I AM HIS QUEEN ^^^PART 21-30


                      Part 21 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Ramai sekali suasana di lokasi fashion show Rani Adijaya.Banyak model cantik disana.Pastinya Bianca juga disana sama Mamanya.Bianca ditunjukin Rani aneka jenis perhiasan yang mau dipamerkan besok,"Lihat ini Bi!Bagus2 kan modelnya?"
Bianca terkesima,"Iya Tante,bagus sekali.Apalagi cincin ini.Sepertinya paling istimewa deh...Ini biar Bianca yang jadi modelnya ya Tan?"
Rani menggeleng,"Sorry Bi.Buat cincin ini Tante udah siapin modelnya.Ah itu dia sudah datang."
Bianca menoleh ke arah pintu masuk,'What??!!Itukan perempuan yang tadi sama Vino?Kok bisa berubah gitu tampilannya?Ga...ga...ga mungkin Tante Rani ga mungkin milih dia jadi model utamanya.'
Rani segera menyambut Laras,"Wow!Kamu cantik banget Ras.Pantas Vino sampai langsung main nikah dadakan aja.Kamunya cantik gini."
Laras tersipu plus keder juga,'Aduh,ada si mbaknya yang tadi.Kayaknya bakal ga nyaman banget deh nanti.'
            Rani ngenalin Laras ke Bianca dan Tari,keduanya malah pasang wajah jijik gitu ke Laras.Salaman aja gimana gitu.Saat Laras sibuk dilatih jalan bak peragawati,Bianca mendekati mamanya,"Mi,cepet bujuk Tante Rani biar makai Bianca aja jangan si kuman itu.Cepetan Mi!Acaranya besok lho."
Taripun mencoba bicara dengan Rani,"Ran,kamu yakin mau jadiin Laras sebagai model utama?Perhatiin deh Ran!Jalan aja di kaku banget.Acaranya besok lagi.Apa ga bakal malah jadi kacau nanti acaranya?Acara ini bakal disiarin di tv lho Ran.Nama besar keluarga Adijaya dipertaruhkan di sini."
Rani melihat ke arah Laras yang lagi latihan jalan dibimbing Anabella,"Tari,justru karena ini menyangkut nama besar keluarga Adijaya makanya saya pilih Laras.Dia itu menantu keluarga Adijaya.Isterinya Vino.Saya ingin membuat Vino bahagia.Bagi saya itu jauh lebih penting daripada yang lain."
            Tari memberi kode ke Bianca kalau dia gagal bujuk Rani.Bianca manyun,'Kayaknya harus pakai cara lain deh buat nyingkirin tuh kuman.'
Sorenya Vino datang jemput Laras,jelas para model langsung terpana lihat Vino yang ganteng bingit.Laras malah masih latihan sama Anabella,sampai nyeri2 semua kakinya bolak balik.Anabella nyemangatin,"Ayo mb Laras,lemesin kakinya!Jaga keseimbangan!"
Laras malah oleng.***bersambung

                       Part 22 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
             Laras memejamkan mata kebayang bakal jadi bahan ketawaan karena jatuh dari stage.Namun yang terdengar malah suara orang pada baper,"Oh...."
          Rupanya semua baper karena lihat Laras jatuh di pelukan Vino.Laras memang ga tahu Vino datang soalnya dia sibuk latihan jalan.Laras heran,'Kok ga ada yang ketawa ya?Badan aku kok juga ga sakit ya?Malah kayak jatuh ke tempat yang empuk gitu.Terus bau ini kan bau khas Vino...ga ga aku pasti kebanyakan mikirin Vino nih.Vino kan katanya malam biasanya baru pulang kerja.Ga ga...'
Laras membuka matanya,kaget dia,"Vino?"
Langsung deh yang lihat pada bersuit2 ria,"Cie...mesra bener!"
Laras jadi merona beneran ada dalam gendongan Vino,"Vin,turunin!Turunin!"
Vino malah mesem,"Kenapa Ras?Malu?Lagian kenapa harus malu sih Ras.Aku kan suami kamu.Justru harusnya kamu bilang makasih dong udah kutolongin."
Laras makin merah merona,"Iya...makasih ya Vin."
Anabella malah jadi baper lihat keduanya,'Ya ampun...kapan ya Bimo akan sesweet itu ke Anabella?'
Bimonya malah merhatiin ke arah lain,'Itu kan Mas Revan?Tumben dia mau datang ke acara mamanya?Biasanya ga peduli gitu.Kenapa wajahnya nampak kesal gitu ya?'
Gimana ga kesal Revan bela2in mampir ke situ buat lihat Laras,dia udah sejak tadi sebenarnya ada di situ dan terpesona lihat perubahan Laras yang jadi sangat cantik dimake over.Namun pas Laras mau jatuh dia kalah cepat sama Vino,'Sial!!Lagi2 keduluan padahal Vino baru aja datang.Kayaknya aku harus secepatnya bawa Laras menjauh dari Vino sebelum terlambat.Sepertinya aku sudah jatuh cinta sama Laras.Aku ga sangka dia ternyata sangat cantik dan anggun.Nyesel banget aku kenapa aku malah kasih dia ke Vino.Stupid!!'
Revan pergi dengan kesal sampai nabrak Bianca,"Hey jalan pakai mata dong!...Wait2...itu kan Revan?Saudara tirinya Vino.Kenapa mukanya kesel gitu?'
            Bianca lihat ke arah stage,tampak Vino mesra gitu meluk Laras depan banyak orang.Larasnya malah merona bahagia gitu.Bianca mikir,'Jangan2 Revan suka sama si kuman itu?Ini bisa aku manfaatin buat nyingkirin tuh kuman.Bianca2 kamu emang smart.'
Rani mendekati Laras dan Vino,"Vino?Tumben pulang sore?Biasanya malam baru pulang.'
Vino malah liatin Laras.**tbc

                       Part 23 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
              Bimo menyuruh Norman dan Yudi menjaga Vino,ia sendiri segera mengikuti kemana Revan pergi.Dari jauh ia memberi kode pada Vino kalau ia ijin pergi.Vino mengerti dan mengangguk.Sementara Revan dalam kemarahannya tidak menyadari kalau dia diikuti,'Kenapa semua masalah dalam hidupku selalu bermuara ke satu nama,Alvino Adijaya?Dia merebut kasih sayang mama,dia selalu menjadi kebanggaan keluarga,dia punya papa yang sangat baik ga kayak papaku.Dia ninggalin mama demi perempuan lain.Vino punya segalanya sejak lahir sedang aku?Hidup dari belas kasihan keluarga Adijaya.Dan kini wanita yang kusukai malah jadi isteri Vino.Damn it!Kenapa Vino selalu mendapatkan yang baik?Kenapa?!!'
            Saking betenya Revan sampai ugal2an nyetir.Bimo sampai heran,'Mas Revan itu kok ugal2an gitu bawa mobilnya?Aku harus tempel ketat jangan sampai kehilangan jejak.Kata Mas Vino kemungkinan ayahnya mbak Laras disembunyikan sama Mas Revan.Tapi buat apa?Kenapa aku malah curiga Mas Revanlah dalang dibalik semuanya.'
            Revan memang pergi menemui Pak Syamsul yang dia sekap di sebuah rumah yang dijaga ketat,Pak Syamsul ketakutan melihat Revan.Ia memohon2 padanya,"Nak Vino,kenapa saya dikurung di sini?Lepaskan saya.Tolong Nak Vino saya ingin bertemu dengan Laras."
Revan duduk dengan kesal,"Sudah saya bilang nama saya bukan Vino!!Saya ini Revan Hutama.Jangan pernah memanggil saya Vino lagi!!"
Pak Syamsul ketakutan dibentak begitu,'Jadi yang dikatakan Laras benar,kalau semua ini jebakan.Kasihan putriku.Aku yang salah desak dia menikah dengan Vino palsu.Maafkan ayah,Ras...ayah ga tahu kamu bakal terseret dalam masalah sebesar ini.'
Revan berpikir,'Sepertinya aku harus bawa Laras pergi secepatnya.Mumpung Vino belum menemukan bukti2 keterlibatan aku dalam sabotase pesawatnya.Sebaiknya aku pastikan teknisi pesawat itu sudah jauh dari Jakarta.'
Revan menghubungi seseorang,"Kamu dimana?"
Yang ditelpon jawab,"Lagi plesirlah Boss,apa ada job baru?Danur siap kapan saja."
Revan lega,"Tidak,aku kecewa dengan kinerja kamu terakhir.Vino masih hidup.Jadi sebaiknya kamu jauh2 dari Indonesia.Kau tahu kan Vino dia bisa menjebloskanmu ke penjara atas tuduhan pembunuhan berencana."
--bersambung..

                       Part 24 Cergam 2 : I AM HIS QUEEN
             Sampai di rumah,Laras bilang ke Vino kalau dia ga pede jadi model.Vino ga mau maksa Laras lalu mengajak Laras bicara langsung sama mamanya.Rani ada di ruang keluarga nungguin Revan pulang,'Kemana Revan?Datang dan pergi ga bilang tadi di lokasi pameran.Tuh anak susah banget dikasih tahu.'
Vino datang bersama Laras,"Ma,Laras ingin bicara sama mama.Mama ada waktu?"
Rani mengangguk,"Tentu saja.Ada apa Ras?"
Laras malah pandang2an sama Vino,Rani jadi heran,"Kalian ini kenapa sih?Bikin penasaran deh."
Vino akhirnya yang ngomong,"Begini Ma...Laras mau minta diajari biar bisa jalan anggun kayak Mama...ya kan Ras?"
Laras jadi terbelalak,"Vino...kok malah gitu sih..."
Vino dicubit pinggangnya sama Laras,Vino meringis kesakitan,"Auw...sakit Ras..."
Rani mesem melihat mereka,'Vino biasanya anaknya serius ga playful kayak gini.Laras membawa keceriaan di hidup Vino.'
Rani berdiri,"Laras,ga usah sungkan Mama seneng kok Laras minta diajari sama Mama..."
             Vino ninggalin keduanya ngobrol,ia malah sibuk menelpon Bimo cuma agak menjauh dari keduanya.Biar mereka ga denger,"Gimana Bim?Temukan sesuatu?"
Bimo memberitahu,"Dugaan Mas Vino sepertinya benar.Mas Revan saat ini ada di sebuah rumah dengan penjagaan yang sangat ketat."
Vino curiga Pak Syamsul disekap di rumah itu,"Bim,awasi terus kalau perlu bawa bantuan.Di rumah itu pasti ada sesuatu yang sangat berharga hingga harus dijaga ketat seperti itu."
Sementara itu Rani asyik ngajari Laras jalan bak peragawati,"Dulu saya juga kayak kamu Ras.Tapi papanya Vino mengubah saya menjadi seperti sekarang.Kuncinya itu Ras,kamu anggap aja di sekitar kamu itu kabut dan tujukan pandangan kamu pada sosok yang kamu paling membuat kamu nyaman kalau dekat dia.Berjalanlah seakan2 kau sedang menghampirinya."
Laras langsung melihat ke arah Vino berada,'Berjalan seakan2 kau menghampiri orang yang paling membuatmu nyaman...'
Vino ga sadar dilihatin Laras,Rani tersenyum dan mengambil sepatu buat Laras,"Sekarang pakai sepatu ini dan jalanlah ke arah hatimu menuntun dan taruh buku2 ini di atas kepalamu..."
Laras melakukannya,mulai berjalan fokus ke arah Vino berada dan amazing ga jatuh bukunya sampai Vino aja takjub.***tbc

Part 25 I am His Queen

           Sebuah kepuasan tersendiri kala kita bisa mengerjakan sesuatu dengan baik.Cergam ini saya khususkan buat yang request.Sebenarnya saya sedang ga mood nulis,tapi I write this for you...
↓↓ Berjalan mendekat ke arah Vino yang sedang asyik telponan sama Bimo,langkah Laras yang anggun membuat Vino terpana,"Laras bisa...dia bisa..."
Bimo heran,"Bisa apa Mas?Saya ga ngerti..."
Vino bicara ke Bimo,"Bim,sampai sini dulu ya..."
Bimo tambah bingung,'Lho kok dimatiin?Padahal saya mau lapor kalau Mas Revan keluar dari rumah itu...'
Sementara Vino mengambil buku2 di atas kepala Laras yang kini berdiri tepat di hadapannya,"Akhirnya kamu bisa Ras..."
Laras malah memandang Vino tak berkedip,"Bisa apa Vin?"
             Rani Adijaya bertepuk tangan.Vino menunjuk ke arah mamanya,"Lihat Ras!Kau berjalan dari sana.Dari tempat mama aku berdiri.Dan buku2 ini ga jatuh Ras.Kamu bisa jadi model Ras."
Laras baru ngeh,'Kok aku bisa ya?Semua karena aku lihatin kamu Vin.Aku percaya kau ga akan nertawain aku,selalu ada buatku...'
Rani mendekat,"Bagaimana?Sudah ga grogi lagi kan?"
Laras mengangguk.Vino senang,'Syukur deh Laras tetep jadi model Mama.Males banget aku jika Bianca yang jadi model utamanya.Secara aku harus pose sama model utama acara ini buat headline majalah bisnis.'
            Malam itu Vino ga nanyain Laras soal ayahnya.Ia sengaja biarin Laras fokus buat acara besok.Revan pulang dan ditanyai Rani,"Van,kamu darimana aja?Jam segini baru pulang?Mama nungguin lho.Kita semua tinggal nunggu kamu aja buat dinner."
Revan kesal,"Tumben Mama mikirin aku?Baru inget kalau anak mama yang asli itu aku?Iya?"
Rani terluka dengan ucapan Revan,"Kamu dan Vino itu anak mama semua.Mama ga pernah beda2in kalian."
Revan mencibir,"Terus saja denial.Kapan sih Mama sadar bahwa kita itu cuma nebeng di sini?!"
Vino datang bersama Laras,"Cukup Van!Bicara yang sopan ke Mama!"
Revan geram ditegur Vino,sementara Vino mendekati Mamanya,"Jangan masukin kata2 Revan ya Ma?Revan hanya sedang badmood aja."
            Revan malah ngeloyor pergi.Rani sedih,"Kenapa Revan ga bisa lihat kebaikan kamu Vin?Dia selalu mengira kalau Mama lebih sayang ke kamu daripada ke dia.Mama ga ngerti lagi Vin..."
**Gimana acara besok?**bersambung.


 Part 26 cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Revan mencari kesempatan bisa bicara dengan Laras,saat Vino di ruang kerjanya sibuk memeriksa laporan keuangan perusahaan yang ia suruh Revan mengelolanya,moment itulah Revan mendekati Laras.Laras segera menanyakan soal ayahnya,"Van,bagaimana ayahku?Aku sudah lakukan semua yang kau minta.Aku sudah pura2 jadi isterinya Vino.Bebasin ayahku Van...aku mencemaskannya..."
Revan hendak memegang lengan Laras tapi Laras menepiskannya,"Jangan sentuh aku Van!Kau mau apa lagi sih?Ga cukup ya kamu bikin aku kejebak dalam situasi serumit ini?Hentikan Van,bicara baik2 sama Vino.Dia itu baik kok."
Revan jadi geram,"Ras,kamu itu ga kenal Vino.Dia itu cuma manfaatin kamu Ras.Dia itu pintar Ras.Kamu pikir seorang milyarder kayak Vino mau nikah sama gadis kampung seperti kamu?Mikir Ras!Dia itu bisa dapetin model2 cantik kelas dunia kalau mau.Besok aku akan bawa kamu dan ayah kamu pergi dari sini.Aku sudah siapin kapal untuk bawa kalian jauh dari sini."
Laras tercekat,'Pergi dari sini?Meninggalkan Vino?'
Revan heran,"Kenapa kau tidak gembira?Bukankah ini yang kauinginkan pergi dari sini dengan ayahmu?Aku ga mau melibatkan kamu dalam hal ini.Kamu ingin ayahmu kan,besok saat pameran selesai Vino pasti sibuk dengan wartawan,nah moment itu jadi kesempatan buat kita pergi Ras."
Pembicaraan itu dicuridengar oleh Ahua yang habis nganterin makan malam buat Bu Rani,'Pergi?Mas Revan mau ngajak Mb Laras pergi?Wah ini harus dilaporin ke Mas Vino.'
Vino sedang di ruang kerjanya,'Banyak sekali pengeluaran2 yang aneh di laporan keuangan perusahaan Revan.Dana sosial sebesar ini?Ga biasanya Revan punya jiwa sosial sebesar ini.Tunggu dulu...RS ini kan ada di daerah asal Laras?Buat apa Yayasan Adijaya Peduli memberi santunan sampai sana?'
Ahua datang dengan terengah2,"Mas Vino...Mas Vino...saya ada hot news..."
Vino memandangnya,"Ahua...sudah berapa kali kubilang ketuk pintu dulu baru masuk.Bikin kaget saja.Ada apa?"
Ahua malah celingak celinguk,mastiin ga ada orang lain di sekitar situ,Vino menghela nafas melihatnya,"Ahua....kamu ini kenapa sih?"
Ahua mendekat,"Mas Vino tadi saya ga sengaja denger ..."
Pintu ruang kerja Vino diketuk,"Vin!"
Suara siapakah itu?***tbc

 Part 27 cergam 2 : I AM HIS QUEEN
           Sambil lihat Lida,punya jagoan disana he..he..saya mau next cergam juga.
□■ Ahua ga melanjutkan omongannya karena pintu ruang kerja Vino diketuk,"Vin?"
Ahua langsung gemetaran,'Itu kan suara Mas Revan?Apa dia tahu kalau aku denger pembicaraannya sama mb Laras?Gawat2!!'
Vino berkata,"Masuk saja Van!"
Revan masuk dan menatap Ahua penuh intimidasi,Vino bersandar di kursinya,"Ada apa Van?Tumben kamu datang tanpa kuminta?"
Ahua ngewel dan memilih pergi,"Mas Vino saya permisi dulu.."
Vino mengangguk dan merasa heran lihat Ahua ketakutan saat melewati Revan,'Kenapa Ahua aneh gitu tingkahnya?Ntar aku akan nanya lagi aja.'
Revan pura2 minta bantuan Vino,"Vin,aku mau minta bantuan kamu.'
Vino kian heran lihat Revan,'Tumben...habis dapat pencerahan kali ya...'
Revan mikir,'Aku yakin Ahua tadi yang nguping pembicaraanku dengan Laras.Harus dibikin silent nih orang.'
Vino menanti,"Van,kok malah bengong?Katanya butuh bantuan."
Revan jawab sekenanya,"Temeni aku minta maaf ke Mama yuk Vin,tadi aku udah bicara ga sopan ke Mama."
Vino jelas bahagia mendengarnya,"Ayo!Mama pasti seneng."
               Sebenarnya Revan ga tulus minta maaf ke Rani.Itu hanya kedok saja biar Vino ga curiga.Rani surprise banget lihat Revan minta maaf,"Mama gpp kok...yang penting kamu tahu bahwa Mama juga sayang sama kamu."
Sementara itu Laras di kamar Vino sedang menyiapkan obat Vino,'Kenapa aku ga gembira bakal pergi dari sini ya...Kenapa aku jadi ga rela gini ya bakal pergi dari sini?Jika aku pergi lalu yang mastiin Vino minum obat siapa?Yang nyiapin baju kerja Vino...ya ampun Ras...Vino terus di benak kamu.Ini itu kesempatan emas,kamu bisa keluar dari kemelut keluarga Adijaya.Malah sedih gini...'
Laras malah membuka lemari pakaian Vino,'Ya Tuhan...aku bakal merindukan bau khas ini...sedih banget...kenapa aku merasa berat sekali pergi ninggalin Vino?'
Di dapur Ahua asyik mengiris kentang ditemani Mety,"Mety,tadi abang takut banget lho...ceritanya itu..."
Saat itulah sebuah suara mengejutkan mereka,"Hati2 Ahua..memegang pisau...kau tahu pisau itu bisa melukai..."
Ahua ketakutan melihat siapa yang datang ke dapur.
Ahua ngewel,"Mas Revan?..."
Berhasilkah niat Revan bawa kabur Laras?tbc


 Part 28 I AM HIS QUEEN
          Kebiasaan saya itu bangun tengah malam terus ga bisa tidur.Akhirnya nulis aja deh...
》》Revan sukses bikin Ahua bungkem,"Berani kamu ember...pisau ini bisa aku pakai buat bikin kamu kayak kentang ini...tahu kamu!!"
Makanya saat Vino manggil Ahua lagi,ga ngomong Ahuanya,"Saya tadi cuma mau kasih tahu kalau Mas Vino sama Mb Laras jadi hot news di koran2,majalah2 bahkan infotainment he..he..."
Vino geleng kepala,"Ahua...udah biasa kali keluarga Adijaya masuk headline,kirain hal penting apa...ya udah aku mau istirahat dulu..."
Vino pergi ke kamarnya sedang Ahua merasa bersalah banget ngeliatin Boss kesayangannya,'Maafin saya Mas Vino,saya ga maksud bohongin Mas Vino...saya takut Mas,bakal dicelakai sama kakak tiri Mas...si rephan2 itu...moga aja besok terjadi keajaiban dan gatot deh rencana si Rephan itu mau bawa mb Laras pergi dari dekat Mas Vino...jujur ya saya yakin mb Laras itu jodoh Mas Vino...jodoh ga akan kemana...'
Vino masuk ke kamarnya,"Ras...lho kamu belum tidur?"
Laras kaget dan segera mengusap air matanya,"Ehm...belum Vin,aku nunggu kamu.Oh ya ini waktunya minum obat.Ini udah kusiapin."
Vino bahagia banget diperhatiin sama Laras,"Aku udah gpp kok Ras."
Laras maksa,"Tapi Vin,kata dokter obatnya harus tetap diminum...apalagi yang ini nih...harus habis dan minumnyapun harus di jam yang sama..."
Vino nurut deh,"Ya udah aku minum ya...habis itu kita tidur ya...kamu pasti capek banget.Latihan jalan sejak tadi..."
Laras ngeliatin Vino sambil nangis dalam hati,'Ini akan jadi malam terakhir aku tidur di dekat kamu Vin...kenapa nyesek banget rasanya...mau ninggalin kamu Vin...'
Vino merasa Laras agak aneh,"Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu?Terpesona ya lihat wajah ganteng aku?Atau baru sadar kalau punya suami ganteng he..he..?"
Laras mesem perih,"Vino apaan sih?Udah sekarang bobok gih..."
Vino mengusap kepala Laras,"Makasih ya udah perhatian banget sama aku.Oh iya besok kamu jangan grogi ya...aku pasti ada di sana kok...whooaa...wah aku udah ngantuk nih...pasti efek obat nih...kamu sih maksa aku minum obat...whooaahem..."
Laras menyelimuti Vino dan nungguin sampai Vino pules,dia pandangi wajah Vino sambil nahan tangis.
°• Sedihnya...tbc

 Part 29 I Am His Queen
~~Malam itu Laras nyingkirin guling yang ada di tengah bed,dia malah tidur di sebelah Vino.Sambil mandangin Vino yang udah terbang ke lala land,'Yang kusesali adalah kenapa kita ketemunya lewat intrik jahat orang sih Vin?Aku tahu kamu bakal kecewa banget sama aku begitu aku udah pergi nanti tapi semua ini terpaksa aku lakuin Vin.Demi ayah aku.Aku ga mau ayah aku celaka karena aku egois.Kenapa aku harus memilih di antara kalian?Aku sayang kalian berdua...bahkan sebenarnya aku ga pergi kok Vin,hati aku tetap akan ada disini.Aku ga tahu kenapa aku ga bisa nahan hati aku buat sayang sama kamu,Vin...aku udah siapin catetan buat mb Lastri agar merhatiin jam minum obat kamu..hiks..hiks..'
            Laras kaget kala Vino bergerak dalam tidurnya,miring dia dan Laras kejebak dalam pelukannya.Malah tambah nangis dia denger detak jantung Vino,'Ya ampun Vin...bahagia banget aku jika selamanya bisa denger detak jantung kamu kayak gini.Tuhan,janji ya sama Laras jaga Vino.Biar dia selalu baik2 saja,selalu sehat,..hu...hu..janji ya Tuhan ya sama Laras...Jaga Vino buat Laras...hiks...hiks...'
           Karena nangis terus,Laras akhirnya pules juga tidur dalam pelukan Vino Adijaya.Tissue...tissue...kayaknya tadi penulise sempat beli deh segulung.Kemana coba...disaat dibutuhin malah raib.Apa dibawa si ipel2 ponakan aku ya?Laptopku aja dibawa ke kamar dia...aduh...giliran mau pakai nangis dia...kok malah dia yang nangis?Back to story!Sementara dalam kamarnya Revan sibuk nelpon anak buahnya,"Lexi,kapalnya pastiin lagi!Besok kamu bawa sandera kita ke dermaga.Aku akan jemput Laras dari pameran.Okay?Good!!"
Revan menutup telpon dan merebahkan diri dengan senyum,'Besok Laras akan jadi milikku.Aku dah ga peduli lagi dengan warisan dan harta Vino yang ga ada nomor serinya itu...jika aku bisa bawa Laras pergi dari hidup Vino,dia pasti hancur banget tuh.Aku bisa lihat dia beneran punya hati ke Laras.Cara menatapnya itu dalam banget ke Laras.Tapi aku ga akan biarin Vino bahagia.Ga!!Dia ga boleh bahagia.Dia sudah ngambil kasih sayang mama aku.Maka biar dia rasain kehilangan wanita yang dia cintai.'**Really?...tbc

 Part 30 ◇◇ I AM HIS QUEEN◇◇
            Keesokan harinya,Vino bangun lebih dulu.Kaget dia kala lihat Laras,wajahnya nyandar di dada Vino.Vino senyum2 sendiri,'Kepala batu,katanya takut tidur deket aku?Ini malah nempel2...Lain di mulut lain di hati.'
Vino mandangi Laras,'Ga sangka ya seorang Alvino Adijaya akhirnya bisa juga jatuh cinta...'
Laras terbangun,"Vino?Kamu ngapain?"
Vino mesem,"Aku ga melakukan sesuatu yang melanggar hukum kok."
Laras yang jadi tertegun,'Justru akulah yang melakukan hal itu Vin ke kamu.'
Vino ga suka lihat Laras sedih,"Kamu jangan khawatir Ras,aku ga akan berbuat kurang ajar sama kamu."
          Laras segera nyiapin semua keperluan Vino.Pas sarapan,Revan menawarkan diri buat ngantar Laras ke pameran.Tapi Vino ga setuju,"Ga usah Van.Laras akan aku antar ke sana.Sekalian aku mau ke kantor."
Rani mendukung Vino,"Iya Van.Lagian kamu ga tahu kan kalau Laras itu ga grogi kalau deket Vino."
Revan kesal mendengarnya,'Ya kan Mama belain Vino lagi.Coba aja Mama dukung aku,ga usah nunggu pameran selesai aku bawa kabur Laras.Sial!!'
Revan lalu bergaya ngantar mamanya,"Revan antar mama ya?Anggap aja sebagai permintaan maaf Revan atas sikap buruk Revan semalam."
            Rani jelas seneng banget.Sebelum pergi Laras menemui Mb Lastri,"Mb Lastri,ini catatan jam minum obat Vino.Semua udah saya kasih keterangan kok.Yang ini sebelum makan.Yang ini setelah makan...."
Lastri heran lihat mata Laras berkaca2 saat nerangin,"Mb Laras memang pamerannya di luar negeri ya?"
Laras menggeleng pilu,"Ga mb Lastri..."
Vino mendekat,Laras segera memeluk Mb Lastri dan berbisik,"Titip Vino ya Mb Lastri..."
Mb Lastri makin heran,'Sebenarnya ada apa ya?Kok kayak mau perpisahan rasanya...mukanya Mb Laras sedih bener...'
Vino menggenggam jemari Laras,"Kita pergi yuk.Acaranya jam 11-an kan?Aku pasti datang."
Laras malah lihatin tangan mereka yang menyatu,'Tuhan,aku tak ingin melepaskan tangan Vino...aku tak ingin jauh dari dia...'
Sementara itu Bimo melihat Pak Syamsul dibawa masuk ke sebuah mobil,'Itu kan ayahnya Mb Laras?Mau dibawa kemana ya?Aku harus hubungi Norman dan Yudi.Ini kesempatan buat aku menyelamatkan ayahnya mb Laras.'
Berhasilkah Bimo dan kawan2 menyelamatkan Pak Syamsul?...bersambung







Tidak ada komentar:

Posting Komentar