CERPEN KE-24 ***KARMA ITU ADA^^^

  CERPEN KE-24 : KARMA ITU ADA
••♧
            Hujan mengguyur deras sore itu,mendung tebal nampak bergayut meniriskan air dari langit.Seorang pria berjaket hitam kulit nampak asyik melamun di ruang tunggu sebuah UGD RS.Seorang wanita mendekatinya,"Kenapa diluar mas?Mb Ginah kondisinya drop lagi.Butuh dibantu lagi dengan alat.Mas Sakti masuk yuk!Mb Ginah butuh Mas."
           Pria itu mengikuti kerabatnya itu masuk kembali ke ruang UGD.Terbaring di sana isterinya.Seorang wanita desa yang dengan setia mendampinginya melewati suka dan duka kehidupan.Seorang wanita yang gemi setiti alias selalu menyisihkan penghasilan suaminya buat kalau ada butuh mendadak.Seorang isteri yang ga pernah merendahkan pekerjaan suaminya yang cuma kuli bangunan.Seorang isteri yang pekerja keras juga.Ikut membantu keuangan keluarga dengan bekerja sebagai pekerja di sebuah home industry makanan.Usai bekerja tak lupa mengurusi keperluan suaminya dengan baik.Sungguh wanita yang baik namun tak sempurna di mata Sakti.Sakti mendamba keturunan.Banyak cara telah mereka tempuh demi mendapat anak.Kata dokter yang bermasalah yang wanita.Vonis itu menghancurkan hati Ginah.Namun pihak keluarga terus menyemangatinya hingga mereka mengangkat seorang anak.Anak pancingan maksudnya.Namun begitu besar ketahuan anak itu berkebutuhan khusus.Sakti malu sekali.Ia ga peduli lagi dengan perkembangan anak itu.Dibiarkannya saja.Kasihan anak itu.Ga mendapat pendidikan sehingga hidup asal hidup.Ginahlah yang memperhatikan kesehariannya dan merawatnya bak ibu pada darah dagingnya sendiri.Hingga suatu hari Ginah mengetahui kalau suaminya selingkuh.Kala itu Sakti merantau ke Bali.Alasannya mau cari uang banyak buat bangun rumah.Namun malah selingkuh,Ginahpun mengejar ke Bali ditemani anaknya yang dianggap idiot oleh suaminya.Sakti bisa dibujuk dan kembali ke rumah.Namun ga berapa lama Ginah mendapati suaminya selingkuh lagi.Merekapun bertengkar.Perkataan Sakti mengguncang jiwa Ginah,"Kamu itu perempuan mandul tahu!Sudah berapa lama kita nikah tapi mana hasilnya?Aku itu ga mungkin mandul,dokter aja bilang masalahnya di kamu.Ya aku cari yang lain."
            Kala Sakti pergi,Ginah depresi dan akhirnya memilih menenggak obat2an sampai overdosis.Anaknya yang idiot yang bernama Nurdin yang menemukan ibunya tergeletak di lantai dengan mulutnya berbusa,"Emak!Emaaak!"
Itulah awal mula kenapa kini Ginah di UGD.Sakti sebenarnya bisa memindahkan isterinya ke RS yang lebih baik penanganannya namun ia eman makai uang tabungannya.Uang yang disisihkan isterinya setiap minggu.Sudah terkumpul sekitar 30 juta.Keluarga Ginah sangat benci pada Sakti yang dianggap lalai menjaga isterinya.Kala Sakti masuk mendekati isterinya,perut isterinya membesar dan tiba2 Ginah muntah2 mengeluarkan cairan berwarna kehijauan.Lalu menghembuskan nafas terakhirnya.Ginah pergi untuk selamanya.Membawa nelangsa hatinya pada Tuhan langsung.Sakti memilih pergi dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah mertuanya.Nurdin lalu dikembalikan ke kerabat kandungnya.Nangis pamannya Nurdin lihat kondisi Nurdin,"Dikembalikan kok ga bisa apa2 anaknya...ga disekolahin ga diajari nulis dan baca...cuma tahu bersepeda dan uang.Elahe le..le.."
            Sakti rupanya dah punya selingkuhan.Banyak malah.Ada pemilik warteg bernama Siti.Janda dengan dua anak.Satunya seorang wanita yang ngakunya S2.Namanya Tutik.Sakti mensurvei dulu rumah keduanya.Wah ia terpesona mengetahui Tutik tinggal di kawasan elit.Masih single lagi.Terbayang olehnya ia akan mewarisi rumah itu karena Tutik cuma punya satu saudara perempuan yang sudah nikah juga.Udah punya rumah sendiri lagi.Dengan modal uang hasil tabungan mendiang isteri pertamanya,Sakti melamar Tutik.Tutik jelas kesengsem lha dia pikir Sakti itu orang berduit.Ngakunya aja kontraktor.Manjain dia dengan beliin sepatu,baju dan tas harga ratusan ribu tiap minggu.5 juta melayang demi hobby shopping dan koleksi Tutik.Ayah Tutik sebenarnya ga setuju karena beda agama.Akhirnya Sakti yang ngalah sampai pindah agama tiga kali.Gila!Susahnya ngurus persyaratan pernikahan sebenarnya sudah menjadi tanda bahwa pernikahan mereka takkan seindah harapan.Apalagi Tutik maunya nikahnya mewah lagi.Di gedung ternama.Habislah uang tabungan Sakti.Tutik bahkan sampai menjual mobil keluarganya.Hujan mengguyur deras kala resepsi dilangsungkan.Tamunya sedikit lagi yang datang jauh dari jumlah undangan yang disebar.Usai menikah Sakti tinggal di rumah isterinya bersama ayah mertuanya yang biasa ia panggil "Papi".Namun akhirnya ia tahu kalau Tutik cuma tamatan D1.Tutik juga kecewa karena ternyata Sakti cuma mandor proyek bukan kontraktor.Pembohong dapat pembohong nih.Penipu ketipu.Si papi ikutan bikin runyam rumah tangga Sakti.Hidup Sakti dengan isteri keduanya tak seindah impiannya.Tak ada isteri yang melayani dia dengan baik.Yang ada malah ia kayak pembantu di rumah elite itu.Mengepel,menyapu,mencuci baju aja masing2.Makan aja catering.Itupun buat bertiga.Ngambil banyak diomelin.Hidupnya nelangsa.Minta teh aja sampai ga berani dia.Tiap minggu isterinya pasti minta uang buat shopping,"Aku dah berusaha terima Mas apa adanya tapi Mas harus kasih aku uang minim 350ribu seminggu buat aku shopping.Kalau ga bisa aku akan anggap Mas hutang sama aku.Titik!"
          Wah Sakti mati2an kerja sampai sakit aja tetep nekad kerja.Badannya sampai kurus.Belum antar jemput isterinya.Isterinya kerja ngakunya manager ternyata kerja di level multimarketing product suplemen kesehatan.Kerjaannya nipu orang.Pantas tega sama suaminya.Sakti kian kecewa kala Tutik tak jua hamil.Baru telat datang bulan aja dah pasang status di fb,"Telat nih ..."
Eh tahunya ga hamil juga.Sakti lalu ke dokter kandungan langganan kakaknya Tutik.Dokternya bilang yang bermasalah prianya.Weleh!Sakti ga percaya,"Ga mungkin!Dulu aku pernah periksa kok.Pasti dokter salah nih!"
          Tutik merasa menang lha dokternya dah dia sogok.Kakak Tutik juga belum dikasih anak sama Yang Kuasa.Dari situ aja dah kelihatan kalau yang bermasalah pada wanitanya.Tutik lalu bawa Sakti menemui dukun.Wah Sakti kian heran,"Mas ini punya ajian Macan Putih.Makanya susah punya anak."
         What??Sakti termangu.Kakeknya emang nurunkan ilmu itu ke dia.Tapi kakeknya anaknya banyak tuh.Sakti malah mikir gini,"Apa ini karma ya?Dulu aku menghamili anak orang tapi aku ga mau tanggung jawab habis itu aku disumpahi sama ayahnya tuh cewek.Katanya aku ga akan pernah bisa punya anak kalau ga mau tanggung jawab.'
Sakti merenung lagi,'Sebaiknya aku ke makam ayah dan ibu.Minta maaf karena aku dulu suka bantah mereka sampai berani sama Bapak.Pernah masuk penjara pula.'
           Sakti memang nakal waktu mudanya.Suka berkelahi,mabuk dan ngelayap ga jelas.Ia pernah dipenjara karena mukul kepala orang dengan gagang besi.Pernah mencuri juga padahal saat itu ia kerja di instansi yang sama dengan ayahnya.Niatnya mau dijadiin pegawai negeri eh malah kabur nyuri barang2 peralatan kantor.Ginah dulu tergiur status pegawai negerinya Sakti.Maka ia ngaku hamil waktu itu biar dinikahi Sakti.Eh malah mandul.Kini Sakti dinyatakan susah punya anak.Ia bingung.Akhirnya Sakti malah kangen sama isteri pertamanya.Ia mimpi Ginah datang dan berkata,"Mas aku minta uangnya...aku minta uangnya..."
Sakti mengunjungi makam isterinya itu,bawa uang gitu walau kecil nilainya lalu dia taruh uang itu di makam isterinya,"Maafkan aku ya Nah...aku ga makai uang itu buat kamu.Aku malah makai itu buat nikah ga lama setelah kamu tiada.Aku kini hidup susah Nah.Isteriku yang sekarang lebih kayak mandor bagi aku.Wajahnya malah cantikkan kamu Nah.Dia juga ga sebaik kamu.Dia ga ngurus aku.Makan aja aku kayak gelandangan Nah nunggu sisa2 dari mertuaku.Sekarang kakiku sakit kata dokter aku disuruh radioterapi 14x.Aku ga bisa kerja.Tapi tetep aja isteriku ga peduli.Malah ayah mertuaku nyuruh aku alih profesi.Aku malah disuruh cari pinjaman uang.Sekarang aja aku kalau makan datang ke rumah adik aku.Disuguhi teh dan dikasih makan aku di sana.Kalau di rumah aku malah disuruh ngosek kamar mandi.Padahal kakiku lagi sakit.Isteriku tega sama suaminya sendiri lha kerjaane aja tega nipu orang.Tahu gini aku nikahnya sam si pemilik warteg aja.Dia jelas bakal sayang sama aku.Kalau ga bisa jadi kuli aku bisa bantu dia di warungnya.Aku nyesel Nah...mbok kamu jemput aku Nah...aku malas hidup lagi.Tapi katanya aku bakal susah matinya soalnya aku punya ajian dari kakek.Kamu inget kan aku pernah kecelakaan sampai ringsek motorku tapi aku gpp.Aneh kan...itulah Nah...aku sekarang nelangsa hidupnya...tiap hari aku kerja kayak rodi kamu tahu...isteriku malu kalau aku pakai baju kuli jadi dia ga bolehin aku masuk rumah kalau bajuku ga rapi.Dia malu punya suami kuli...aku ga kerja dia ngomel minta uang.Aku dah hutang adik aku jutaan Nah...baru kali ini aku sampai minjem uang...Padahal sama kamu aku bisa nabung puluhan juta.Buat uang bensin aja aku ga dikasih Nah sama isteriku malah diejek via status fb dia katanya "Emang enak ga punya duit".Nah..Nah...dia malah tega ngejek suaminya sendiri via medsos.Perempuan kurang ajar pantas dia mrongos.Lha mulutnya ga tatanan.Lebih cantikkan kamu Nah...Kupikir aku dapat putri orang kaya tahunya aku dapat kere tersamar...masak kemarin aku baru tahubkalau ternyata sertifikat rumah dan kendaraan ayah mertuaku dah disekolahkan di bank...ternyata hutangnya banyak banget Nah...aku baru kali ini punya hutang sebanyak ini...Aku ga semangat hidup Nah...aku tunggu kamu jemput aku ya Nah...dimataku kaulah isteri terbaik Nah.."
Arwah Ginah tersenyum di alam kuburnya,"Akhirnya kau memujiku Mas...tenang saja sebentar lagi kita kan bersama lagi."
***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar