CERPEN KE-11^^^ Hatiku Hanya Untuk Hatimu

CERPEN KE-11 : Hatiku Hanya Untuk Hatimu
Menjadi guru adalah impianku sejak kecil namun ga sangka kalau jadi guru itu ternyata ga gampang.Apalagi menangani anak2 bandel macam Irwan n genknya itu.Jumpa pertama dengan anak badung itu pas aku masuk pertama kali di sekolah SMU elite ini.Dia nampak sedang dihukum disuruh lari telanjang dada gitu keliling lapangan karena telat datang.Aku ga sengaja ditabraknya,"Ups!Sorry Nona Cantik.Sengaja nih kakiku matanya ketutup sepatu.Maaf ya?" Astaga kami pelukan gitu soalnya aku ga balance dengan sepatu aku dan aku jelas masih awam dengan area sekolah kala itu.Kami malah berpandangan,jujur jantungku berdegup kencang dipeluk dia.Padahal sama pacar aku aja ga pernah kayak gini rasanya.Yeah aku punya pacar seorang guru olahraga di sebuah SD gitu.Namanya Purwanto.Aku biasa manggil dia Mas Anto.Entah kenapa ya akhir2 ini dia kayak menarik ulur hubungan kami.Dia juga kerap minta uang sama aku.Entah buat adiknya buat motornya buat ibunya macem2 deh.Lamunanku kala dipeluk anak muda yang usianya jelas lebih muda dariku buyar saat seseorang memanggil namaku,"Bu Ervyyanti ya?" Segera aku melepaskan diri dari pelukan anak muda bertelanjang dada itu,"Iya..Bu saya guru bahasa Inggris yang baru pengganti Bu Susi." Wanita itu ternyata kepala sekolah,"Irwan kamu itu harus sopan pada wanita dia ini guru lho.Memang usianya ga jauh beda dengan usia kamu tapi dia lulusan luar negeri lho.Makanya cepet lulusnya ga kayak kamu dah dua kali tinggal kelas.Aduh...maafkan murid saya ini ya Bu Anti.Maaf saya panggil gitu aja ya?Mari ikut saya." Aku menggangguk lalu mengikuti beliau ke ruangannya.Namun sempat kudengar anak muda bernama Irwan itu memandangku dan memanggilku,"Miss Anti is very beautiful...indeed." Dasar anak nakal,pikirku sembari menenangkan jantungku yang ga karuan lihat tatapannya.Sejak kejadian itu aku terus berurusan dengan dia.Apalagi kalau pas ngajar dia berulah macem2 gitu.Pas aku nanya,"Any question for this lesson students?"( Ada pertanyaankah untuk pelajaran kali ini?) Eh dia angkat tangan,"I do Miss Anti.Do you have boyfriend?" Haduw...seisi kelas langsung ketawa deh,"Irwan naksir Miss Anti nih!Cuit!Cuit!!" Aku menyuruh Irwan menemuiku di ruang bimbingan penyuluhan usai kelas bubar.Dia harua diberi pengertian agar sopan dalam bersikap pada guru.Soalnya sudah berkali2 dia menunjukkan rasa sukanya sama aku entah kirim mawarlah ke meja aku atau ngasih mawar tiap ngerjain tugas dari aku.Aduh ...bahkan kerap dia nawari aku bonceng motor dia.Jelas kutolak soalnya aku udah punya pacar dan ga mau ada skandal di sekolah.Irwan emang anak bandel tapi sejak kehadiranku dia banyak berubah.Setidaknya itulah kata para guru,"Irwan sekarang anteng lho di kelas saya ga klotekan lagi.Juga serius sekarang belajarnya.Ga suka berantem lagi.Kayaknya semua berubah sejak kedatangan Bu Anti deh..." Waduh...aku jadi gimana gitu.Merona sekaligus salting.Aku menuju ke ruang BP hendak menemui Irwan eh dia dah nungguin lho.Rapi gitu dan bawa apel lagi diikat dengan pita biru,"Ini buat Miss Anti...aku ga nyuri kok.Suer..." Aku menerimanya,"Makasih ya Wan." Aku lalu bicara panjang kali lebar kali tinggi sama dia soal attitude yang baik tapi dia malah mandangi aku terus tanpa berkedip,haduhh...nih anak malah bikin aku nervous deh.Apalagi dia cuma komentar,"Miss Anti...ada film bagus lho.Yang main Shah Rukh Khan sama Kajol lihat yuk ?" Weleh...weleh...aku gemes sama dia dan akhirnya kumakan apelnya depan dia dengan kesal.Eh dia malah perhatiin aku makan,"Kayaknya Miss Anti suka ya?Besok saya bawain lagi deh...saya kirim aja ke rumah ya?" Aku jawab dengan kesal,"Emang kamu tahu rumah saya?" Dia tersenyum,"Yeah tahulah masa fans berat ga tahu sih?Tunggu aja besok." Eh beneran dikirim malah satu krat lagi.Gila!!Apel Washington DC gitu dan semua diikat pakai pita warna biru.Ibuku sampai geleng kepala melihatnya,"Wah kamu punya pengagum berat kayaknya Vy..." Selidik punya selidik rupanya keluarga Irwan itu yang punya mallnya.Astaga!! Aku pakai apel itu buat bikin Mas Anto cemburu namun dia ga reaktif,"Anak muda mana mungkin serius Vy...paling bentar doang lagian kamu kan lebih tua.Gurunya lagi.Ga mungkin banget.Jurangnya terlalu lebar untuk diseberangi." Aku kok malah jadi illfeel denger dia merendahkan Irwan,"Mending dia Mas.Dia tahu nunjukin rasa sukanya sama aku daripada kamu.Kapan kamu akan bawa hubungan kita ke tahap yang lebih serius?" Dia malah ga berani lihat mataku.Aku kesal,"Mending kamu pulang aja deh Mas.Aku lelah dan masih harus meriksa hasil test murid2 aku." Di kamar aku memeriksa lembar jawaban murid2 aku dan saat sampai di lembar milik Irwan ada tulisan kecil di ujung kertasnya,"I ♥U Miss Anti..." Aku geleng2 kepala membacanya.Ga nyerah2 juga ya dia.Kayaknya aku harus temuin dia sama Mas Anto deh.Biar clear.Beberapa hari kemudian aku ajak dia menemui Mas Anto di tempat kerjanya di daerah pinggiran kota gitu.Dia mau tapi dengan syarat naik motor dia,yeah akupun nurut deh lagian diluar jam mengajar kan.Kupakai topi biar ga kelihatan siapa aku.Dia hepi gitu sepanjang jalan karena aku pegangan pinggang dia sih.Dasar dia modus!!Sampai di SD yang dimaksud aku heran karena temannya bilang dia sedang ada tamu yaitu isterinya.Aku ga percaya namun kala kulihat Mas Anto memeluk seorang wanita yang tengah hamil tua dan memanggil wanita itu dengan sebutan sayang hatiku langsung hancur berkeping2.Aku muncul mengagetkannya,"Jadi selama ini kamu sudah menikah Mas?Isterimu sedang hamil malah.Iya?!!" Kutampar wajahnya dan kulepas cincin yang ia berikan katanya sebagai tanda cinta,"Ini!!Aku ga butuh!!Kamu hanya manfaatin aku buat menghidupi keluarga kamu kan?Dasar penipu!!" Mas Anto jelas ga sangka kedoknya kebongkar,"Vy ...dengar dulu...aku mau jelasin ke kamu soal ini.Lagian ga haram kan punya isteri banyak?Aku sayang sama kamu Vy..." Aku ga mau denger lagi,"Sudah cukup!Diantara kita sudah tidak ada apa2 lagi!Sudah selesai!!" Aku pergi sambil menangis,Irwan mengejarku dan menenangkanku.Aku menangis di pelukannya,"Ga sangka ...hiks...aku sungguh ga sangka.....Wan...hu..hu..." Irwan membawaku ke sebuah danau dab kami melihat pemandangan sambil aku menangis di bahunya.Ia tak banyak bicara tapi keberadaannya bagai jangkar buat perahu kehidupanku.Sejak itu aku melihat dia berbeda.Bukan lagi sebagai murid tapi sebagai pria.Dia melindungiku bahkan dia membelaku kala Mas Anto nekad datang ke rumahku,"Jika kau datang lagi kau akan berhadapan dengan saya!!" Wah aku makin kaget kala beberapa pria kemudian berjaga di luar rumahku.Rupanya suruhan Irwan.Dasar Irwan.Protektif banget dia.Namun kala dia mengungkapkan perasaannya padaku usai kelulusan,aku bingung,"Aku ga pantas buat kamu Wan...kamu masih muda ...aku ini lebih tua dari kamu Wan...orang tuamu tak mungkin setuju.Halangan untuk kita terlalu besar.Aku tak mau masa depanmu hancur karena aku.Apalagi kau adalah pewaris tunggal.Kau bisa mendapat perempuan yang jauh lebih cantik lebih muda dan pastinya lebih pas buat kamu Wan..." Aku mengatakan itu dengan hati hancur karena saat Irwan kemudian pergi kuliah ke luar negeri baru kusadari betapa aku juga jatuh hati padanya.Aku cuma menghibur diriku dengan perkataan terakhirnya sebelum naik pesawat,"Tunggu aku...aku pasti kembali padamu..." Dia memberiku kalung gambar hati dan disitu ada foto kami berdua,"Wait for me Miss Anti...wait for me..." Aku terus berhubungan dengan dia di tahun2 awal kepergian dia via sosmed.Tapi kemudian aku sadar bahwa aku putuskan kontak karena aku ga mau dia menyia2kan hidupnya demi aku.Aku lalu pindah mengajar ke kota lain.Namun hatiku tak pernah pindah dari Irwan.Aku merindukannya.Aku rindu mawar kirimannya.Bahkan tiap ke mall aku selalu menyempatkan beli apel hanya demi mengingat dia.5 Tahun sudah berlalu.Suatu kali aku diajak ibu belanja ke mall terbesar di kota,"Ibu lihat area sana dulu yach Vy..." Ibu pergi entah ke lorong mana di marketnya sedang aku jelas menuju area buah dan memegang apel sembari berkaca2 mengenang Irwan.Hingga seorang pelayan mendekatiku diiringi satpam,"Ini Pak!Dia pencuri Pak!" Aku jelas kaget,"Apa??Saya ga mencuri apapun!" Petugas keamanan lalu membawaku,"Nona harus mempertanggungjawabkan semuanya pada General Manager Kami." Aku mencari2 ibuku,"Ibu Ervy ga nyuri apapun Ibu!Sungguh!" Ibu mengikutiku sampai di ruang GM.Tapi Ibu ga masuk ke dalam.Aku masuk dan disana berdiri dengan punggung menghadapku seorang pria berjas gitu,"Sungguh saya tidak mencuri apapun.Anda bisa lihat kamera cctv nya." Pria itu masih tak membalikkan badan,"Saya tak perlu kamera cctv.Anda memang pencuri.Bahkan sejak 5 tahun yang lalu." Aku heran juga apalagi suara itu seperti tak asing kudengar,"Anda...Kau..." Pria itu membalikkan badannya,"Kau mencuri hatiku sejak 5 tahun yang lalu Miss Anti..." Aku terperangah,"Irwaaan???" Ibuku lalu masuk demikian juga orang tua Irwan,aku terpana kala Irwan lalu melamarku,"Aku sudah kembali.Ayah dan ibuku juga sudah menyetujui hubungan kita.Itu pasti karena kalau mereka ga setuju aku ga mau ambil alih bisnis keluarga he..he.." Dasar badung...tetep aja badung...Aku memandangnya penuh heran,"Bagaimana kau tahu aku ada di kota ini?" Ia mengeluarkan sebuah kotak cincin dan memandang pada ibuku,"Ibumu selalu melaporkan keadaanmu padaku...sejak kau memutuskan kontak denganku...lagipula aku ini adalah Irwan Kurniawan seorang bisnisman muda yang harus punya strategi dong kalau mau sukses...dalam percintaan apalagi...he..he.." Ia segera memasukkan cincinnya di jariku,"Aku kan masih belum jawab mau apa ga?" Eh dia memencet remote dan tampak di layar tv ukuran 42 inch bagaimana aku selalu memegang apel sambil menangis tiap ke malll.Astaga!!Dia punya berapa mall sih? Ibuku dan kedua orang tuanya mengangguk padaku dan aku menerima lamarannya.Aku menangis di pelukannya,"Hatiku hanya untuk hatimu...Irwan..." Irwan membalas pelukanku,"Aku juga...akhirnya Miss Anti jadi milikku juga...Irwan dilawan...he..he.." Dasar anak nakal!!Kamipun menikah tak lama kemudian.Ga sangka ya...aku seorang guru menikah dengan muridku sendiri.Untuk mengenang awal mula kisah cinta kami dimulai maka Irwan memberi nama anak pertama kami dengan nama Roseyanti Aveliana Kurniawan.Dia sangat disayang oleh orang tua Irwan dan mereka memanggilnya Rose yang artinya mawar.***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar