ,"Nyonya Alvino Adijaya kayaknya kamu udah ga sabar deh
pingin balik ke kamar...liatin aku terus ..."
Laras merona,'Gimana ga terpesona sih lihat kamu...kamu itu ya
kasih begitu banyak kebahagiaan buat mereka.Padahal mereka itu ga ada ikatan
darah sama kamu.Tapi kamu anggap mereka layaknya keluarga.Dulu aja saat aku
kerja jadi pembantu boro2 diajak piknik,kalau majikanku habis pergi jauh atau
tamasya kemana dikasih oleh2 aja ga.Terus kalau manggil tuh harus 'ndara' atau
'juragan'.Tapi disini kamu perlakukan mereka,para pembantu kamu,pelayan di
rumah kamu,orang2 yang kerja buat kamu layaknya keluarga.Gila!Kamu habis uang
berapa Vin buat ini semua.Jumlah mereka ga sedikit lho Vin...belum kalau mereka
mengajak keluarganya.Kamu baik banget sih Vin...'
Vino meraih jemari sang isteri,"Oke...masih ada yang belum
jelas?"
Bimo yang nanya,"Mas Vino bagaimana dengan pengawal yang
berjaga di sini selama family day?Ga mungkin kan rumah ini ga dijaga?"
Vino baru ingat,"Untung kamu ingetin Bim.Bagi yang dapat
giliran jaga rumah akan mendapat kompensasi akan saya
tambahkan di salary.Jadi baik yang ikut dan yang ga bisa ikut sama2
senang.Nanti kamu kasih datanya ke saya ya Bim siapa saja yang bakal stay jaga
di sini !Oke...kalau begitu cukup sekian.Terima kasih atas
waktunya,selamat beristirahat."
Semua menghantar dengan penuh rasa bangga,"Selamat istirahat
Mas Vino dan mbak Laras...Terima kasih atas kebaikannya!!"
Vino menggandeng Laras,"Ayo Ras..."
Sepeninggal Vino dan Laras,para pelayan dan bodyguard langsung
sumringah,"Asyik!!Ke Bali.Akhirnya bisa juga aku ke Bali.Gratis lagi.Malah
dikasih uang saku lagi.Aduh...beruntung banget bisa kerja di sini.Mas Vino baik
banget sih jadi majikan."
Malah ada yang sujud.Ngapain?Tbc..
Part 133 ¤¤ I AM
HIS QUEEN
Servants...
Ga cuma gembira teriak hore...hore..para pembantu sampai ada yang
sujud syukur,"Ya Tuhan,limpahilah Mas Vino dengan kebaikan dan kemurahan-Mu,jadikan
bisnisnya selalu sukses,berikan perlindungan dan kesehatan sehingga dimanapun
berada selalu dalam penjagaan-Mu.Mas Vino begitu baik pada kami padahal kami
cuma pembantu di sini.Tuhan,kami doakan moga Mas Vino dan Mbak Laras terus bahagia
selamanya,Kau jagai rumah tangga mereka,Kau berikan anak2 yang indah buat
mereka.Keturunan yang baik seperti orangtuanya.Doa ini tulus kami naikkan dari
hati kami yang terdalam.Amin."
Sepasang mata tak suka melihat kegembiraan para pembantu
itu.Matane siapa?Sepasang mata bola...dari balik jendela...Ditanya malah
keroncongan...Penulise tidak cetha...
Dari balik pilar Revan menatap sinis ke arah para
pembantu,'Pemborosan!!Berapa ratus juta tuh mungkin malah milyar kali dibuang
hanya buat nyenengin para pembantu kayak mereka?Katanya
efisiensi,penghematan,budgeting..Tapi ini apa??!!Aku akan beritahu mama soal
ini pasti Vino akan dimarahi sama mama.Yes!!Akan terbukti kalau Vino ga becus
mimpin perusahaan.Good idea!!'
Manusia yang satu ini ya...ga suka lihat orang hepi.Lagian
Vino berhak dong mau pakai uang dia.Dia kan juga ikut menikmati.Ga keluar
uang,sewot iya.Hmm...akan dimarahikah Vino sama Rani Adijaya?Revan segera
laporan ke sang mama yang lagi atur jadwal buat membekali Laras,"Ma,Mama
ini gawat Ma!!Vino dah lakukan hal yang ga benar Ma!!Masak ia ngajak para
pengurus rumah family day ke Bali.Itu kan pemborosan banget Ma??Kenapa ga pakai
uang sebesar itu buat buka pabrik baru dimana kek...atau beli tanah buat
aset...masak malah dihambur2in buat foya2 ga jelas!"
Rani mendengarkan,"Vino ngajak para pembantu ikut family day
ke Bali juga?"
Revan heran,"Juga?Mama udah tahu soal family day ke
Bali?"
Rani menyerahkan catatannya pada Anabella,"Tentu Mama
tahu.Laras yang kasih tahu Mama.Maaf Mama belum sempat kasih tahu kamu soalnya
biasanya kamu ga suka acara beginian.Wasting time kata kamu."
Revan melihat Vino dan Laras datang mendekat,dia senyum licik
gitu,'Pasti Mama akan marahin Vino?Show time!!'
Akankah Rani memarahi Vino?bersambung.............
Part 134 •• I AM
HIS QUEEN
Win in waiting...
Melihat ada Revan,Vino berkata pada Laras,"Sayang,kau pasti kangen ayah kan,temuilah.Aku akan bicara sama Mama dulu."
Laras menurut,"Baiklah..Aku ketemu ayah dulu ya..."
Vino mengangguk,"Nanti aku susul ke sana..."
Rani mendekati Vino,"My youngest boy!!Kata Revan,kau mengajak semua pengurus rumah ikut family day ke Bali ya?"
Vino memandang ke arah Revan,"Ya memang benar Ma...Apa Vino berbuat salah Ma?"
Rani malah memegang pipi Vino,"Tentu tidak sayang!Justru Mama bangga sama kamu tetap berbagi kebahagiaan dan berhati memberi.I'm so proud of you!!You know what dear,kau persis papa kamu."
Revan jelas kaget,'Mama ga marah?Malah muji Vino?Kok bisa sih??!!'
Revan ga nyerah,"Tunggu dulu Ma!Pengurus rumah kita itu ga sedikit lho.Apa perlu keluar dana sebesar itu buat mereka?Gaji mereka aja dah gede lho.Kita menggaji lebih dari standar diluar."
Vino ga mau kepancing,'Mengapa Revan mempermasalahkan hal seperti ini,biasanya dia cuek aku mau pakai uang berapa.Lagian aku kan pakai uang pribadi aku.Bukan uang perusahaan.Juga bukan uang Mama atau uang dia.Ada maksud apa dibalik semua ini?'
Eh Rani malah yang belain Vino,"Revan honey,lebih berbahagia memberi daripada menerima.Kamu lupa ya jika bukan karena kemurahan hati papanya Vino,kita masih terlunta2 di jalanan.Jadi jangan halangi Vino berbuat sama.Kunci kesuksesan itu memberi.Kau ingat kata2 mama ini."
Revan meradang,'Ya Mama selalu memberi kasih sayang Mama ke Vino...terus saja bela dia!Sial!!'
Vino memilih cabut,"Ya udah Ma...Vino lega Mama setuju dengan tindakan Vino."
Vino melihat Revan,"Oh ya Van kamu akan absen seperti biasanyakah dalam family day kali ini?"
Revan membuang muka masih kesal dia,"Memang harusnya aku ikut?"
Vino memasukkan tangannya di kantong celananya,"Aku cuma memastikan aja supaya aku ga bisa menganggarkan dana dengan tepat.Ga ada yang maksa kok.Lagian siapa sih yang berani memaksa keluarga Adijaya?"
Revan kepancing,"Aku ada acara sendiri.Sudah sering ke Bali.Lagian aku kan bukan keluarga Adijaya.Namaku Revan Hutama.Jadi kamu ga perlu repot2 keluar uang buat aku."
Rani menengahi perang dingin diantara kedua putranya,"Revan kok gitu ngomongnya?"Angry?Tbc
Win in waiting...
Melihat ada Revan,Vino berkata pada Laras,"Sayang,kau pasti kangen ayah kan,temuilah.Aku akan bicara sama Mama dulu."
Laras menurut,"Baiklah..Aku ketemu ayah dulu ya..."
Vino mengangguk,"Nanti aku susul ke sana..."
Rani mendekati Vino,"My youngest boy!!Kata Revan,kau mengajak semua pengurus rumah ikut family day ke Bali ya?"
Vino memandang ke arah Revan,"Ya memang benar Ma...Apa Vino berbuat salah Ma?"
Rani malah memegang pipi Vino,"Tentu tidak sayang!Justru Mama bangga sama kamu tetap berbagi kebahagiaan dan berhati memberi.I'm so proud of you!!You know what dear,kau persis papa kamu."
Revan jelas kaget,'Mama ga marah?Malah muji Vino?Kok bisa sih??!!'
Revan ga nyerah,"Tunggu dulu Ma!Pengurus rumah kita itu ga sedikit lho.Apa perlu keluar dana sebesar itu buat mereka?Gaji mereka aja dah gede lho.Kita menggaji lebih dari standar diluar."
Vino ga mau kepancing,'Mengapa Revan mempermasalahkan hal seperti ini,biasanya dia cuek aku mau pakai uang berapa.Lagian aku kan pakai uang pribadi aku.Bukan uang perusahaan.Juga bukan uang Mama atau uang dia.Ada maksud apa dibalik semua ini?'
Eh Rani malah yang belain Vino,"Revan honey,lebih berbahagia memberi daripada menerima.Kamu lupa ya jika bukan karena kemurahan hati papanya Vino,kita masih terlunta2 di jalanan.Jadi jangan halangi Vino berbuat sama.Kunci kesuksesan itu memberi.Kau ingat kata2 mama ini."
Revan meradang,'Ya Mama selalu memberi kasih sayang Mama ke Vino...terus saja bela dia!Sial!!'
Vino memilih cabut,"Ya udah Ma...Vino lega Mama setuju dengan tindakan Vino."
Vino melihat Revan,"Oh ya Van kamu akan absen seperti biasanyakah dalam family day kali ini?"
Revan membuang muka masih kesal dia,"Memang harusnya aku ikut?"
Vino memasukkan tangannya di kantong celananya,"Aku cuma memastikan aja supaya aku ga bisa menganggarkan dana dengan tepat.Ga ada yang maksa kok.Lagian siapa sih yang berani memaksa keluarga Adijaya?"
Revan kepancing,"Aku ada acara sendiri.Sudah sering ke Bali.Lagian aku kan bukan keluarga Adijaya.Namaku Revan Hutama.Jadi kamu ga perlu repot2 keluar uang buat aku."
Rani menengahi perang dingin diantara kedua putranya,"Revan kok gitu ngomongnya?"Angry?Tbc
Take it patiently...
Rani tidak suka melihat dua buah hatinya kembali bersitegang meski
lewat perang kata,"Stop you two!Mama ga suka kalian ribut lagi.Kalian lupa
janji kalian ke Mama?Vino?Revan?"
Vino pilih keep calm,"Mama ga usah cemas.We just talk not
fighting.Okay...Vino mau istirahat Ma.Vino capek banget hari ini.Malam
Mam..."
Cipika cipiki bentar terus Vino pilih nyusul Laras.Revan masih ga
nyadar kalau dia sudah kalah.Kok bisa?Yuk kita ulas kejadian tadi versi
Vino.Maksude?Ikuti si ganteng dong!Gimana wajahnya?Ganteng...seperti
biasa.Aduh...bukan gantengnya mbakyu...tapi ekspresinya gimana pas ninggalin
Rani dan Revan?He smiling.Tipis sih tapi ya...dia senyum.Nah kan Vino menang
tadi.Vino melangkah ke arah kamar lukis,'Revan...Revan...kamu mau manasi Mama
ya biar marah sama aku..tapi justru kamu yang kepancing kan?Kamu tahu aku lega
sekali kala kamu bilang ga ikut family day kali ini.Yes!Satu penghalang besar
menyingkir dengan sendirinya.Kini aku tenang nyiapin pernikahan aku dengan my
queen.Aku percepat saja.Mumpung kondisi aman terkendali.'
Nah kan bener,Vino Adijaya dilawan!!Andai saja Revan tahu kalau
ntar di Bali pas family day itu Vino dan Laras bakal nikah lagi,pasti nyesel
deh mutusin ga ikut.Somse sih.Diluar ruang lukis Vino ketemu
Bimo,"Isteriku didalam Bim?"
Bimo menjawab,"Benar Mas Vino.Mbak Laras sedang bersama
ayahnya.Perlu saya panggilkan?"
Vino menggeleng,"Ga usah Bim.Biarkan mereka punya quality
time.Oh ya Bim,coret nama Revan dari daftar peserta family day keluarga
Adijaya.Pastikan itu!"
Bimo manggut2,"Siap Mas Vino."
Vino melangkah masuk ke dalam mau menyapa ayah
mertua.Santun bener ya Vino?Hormat pada orang tua,berhati
mulia,ganteng,baik,romantis,smart,protector,bisa bela diri,aduh...komplit plit2
deh.Laras senang nian lihat Vino datang kasih cium tangan ke ayahnya
pula,"Udah selesai bicara sama Mama,Vin?"
Pak Syamsul lihat gimana putrinya langsung merangsek
nemplok ke Vino,waduh bahasane itu lho diajeng.Kagak ada yang lebih pas
ya?Hmm...merapat?Karepmu ...
Vino melingkarkan lengannya dibahu Laras,"Ayah melukis apa
hari ini?Boleh Vino lihat?"
Pak Syamsul agak ragu,"Jangan diketawain ya Nak Vino."
Lukis apa?Tbc
Part 136 ♡ I AM HIS QUEEN
An example...
Pak Syamsul nunjukin lukisannya,hati Vino langsung bergetar.Laras
melihat ekspresi suaminya yang tertegun,"Vin,kamu kenapa?"
Pak Syamsul jadi keki,"Maaf kalau lukisannya jelek.Di kampung
bapak banyak pohon bambu jadi bapak kepingin saja melukisnya."
Vino tersenyum pada Laras,"Aku gpp sayang...Lukisan Ayah
bagus kok...gimana kalau ini dipajang di ruang kerja Vino.Bolehkah Ayah?"
Laras seneng Vino menghargai lukisan ayahnya,makin cinta deh sama
suami.Cie..cie...terciduk lagi deh natap Vino sampai disoriented.
Pak Syamsul jelas mengijinkan,"Tapi ini lukisan sederhana lho
Nak Vino apa pantas dipajang di ruang kerjanya Nak Vino?"
Vino bercerita,"Mendiang papa Vino pernah berkata pada Vino
mengenai tanaman bambu.Bambu itu tanaman yang tahan tiupan angin.Padahal dia
tinggi sekali.Kata papa bambu itu ga langsung tumbuh menjulang tinggi ke
atas.Dia itu mengokohkan bagian bawahnya dulu.Baru kemudian dia akan bertumbuh
ke atas dengan cepat.Papa memang suka memakai alam sebagai contoh."
Laras dengerin sambil nyandar manja di lengan Vino,'Aduh...makin
dilihat kok makin klepek2 ya aku...'
Vino manggil Bimo,"Bim!"
Bimo masuk,"Ya Mas Vino?"
Vino menunjuk ke arah lukisan,"Tolong pajang lukisan itu di
ruang kerja aku ya Bim.Cari spot yang hadapan langsung sama meja kerja
aku.Okey?"
Bimo segera melaksanakan,manggil pembantu buat majang tuh
lukisan.Meski sambil keheranan juga,'Cuma lukisan bambu,segitunya dihargai sama
Mas Vino...Apa karena buatan ayahnya mbak Laras?Hmm...iya iya pasti karena
itu.Emang ya cinta itu powerful!'
Laras lihat jam,"Ya ampun Vin!Hampir aja aku lupa."
Vino deg2an,'Padahal udah kuajak muter2 biar dia lupa.Masih aja
inget sih.Aduh...'
Pak Syamsul heran,"Lupa apa Ras?"
Vino nyela,"Ehm...Bukan apa2 kok Ayah...ya udah met malam
Ayah.Besok melukis lagi ya?"
Laras senyum2 tahu dia kenapa Vino ngacir,"Kamu pikir aku
lupa ya?Huhh enak aja...ga akan aku lupa."
Vino berkata,"Bisa ga kita anggap aja udah selesai.Aku kan
udah gpp..."
Laras malah melangkah mendahului Vino,"Ga bisa!Harus
dihabisin!Aku akan siapin dulu."
Vino gemes,'Aduh...kenapa sih dia itu kepala batu...pokoknya aku
ga mau!!'
Ini bahas apaan sih diajeng?Tbc...
Part 137 ** I AM HIS QUEEN
Waited...
Tak ingin berada dalam pengaruh obat saat tidur,Vino kekeh
ga mau minum obat.Dia menutup mulut rapat2 sampai lari2an menghindari obat yang
disodorkan Laras,"Mmmh...mmh..."
Laras namanya juga kepala batu jelas juga kekeh ngejar
Vino,"Vino!!Minum ga?Ini buat kebaikan kamu juga!Vino!!"
Vino malah naik ke ranjang,"Ga!!Ga ada yang bisa memaksa
Alvino Adijaya!Ga mau!!"
Laras juga naik ke ranjang,"Minum!!Jangan kayak anak
kecil!!Vino..."
Kejar2an deh mereka diatas ranjang,sampai Vino mau
jatuh.Untung aja Laras narik baju Vino,"Vino awas!!"
Tapi...akhirnya Laras dan Vino jatuh bareng deh di ranjang.Laras
dibawah Vino pula.Wajah mereka begitu dekat bahkan Laras bisa merasakan hangat
nafas Vino di pipinya.Keduanya beradu pandang.Laras memilih memejamkan
mata,'Aku pasrah Vin...jika kau mau mengambil hakmu sekarang...'
Nafas Vino menderu,terjadi pertentangan dalam dirinya.Antara
hasrat atau menahan diri,'Ras...dorong aku Ras...aku ingin mengambil apa yang
menjadi hakku dengan benar...dengan hormat...'
Tapi Laras malah merem surrender all gitu,bibir Vino kian dekat ke
bibir Laras.Closer and closer...Tinggal dikit lagi,tapi kemudian Laras
merasakan nafas Vino menjauhi bibirnya,Vino memilih mengecup keningnya.Laras
membuka mata,penuh tanya di wajahnya.Vino berbaring di sebelah Laras,"I am
man with honour...aku ingin memilikimu dengan penuh hormat.Karena pernikahan itu
harus dihormati.Aku akan menanti Ras...menanti hingga hak itu benar2 ada di
tanganku...aku akan menanti hingga saat itu tiba..."
Laras memandang Vino,"Terima kasih Vin...kau mau
bersabar...aku janji Vin...aku hanya akan menjadi milikmu...hanya
milikmu..."
Vino memiringkan badannya menghadap Laras,"Janji satu lagi
padaku..."
Laras juga menghadap Vino,"Apa?"
Vino memandang ke arah obat yang jatuh di dekat mereka,"Ga
ada acara minum obat lagi...please..."
Laras bertanya,"Baiklah tapi kasih tahu apa alasannya...baru
aku setuju."
Vino memandang Laras,"Karena aku ingin memandang wajahmu
selalu...aku ga mau cepat tertidur...biarkan aku menikmati indahnya
wajahmu..."
Laras menyingkirkan obatnya lalu mereka berbaring sambil saling
memandang,"Aku mencintaimu Alvino Adijaya..."
Ohh?Tbc.
Part 138 ♡♡ I AM HIS QUEEN
Good conversation....
Vino meraih jemari Laras,dikecupnya sambil berkata,"I love
you too,Laras Adijaya...."
Laras malah terharu,"Bayi gede..."
Vino membalas,"Kepala batu..."
Keduanya tersenyum.Laras berkata sambil menatap langit2
kamar,"Aku kini tidak takut lagi menghadapi dunia...selama ini aku selalu
merasa takut...aku melihat masa depan itu seakan suram...apalagi saat menunggui
ayah di rumah sakit...aku takut jika ayah meninggalkanku...ayah memberi
kekuatan padaku untuk terus bertahan...meski kami kerap kekurangan...tapi aku
selalu bersyukur karena ayah bersamaku...dan kini berjanjilah padaku
Vin..."
Vino melihat air mata menetes di pipi isterinya,"Berjanjilah
kau akan selalu bersamaku...kau akan menganggap ayahku seperti ayahmu
sendiri...ya Vin?"
Vino mengusap air mata di pipi Laras,"Aku janji Ras...aku
akan menjaga kau dan ayahmu...ayahmu adalah ayahku juga...jangan takut
lagi....ada harapan untuk masa depanmu...masa depanmu bersamaku..."
Laras memegang tangan Vino,"Kau adalah masa depanku Vin...kau
adalah cahaya dalam hidupku...kau tahu rasanya aku masih tak percaya bahwa ini
semua nyata...bukan mimpi...kalau ini mimpi aku ingin tak pernah
terbangun..."
Vino meraih sang isteri dalam dekapannya,disandarkannya kepala
Laras di dadanya,"Ini bukan mimpi...cubit tanganmu kalau ga percaya."
Eh Laras malah mencubit pipi Vino,"Aduh Ras...kok pipi aku
sih?Kenapa ga pipi kamu sendiri?Hmm...pipi kamu kan lebih chubby.."
Laras dicubit balik pipinya sama Vino,malah saling pandang
lagi mereka.Aduh...bisa2 malah begadang mereka nih.Vino meraih kepala Laras dan
menciumnya,"Selamanya hanya kau di hatiku...the queen of Alvino
Adijaya..."
Laras menikmatinya,'I am his queen....'
Cie...malam itu Laras tidur dalam pelukan Alvino
Adijaya.Berbaring disisi Vino mendengarkan detak jantungnya,sementara Vino
asyik mengelus2 kepala Laras,"Aku ingin kita punya banyak anak...kalau
perlu sampai 11.."
Laras ketawa,"Vin,kamu itu mau bikin klub sepakbola ya?"
Vino malah jawab,"Itu kan bagus...Adijaya FC...he..he.."
Laras geleng kepala,"Vino...Vino...kalau lahirnya perempuan
gimana?"
Vino malah senyum,"Bagus dong!Pasti dia akan secantik
mamanya...hmm.."
Anak?Tbc....
Part 139 ** I AM HIS QUEEN
Resurrection power...
Hari2 selanjutnya aktivitas Laras sangat padat.Dia ada
jadwal kelas dengan Rani seputar fashion dan kepribadian.Dibekali tentang
psikologi,self confidence,mentality,etika dan modelling.Rani senang berbagi
pengalaman dengan menantunya,"Setiap manusia itu memiliki keistimewaan
masing2.Demikian juga setiap wanita.Tampil cantik,modis dan mempesona itu
memang perlu tapi semua itu akan membosankan dilihat jika tidak didukung inner
beauty.Apa itu inner beauty?Karakter yang high class.Kamu harus punya
kelemahlembutan,kebaikan,kesopanan,rasa cukup,perkataan yang baik dan tertinggi
adalah kesabaran."
Selanjutnya ada kelas dengan Anabella.Kalau asisten Rani Adijaya
ini mengajari Laras tentang attitude,kebiasaan2 di dunia bisnis,cara bersikap
dalam jamuan2 bisnis serta serba serbi dunia bisnis.Ga selalu Anabella yang
mengisi,Vino bahkan mendatangkan dosen2 ternama untuk mengajari isterinya
tentang dasar2 bisnis.Tentu saja bila kelas berlangsung di rumah,pengamanan
superketat di perintahkan oleh Vino.Bimo bertanggung jawab atas keamanan Laras
dan ayahnya bila Vino di kantor.Disela meeting dan kesibukannya,Vino tetap
memantau,"Bim,break dulu...sepertinya Laras perlu istirahat.Aku akan ajak
Laras makan diluar.Tapi jangan beritahu ya...biar jadi kejutan."
Bimo paham,"Siap Mas Vino."
Laras lega kelasnya sudah selesai untuk hari
itu,"Capeknya...apa kayak begini ya rasanya kuliah?Hmm...aku mau lihat
ayah ah..."
Revan berusaha mendekati Pak Syamsul dengan bergaya memuji
lukisannya,"Bagus sekali Pak!Gambar pantai dan deburan
ombak...bagus...!"
Laras datang dikawal Bimo,'Mau apa Revan deketi ayah?Jangan2 mau
nyulik ayah lagi?Sebaiknya aku ajak ayah makan.'
Pak Syamsul memang sempat takut juga dekat Revan,namun
untungnya Yudi dan team terus didekatnya.Senang dia melihat
Laras,"Ras,kelas kamu sudah selesai?Tumben cepet?"
Laras menjawab,"Dosennya ada perlu mendadak Yah.Jadi
cepet.Ayah lapar ga?Makan yuk?"
Revan malah yang nyahut,"Gimana kalau kita makan diluar
aja.Sama Mama juga kok."
Sebuah suara mengejutkan mereka,"Tidak perlu Van!Mereka akan
pergi makan diluar denganku."
Laras sumringah lihat siapa yang bicara.Siapa hayo?Bersambung....
Part 140 ** I AM HIS QUEEN
Shall be revealed....
Bukan cuma Laras yang gembira lihat siapa yang datang,bahkan Pak
Syamsul aja langsung merasa lega,"Nak Vino?Tumben sudah pulang?"
Revan sebel banget lihat Laras langsung bergelayut manja ke
Vino,'Tatapan Laras ke Vino itu...jelas itu tatapan bahagia...tatapan
cinta...Damn!!Kenapa?Kenapa selalu Vino yang mendapatkan hal2 yang
kuinginkan?Kasih sayang mama,kekayaan,ayah yang baik dan kini cinta Laras.It's
not fair!!I 'm found her first.Not Vino!!Harusnya aku dong yang dapat
Laras,kenapa malah Vino?Kenapa aku malah jadi makcomblang mereka?Bodoh!!'
Siapa suruh datang Jakarta?...Siapa suruh bawa Laras ke
Jakarta?Malah jadi ketemu Vino kan?Senjata makan tuan...bukan ini namanya
bumerang.Tapi bagus ding...love it!Lihat Vinola aja ah...
Laras hepi nian lihat Vino,"Kamu mau ajak aku dan ayah makan
diluar?Kok tahu sih aku laper?"
Vino menatap isterinya,"Suara perutmu protes kedengaran
sampai kantorku...he..he.."
Laras lupa kalau ada Revan disitu,"Kita makan dimana?Tapi ga
masalah sih mau kemana...asal bersama kamu aku mau kok..."
Bimo batuk2 ngasih kode ke Laras maksudnya,"Uhuk..uhuk!"
Laras baru sadar,tapi tetep aja didekat Vino,'Ups...saking
senengnya lihat Vino sampai aku lupa kalau masih ada Revan di sini...'
Revan sadar jadi obat nyamuk,"Ya udah kalau gitu aku mau
jemput Mama dulu.Permisi!"
Vino mengangguk,sedang Laras menghembuskan nafas
lega,"Pyuhhh..."
Vino heran,"Kamu kenapa begitu?"
Laras jawab,"Niru kamu...kamu suka gitu kan?"
Vino malah mikir,"Masak sih?"
Laras merajuk,"Udah kamu mana inget salah sendiri semua gaya
kamu keren sih jadi banyak yang niru...udah...berangkat yuk?Aku lapar..."
Vino memandang Pak Syamsul,"Mari Ayah...Bim,Kamu juga
ikut!"
Bimo langsung jalan bersama Pak Syamsul,"Baik Mas Vino.Mari
Pak Syamsul..."
Vino meluk pinggang sang isteri,"Gimana kelasnya tadi?Pusing
ga?"
Laras juga meluk pinggang Vino,"Banyak yang harus
kupelajari.Tapi aku suka Vin...aku jadi tahu dunia kamu.Jadi lebih pede kalau
dampingi kamu.He..he.."
Vino senang mendengarnya,"Oh ya besok syuting iklannya.Jadi
no class tomorrow.Aku ga mau kamu kecapekan."
Laras ga nyana,"Syuting iklan?Oh...product ponsel itu
ya?"
Advan?tbc......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar