Part 121 ~ I AM
HIS QUEEN
Let us see...
Laras malah asyik ngobrol sama mamanya Vino di
telpon,"Oh...tadi kita di ruang khusus itu Ma..."
Rani senyum2 dengernya,"Oh...kalian ngumpet disana....hayo
ngapain disana?"
Laras jadi merah pipinya,'Waduh mama Rani mikirnya kejauhan
kayaknya...'
Bingung jawab Laras kasih hpnya ke Vino,"Ehmm...Mama ini Vino
...Vin...mama mau bicara sama kamu..."
Vino nerima hpnya,"Ya Ma...oh kami tadi...ehm...tadi kami
ngamar Ma...hi..hi...Mama kayak ga tahu aja deh..."
Laras dan Sean jadi kaget,'Ngamar?'
Sean merhatiin ruangan,'Aku makin yakin kalau di sini ada ruangan
rahasianya.Oh jadi tadi Vino dan Laras quality time di secret place
itu...Vino...Vino..pantas suruh aku ngurus paspor dan visa Laras.Bahkan agenda
ke Jepang aja dia pilih cancel sampai Laras udah dapat paspornya...tenang Vin
semua akan aku urus.Kamu terima beres saja.Aku janji Vin akan menebus
kesalahanku waktu itu...I'm promise!'
Laras jadi merah jambu denger Vino,dicubitnya perut
Vino,"Iih...Vino..."
Malah kejar2an ga jelas gitu mereka sementara Vino masih megang hp
ngobrol sama Rani yang ada di rumah,"Eiit...auww...Ma.ini ....menantu Mama
malu dia ketahuan kalau tadi kita berdua asyik mojok...he..he..aduh..."
Laras gemes tenan sama suaminya,"Apa?Mojok berdua...Vino
bener2 ya...Ma jangan didengerin ...kita tadi cuma tidur kok Ma..."
Vino malah nambahi,"Bener Ma kita tadi memang cuma
tidur...tidur bersama maksudnya...he..he.."
Lari deh Vinonya,Laras makin merona merah jambu jebuk2
gitu,"Vino!!Aduh...sini kamu...awas ya!"
Sean geleng kepala melihat mereka,'Aku senang kamu bahagia
Vin...ups aku harus ngerjain banyak hal...'
Akhirnya Vino nyerah dicubiti sama Laras bahkan sampai
menuju mobil aja masih dicubiti sama Laras.Para karyawan ada yang sempat
lihat,"Mesra bener tuh Boss kita...udah gandengan masih cubit2 manja
lagi...berasa dunia milik berdua kali ya..ngiri deh lihatnya..."
Dimobil Laras malah sempet jewer telinga Vino,"Auww!Ya ampun
Ras...udah merah2 semua nih...perut lengan kini telinga juga...kalau ga
berhenti aku ga jadi ajak ke suatu tempat lho..."
Laras langsung berhenti dan kepo mata gede2 gitu,"Ke suatu
tempat?Kemana?Kasih tahu..."
Mau kemana sih Vin?Tbc.....
Part 122
>< I AM HIS QUEEN
Heaven and earth...
Rani lega Vino baik2 saja,'Biasanya aku selalu menanyakan apa dia sudah makan,sudah ini sudah itu...tapi kini sejak ada Laras,Vino tak perlu kuperlakukan seperti itu lagi.Aku akan lebih fokus ke Revan.Dia itu justru yang kurang ngerti apa itu tanggung jawab.'
Rani mencari Revan di kamarnya,dah pules sementara tvnya nyala,'Hmm...malah tvnya yang nonton...aduh...mana suaranya kenceng lagi.Kok ya bisa tidur ya?Heran deh...'
Bukannya ga baik ya tidur sore2?Kata siapa lagi.Kalau mau tidur ya tidur aja.Asal jangan pas nyetir bahaya!Sore2 enaknya jalan2 nih.Ikuti Vinola aja yuk!Yuk...
Vino bawa Laras kemana sih?Mau apa juga diajak pergi?Vino itu man with purpose.Ngertos diajeng artine?Pria dengan tujuan.Dia bawa Laras ke tempat yang penuh kenangan antara dia dan mendiang papa Adijaya.Wah...dimana itu?
Laras berbinar kala keluar dari mobil,"Wow...udara pantai!Aku lepas sepatu ya Vin?Susah makai sepatu berhak tinggi di pasir pantai..."
Vino menghirup udara pantai,"Indah ya Ras...apalagi mau sunset.Hmm...kita jalan2 ke sana yuk.Sepatunya dilepas aja..."
Mereka jalan2 di sepanjang pantai menikmati deburan ombak yang selalu saja menghempas pantai.Sambil jalan Vino cerita,"Dulu papa aku suka ngajak aku ke sini.Disini papa cerita kalau dulu papa itu anak orang ga punya.Terus papa bekerja keras dan akhirnya sukses.Tapi papa selalu mengatakan bahwa kita ga boleh lupa siapa kita dulu.Supaya kita tidak menjadi sombong.Sehebat apapun kita,kita harus belajar dari pemandangan di pantai.Lihat itu Ras!"
Mereka duduk memandangi langit dan laut yang menyatu dalam horizone,"Indahkan?Langit dan bumi bersatu di sana!Di horizone itu.Seperti itulah kau dan aku Ras...meski dunia kita berbeda.Bagaikan langit dan bumi namun Tuhan mempertemukan kita.Itu bukan suatu kebetulan.Itu takdir Tuhan.Dunia kita bertemu.Apa yang kaulihat disana?"
Laras terharu,"Aku tak bisa membedakan mana yang langit dan mana yang laut.Langit dan bumi bertemu seakan saling berpadu.Padahal mereka begitu berbeda."
Vino meraih jemari Laras,"Aku ingin selamanya kita seperti itu.Bersama.Menjadi satu.Hingga orang tak bisa memisahkan lagi.Kau mau kan Ras?"
Mau ga ya?bersambung.....
Heaven and earth...
Rani lega Vino baik2 saja,'Biasanya aku selalu menanyakan apa dia sudah makan,sudah ini sudah itu...tapi kini sejak ada Laras,Vino tak perlu kuperlakukan seperti itu lagi.Aku akan lebih fokus ke Revan.Dia itu justru yang kurang ngerti apa itu tanggung jawab.'
Rani mencari Revan di kamarnya,dah pules sementara tvnya nyala,'Hmm...malah tvnya yang nonton...aduh...mana suaranya kenceng lagi.Kok ya bisa tidur ya?Heran deh...'
Bukannya ga baik ya tidur sore2?Kata siapa lagi.Kalau mau tidur ya tidur aja.Asal jangan pas nyetir bahaya!Sore2 enaknya jalan2 nih.Ikuti Vinola aja yuk!Yuk...
Vino bawa Laras kemana sih?Mau apa juga diajak pergi?Vino itu man with purpose.Ngertos diajeng artine?Pria dengan tujuan.Dia bawa Laras ke tempat yang penuh kenangan antara dia dan mendiang papa Adijaya.Wah...dimana itu?
Laras berbinar kala keluar dari mobil,"Wow...udara pantai!Aku lepas sepatu ya Vin?Susah makai sepatu berhak tinggi di pasir pantai..."
Vino menghirup udara pantai,"Indah ya Ras...apalagi mau sunset.Hmm...kita jalan2 ke sana yuk.Sepatunya dilepas aja..."
Mereka jalan2 di sepanjang pantai menikmati deburan ombak yang selalu saja menghempas pantai.Sambil jalan Vino cerita,"Dulu papa aku suka ngajak aku ke sini.Disini papa cerita kalau dulu papa itu anak orang ga punya.Terus papa bekerja keras dan akhirnya sukses.Tapi papa selalu mengatakan bahwa kita ga boleh lupa siapa kita dulu.Supaya kita tidak menjadi sombong.Sehebat apapun kita,kita harus belajar dari pemandangan di pantai.Lihat itu Ras!"
Mereka duduk memandangi langit dan laut yang menyatu dalam horizone,"Indahkan?Langit dan bumi bersatu di sana!Di horizone itu.Seperti itulah kau dan aku Ras...meski dunia kita berbeda.Bagaikan langit dan bumi namun Tuhan mempertemukan kita.Itu bukan suatu kebetulan.Itu takdir Tuhan.Dunia kita bertemu.Apa yang kaulihat disana?"
Laras terharu,"Aku tak bisa membedakan mana yang langit dan mana yang laut.Langit dan bumi bertemu seakan saling berpadu.Padahal mereka begitu berbeda."
Vino meraih jemari Laras,"Aku ingin selamanya kita seperti itu.Bersama.Menjadi satu.Hingga orang tak bisa memisahkan lagi.Kau mau kan Ras?"
Mau ga ya?bersambung.....
Together...
Laras mengusap pipi suaminya,"Walau kita menikah dengan cara
yang tidak lazim,tapi kau tahu...saat aku menandatangani surat pernikahan itu
aku merasa bahwa inilah takdir aku...bersama pria bernama Alvino Adijaya...kita
akan selalu bersama.Seperti laut yang selalu kembali ke pesisir
pantai...berjanjilah Vin kau akan selalu menjadikanku pelabuhan hatimu.Kau akan
selalu bersamaku..."
Disanalah Vino berteriak pada alam,"Hey laut!!Aku jadikan kau
saksi bahwa aku,Alvino Adijaya akan selalu menjadi milik Laras Adijaya...Hey
langit!!Jagailah cinta kami.Biarkan kami selalu bersama.Alvino Adijaya dan
Laras Adijaya adalah satu.Kami akan selalu bersama selamanya!!"
Laras terharu berkaca2 dia mendengar janji Vino yang akan selalu
bersamanya,'Tuhan,jagai cinta kami.Kau yang mempertemukan kami menjadi suami
isteri.Bukankah yang Kaupersatukan tak boleh dipisahkan manusia?Jagai suamiku
ya Tuhan...lindungi dia selalu.'
Moment itu juga dipakai Vino untuk membujuk
Laras,"Ras,sekarang kau adalah Laras Adijaya.Kau bukan lagi Laras yang
dulu.Tapi kau dan aku adalah satu.Setiap orang melihatmu,mereka akan melihat
diriku.Kita bukan lagi dua tapi satu.Jadi Ras kamu jangan melihat dirimu lagi
sebagai wanita kampung.Kau itu cerminanku.Kau isteri dari Alvino Adijaya.Bukan
aku tidak menerimamu apa adanya tapi aku tak mau melihatmu terus dihina.Aku
ingin kau punya self confidence.Punya mental yang militan.Menjadi wanita yang
kuat.Laras Adijaya adalah wanita yang tangguh.Aku ini suamimu.Aku akan
mendandanimu."
Laras bertanya,"Mendandaniku?Maksudnya?"
Vino memandang isterinya,"Aku sudah bicarakan ini dengan
Mama.Mama akan mengajarimu dan memperlengkapimu."
Laras terpana,"Mama?"
Vino mengangguk,"Iya...kamu tahu ga mama aku itu dulu juga
kayak kamu...tapi lihat beliau sekarang.Kamu juga bisa seperti itu Ras asal kau
punya keinginan yang kuat untuk belajar dan abaikan cemooh orang.Kau tahu
bijaklah orang yang mengabaikan cemooh."
Laras menatap ke arah laut,"Kamu kok tahu sih Vin apa yang
kurasakan sekarang?Jujur aku ga pede berada di dekatmu,Vin...kau itu terlalu
agung buat aku Vin..."
Vino memegang bahu Laras,"Kalau begitu kamu ..."
Kamu apa sih Vin?tbc....
Part 124 >> I AM HIS QUEEN
Followed him...
Laras ga berani natap mata Vino,'Tatapan Vino aduh dalamnya kayak
nembus gitu deh...'
Vino makin kenceng pegang bahu Laras,"Ras...lihat aku..lihat
mata aku Ras..."
Laras nurut sambil berdebar2 gitu,tapi malah jadi pingin nangis
dia kala Vino melembut tatapannya dan bertanya padanya,"Kamu sering
diperlakukan buruk ya sama sekitar kamu Ras?Iya?"
Laras jadi ingat gimana susahnya hidup jadi orang miskin
dulu.Mana sang ayah sakit2an lagi.Dia sampai pernah jadi pembantu rumah
tangga,penjaga toko belum mbatik di rumah,jualan tempe kelilingan belum ngutang
sana sini buat biaya berobat ayahnya.Vino melihat air mata mulai menggenangi
mata isterinya,'Dugaanku benar.Dia mengalami banyak kepahitan hidup.Dia
mengalami banyak kejadian tak menyenangkan dan mengecewakan hatinya.Penderitaan
memang merobek jiwa.Hatinya pahit.Hatinya pedih...'
Vino meraih sang isteri dalam
pelukannya,"Menangislah...isteriku sayang...menangislah..."
Laras tumpah air matanya di dekapan sang suami yang
hangat,"Huuu...hu...aku selalu dihina karena sering telat bayar uang
sekolah Vin...hu...hu...aku juga sering dijauhi karena aku
miskin...hiks...hiks...aku...merasa...ga pantas ada di dunia ini
Vin...huu..."
Vino sampai ikut meneteskan air mata mendengarnya,'Keluarkan
semuanya sampai kamu lega Ras...menangislah sampai kamu puas...'
Lama Laras nangis dipelukan Vino hingga tinggal sedu sedan
saja,"Hiks....hiks..."
Vino membelai kepala isterinya,"Lepaskan maaf buat orang2 itu
Ras...biarkan hukum karma yang memproses mereka.Lepaskan sakit hatimu...lihat
matahari tenggelam!"
Laras melihat sunset sambil masih meluk Vino,nyandar manja
di dada Vino.Vino cerita,"Mungkin kau merasa duniamu kelam seakan matahari
tak bersinar untukmu,tapi apakah besok matahari tidak terbit lagi?"
Laras menggeleng,Vino memberikan sapu tangannya ke
Laras.Vino berkata,"Laras yang lama sudah berlalu dan kini Laras yang baru
sudah datang.Laras Adijaya namanya.Kau tidak sendirian sekarang hadapi
semuanya.Kau punya aku Ras.Suamimu.Alvino Adijaya.Kau percaya kan aku hanya
akan memikirkan kebaikan untukmu?"
Laras mengangguk.Vino nanya lagi,"Kau percaya kan
bahwa aku tulus mencintaimu?"
Yes or no?tbc
Part 125 ¤¤ I AM HIS QUEEN
The rising of the sun...
Laras jelas percaya bahwa Vino mencintainya,"Iya Vin...aku
percaya kamu cinta sama aku..."
Vino lega mendengarnya,"Itu yang utama dalam sebuah hubungan
apalagi hubungan suami isteri,kepercayaan.Karena aku mencintaimu maka aku akan
memberikan semua yang terbaik untukmu.Semua yang aku miliki kaupun berhak
menikmatinya.Semua fasilitas,fashion,financial semuanya kamu berhak
mendapatkannya.Karena kamu berharga buat aku Ras.Suamimu ini tidak akan
membiarkan kau dihina.Ga ada yang boleh menghina isteri Alvino Adijaya!!"
Laras malah berkaca2 mendengar pernyataan suaminya,"Tapi
Vin..."
Vino menoleh,"Kok malah kembeng2 lagi?Kamu ga bahagia dengan
semua yang kuberikan?"
Laras menunduk,"Aku bahagia Vin...hanya aku merasa ga layak
dapat itu semua...aku ini siapa Vin?Aku ga pantas buat kamu...kamu pantas dapat
yang lebih baik dari aku..."
Bilang gitu sambil sedih mukanya,Vino mengangkat muka Laras
menatap ke arahnya,"Yang menentukan pantas dan tidaknya kau buat aku
siapa?...Bianca?Dara?Reporter?Atau media massa?Ga Ras!Yang tahu kamu pantas
atau tidak buat aku adalah hatiku.Dimana harta kita berada disitu pula hati
kita berada.Dan kau adalah harta yang terindah dalam hidupku.Aku belum pernah
sebahagia ini didalam hidupku.Jadi Ras mulai sekarang buang jauh2 semua rasa
tidak layakmu itu.Tanamkan di hatimu bahwa kau adalah Larasnya Alvino
Adijaya.Laras Adijaya.Kau berharga dan layak mendapat semua yang terbaik.Dan
aku sangat bangga dan tidak malu memilikimu dan menyandingmu sebagai
isteriku.Oleh karena itu aku sudah putuskan..."
Laras heran,"Putuskan apa Vin?"
Vino berkata dengan mantap,"Bahwa kaulah yang akan menemaniku
dalam iklan product seluler terbaru Adijaya Group."
Laras terbelalak,"Vin,kau bercanda kan?Masak aku Vin?Ntar
malu2in gimana?"
Vino punya akal,"Ga mau nih nemeni suami sendiri?Lebih suka
aku ditemani model2 lain?Iya?Beneran nolak nih...ntar aku dipegang2 sama mereka
lho...yakin rela lihatnya?Yakin ga cemburu?"
Laras langsung bayangin,'Ga!Ga boleh!Vino ga boleh disentuh wanita
lain.Vino kan milik aku.'
Cie...mulai posesif nih.Kemakan deh umpannya.Laras lihat
Vino buang muka,"Ya...aku mau!!"
Vino terpana,"Apa?"Tbc
Part 126 ♡♡ I AM HIS QUEEN
Be not afrighted...
Vino girang mendengar Laras mau jadi model iklannya,"Kamu
bilang iya?Kamu mau jadi model iklan perusahaan kita?"
Laras sendiri juga ga nyana bilang
gitu,"Ehmm..iya..tapi..."
Vino malah memeluk Laras dari belakang terus diputar2 saking
gembiranya,"Yes!!Laras mau nemeni aku jadi bintang iklan.Yes!!"
Laras jelas jerit2,"Vin!!Turunin!!Vino!!!!Turunin...aku
pusing..."
Vino ngeyel,"Ga!!Aku lagi hepi...yeahhh!!"
Malah ambruk deh mereka dipasir pantai,"Tuh kan Vino...malah
kotor kena pasir semua kan??"
Vino malah berbaring di pasir,"Kamu ga usah takut Ras...aku
akan bantu kamu confidence...mama dan Anabel akan jadi mentor kamu.Sean
juga..kan dia sibuk tuh ngurus persiapan pernikahan kita so...kamu akan jadi
asisten dia sekaligus sekretaris aku juga...jadi selain mama dan Anabel,aku
adalah mentor utama kamu.Tenang aja aku akan mendidik dengan penuh cinta
kok..nanti kamu akan ngerti soal bisnis aku,soal kerjaan aku,dan pastinya bisa
ngurus aku juga dong dengan lebih intensif..kan aku masih dalam masa recovery
he..he.."
Laras berbaring juga di sebelah Vino dan memandang sang suami
penuh cinta,"Makasih ya Vin...kamu mikirin semuanya buat kebaikan
aku...bahkan kamu udah merancang semuanya...makasih Vin."
Mereka berpegangan tangan sambil menikmati langit
pantai.Laras kian dalam rasa cintanya pada Vino.Udah beton pondasi
cintanya.Beton plus cakar ayam diajeng...oh ya...betul2.Vino belajar psikologi
industri kali tahu bener menggali dalam2 memancang patok cinta sedalam mungkin
di hati Laras.Namanya juga Alvino Adijaya.Akhirnya mereka pulang juga.Soalnya
udah janji mau dinner di rumah.Laras melangkah sambil bergelayut manja di
lengan sang bisnisman kita yang ganteng,gemesin dan gentleman.He..he..Kira2
gimana reaksi Dara tahu bahwa Laras yang dipilih Vino ya buat iklan hpnya?Hmm...kebakaran
kumis ga ya?Atau langsung mengecat rambutnya dengan warna si jago
merah?Megaloman dong.Sementara itu Revan dah siap di meja makan,'Mau makan aja
nunggu Vino...kalau ga demi mendapat hati mama males banget..mama itu selalu
aja memposisikan Vino sebagai kepala keluarga.Padahal dia kan lebih muda.Aku
dong harusnya yang duduk di kursi utama!'Bete?Tbc.
Part 127 ♡ I AM HIS QUEEN
He appeared...
Revan lihat jam,"Ma,kayaknya anak kesayangan Mama itu ga
mungkin deh dinner di rumah.Paling dia ajak Laras makan di luar.Dia kan mau
pamer ke Laras makan ke restoran mewah gitu.Biar Laras terpesona sama
dia."
Rani ga suka nada sinis dari omongan putranya terhadap
Vino,"Kamu ini kayak ga kenal adik kamu sendiri.Kalau Vino bilang mau
dinner di rumah dia pasti pulang.Makhlum kalau molor kan Jakarta suka
macet.Lagian adik kamu itu kan sibuk.Kalau kamu keburu laper,makan aja buah
dulu.Itu lebih sehat.Lagian mama dah ditelpon kok tadi sama Vino kalau dia udah
otw.Paling bentar lagi sampai.Lagian kenapa kamu sinis gitu sih Honey?Vino itu
anaknya ga suka pamer...dia itu kayak papanya low profile gitu..."
Revan dongkol,'Terus puji aja terus Vino!Emang ya di mata Mama
Vino itu is the best.Low profilelah...tanggung
jawablah...baiklah...huhh!!Mending aku makan di luar.'
Mobil Vino memasuki kediaman Adijaya.Lastri dan Mang Ujang
menyambut dengan penuh gembira,"Selamat datang Mas Vino,Mb Laras...udah
ditunggu tuh di ruang makan...he..he.."
Laras pingin cepet ketemu ayahnya,"Ayah aku juga disana kan
mb Lastri?"
Lastri menjawab,"Ya pasti mb Laras....sama Pak Bimo
disana..."
Laras main tarik tangan Vino,"Ayo Vin...aku mau ketemu
Ayah..."
Vino nurut aja,dilihatin deh sama para pembantu dan bodyguard.Pada
senyum2 mereka,"Lihat tuh!Mesranya...aduh gandengannya...bikin baper deh..."
Norman yang dapat jatah rehat komentar,"Itu belum apa2 sama
yang saya lihat tadi...uluh2...tapi biarin deh jadi rahasia
saya...he..he.."
Lastri dan yang lain langsung kerubutin Norman,"Ceritain
dong!Kita kan penggemar berat mereka...masak ga mau bagi update-an sih...sesama
fans ga boleh jutek2an...iihh.."
Norman ngacir ke dapur,"Aku mau makan
dulu...lapar...he..he.."
Dikejar dia sama pasukan merah eh maksude pasukan pelayan
he..he..Sementara itu langkah Laras terhenti kala melihat Revan di meja
makan,genggaman tangannya pada Vino jadi erat banget.Vino mengerti,"Ayo
jangan takut ada aku disampingmu..."
Laras nempel Vino deh,duduk dekat Vino dan pastinya dekat ayahnya
juga,"Gimana kabar Ayah?Maaf ya tadi jalan2 sama Vino dulu..."
Gimana suasana dinnernya?Tbc........
Part 128 ☆☆ I AM HIS QUEEN
Spake out....
Vino duduk di kursi utama,menyapa sang mama dan ayah mertua juga
tersenyum ramah pada semuanya.Anabel,Bimo,Ahua,Mety bahkan Revan.Revan
merhatiin tangan Laras yang masih aja menyatu dengan tangan Vino meski diatas
meja,'Kayaknya malah makin mesra deh mereka.Dara sih pakai acara gagal
pula.Makin susah kan misahin mereka.Habis jalan2 kemana lagi tadi.Jangan2 check
in lagi di hotel.Makin lengket gitu...jadi curiga deh...'
Revan kayak paparazi aja deh.Kenapa ga jadi wartawan
ya?Lumayan tuh bakat tersalur.Hush!Vino memimpin doa makan tapi Revan malah
plirak plirik sinis gitu sepanjang doa.Entar keselek kapok dia.Makan malampun
dimulai.Seperti biasa Laras yang ngambilin makan Vino,dia ga mau pembantu yang
layani Vino.Vino sih senyum bahagia diperhatiin sang isteri,"Makasih ya
sayang..."
Revan sewot dengernya,'Sayang?Sekarang malah manggil sayang
pula...bener2 ya pesat bener hubungan mereka...jangan2 mereka dah bener2 jadi
suami isteri.Ga!Laras itu milik aku!!Aku harus koordinasi sama Dara soal ini.'
Vino berkata pada mamanya soal mengajari Laras,"Laras setuju
Ma..kita bisa mulai secepatnya.Mama sesuaiin aja dengan jadwal Mama.."
Rani seneng dengernya,"Bagus itu.Mama akan atur jadwalnya...Anabella
kamu ngerti kan apa yang harus kamu lakukan?"
Anabella segera menjawab,"Pasti Bu Rani.Anabella kan sangat
tanggap ...ga kayak Bimo nih kerjanya kayak manusia bayangan...ngintilin Pak
Syamsul melulu..."
Bimo nyikut Anabella,"Kamu ini apa2an...emang job saya itu
kok dari Mas Vino.Iri ya karena saya ga ngintilin kamu huhh!"
Revan ngerti sekarang,'Pantas susah sekali deketi Pak
Syamsul,rupanya pengawal utama Vino difokusin jaga dia.Vino kayaknya ga
sepenuhnya maafin aku.Dia masih curiga dan waspada.Emang ya Alvino Adijaya ga
bisa diremehin.'
Vino manggil Anabel,"Oh ya Anabel habis ini suruh semua
pengurus rumah kumpul di ruang keluarga ya.Ada yang mau aku umumin."
Anabel kepo tapi ga berani nanya,"Baik Tuan Vino.Your wish is
my command."
Ahua batin,'Sok Inggris tuh boneka hantu..tapi ada apa ya kok Mas
Vino minta semua kumpul?'
Pada Bimo,Vino juga memerintahkan hal yang sama,"Kecuali pos
depan semua bodyguard kumpul juga ya Bim."
Why?Tbc..
Part 129 == I AM HIS QUEEN
His saying...
Vino ga terlalu lama di ruang makan,ia ga mau Laras merasa ga
nyaman karena ada Revan di sana.Dipeluknya pinggang Laras,"Ma,kami ke
dalam dulu.Belum mandi nih...Mari Ayah.Oh ya Bim kalau udah kumpul semua kabari
aku ya..."
Bimo jawab,"Baik Mas Vino..."
Revan sebel lihat Vino main peluk pinggang Laras,'Perasaan dulu
kudeketi aja dia jaga jarak.Giliran sama Vino aja langsung nempel.Lagian mau
umumin apa sih si anak mama itu?Belagu banget sok berkuasa...pamer kekuasaan
ya?Tunggu aja ntar bukan cuma rumah mewah ini akan jadi milik aku tapi bahkan
Laras juga.Just wait!'
Dikamar Laras juga penasaran,"Vin,kamu mau umumin apa sih?Apa
soal pernikahan kita?"
Vino duduk,"Soal family day kok sayang...soal pernikahan kita
biar nanti aja saat sampai di Bali aku akan beritahu Mama.Aku ga mau Revan
mengacaukannya.Jujur aku masih belum percaya padanya."
Laras menyiapkan semua keperluan Vino untuk mandi,"Vin,kamu
mandi dulu gih.Ntar ditungguin lagi..."
Vino menggeleng,"Ladies first...kamu dulu aja Ras...aku mau
bicara sama Sean..."
Laras nurut,"Okey..."
Vino mengambil hpnya,"Sean,aku ada ide buat pernikahan aku
nanti...tapi promise me to keep this from others espesially Revan okay?"
Sean malah jadi keder,'Kenapa Vino ga mau Revan tahu soal
pernikahannya?Apa Vino tahu kalau Revan punya niat jahat kepadanya?'
Vino mengirim via email semua konsep pernikahannya nanti di
Bali...bahkan ia sudah merancang sampai lokasi honeymoon.
Vino lihat Laras dah selesai mandi,"Ya udah Sean kita lanjut
besok ya..."
Sementara itu di ruang keluarga sudah berkumpul semua pengurus
rumah dan para bodyguard.Pada kepo semua dan saling menduga2 apa yang mau
diumumin sama Vino,"Jangan2 ada yang mau dirumahkan nih...please jangan
sampai itu aku...soalnya gaji di sini besar dan cicilan motorku belum lunas
je.."
Ahua malah mikir soal bonus,"Ga lah Mas Vino kan orangnya
baik hati.Kayaknya soal bonus deh..."
Lastri ikutan menduga2,"Kalau aku malah nebak ini soal piknik
tahunan deh soale tadi aku sempet denger ayahnya mb Laras terima telpon dari mb
Laras nyebut2 soal family day gitu..."
Norman juga ditanyai,"Kamu pasti tahu Man.Ayo kasih
tahu.."
Semua tiba2 diam.Kenapa?Tbc
Part 130 ♡ I AM HIS QUEEN
Said unto them....
Jelaslah para pengurus rumah dan pengawal jadi diam bin hening
lha sang majikan,sang pemilik rumah,sang tuan Alvino Adijaya and his lovely
wife followed by his right hand Bimo coming.Bisik2 tetangga...kok penulise
mendadak dangdut sih?Biasa lagi banyak masalah tuh ...wk..wk.wk..Vino tampil
low profile just pakai pakaian santai jalan mesra meluk pinggang sang isteri
tercinta.Bimo dengan gagah ngawal di belakang mereka.Langsung semua menatap
penuh hormat pada Vino,yang segera mengambil duduk jejer sama Laras
pastinya.Vino tersenyum pada his people,"Selamat malam semuanya!"
Langsung serempak jawab,"Malam Mas Vino!!!Malam Mbak
Laras!!!"
Vino senang mereka ga lupa manggil dia dengan sebutan
'Mas',dengan memanggil begitu seakan mereka adalah keluarga.Bimo kagum pada
sifat Vino yang satu ini,'Ga usah dikomando,semua langsung diem bila Mas Vino
mau bicara.Mas Vino diem aja mereka dah ngerti kok.Mas Vinonya low profile
dapat pendamping juga merakyat.Pas deh serasi sekali.Mbak Laras emang jodoh Mas
Vino.Ga diragukan lagi.'
Vino melanjutkan,"Saya minta kalian semua kumpul di sini
karena ada berita bagus yang ingin saya sampaikan ke kalian..."
Langsung terdengar nada lega dan hembusan nafas.Laras
merhatiin,'Oh rupanya emang kebiasaan siapapun di kediaman Adijaya
menghembuskan nafas kayak begitu....pasti pada niru Vino deh...dia kan sosok
panutan gitu.Tapi emang deh suamiku ini benar2 paket komplit.Udah baik,ga
memandang bulu,berwibawa,ganteng lagi...aduh...ga bosen deh liatin dia.Hmmm...'
Laras sampai ngeliatin Vino ga kedip,berpangku tangan
lagi.Anabella merhatiin,'Aduh mbak Laras merhatiin Tuan Vino sampai gitu
amat.Kayak baru lihat aja.Padahal sejak tadi seharian sama Tuan Vino.Kayak lagu
deh...tak bosan mataku takkan bosan...'
Vino menatap semuanya,"Seperti agenda tahunan di semua
perusahaan Adijaya Group,bulan depan diadakan family day.Termasuk juga kalian
sebagai bagian dari keluarga Adijaya."
Wah langsung direspon positif sama
semuanya,"Asyik!!!Yes!!Yippi2..!!"
Kayaknya itu gaya celebrate penulis deh.Yippi2...
Vino senang melihat keceriaan terpancar di wajah mereka,'Senang
rasanya melihat mereka bahagia.'
Ohhhh...tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar