÷▶ CERPEN KE-35 : NEW
YEAR
Seorang pria pedagang
tempe nampak sedang sibuk membuat tempe.Kedelai2 ia masukkan dalam bungkusan
daun pisang lalu dilapis kertas dan diikat.Ibunya memperhatikan putra sulungnya
itu,"Banyak banget kamu bikin tempenya Bambang?"
Bambang yang sudah kepala 3 itu menjawab,"Ini kan musim
liburan Bu.Menjelang tahun baru pasti pasar ramai Bu.Bambang sengaja bikin
banyak biar untung kita berlipat Bu.Lumayan buat biaya hidup dan bisa buat
adik2 Bu."
Sang ibu bangga pada putranya itu,"Kamu itu memang anak
ibu yang baik.Kalau ga ada kamu,ibu ga tahu gimana bisa nyekolahin adik2 kamu
sejak bapakmu tiada.Kamu bahkan sampai belum nikah demi bantu ibu cari uang.Ibu
ini SD saja ga lulus.Tahunya cuma masak,nyuci dan bikin kristikan.Untung Ibu
dianugerahi anak sebaik kamu.Ibu bersyukur banget."
Bambang mendekati ibunya yang berkaca2,"Sudah menjadi
kewajiban Bambang Bu sebagai anak paling tua.Lagian Bapak udah tiada,Bambang
kasihan lihat ibu nyari uang sendiri.Soal nikah kalau sudah tiba waktunya pasti
Bambang akan nikah Bu.Bambang ga mau asal nikah.Bambang mau cari perempuan yang
mau diajak susah seneng Bu.Ga cuma seneng2 aja."
Sang ibu malah mendoakan,"Moga saja di tahun yang baru
kamu ketemu jodohmu ya.Ibu juga ingin lihat kamu bahagia.Kamu pantas bahagia
juga."
Bambang tersenyum,"Amin.Ya udah Bu.Bambang mau cari
daun pisang dulu di kebun.Sekalian buat ibu kalau mau bikin penganan naga
sari."
Sang ibu terharu sekali dengan karakter putranya itu,'Pakne2
anakmu lanang ini apik tenan bocahe.Ngemong sama adik2nya dan selalu
mendahulukan mereka daripada urusannya sendiri.'
Bambang sebenarnya punya wajah lumayan
ganteng walau agak sawo mateng kulitnya.Makhlum kadang juga jadi buruh
sawah.Kerja apa saja ia lakukan demi ibu dan adik2nya bisa hidup layak.Adik2nya
juga rajin belajar dan sayang sama kakaknya itu.Bambang cuma tamat SMP.Makhlum
saat ayahnya tiada saat ia masih duduk di kelas 2 SMP.Melihat ibunya kembang
kempis cari uang akhirnya ia milih ga melanjutkan ke sekolah menengah atas.Ia
pilih kerja saja.Nerusin usaha bapaknya jualan tempe di pasar.Tibalah saatnya
jualan,kemarin2 ia laku keras.Makanya ia buat banyak terus.Namun pagi itu ia
lihat tempenya belum jadi masih kedelai,"Kok belum jadi sih?Aduh...gimana
nih?"
Sang ibu bertanya,"Kenapa kamu Nak?Resah gitu."
Bambang membuka beberapa tempe,"Tempenya belum jadi
Bu.Aneh biasanya sudah jadi.Padahal semalam aku dah berdoa agar daganganku hari
ini laris.Lha kok malah belum jadi."
Sang ibu menepuk bahu anaknya itu,"Sudah jangan
patah semangat.Siapa tahu nanti jadi.Bawa saja ke pasar."
Bambang menurut pada nasehat ibunya,"Iya Bu.Semoga saja
nanti jadi.Jadi bisa dijual.Padahal kali ini aku bikinnya dua kali dari yang
kemarin lho.Semangat!Bambang semangat!"
Adik2nya ikut nyemangati,"Iya kak
cemungud!Ganbatte!"
Menaiki motor plethuknya Bambang
menuju pasar.Melewati sebuah warung makan ia mampir bentar setor tempe belum
jadi.Memang warung itu langganan dia,seorang gadis manis menyambutnya,"Kok
wajahnya gitu Mas?Lagi sedih ya?Apa belum sempat sarapan?Sini makan dulu.Aku
ambilin."
Bambang dipaksa duduk,"Tahu aja kamu Lastri kalau
perutku kosong."
Lastri adalah anak pemilik
warung,sebenarnya ia suka sama Bambang.Cuma ia pendam dalam hati.Ia tahu Bambang
pria yang baik dan pekerja keras.Bertanggung jawab dan ngemong orangnya.Makin
kenal makin sayang ia sama Bambang.Bambang juga sebenarnya suka sama Lastri
tapi dia ga pede mau mengungkapkan isi hatinya.Ia cuma penjual tempe dan buruh
kasar mana mungkin orang tua Lastri mau nyerahin putri mereka yang terkenal
cantik itu ke dia.Ia hanya bisa melepas rindu dengan mampir ke warungnya
Lastri.Lastri sampai hafal apa saja kesukaan Bambang.Tanpa bilangpun ia sudah
tahu.Siangnya ia ngirim makan siang buat Bambang,kadang sampai dikecrohi sama
penjual yang lain,"Tuh calon isterimu dah kirim makanan.Udah dilamar
aja!" Lastri tersipu malu sedang Bambang
malah lagi galau karena sampai siang tempenya juga belum jadi.Penjual tempe
yang lain sudah pada laku dan malah sudah mau habis.Ia satupun belum ada yang
laku.Lha belum jadi.Lastri menghiburnya,"Tenang Mas.Sore pasti sudah
jadi.Sore kan pembelinya juga banyak.Lagian kadang ada yang suka tempe setengah
jadi lho.Sekarang makan dulu."
Bambangpun berjualan
sampai sore tapi saat ia intip lagi tempe2nya masih belum jadi juga.Mana
pembeli mulai jarang lagi.Ia terus menanti siapa tahu saja masih ada
pembeli.Hingga ia melihat seorang ibu2 pergi ke penjual tempe satu lalu ke yang
lain dan akhirnya sampai ke dia,"Mas punya tempe belum jadi nggak?Saya
cari sana sini ga ada yang punya.Mas punya ga?"
Wah Bambang langsung ngintip tempenya lagi,'Syukurlah masih
belum jadi.'
Bambang bertanya,"Saya ada Bu.Mau beli berapa?"
Alangkah terkejutnya Bambang kala sang pembeli jawab,"Mas
ada berapa?Saya beli semua deh." Bambang kaget,"Semua Bu?Mau buat apa
Bu beli sebanyak itu?"
Pembelinya cerita,"Saya itu mau ke luar kota.Nah
keluarga saya suka banget tempe.Makhlum keluarga besar Mas.Saya borong semua
tempenya."
Bambang termangu tak percaya,saking gembiranya ia sampai
megang tangan Lastri curhat,"Ya ampun Lastri...kamu bener...ada yang suka
tempe belum jadi.Aku hampir putus asa tadi.Makasih ya...sudah nyemangati
aku."
Lastri melirik pria yang ia sukai itu,"Masak cuma
makasih aja...."
Salah satu pengunjung warung nyeletuk,"Diajak malam
tahun barunan dong Mas pacarnya itu.Ga tanggap amat..."
Eh ibunya Lastri datang,"Mau ajak Lastri jalan2
lihat kembang api ya?"
Bambang dag dig dug,"Memang boleh Bu?"
Pemilik warung tahu putrinya emang suka sama Bambang lalu
dia mengangguk,"Kalau Lastri mau gpp..."
Wah Lastri seneng banget,"Aku mau Mas...maksudku aku
dah lama pingin lihat kembang api.He..he.."
Bambang bagai dapat durian runtuh,"Ntar malam aku
jemput ya.Gpp to pakai motor bututku?"
Lastri ga masalah,"Gpp mas.Yang penting kan yang
punya motor he .he.."
Wah semua pengunjung warung langsung bersuit2,"Wah
ditunggu undangannya ya...ai..ai.." Bambangpun pulang dengan wajah ceria
sampai ibunya heran,"Kamu kenapa berseri2 gitu mukanya?Nemu uang di
jalan?Atau tempenya jadi dan laku?"
Bambang bersimpuh dekat kaki ibunya,"Tempenya masih
belum jadi Bu tapi laku habis.Diborong semuanya.Untung tempenya belum jadi
hi..hi..."
Adiknya mendekat,"Kayaknya masih ada yang lain
deh...wajah Kakak hepi banget.Hayo ada apa?" Bambang
tersipu,"Ehm...Bambang nanti mau malam tahun barunan Bu...he..he.."
Adiknya yang lain nimbrung,"Sama siapa hayo?Sama cewek
ya?"
Bambang malu dan ngacir ke dapur,"Kalian ntar juga
tahu..."
Sang ibu tersenyum,'Akhirnya aku akan punya menantu juga.'
Malam tahun baru tiba.Bambang sudah
siap dengan motor bututnya.Sudah rapi dan wangi.Adiknya sampai jebres2 saking
wanginya.Weleh... Malam itu Bambang menyatakan cintanya pada Lastri.Lastri
malu2 tapi mau.Weleh...Berdua mereka menikmati malam pergantian tahun.Lihat
kembang api,makan jagung bakar,niup terompet dan pastinya gandengan tangan
terus. Dan beberapa bulan kemudian mereka menikah.Lastri dan ibu mertuanya buka
warung makan.Laris manis.Bila ada tempe yang ga laku atau busuk maka dibuat
sayur tumpang dan justru sangat diminati pembeli.Malah jadi menu andalan
warung.Bambang akhirnya jualan tempe di warung itu.Buka usaha gorengan
juga.Mendoannya sangat enak.Selalu dicari pembeli.Di akhir tahun saat malam
tahun baru Lastri melahirkan seorang anak buat Bambang.Kebahagiaan Bambang
bertambah.Malam tahun baru selalu diperingati oleh keluarga Bambang sebagai
malam spesial.Happy new year ! Ngomongin tempe,di rumah pas lagi masak tumpang
nih.Jadi laper...cerbungnya ntar ya....jeda dulu.***see you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar