%|~ CERPEN KE-25 : DIHADAPKAN PILIHAN
Seorang gadis nampak mengendap2 keluar dari rumahnya sambil membawa keranjang sampah.Rambut lurus sebatas lengan nampak indah tergerai terhembus angin sore hari itu.Celingukan ia melihat ke sana kemari,'Sepi...bagus!Aku bisa ketemu sama Mas Yatmo nih!Asyik!'
Segera ia melangkah menuju tikungan jalan dekat jurang yang ada di dekat kawasan rumahnya.Di sana memang ada tempat penampungan sampah milik kampung.Areanya juga rindang karena banyak tumbuh pepohonan nan rimbun daunnya.Seorang pria muda nampak sudah menanti di sana.Dialah Yatmo,"Anita!Akhirnya kamu muncul juga.Aku kangen tahu..."
Si gadis yang bawa keranjang tadi segera membuang sampah dalam keranjang yang ia bawa,"Maaf Mas lama ya nunggu aku?Makhlum aku nunggu bapak tidur dulu.Aku juga kangen sama Mas."
Memang hubungan dua insan itu ga mendapat restu dari ayah Anita yang terkenal galak di kampung.Ayah Anita berharap putrinya itu mendapatkan pasangan yang seiman.Alias satu kepercayaan.Ga beda agama gitu.Namun cinta ditentang malah makin membentang.Anita tahu pacarnya,Yatmo ga akan dapat restu dari ayahnya sampai kapanpun kecuali bila ayahnya tiada.Soalnya ibunya orangnya mah ga ribet dan ga sekaku ayahnya.Namun ga mungkin ia mengharapkan kematian ayahnya bukan?Jadinya ia cuma bisa main kucing2an pacaran sama Yatmo.Namun akhirnya ketahuan juga dan beranglah sang ayah,"Bisa ga sih kamu itu ga bangkang sama perintah Bapak?Kenapa sih punya anak kok bangkang2 gini?Lihat kakak2mu itu yang pada ga nurut sama omongan bapak!Susah semua kan hidupnya?Kamu mau hidup susah kayak mereka?"
Anita terdiam dan kandaslah hubungannya dengan Yatmo.Apalagi saat itu ayahnya sedang sakit2an jadi ia ga mau memperburuk kondisi ayahnya dengan membantah perintah beliau.Tak lama sang ayah meninggal dunia namun Yatmo keburu dah nikah sama orang lain.Anita sedih dan memilih fokus aja kerja bantu ibunya yang sudah janda.Anita kerja jadi wiyata bakti di sebuah instansi pendidikan.Namun usianya kian bertambah dan tak jua ia menemukan pasangan hidup.Semua orang mulai kerap menanyakan padanya,"Kapan kamu nikah An?Entar jadi perawan tua lho!Susah lho melahirkan di usia kepala 3 ke atas.Riskan.Makanya dandan An biar cepet laku!"
Anita sebenarnya gadis dan anak yang berbakti pada orang tua namun sejak sering denger celometan orang tentang dirinya yang ga juga nikah ia mulai risih.Iapun mulai mengubah penampilannya,dandan.Beli baju2 bagus dan mulai suka gaul.Tapi kebanyakan pria yang ia kenal beda keyakinan lagi.Ga jarang malah saking pinginnya cepet punya gandengan ia ketipu pria.Sepeda jengki yang biasa ia pakai buat pergi ke sana ke mari eh dipinjem dan ga dikembaliin.Ngomongnya mau ke warung bentar ternyata kabur bawa sepedanya.Mana baru kenal lagi.Anita jadi malu keluar rumah karena tetangga suka gosipin dia sebagai perawan kasep alias ga laku2.Padahal secara face dia cantik dan punya kerjaan.Akhirnya Anita ga tahan lagi,ia milih ikut neneknya di kota.Alasannya biar deket sama kerjaan.Biar ga boros transport.Di sana ia kenal seorang pria namanya Nanang.Orangnya tinggi,pinter banget ngomong.Guru lagi.Wah Anita bagai mendapat durian runtuh.Ia lupakan pesan ayahnya,ia lupakan ibunya.Ia pun jalan sama pria itu tanpa selidik dulu gimana kehidupannya.Tahunya dia tuh pria pegawai negeri dan cinta sama dia.Soal yang lain ga penting.Saking takutnya tuh cowok bakal lepas dari genggaman,ia bahkan dah serahin dirinya,"Mas aku sudah jadi milik kamu sekarang.Kamu harus tanggung jawab lho kalau aku hamil.Iya Mas Nanang ya?"
Nanang demikian nama pria itu.Ia memang menemui ibu Anita bilang kalau dia suka sama putrinya.Namun tak jua datang keluarganya untuk melamar Anita.Malah ia tinggal di rumah Anita dah kayak suami isteri aja sekamar gitu.Ibunya Anita memang wanita desa ga berpendidikan jadinya ya ga bisa apa2 lihat putrinya juga suka sama Nanang.Namun adik2 Anita yang ga suka lihat kelakuan kakaknya.Pertengkaran demi pertengkaran terjadi karena pria itu.Pria itu tak punya rasa malu gitu kerjaannya ya di rumah makan minum tidur ga jelas.Piringpun pernah terbang lintas kamar karenanya.Anita mendesak agar dinikahi kala tahu dia hamil,"Gimana Mas ini?Kapan kita nikah?Aku hamil nih."
Nanang akhirnya ngaku kalau ia udah nikah sebenarnya.Anita kecewa,"Apa?Jadi Mas dah nikah malah dah punya anak pula?Udah gede pula usianya.Ya ampun Mas terus anak dalam perutku gimana?"
Anita ga mau gugurin soalnya ia ga mau nambah dosa lagi.Akhirnya ia dan Nanang nemui isteri pertama Nanang,namanya Rina.Wanita itu dah ga shock dengan kehadiran suaminya bawa perempuan lain,"Kamu mau minta ijin nikah lagi ya Mas?"
Wah Anita kaget,"Apa?Lagi?Jadi aku ini wanitamu yang keberapa Mas?"
Rina terkekeh,"Kamu itu entah yang keberapa saya ga mau ngitung!Tapi jangan harap saya mau dicerai ya sama Mas Nanang.Saya ini isteri pertama.Pegawai negeri kan hanya boleh punya isteri satu.Yang sah secara hukum maksudnya.Negara hanya mengakui satu kalau ketahuan punya lebih dari satu bisa dipecat dia.Jadi nanti jangan harap kamu bakal dapat bagian dari penghasilannya.Huhh!"
Anita menyesal banget ga selidik dulu mengenai Nanang apalagi ia udah berbadan dua.Buah simalakama.Akhirnya cuma nikah siri.Itupun semua walinya palsu.Tak ada resepsi atau surat nikah ia tanda tangani.Ia tinggal di rumah neneknya dengan Nanang tapi kemudian jadi gunjingan tetangga.Nanang lalu kasih ide sama dia,"Ibumu kan baru jual rumah lama kamu tuh.Minta aja uangnya.Bilang aja kamu minta lagi semua uang yang pernah kamu kasih ke dia pas kamu kerja dulu."
Kasihan ibunya Anita baru megang uang hasil penjualan rumah eh sisa dikit usai bayar hutang malah diminta sama Anita.Sebenarnya Anita merasa ga enak hati hitung2an sama Ibunya namun demi nutupi aib ia terpaksa harus pindah keluar kota.Pindah ke tempat dimana orang2 ga kenal sama dia.Sama ibunya dikasih juga uangnya walau sambil nangis dalam hati,'Ga sangka putriku yang kupikir baik eh kok hitung2an sama aku.Kalau dipikir aku justru lebih berhak minta ganti biaya perawatan dia sejak kecil hingga kini.Namun kok bisa tega gitu ya anak kandungku?Pria itu benar2 bukan pria yang baik tapi piye lagi aku juga dah bilangi tapi ngeyel anake..takut dibilang perawan tua dia...'
Anita makai uang itu buat beli tanah dan mendirikan rumah.Namun sejak itu ia tahu sifat asli Nanang.Kerja sebagai guru olahraga ga pernah diseriusinya.Seminggu paling masuk berapa hari bisa dihitung.Belum kebiasaan judinya ya ampun berapapun uang didapat pasti habis di meja judi.Namun tiap kali diingatkan malah tangan yang bicara.Anitapun terpaksa keluar dari kerjaan lha dia ga nikah resmi ga mungkin bisa naik jadi pegawai negeri golongan awal.Disitulah ia ingat perkataan ayahnya dulu,"Kamu mau hidup susah?"
Anita merasa sudah terlanjur basah masuk dunia poligami.Ga sangka ia jadi wanita kesekian dari seorang pria yang ga membanggakan juga.Kerjaan ga jelas,suka mukul pula.Hingga sampai punya anak kedua pun tak selembar surat nikah ia tanda tangani.Semua surat yang ia punya adalah palsu semata.Semua dempul dan nyogok sana sini biar bisa hidup.Hingga puluhan tahun berlalu,anak pertamanya sudah lulus SMA.Namanya Eky.Suaminya Anita ,Nanang malah ngelayap ga jelas katanya bisnis kayu jati gitu tapi ga jelas bener kagak.Ia dah ga mau meributkan dah lelah.Badan Anita juga jadi kurus dan hitam karena susahnya hidup kerja serabutan.Kadang jadi pembantu,buruh nyuci,bantu petugas air atau jadi buruh tani.Belum hidup di daerah yang susah dijangkau transportasi umum.Semua masih sederhana.Masak saja pakai kayu bakar dan hidup serba sulit banyak hutang pula.Sering ga bayar lagi.Weleh...Anita lalu menemui adiknya yang kerja di sebuah perusahaan jadi staf.Ia minta bantuan untuk masukin anaknya biar bisa kerja sana.Adiknya jawab,"Bawa aja lamarannya kak.Ntar aku kasih HC."
Ia senang sekali adiknya mau bantu.Melihat adiknya yang masih asyik melajang ia ga nanyain,"Kapan kamu nikah?"
Ia malah bilang gini,"Jangan asal nikah dik.Jangan kayak kakakmu ini.Jujur kakak iri sama kamu bisa nyantai menanggapi omongan orang.Coba kakak dulu sesantai kamu ya...mungkin kakak ga akan semerana ini hidupnya."
Adiknya malah mesem,"Ngapain dengerin omongan orang kak.Toh kalau aku nikah ntar juga mereka akan nanya lagi kapan punya anak dan seterusnya.Bijaksanalah orang yang mengabaikan cemooh.Bukankah itu pesan ayah?Lagian aku mau menikah seperti keinginan ayah.Kalaupun Tuhan ga memberi aku juga ga akan ninggalin Tuhan.Ga akan kecewa juga.Aku akan tetap mengikuti Dia.Hidup di dunia itu cuma sample.Aslinya itu nanti.Ngapain kita susahin diri hanya demi sample dan melepas yang aslinya yang kelak akan kita jalani dalam kekekalan?"
Anita merenungi perkataan adiknya itu sepanjang jalan pulang.Ia minta anaknya mampir ke makam ayahnya.Disana ia bersimpuh menangis,"Maafin Anita Ayah...maafin Anita...Kini Anita ngerti kenapa Ayah dulu protektif banget sama Anita soal pria.Semoga pintu maaf Tuhan masih terbuka buat Anita..."
Hujan menitik dan tampak pelangi di sana dan Anita tersenyum lalu berkata,"Terima kasih Tuhan ...aku akan kembali kepada-Mu."
Eky diterima bekerja ga lama setelah itu.Kehidupan Anita kini menjadi lebih baik secara ekonomi sejak ia terus mencurahkan kesedihannya pada Tuhan di kamarnya.Anak2nya semua sayang padanya.Merekalah pemghiburan dari Tuhan untuknya.Ia hanya bisa menyerahkan mereka pada tangan Tuhan kiranya menjadi pria yang baik jangan seperti ayahnya.***The End***
Sedih ya?Walau gitu semoga bisa memberi manfaat buat pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar