CERPEN KE-27^^^CERITA DIBALIK POT


>>>  CERPEN KE-27 : CERITA DIBALIK POT
Kulihat adikku nampak gelisah dalam tidurnya.Pasti mimpi dia.Memang adikku yang satu ini punya kemampuan aneh.Dia bisa membaca seseorang hanya dengan melihat orang itu.Apalagi kalau sampai dia tahu tanggal lahirnya atau lihat tulisannya atau tanda tangannya.Beberapa kali kucoba kemampuannya eh beneran ga meleset.Punya adik cenayang nih.Dia juga kerap kuminta menafsirkan mimpi.Bisa juga lho.Tapi kalau dia sampai mimpi...wah berbahaya itu.Adikku itu jarang sekali mimpi.Kalau sekali mimpi pasti bakal terjadi sesuatu atau dia dapat pesan khusus gitu yang harus dia doain atau pergumulkan.Adikku ini emang lain dari yang lain.Kuselimuti dia karena udara malam di sini lain dengan di rumah lama kami.Kami memang baru saja pindahan.Rumah lama kami sudah habis masa kontraknya.Lagian sudah ga layak ditempati.Merinding aku tinggal di sana.Habis,dinding2nya pada retak.Kalau gempa gimana dong?Akhirnya aku usulin ke ibu buat nempati aja rumah Nenek.Lagian nenek sudah meninggal.Eman2 rumahnya malah dikontrakkan ke orang.Mending ditempati sendiri.Ibu setuju akhirnya,"Tapi kayaknya lumayan susah Rin buat nempati sana karena yang ngontrak ga mau disuruh pergi meski dah habis masa kontraknya.Mana tetangga disana dukung mereka lagi.Jujur ibu ga suka lingkungan sana.Orang2nya sulit2.Kamu sama adik2mu harus jaga sikap ya disana.Jangan banyak gaul di sana."
Rina demikian namaku.Aku bekerja di sebuah mall.Adikku ada dua.Redha dan Ridwan.Redha baru saja lulus SMU.Dialah yang barusan kuselimuti.Kalau adiku yang laki tinggi kayak genter.Sukanya main game dia.Sekolahnya agak tersendat2 soale dia kebanyakan dolan sehingga terefek pergaulan yang buruk.Susah ngasih tahu dia.Manusia kelelawar sih,kalau malam begadang kalau siang tidur.Weleh...Batman!
Redha dan aku tidur di kamar yang bangunan lama.Ibu di bangunan yang baru.Adikku yang laki di kamar sebelahku.Didekat kamar adikku ada taman kecil gitu.Isinya ya tanaman2 peninggalan mendiang nenek.Nenek suka sekali nanam palem.Banyak pot berisi tanaman itu disana.Jujur aku agak merinding tinggal disini.Dulu aku pernah tinggal di sini pas jaman sekolah.Waktu itu nenek masih ada.Aku melihat banyak kejadian aneh alias gaib.Tapi aku ga mau cerita sama adikku ntar pada takut semua.Makanya aku minta sekamar sama adikku perempuan soale aku takut sendirian.Kalau tidur sendirian dirumah ini aku suka tindien.Istilah orang itu kayak tidur kaku gitu.Kayak jadi mainan roh halus.Ga bisa bergerak atau teriak.Konon kalau diterusin bisa bablas.Alias meninggal.Iih...serem banget.Kalau ada Redha aku tenang,soale dia itu punya aura gimana ya.Adem ayem gitu kalau deket dia.Tapi sekarang aku jadi merinding deh soale adikku kayaknya makin gelisah tidurnya.Teriak2 lagi,"Tunggu!Awas!!...Kamu mau kemana?Hey!!"
Kubangunin dia,"Redha!!Bangun Dha!!Bangun!"
Dia geragapan gitu,"Uh...uh...anak kecil itu mana mb?"
What?Anak kecil?Wei...apa Yoga ponakanku ya?Yoga emang kalau siang dititipin ke sini.Dia anak kakakku yang kerja di travel.Masih umur 3 tahunan gitu.Gemesin banget.Tapi kalau malam yeah dah sama ortunya dong di rumah mertua kakak.Aku segera memberikan segelas air buat Redha,"Yoga kan ga tidur di sini Dha.Kamu mimpi ya?"
Redha lalu cerita,"Iya Mb.Aku lihat ada anak kecil seusia Yoga gitu.Laki2 juga.Dia lari ke dapur gitu.Katanya mau nyari orang tuanya.Tapi di dapur dia malah dikejar mau dibunuh gitu sama orang tuanya.Serem banget deh mb.Dia lari...aku ngejar dia biar ga dibunuh sama orang tuanya tapi dia ngilang di dekat taman itu mb."
Makdeg aku dengernya pantas sampai teriak2 gitu dia.Aku coba nenangin,"Kebanyakan nonton film laga kali kamu.Sampai mimpi adegan action gitu."
Redha malah mengambil buku hariannya,"Mb bisa aja.Aku mana suka film action.Melodrama korea iya.Ya udah mb tidur aja.Aku mau nulis aja.Udah mau dini hari lho."
Aku akhirnya berbaring memejamkan mata.Ngantuk aku.Pulangku kan malam terus.Adikku emang suka nulis.Habis mimpi pasti ditulis.Katanya biar tahu maksud Tuhan apa sampai dikasih mimpi.Kata dia Tuhan juga suka bicara lewat mimpi.Karepmu dik,aku bobok dulu.Zzz...zz
Selang beberapa hari kemudian kejadian aneh kembali terjadi,kali ini kakakku yang no 4 datang,nginep gitu dia.Lha pas jam 4 pagi kakak bangun biasa mau siap2 pulang soale mau nyiapin keperluan suami dan anak2nya.Makanya bangun pagi biar bisa sampai rumahnya pagi juga.Dia kaget saat buka jendela dekat taman,katanya dia lihat anak kecil duduk disana.Seusia Yoga gitu katanya.Wah aku jadi makin kepo deh.Kok anak kecil lagi.Kubuka jendela,"Mana mb?Ga ada."
Kakakku itu ngeyel,"Beneran tadi ada.Kupikir Yoga.Tapi kok ga ada ya sekarang?Mungkin aku kangen anakku kali ya.Ya udah aku pulang aja."
Aku mulai perhatiin tuh taman sejak itu.Kata ibu,Yoga kerap jatuh di dekat situ.Ada aja kalau main dekat taman itu.Yang jatuhlah,bleduglah,keplesetlah,macem2.Aku mulai melakukan penyelidikan.Investigasi.Aku mulai nanya sama ibu,"Bu,dulu rumah Eyang ini katanya pernah jadi tempat kost ya?Eyang pernah bilang gitu dulu."
Ibu mengiyakan,"Memang benar.Dulu pas ibu masih jadi pembantu di sini,rumah ini memang pernah jadi kost2an.Ya kamar yang kamu dan adik2mu pakai itu yang dikostkan.Memang kenapa?"
Aku cuma menggeleng,"Ga cuma pingin tahu aja.Ehmm...pernah..."
Belum selesai pertanyaanku tiba2 adikku Redha muncul dengan wajah ketakutan gitu,"Aku mimpi mb...serem bener...aku tidur sama ibu aja deh...di bangunan baru ini."
Waduh lha aku gimana?Aku juga ikutan tidur di bangunan baru ah.Ibu heran,"Mimpi apa kok sampai ga mau tidur di bangunan lama?"
Redha cerita,"Itu Bu mimpi anak kecil.Dikejar2 pakai parang gitu sama orang tuanya sendiri.Aneh ya kok ada anak kecil mau dibunuh sama ortunya sendiri.Padahal anaknya kayak Yoga gitu."
Aku makin penasaran,"Terus?"
Redha meraih selimutnya,"Terus dia lari ke taman kan...aku cari dia.Tahu ga kak dia sembunyi di balik pot.Tapi saat kulihat dia sudah retak2 gitu dan tubuhnya kehijauan.Kayak dah lama sekali dia berada di situ.Aku terbangun ...kamar itu kayaknya menyimpan misteri deh."
Aku lalu nanya sama ibu,"Bu emang pernah ada kejadian aneh ga sih di kamar itu?"
Ibu coba mengingat2,"Ibu pernah denger sih tapi ga lihat sendiri.Tapi kalau ibu ceritain ntar kalian ga mau tidur di sana lagi."
Ridwan muncul,"Malah pada ngerumpi malam2.Ada apa sih?"
Redha malah balik nanya,"Ri,kamu kok pucat gitu?Habis tindien ya?"
Wah Ridwan ngaku,"Kok tahu sih mb?Badanku sakit semua nih.Bu,Ridwan tidur sini ya?Tidur sana ga enak.Serem."
Akhirnya Ridwan gabung tidur di bangunan baru dan dengerin ibu cerita,"Dulu ada cewek kost di sini.Dia ternyata hamil sama pacarnya.Terus katanya digugurin gitu di dapur.Terus janinnya dikubur di sekitar sini."
Aku nebak,"Pasti di taman itu deh Bu.Soalnya pas mb Redi main sini lihat anak kecil di situ.Seusia Yoga gitu."
Redha kaget,"Masak Mb?Wah berarti ga cuma aku dong yang dikasih tahu soal anak kecil itu.Kasihan ya anak kecil itu...rupanya dia digugurin.Tega ya orang tuanya."
Ridwan malah nanya ibu,"Terus cewek itu gimana Bu?"
Ibu jawab sambil menyalakan obat nyamuk bakar,"Ga lama dia pergi.Ga kost sini lagi.Terus ibu ga denger lagi kabarnya.Tapi sejak itu banyak yang ga betah kost disini.Katanya ya serem gitu.Terus kamarnya dijadiin gudang sama nenek kalian."
Pantas aku suka lihat aneh2 di rumah ini pas jaman sekolah dulu.Akhirnya kita berempat berdoa agar diberi keberanian dan kedamaian menempati rumah nenek.Tak berapa lama kemudian,selang dua minggu datanglah suami isteri gitu bertamu.Ibu menemui mereka dengan keheranan,"Mencari siapa ya?"
Mereka rupanya orang tua dari cewek yang pernah kost dulu itu yang gugurin anaknya itu.Wajah mereka nampak sedih,"Kami kemari mau minta ijin untuk mengambil sesuatu yang ditinggalkan putri kami selama kost di sini."
Sesuatu?Kayak lagu...
Ibu makin heran lagi,"Sesuatu apa ya?"
Rupanya yang dimaksud sesuatu adalah tanah dimana putri mereka menguburkan anak yang digugurkan.Dengan wajah pilu mereka cerita,"Putri kami terkena kanker rahim dan mendekati ajal.Suaminya baru saja meninggal.Kini putri kami yang mau dipanggil Tuhan.Dia pesan pada kami untuk mengambilkan tanah dimana dia menguburkan anak yang dia gugurkan bertahun yang lalu.Katanya dia kerap mimpi buruk karena merasa bersalah.Kerap dihantui juga.Jadi dia mau tanah itu dikuburkan jadi satu dengan dia nanti.Jadi kami mohon ijinkan kami mengambilnya."
Ibu bertanya,"Memang dimana tanah yang dimaksud putri kalian itu?"
Alangkah terkejutnya aku kala mereka menunjuk ke arah pot2 di taman,"Di sana."
Akhirnya ibu mengijinkan,pot2 itu dipindahkan dan tanah dibawahnya diambil sekitar 1 meter ke dalam.Mereka berterima kasih dan memberi ibu uang sebelum pergi,"Terima kasih ya Bu.Ini dari kami mohon diterima.Jangan ditolak.Anggap saja ucapan terima kasih karena sudah merawat mendiang cucu kami selama ini.Maafkan jika karena ulah putri kami membuat banyak masalah di sini.Kami pamit."
Sejak itu tak ada lagi yang namanya tindien,mimpi buruk soal anak kecil dan penampakan2 anak kecil.Yoga juga ga bledug lagi tiap main deket taman itu.Malah direnovasi kini jadi ruang tamu.Anak kecil itu dah lega tidur sama Mamanya di alam sana.Selamat tidur semuanya.***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar