CERPEN KE-13 : HIKAYAT CINTA
Seorang perempuan tua nampak sedang asyik
mendongeng pada junjungannya,"Sang putri Bulan lalu menghembuskan nafas
terakhirnya dalam pelukan Pangeran Matahari yang juga telah
tiada.Semesta berduka dengan kematian kedua sejoli yang saling mencintai
itu.Gerimispun turun di siang hari pertanda duka menyelubungi jagat raya."
Seorang gadis muda nan berparas jelita dengan gaun putih nan indah nampak sedih
mendengar kisah yang dituturkan oleh pengasuhnya itu,"Kenapa cinta mereka
tragis begitu ya Emban?" Sang emban tersenyum,"Cerita hamba belum
selesai Tuan Putri.Lalu Penguasa Semesta bersabda bahwa kedua sejoli itu akan
Ia titiskan ke bumi supaya mendapat kebahagiaan." Sang putri langsung
berbinar matanya,"Jadi mereka akan terlahir kembali ke bumi ya Emban?Wah
ada dimana ya mereka sekarang?" Sang mbok emban tak berani
menjawabnya,'Tuan Putri Vivi...Andalah titisan putri Bulan itu.Itu jelas
tandanya...saat Anda lahir rembulan bersinar dengan indahnya.Bulan purnama
diringi rintik hujan.Itu tanda2 bahwa titisan putri bulan lahir
kedunia.Lagipula...' Lamunan mbok emban buyar oleh kedatangan Baginda
Raja,"Vivi sayang ada yang ingin Ayahanda bicarakan denganmu..." Mbok
embanpun lalu permisi,Putri Vivi memandang ayahnya,"Apakah yang ingin
Ayahanda bicarakan dengan Vivi?" Rupanya Baginda hendak melakukan
perjalanan jauh ke negeri2 lain untuk menggalang kekuatan melawan kerajaan
Api.Vivi sedih bila mendengar soal perang yang tak kunjung usai,"Mengapa
kita tidak berdamai saja Ayah?Kasihan rakyat.Mereka pasti ingin hidup tenteram.Mengapa
sih kita harus bermusuhan dengan Kerajaan Api Ayah?" Baginda menghela
nafas,"Ayah juga lelah sebenarnya namun permusuhan ini sudah turun temurun
Putriku.Kerajaan Api selalu ambisius ingin menjadi penguasa keempat
kerajaan.Ayah harus menjaga kerajaan kita.Kamu di istana saja menjaga rakyat
kita.Kemampuan pengendali airmu sudah makin terasah.Andai saja ibumu masih ada
pasti dia akan sangat bahagia melihatmu.Kau sungguh mirip sekali dengan
dia.Ayah sangat menyayangimu putriku." Memang selain baik hati seperti
mendiang permaisuri kerajaan Air,Putri Vivi juga sangat cantik bak
bidadari.Rambut panjangnya terurai dengan indahnya.Kecantikannya sudah terkenal
di seluruh kerajaan hingga ke kerajaan2 tetangga.Banyak lamaran datang namun
hati sang putri terus terkenang pada kisah Putri Bulan dan Pangeran
Matahari.Kisah cinta itu begitu merasuk dalam hatinya,'Pangeran Matahari
dimanakah engkau kini?Kuharap kau menemukan putri bulanmu.' Sementara itu di
kerajaan Api,sang pewaris tahta nampak dipukul ayah tirinya dengan jurus
api,"Pangeran Erwan!!Aku tak pernah mengajarimu untuk menentangku!!Kau
sudah kelewatan!" Wajah sang pangeran yang tampan itu menjadi terluka
akibat terbakar api di sisi mata kanannya,"Aaacckk!!Sakit Ayah...kenapa
Ayah tega lakukan ini?Aku hanya mengingatkan Ayah kalau siasat perang Ayah akan
mengorbankan banyak nyawa pasukan kita Ayah.Aku tak bermaksud menentang
Ayah..." Pangeran Erwan akhirnya pingsan dan dibawa pergi oleh pamannya
dari ruang pertemuan utama,"Kau keterlaluan Kakak!Dia mungkin bukan putra
kandungmu tapi kelak dialah pewaris tahta kerajaan Api.Kau hanya sementara
duduk sebagai Raja.Itupun karena kau menikahi Ibunya.Aku tahu kau memang ingin
menghancurkan dia bukan?Kau ingin membuatnya buta sehingga tak bisa naik
tahta.Aku akan membawanya pergi sebelum kau membunuh pewaria tahta yang
asli.Tapi ingat aku akan kembali Kakak!Dan aku akan mengembalikan semuanya pada
yang berhak!!Ingat itu!!" Pangeran Erwan dibawa pergi oleh
pamannya.Kasihan sang pangeran wajahnya yang satu sisi jadi rusak bahkan mata
kanannya hampir saja buta.Sang paman membawanya ke kerajaan Air karena ia
dengar di sana ada pengendali air yang mampu menyembuhkan.Bahkan jika kemampuan
mengendalikan airnya sangat bagus akan mampu memulihkan wajah dan mata Pangeran
Erwan.Dengan perahu yang sederhana sampailah mereka di Negeri Air.Namun badai
melanda pesisir pantainya.Pangeran Erwan kasihan melihat pamannya yang sudah
tua itu berjuang melawan badai demi membawanya sampai ke Negeri
Air,"Paman....sebaiknya hemat tenaga Paman.Aku akan memakai kemampuanku
untuk menahan hawa dingin ini.Paman harus bertahan.Aku tak mau kehilangan
Paman.Hanya Paman yang baik padaku." Pangeran Erwan melihat pamannya sudah
pingsan.Ia lalu membawa sekuat tenaga sang paman ke tempat aman.Ia lalu membuat
api agar sang paman hangat.Kemudian ia berjalan keluar hendak mencari ikan buat
makan namun ia malah menginjak es dan terperangkap dalam danau es.Untunglah
sebuah perahu es nan indah lewat dan iapun ditolong.Erwan pingsan.Rupanya
perahu es itu milik Kerajaan Air dimana Putri Vivi selalu memakainya dalam
keadaan darurat.Waktu itu ia sedang patroli melihat rakyat dikarenakan badai
hebat yang melanda negerinya,"Lihat Putri!!Ada korban disana!!" Sang
Putri segera memerintahkan untuk membawa Erwan ke ruang pengobatan,"Bawa
dia ke ruang penyembuhan.Aku akan segera ke sana.Aku akan kendalikan dulu
situasi disini." Usai meneduhkan badai yang melanda,Putri Vivi lalu
melihat kondisi korban yang ia tolong,"Pria ini dari negeri Api Tuan
Putri.Tidakkah lebih baik kita biarkan saja dia mati dalam badai?" Vivi
tidak setuju,"Kalian takut dengan perintah Ayahku bukan?Baiklah aku
sendiri yang akan menolong pria ini.Siapapun dia,aku tak akan biarkan dia tanpa
pertolongan.Dia juga ciptaan Langit." Sang putri lalu memakai kekuatan pengendali
airnya untuk menyembuhkan Erwan,'Kasihan dia kenapa wajahnya seperti ini?Siapa
yang tega melukai dia hingga seperti ini?Tapi bagaimana aku bisa
menolongnya?Kemampuanku menyembuhkan belum sampai ke tahap itu.' Walau belum
bisa memulihkan benar wajah sang pangeran Erwan namun nyawa sang pangeran
tertolong.Ia terpana kala bangun melihat seorang wanita yang sangat cantik
tengah merawat lukanya dengan hati2 dan penuh kelembutan,"Apakah aku sudah
mati?Apakah ini surga?" Sang putri tersenyum,"Kau masih hidup,kami
menemukanmu pingsan di danau beku.Untung saja kau seorang pengendali api jadi
kau tak sampai beku tadi.Oh ya kenalkan namaku Vivi kalau kamu?" Mereka
lalu berkenalan dan Erwan minta mereka juga menolong pamannya.Tinggallah Erwan
dan pamannya di negeri Air.Vivi sangat senang dengab kehadiran Erwan karena
dengan kemampuan mengendalikan api yang dimiliki Erwan banyak hal baik yang
bisa dilakukan.Mereka kian akrab bahkan saling jatuh hati.Namun Erwan sadar
bahwa Vivi adalah putri raja dan ia kini bukan pangeran lagi.Apalagi dia
berasal dari kerajaan Api.Musuh kerajaan Air.Dia sudah cacat juga dan seorang
yang demikian tak pantas menduduki tahta.Vivi tak menyerah,"Tidak!Aku
takkan biarkan kisah cintaku seperti hikayat cinta Putri Bulan dan Pangeran
Matahari.Aku akan terus melatih kemampuanku hingga bisa sampai ke tahap
penyembuhan tertinggi." Namun keberadaan Erwan akhirnya diketahui Ayahanda
sang putri.Baginda murka dan mengurung sang putri,"Kau tak boleh bergaul
dengan orang kerajaan api!!Mereka itu musuh Vivi!!Kau harus sadar
Putriku!" Erwan lalu kembali ke negerinya dan bertekad menghentikan ambisi
ayah tirinya.Ia menyusun kekuatan dan sudah siap mati demi perdamaian
terwujud,"Semua harus diakhiri Paman.Ambisi ayah tiriku sudah banyak memakan
korban.Bukan hanya kerajaan lain bahkan rakyat sendiri tega ia korbankan."
Erwan berhasil menggalang sekutu bahkan ayah Vivi akhirnya mau bergabung demi
tercipta perdamaian.Vivi senang sekali dan ikut menyusul sang ayah dan pria
yang ia cintai ke medan perang.Untunglah ia datang tepat waktu disaat Erwan
meregang nyawa ditangan ayah tirinya,"Tidaak!!" Kemampuan
pengendalian airnya mencapai titik puncak kala melihat pria yang ia cintai
terluka parah,"Erwan!!Jangan tinggalkan aku...aku mencintaimu..."
Saat itulah terjadi gerhana matahari dan kekuatan ajaib memasuki tubuh Erwan
dan Vivi.Keduanya bagai dikendalikan kekuatan gaib dan berhasil memenangkan
perang.Kerajaan api kini kembali pada pewaris yang benar.Erwan juga disembuhkan
oleh Vivi dengan kekuatan pengendalian air dan kekuatan cinta.Wajah sang
pangeran kembali seperti sedia kala.Mereka lalu menikah dan menjadi penguasa
kerajaan Api.Fire Lord and Fire Lady.Rakyat menyambut dengan sukacita
pernikahan tersebut.Kedamaian kini tercipta dan putri Bulan bersatu dengan Pangeran
Matahari dalam titisan mereka.Ya Erwanlah titisan Pangeran Matahari.***The End***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar