CERPEN KE-28 : ADA TIKUS ^^^

CERPEN KE-28 :ADA TIKUS
Aku sedang asyik cuci piring di belakang kala kudengar teriakan tetanggaku yang rumahnya menjorok ke dalam dekat dengan tanah kosong disebelah rumahku.Histeris gitu dia teriak,"Ada ular!!"
Kaget aku dan segera kudengarkan lebih seksama lagi.Beneran nih dia nyebut ular?Eh beneran dia bilang gitu,ada tetangga yang datang denger teriakannya,"Beneran mas ada ular?Sebesar apa?"
Aku ga sempat dengerin lagi saking paniknya,aku malah lari ke dalam memberitahu kakakku,"Mb ada ular lho di sana.Tadi orang yang tinggal di sana teriak gitu."
Kakakku segera menuju ke belakang dan dengerin pembicaraan tetanggaku yang heboh ular tadi.Ia lalu bergidik,"Katanya masih hidup ularnya lho.Ga dibunuh sama yang lihat.Gawat nih!Jadi takut ambil kayu lagi di tanah kosong itu dong.Kalau kepatuk ularnya gimana?"
Aku dan kakak emang suka ambil kayu buangan yang banyak tergeletak di tanah kosong itu.Selain bersihin kami juga memang butuh air hangat buat mandi.Makhlum aku suka pusing dan pilek sejak kecil tapi sejak mandi air hangat penyakit itu jarang kambuh.Udah bertahun2 aku mandi hangat terus mau pagi atau sore sekalipun.Dulu aku malah pernah divonis kena asma dan sinusitis.Dua penyakit yang juga menyerang mendiang ayahku.Tapi karena mahalnya harga obatnya,aku ga mau maksain ibu membelinya,"Ga usah Bu.Pakai aja uangnya buat biaya hidup.Ntar aku juga baikan kok."
Paginya aku kedinginan ga berani mandi pakai air dingin ntar tambah pilek.Akhirnya aku mandi pakai air hangat dan badanku terasa enakan.Lalu aku mandi pakai air hangat terus dan pilekku juga pusingku berkurang.Sejak itu aku rutin mandi pakai air hangat dan asmaku jarang kambuh.Ga pernah lagi aku ke dokter spesialis untuk periksa.Makanya saat denger ada ular hatiku sedih banget karena aku suka ngobor.Alias masak air pakai kayu bakar.Ngobor membuatku mengenang kembali kehidupan di desa tiap kali berkunjung ke rumah kakek dan nenek.Sejak pemberitaan ular itu,aku dan kakak ga lagi ambil kayu.Kita habisin apa yang ada dulu.Lama kemudian ga terdengar lagi kabar soal ular lagi.Kamipun berpikir,"Paling itu ga beneran ular kali kak.Mungkin lihat apa gitu.Buktinya ga ada heboh2 lagi."
Kami memberanikan diri ambil kayu lagi.Entah sampai kapan akan habis tumpukan kayunya.Banyak banget.Makhlum banyak orang bangun rumah jadinya banyak bambu gitu dibuang di situ.Apalagi tetanggaku ada yang jualan buah,banyak kotak kayu dibuang di sana.Kembali kunikmati indahnya ngobor he..he..
Namun beberapa bulan kemudian saat aku sedang asyik ngobrol sama kakak sembari bersiap mau kerja tiba2 kulihat sesuatu keluar dari ruang jemuran.Aku perhatiin gerakannya,"Kak itu ular!!Ada ular!!"
Kakak heboh segera bangunin adik laki2 aku,"Harto!Bangun To!Ada ular!"
Adikku masih kriyip2 segera bangun dan nanya,"Masak?Dimana?"
Kakak nunjuk ke arah tempat cucian,"Di belakang keluar dari arah jemuran.Cepetan dibunuh!"
Adikku sampai lupa makai kacamatanya dan segera mencari sesuatu untuk bunuh ularnya,"Wah gesit banget ularnya!Malah nantang nih."
Aku yang masih ninggal perbaraan di belakang hanya bisa terpaku depan kamarku,"Gimana To?Hati2 lho siapa tahu berbisa.Kayaknya ganas gitu.Jangan2 ular kobra lagi."
Adikku berhasil bunuh ularnya.Ular dengan panjang sekitar 30 cm itu dimasukkannya ke dalam perbaraan yang masih menyala.
Adikku lagi kembali ke kamarnya,"Pantas rumah kok ga ada lagi tikusnya.Rupanya ada predatornya to.Coba cari di google mb jenis ular apa itu."
Kakak malah nambahi,"Kamu sih ga mau mangkasi tanaman pakan ular itu.Kata acara di tv kalau ada tanaman itu artinya ada ular di deket situ.Basmi aja tanamannya."
Aku akhirnya menurut,"Ya udah pangkas aja mb tanamannya.Tapi induknya dari luar rumah kok.Aku ga nanam."
Dikerjaan aku cari tahu di internet gimana cara ngusir ular.Sampai rumah aku kasih tahu kakak,"Tanaman sere bisa ngusir ular mb.Kita perlu nanam sere mb.Kalau lihat ada yang punya minta mb ntar aku tanam."
Kakak juga inget satu cara lain,"Beli garam grasak aja ditaburkan di sekitar rumah.Katanya ular ga suka sama garam."
Aku ingat masih ada cara lagi,"Pengasapan juga membuat ular ga suka Mb.Berarti kita harus tetep ngobor nih.Siapa tahu masih ada.Bayangin aja tikus werok sekarang ga kelihatan berkeliaran lagi.Aneh kan?Jangan2 masih ada yang besar mb.Iih serem.Jadi ga nyaman di rumah."
Jadwal nyuci aku yang biasanya sepulang kerja kini kuubah jadi sebelum kerja.Habis lampu belakang suka susah nyalanya.Mana gelap lagi di belakang.Jemur aja aku merinding soale ulare keluarnya dari ruang jemuran.Tapi kemudian adikku ngasih tahu,"Itu ular kayu mb.Makanannya tikus,kadal juga kecoak.Coba buka internet!"
Aku segera aktifin data seluler cari info,"Pantesan kecoak juga ngilang sekarang.Biasanya banyak.Tapi kok cicak masih ada ya.Kadal juga."
Dari internet aku lega mengetahui bahwa ular yang gesit gerakannya itu biasanya tidak berbisa.Malah ular yang anteng itu yang berbisa malah berbahaya bisanya.Jadi ingat waktu kecil aku dan kakak pernah menuju pasar lewat jalan sawah.Aku ga sadar bahwa ada ular dekat kakiku,mana selengan aku besarnya.Panjang lagi.Warnanya abu2 hitam gitu.Kakak segera ngajak aku lari.Aku nurut aja baru setelah jauh dia kasih tahu,"Ada ular tadi deket kaki kamu."
What??Serem banget.Ular sebenarnya bukan binatang asing buat aku.Soalnya aku pernah makan daging ular.Katanya buat obat.Kakak laki2 aku suka nangkap ular.Malah ularnya buat ikat kepala gitu sama dia.Iih...serem amat.
Beberapa waktu berlalu.Kakak ga mau ambil kayu di tanah kosong itu lagi,"Aku mau ambil kayu lagi kalau aku lihat tikus berkeliaran lagi di rumah."
Lucu juga ya?Dulu kita sampai beli jepretan tikus buat ngusir tuh binatang pengerat.Eh sekarang malah dinantikan.Asli aku merasa kangen dengan binatang satu itu kini.Jika ada tikus berarti ularnya ya cuma satu itu yang dibunuh adikku.Tapi kalau tak jua muncul tikus berarti masih ada ularnya.Aku cerita sama Tuhan,"Tuhan,aku kangen tikus."
Ga lama saat pulang kerja,kakak nampak sumringah menyambutku,"Dik,ada tikus!"
Hore!!Asyik ada tikus lagi.Yes!Hatiku bagai disiram air es.Lega sekali.Akhirnya aku bisa tenang sekarang.Aku malah sengaja mancing dengan makanan biar tikus kembali datang.Tikus datanglah...***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar