Cerpen ke-3 : MELIHAT HATI^^^

Cerpen ke-3 : MELIHAT HATI
 Di sebuah kerajaan nan makmur,tampak sang Putra Mahkota tengah asyik memacu kudanya.Seorang pengawal kepercayaan nampak mendekatinya,"Pangeran,Baginda memanggil Anda." Sang Pangeran segera menyerahkan kudanya pada pengawalnya,"Tolong bawa kudaku kembali ke istal.Aku mau menemui Ayahanda." Sang pengawalpun mematuhi perintah membawa kuda berwarna coklat itu ke kandangnya,'Pangeran pasti bakal menjadi raja yang baik karena meski berkedudukan tinggi tapi selalu saja menghargai siapa saja bahkan menyuruh saja selalu pakai kata 'Tolong'.Pantas rakyat begitu menyayanginya.' Sementara itu Sang Putra Mahkota sudah sampai di hadapan Ayahandanya,"Ananda datang,Ayah.Ada hal penting apakah Ayahanda?" Rupanya Baginda menginginkan sang putra untuk mencari pendamping hidup supaya bisa lekas naik tahta,"Ayah sudah tua Putraku.Ayah ingin menikmati hari tua Ayah dengan tenang.Sudah saatnya kau naik tahta." Pangeranpun meminta waktu,"Ananda akan melakukan perjalanan mencari pendamping Ananda Ayah.Ananda akan melakukan penyamaran.Kiranya Ayah mengijinkannya." Sang Bagindapun merestui,"Bawalah pengawal setiamu itu.Supaya hati Ayah tenang." Sang pangeranpun menurut dan pergilah ia berkelana bersama pengawal setianya.Adi namanya.Wajahnya tak kalah tampan dari Pangerannya.Adi memandang heran pada junjungannya kala mereka bertukar pakaian,"Kamu pakai pakaianku ya.Aku mau lebih leluasa melihat rakyat dengan pakaian sederhana saja." Adi jelas menurut,"Baik Pangeran Irwan." Jelas pakaian Irwan yang dipakai Adi lebih bagus baik secara bahan dan modelnya.Setiap orang akan mengira dialah pangerannya dan Irwanlah pengawalnya. Sementara itu di daerah pinggiran kerajaan tampak berdiri sebuah rumah.Seorang gadis berkulit eksotis nampak sibuk membersihkan rumah mulai dari menyapu,mengepel,memasak wah pokoknya dah kayak pembantu deh.Itupun masih dipanggil2,"Evi!!Sini!!Jahit baju ini!Kabarnya ada pangeran yang berkelana mau mencari pendamping sedang menuju ke daerah sini.Bajuku ini harus sempurna!" Gadis eksotis itupun berlarian naik turun tangga demi menuruti kemauan anak bibinya. Bibinya Evi juga tak kalah heboh,"Evi!!Cepet kau bersihkan halaman!Jangan sampai terlihat tak terawat!Juga cuci baju ini cepat!!" Evi sebenarnya lelah sekali namun ia tak punya waktu untuk istirahat kecuali mereka sudah tidur.Kenapa Evi bertahan di rumah itu?Demi sang ibu yang kondisinya hanya bisa berbaring.Sejak ayahnya tiada karena sakit, ibu Evi tinggal di situ sebagai pembantu di rumah saudaranya sendiri.Semua demi melunasi hutang yang dipinjam demi biaya berobat ayah Evi.Karena kelelahan bekerja,ibu Evi jatuh sakit dan kini Evi yang menggantikannya menjadi pembantu. Kabar kedatangan pangeran menghebohkan para penduduk di pinggiran kerajaan.Semua mengira Adilah pangerannya.Semua mencari muka padanya.Sementara Irwan malah tidak mereka hiraukan.Irwan membawa kudanya menuju sungai.Kudanya haus.Tampak di tepi sungai Evi tengah mencuci baju.Irwan memperhatikannya,'Banyak tempat telah kujelajahi namun tak seorangpun menarik perhatianku.Aku sudah sampai di pinggiran kerajaan.Ayah bahkan sudah mengirim berita mencemaskanku.Menyuruhku cepat kembali.' Saat itulah cucian Evi hanyut ke bawa arus sungai,'Aduh!Gimana nih?Itu baju kesayangan Bibi pula.Aku harus mengambilnya.' Kuda kesayangan Irwan bergerak cepat segera mengejar cucian itu,Evi lega sekali,"Terima kasih ya kuda.Kamu baik banget." Irwan heran melihat interaksi antara kudanya dengan Evi,'Kudaku biasanya ga mudah didekati orang tak dikenal.Tapi kali ini ia langsung akrab dengan orang asing.Gadis itu pasti sangat istimewa.' Irwan mendekati Evi,"Itu kuda saya.Jarang sekali ia membiarkan dirinya didekati orang yang belum ia kenal." Evi berterima kasih,"Saya mengucapkan terima kasih.Tapi maaf saya harus pergi." Irwan malah heran,'Siapa dia?' Keesokan harinya Irwan ke sungai lagi berharap bertemu Evi lagi namun tak ada.Lelah menanti,ia jalan2 menuju keramaian.Disana ia melihat Evi sedang berjalan membawa belanjaan.Diujinya Evi dengan menjatuhkan sekantung uang.Evi menemukannya dan segera mengembalikannya,"Tuan!Tuan!Uang Anda jatuh." Evi kaget kala melihat Irwan,"Anda kan pemilik kuda di tepi sungai kemarin?" Irwan mengangguk,"Benar.Terima kasih sudah mengembalikan uang ini." Evi kembali pergi dengan tergesa,"Sama2 kemarin kan kuda Anda sudah menolong saya." Irwan tersenyum,'Hati yang tulus dan jujur.' Irwan kian terpesona kala melihat Evi memberi pada seorang peminta2.Irwan mengikuti Evi sampai ke rumahnya.Ia tertarik pada gadis itu.Adi dan Irwan lalu datang berkunjung.Tentu saja Shiha dan ibunya menyambut dengan ramah terutama pada Adi.Sementara Adi ditemani Shiha dan ibunya,Irwan menemui Evi,"Hey...bolehkah kutahu siapa namamu?" Evi yang sedang membersihkan halaman kaget juga,"Namaku Evi.Pembantu di sini." Irwanpun kian akrab dengan Evi dan makin jatuh hati padanya.Ia iba melihat bagaimana susahnya hidup Evi di rumah itu,'Kasihan sekali.Tinggal di kamar nan kecil sambil merawat ibunya.Masih diperlakukan dengan buruk pula oleh majikannya. Sementara itu Baginda akhirnya menyusul putranya dan tiba di rumah dimana Evi tinggal.Jelas dengan pasukan pengawal,"Baginda tiba!!" . Wah Shiha dan ibunya mengira akan mendapat anugerah karena telah menyambut Adi dengan ramah.Namun alangkah terkejutnya mereka kala Adi malah sujud dan Baginda bertanya,"Dimana Putra Mahkota?" Irwan malah sibuk membantu Evi bekerja di dapur,"Ini aku dapat kayu bakarnya.Banyak kan?" Evi tersenyum gembira,"Terima kasih ya.Kerjaanku cepat selesai dengan bantuanmu.Aku jadi punya banyak waktu merawat ibuku.Kamu baik banget." Evi heran melihat banyak pengawal istana di depan,"Ada apa ya?" Makin heran lagi kala melihat Baginda segera memeluk Irwan,"Putraku!Ayah mencemaskanmu." Evi kaget,"Putra?Dia Pangeran?" Shiha menyuruh Evi pergi,"Sudah!Kamu ke sungai saja sana mencuci baju!" Irwan mencegahnya,"Tunggu!" Evipun meminta maaf,"Maafkan saya Pangeran.Saya tidak tahu kalau ..." Irwan mendekati Evi,"Tidak apa2.Aku memang sengaja menyamar.Aku ingin memperkenalkanmu pada Ayahku." Bagindapun tahu,"Jadi kau sudah menemukan pengantinmu Putraku?" Irwan mengangguk dan meraih tangan Evi,"Maukah kau menjadi pengantinku?Tinggal di istana sebagai isteriku?" Evi terpana tapi Ibunya Shiha sewot,"Dia itu pembantu disini,Pangeran.Tidak layak untuk Pangeran.Saya tidak ijinkan dia pergi sebab dia punya hutang pada kami." Baginda berang,"Akan kulunasi hutangnya.Beserta bunga2nya.Lancang sekali sikapmu!" Akhirnya Evi diboyong ke istana tentu saja dibawa pula ibunya bahkan sang ibu mendapat perawatan tabib istana dengan intensif.Evi dan Irwanpun menikah sedangkan Shiha dan ibunya dihukum oleh Raja karena kejahatan hatinya.Tak lama kemudian Irwanpun naik tahta.Bersama Evi dan anak2 mereka ia memerintah dengan bijaksana dan disayangi oleh rakyat.***The End*** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar