CERPEN KE-10 : VICE QUEEN^^^

↓▼↓▼↓ CERPEN KE-10 : VICE QUEEN 
Aku sedang asyik mengajari anak2 di kampungku kala paman Hamdan menyuruhku segera pulang,"Anggraeni!Ayo segera kamu bersembunyi!Cepet!" Aku segera mendekati pamanku itu,"Ada apa sih Paman?Heboh banget?" Paman segera menarikku pulang lewat jalan yang tidak biasanya kami lewati,"Ada tentara kerajaan sedang patroli!Mereka ditugaskan mengumpulkan semua gadis cantik untuk dihadapkan pada Raja.Raja sedang mencari pengganti Ratunya." Aku memang mendengar soal Ratu Lesti yang diusir dari istana karena tidak patuh pada perintah Raja Irwan.Waktu itu katanya Raja tengah mengadakan jamuan besar dihadiri oleh banyak tamu dari kerajaan lain.Mereka semua ingin mendengar keelokan suara sang Ratu yang sangat terkenal merdu.Namun sang Ratu malah menolak hadir dalam jamuan itu.Raja jelas merasa dipermalukan didepan para pembesar maka atas nasehat para menterinya dicopotlah mahkota Ratu dari kepala Ratu Lesti.Sang Ratu lalu diusir dari kerajaan.Kalau menurut aku Raja hendak menunjukkan wibawanya pada semua rakyat bahwa seorang isteri haruslah mendengar suaminya.Raja hendak memberi teladan pada rakyatnya.Hanya menurutku ia juga sedikit arogan.Kubayangkan pasti wajahnya sangat bengis.Apalagi ia sangat terkenal di medan perang.Pantas Paman ga mau kalau sampai aku dibawa ke istana,"Kamu sembunyi di bawah tumpukan jerami ini yach...Paman akan temui prajurit2 itu.Mereka pasti akan menggeledah tiap rumah.Kamu jangan sampai ketahuan ok?Paman sudah berjanji pada mendiang orang tuamu untuk menjagamu.Jangan sampai kamu jadi bulan2an di istana Raja bengis itu." Aku menurut dan bersembunyi dibawah tumpukan jerami kering.Namun para tentara itu berhasil menemukanku dan kemudian menyeretku ke istana,"Kalau kau tak mau pamanmu digantung sebaiknya kamu ikut kami ke istana.Pengawal bawa gadis ini!" Aku melihat pamanku sedih,"Paman,Anggraeni akan baik2 saja.Doakan Anggraeni ya..." Paman mengantar hingga sampai gerbang istana.Gerbangnya begitu besar dan dijaga dengan ketat.Aku melambaikan tanganku.Aku terpukau melihat istana,'Wow!Megah sekali.Coba Sang Raja lebih punya hati pasti istana ini akan sangat nyaman untuk ditinggali.Pilar2 nan kokoh.Batu pualam,safir wah...sungguh jauh berbeda dengan rumah paman.' Banyak sekali gadis yang dibawa ke dalam istana.Kami ditanyai nama kami satu2,"Sebutkan nama kalian dengan lengkap!Berbaris yang rapi!!Dan berhenti menangis yang di sebelah sana!!" Aku segera mendekati gadis yang menangis itu,kutenangkan dia.Kepala pengawal yang mengurusi pendataan para gadis memandangku dengan kagum,"Kau!Siapa namamu?" Aku segera menjawab,"Namaku Evy Anggraeni Tuan.Kumohon jangan marahi gadis ini,pasti berat baginya berada di tempat ini." Ia mencatat namaku dan membiarkan aku menenangkan gadis yang menangis tadi.Seorang pria bertubuh besar namun sangat fashionable lalu berdiri memperkenalkan diri,"Aku adalah penanggung jawab disini.Ingat baik2 namaku.Kepala Penjaga Perempuan Ivan.Kalian hafalkan ok!!" Tuan Ivan punya dua asisten yaitu kak Aty yang mengajari kami para gadis untuk merawat tubuh dan berbagai keahlian lain.Lalu ada kak Nassar yang mengajari kami soal vokal dan tarian.Raja Irwan memang menyukai musik dan kesenian.Semua perempuan yang bersuara bagus dipisahkan dan mendapat pelatihan khusus sebelum dipertemukan dengan Raja.Aku masuk dalam golongan tersebut.Kak Aty sangat sayang padaku,"Dari sekian wanita di sini.Kaulah yang paling berbeda Anggraeni.Kau itu lugu,jujur dan selalu menebar kebaikan dimanapun kau berada.Suaramu juga sangat merdu.Tidak kalah dengan suara mantan Ratu dulu.Coba saja Ratu Lesti dulu mendengarkan nasehatku untuk tidak membantah perintah Raja pasti Paduka takkan murka." Aku jadi ingin tahu,"Memang kenapa sang Ratu menolak titah Raja kak Aty?" Kak Aty lalu cerita,"Raja sangat sayang pada Ratu Lesti.Apapun keinginan sang ratu pasti dituruti.Hal itu membuat Ratu Lesti sombong dan mengira kalau Raja Irwan pasti juga akan menuruti dia.Ternyata kenyataan malah jadi begini.Aku jadi kasihan pada Raja." Aku makin heran,"Lho kok malah kasihan pada Raja sih kak?Kan dia tak menderita." Kak Aty lalu memberitahuku soal Raja Irwan,"Baginda itu memang keras orangnya.Makhlumlah sejak kecil sudah terpisah dari ibundanya.Ibu Suri Halimah.Raja dibesarkan oleh pengasuhnya yang selalu mengarahkan Raja dalam medan peperangan.Konon sebenarnya pengasuh itu ingin melihat Raja tewas di medan peperangan.Ia sepertinya menyusun gerakan2 bawah tanah untuk melakukan kudeta.Tapi jangan bilang siapa2 ya?Jika kau terpilih nanti menjadi pengganti ratu Lesti maka peringatkanlah Raja akan hal itu.Nyawa Raja dalam bahaya." Aku jadi iba pada Raja ternyata sebenarnya dia orang yang rindu kasih sayang.Dia haus akan perhatian dan kelembutan.Aku juga diajari oleh kak Nassar soal memainkan alat musik dan teknik vokal.Ia juga menasehatiku,"Kalau Raja bertanya padamu apa yang kauinginkan darinya kau harus menjawab dengan hatimu.Jangan meminta barang atau permata atau kemewahan hidup.Mintalah supaya kau mendapat kasih sayangnya,mendapat perkenanannya.Katakanlah bahwa kau menginginkan kebahagiaan Beliau.Ingat ini baik2 ya Anggraeni.Kau adalah gadis fave ku.Aku yakin Raja akan terpesona padamu." Suatu kali aku jalan2 di taman belakang,kulihat seorang pria muda tengah asyik menanam mawar,"Wah kau tukang kebun istana yang sangat baik ya...semua tanaman disini tumbuh dengan baik.Aku berterima kasih padamu.Ditengah nasibku yang tak menentu di istana ini,taman ini selalu memberiku penghiburan.Keindahannya menyejukkan hatiku.Kenalkan namaku Evy Anggraeni." Pria muda itu memandangku penuh wibawa,aku seperti berada di hadapan seorang Raja saja.Ia malah melanjutkan menanam mawarnya,"Apakah kau salah satu dari gadis2 di balai perempuan?" Aku menjawab sambil jongkok di dekatnya,"Iya.Aku sangat takut.Aku belum pernah bertemu dengan Raja.Kau pasti pernah bertemu dengannya.Seperti apa sih dia?" Pria itu senang aku membantunya menanam,tangan kami bersentuhan.Hatiku bergetar.Ia menatapku,"Besok kutunggu kau disini.Akan kuberitahu seperti apa Raja itu.Bagaimana?" Aku mengangguk dan segera kembali ke balai perempuan.Besoknya aku datang lebih pagi,sambil menunggu aku berdendang.Tiba2 kudengar tepuk tangan,"Suaramu sangat indah.Raja pasti akan menyukaimu." Aku mendekatinya,"Aku belum tahu namamu.Bagaimana aku memanggilmu?" Pria muda itu menjawab,"Panggil saja aku tukang kebun.Bagaimana?" Aku mengangguk,"Kau takut ya jika namamu kukatakan pada Raja ya?Maaf ...kau tak perlu memberitahuku soal Raja.Aku akan menemui dia malam ini.Aku hanya merasa takut saja." Pria itu memberikan setangkai mawar padaku,"Bawalah mawar ini bersamamu saat menghadap Raja nanti.Selipkan ini di rambutmu.Jika kau merasa takut usaplah mawar ini." Aku berterima kasih padanya dan segera membawa mawar itu,"Akan kutaruh dalam air supaya malam nanti masih segar.Maaf aku harus kembali ke balai perempuan.Aku harus mandi kembang dan luluran gitu.Ribet pokoknya.Udah ya makasih buat mawarnya." Malamnya aku didandani bak puteri raja gitu soalnya malam ini aku akan menghadap Raja.Jika ia menyukaiku maka ia akan menyuruhku tinggal di kamarnya.Jika tidak ia akan menyuruhku pergi dan entah nasibku selanjutnya.Kusunting mawar merah di rambutku,lalu melangkah menuju kamar Baginda.Lorong menuju kamar peraduan beliau sungguh sangat dijaga ketat.Aku tak diperbolehkan mengangkat wajahku kecuali Baginda Raja menyuruh melakukannya.Kak Aty dan Kak Nassar mengantarku sembari komat kamit berdoa.Aku menahan tawa melihatnya.Meski nanti Raja ternyata tak menyukaiku,aku tetap senang bisa mengenal dua orang itu.Pintu kamar Raja dibuka.Aku masuk pelan2.Tak berani aku melihat pada Baginda,kudengar langkah kaki mendekat.Namun aku terkejut kala mendengar suara yang kukenal,"Aku senang kau menuruti perkataanku Anggraeni...." Aku terpana kala Ia menyentuh mawar di telingaku,'Ini kan suara tukang kebun itu?Kenapa dia ada di kamar Raja ya?' Sebuah tangan memegang daguku,"Lihatlah padaku..." Aku menurut dan kemudian terkejut,"Kau?Kenapa kau ada disini?Ini kan kamar Baginda Raja?Sedang apa kau disini?" Namun kala aku melihat pakaian yang ia kenakan aku heran,"Kau...kau...adalah ..." Ia tersenyum dan mengecup tanganku,"Namaku Irwan.Aku memang suka sekali tanaman.Makanya tiap kali aku suka memakai pakaian tukang kebun agar bisa leluasa mengawasi istanaku dan melakukan hobbyku.Bagaimana apakah aku menakutkan?" Aku menggeleng dan segera sujud,"Maafkan hamba Yang Mulia.Hamba tak mengenali Paduka.Hamba pantas dihukum." Namun Raja Irwan malah ikut bersimpuh di lantai,"Aku takkan menghukum Ratuku lagi.Aku tak mau kehilangan Ratu lagi." Aku terpana mendengarnya dan makin terpana kala ia menaruh mahkota di kepalaku,"Jadilah Ratuku." Aku tak mungkin menolaknya.Aku sudah jatuh hati padanya.Malam itu aku tinggal di kamarnya dan esoknya diadakan pesta penobatanku sebagai Ratu yang baru.Kucurahkan cinta dan kasih sayangku padanya.Kuajari dia tentang nilai2 kasih sayang dan hati yang memberi.Sifat arogannya berangsur berganti menjadi kebaikan dan keadilan.Pamanku juga diangkat menjadi penasehat Raja.Aku senang karena paman adalah orang yang bijaksana.Ia akan memberi nasehat2 yang baik.Istana semakin meriah dengan kehadiran anak2ku.Mereka semakin melembutkan hati Raja.Bahkan figurnya yang arogan kini berubah menjadi figur kebapakan.Rakyat sangat senang dan menjulukiku "Vice Queen"yang artinya Ratu Pengganti.Aku mungkin Ratu pengganti namun bagi Raja akulah Ratu Hatinya.***The End*** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar