♧Cerpen ke-42 ^^^LAHIR NORMAL

♧Cerpen ke-42
 LAHIR NORMAL
              Bagi kebanyakan orang punya anak itu harusnya menjadi moment2 membahagiakan.Namun bagiku justru moment paling mendebarkan.Meski isteriku seorang perawat dan sangat hati2 selama masa kehamilan namun tetap saja aku tak bisa melupakan masa kecilku.Aku anak pertama dalam keluargaku.Namun aku anak paling menyedihkan masa kecilnya.Bagaimana tidak,sejak usia dini aku lebih banyak menghabiskan waktu di RS.Sebagai anak laki2 tentunya aku jadi kebanggaan orangtuaku harusnya namun aku malah ga bisa jalan.Aku jalan ngesot dan ga bisa ngomong meski usiaku sudah 3 tahun.Aku kurus banget dan ayahku seperti orang yang ga peduli,"Anaknya kayak gini ya diterima aja.Habis mau gimana lagi."
Beda dengan Ibuku yang tak kenal lelah memperjuangkan kesehatanku,"Lee,kamu itu anak ibu.Ibu ga akan nyerah sampai kamu bisa hidup dengan baik."
            Ayahku malah kabur entah kemana,kabarnya malah punya keluarga lagi.Apa karena malu punya anak seperti aku ya?Bisa jadi.Ibuku sampai dihina oleh para tetangga,"Kamu itu pasti dikutuk tuh sampai ngelahirin anak begituan.Pantas suamimu kabur sama perempuan lain."
Aku sedih banget,bukannya menghibur para tetangga dan siapa saja yang menengok justru malah bikin ibuku makin down.Ibu bekerja banting tulang demi membiayai aneka terapi dan biaya medis lainnya.Mulai dari usaha catering sampai jual perhiasan.Bagiku ibu adalah pahlawanku.Ditengah derita ditinggal ayahku,beliau tak pernah mengeluh ataupun menyesal telah melahirkan anak sepertiku.Usaha ibu membuahkan hasil.Aku bisa jalan walau ga senormal anak2 lain.Namun ujian terus datang,saat sedang seneng2nya bisa jalan eh aku manjat pohon dan jatuh sampai patah tulang.Kembali aku masuk RS.
           Kemudian saat aku bisa naik sepeda eh aku jatuh lagi sampai patah lagi kalau kemarin tangan maka kali ini kaki.Udah gitu kena kencing batu lagi.Aduh...badai seakan datang silih berganti menghantam kehidupanku.RS itu sampai kayak rumah kedua bagiku.Ga nyana ya akhirnya jodohkupun ga jauh2 dari RS juga.Menginjak remaja,ayah tiba2 kembali.Jujur aku kecewa sekali dengan ayahku.Memandang dan bertemu muka saja rasanya berat banget.Makin bete adalah ayah kayak ga merasa bersalah udah ninggalin keluarganya.Aku bertekad ga akan jadi seperti ayah kelak.Aku melihat sendiri bagaimana derita ibuku membesarkan dan menghidupi keluarga.Namun aku heran,ibu tak minta cerai dari ayah.Ibu tetap menjadi sosok ibu dan isteri yang setia dan sayang pada keluarganya.
           Tahun demi tahun berlalu,aku mulai menerima kehadiran ayah di rumah.Aku melakukan itu semua demi ibu.Jika padaku yang menyusahkan ibu tetap sayang dan peduli apalagi pada suaminya.Meski melakukan kesalahan seperti apapun tetap saja ibu memperlakukan dengan baik.Entah terbuat dari apa hati ibuku.Itulah kenapa restu terpenting saat aku menikah bagiku adalah dari ibu.Kalau ibu ga restu meski aku sangat cinta akan kulepaskan.Untunglah ibu menyukai Tika.Tika itu gadis yang pendiam.Kami kenal pertama karena ga sengaja pas di SMU kuinjak kakinya,"Ups!Maaf ya..."
           Dia malah tersenyum sama sekali ga ada raut marah atau kesal.Aku terpana melihatnya.Eh ternyata dia murid terpandai di kelasnya.Beda dengan aku,aku mah ga pinter2 amat.Bisa naik kelas aja hebat.Aku lalu lama ga ketemu sama dia.Ketemu lagi di RS.Aku kena typus.Kurus gitu badanku.Apalagi aku tuh mania cabe.Badanku panas dan rasanya lemes banget.Eh dia itu rupanya jadi perawat.Aku kaget kala dia menyapaku,"Masih ingat denganku?Yang kakinya pernah kamu injak?"
Aku tersenyum padanya,"Kamu beda ya sekarang.Makin cantik he..he.."
           Dibalik musibah ada mahkota.Gara2 sakit aku malah menemukan pendamping hidupku.Setahun yang lalu kami menikah.Saking sayangnya sama Tika aku sampai nyanyi di pernikahan aku.Kini Tika tengah mengandung anakku.Sudah hampir 7 bulan usia kandungannya.Aku takut jika anakku akan lahir dengan kondisi seperti aku dulu.Tak henti2nya aku berdoa pada Tuhan meminta perlindungan dan kesehatan bagi calon anakku,"Jangan sampai seperti hamba dulu ya Tuhan.Hamba mohon,anak hamba lahir normal tak kurang satu apa.Hamba percaya akan kebaikan-Mu."
            Sesuai adat Jawa,kami melakukan acara mitoni.Namun aku melakukannya dengan cara berbeda.Aku berdiskusi dengan Tika dulu soal niatku,"Yank,gimana kalau acara mitoninya di panti asuhan saja?Aku ingin berbagi dengan anak2 yang kurang beruntung.Kasihan mereka."
Ga sangka isteriku mendukung niatku,"Aku setuju Mas.Semoga dengan berbagi rejeki dengan yang membutuhkan kita akan mendapat doa dari mereka."
            Bukan hanya isteriku,keluargaku juga mensupport niatku.Ibuku yang pintar masak membuat nasi kotaknya.Sepupuku yang terkenal nakal aja mau ikut bantu,"Aku ikut ya Lee?Daripada bete diomeli bapakku.Mending aku ikut kamu."
Akhirnya kami tiba di panti asuhan.Ada sekitar 30 anak diasuh di sana.Kasihan ada anak yang traumanya lebih memilukan daripada kisahku.Kata pengelola panti,"Anak itu kalau tidur harus ditemani karena ia sangat ketakutan sejak melihat ayahnya dibunuh dihadapannya.Digorok lehernya.Waktu itu terjadi kerusuhan SARA di Ambon dan orang tua anak itu jadi korban.Dia trauma dan menderita ketakutan luar biasa.Bahkan ia dulu takut sekali bertemu dengan orang.Kasihan dia." Sepupuku yang mendengar kisah anak kecil itu sampai nangis kembeng2 dan jadi ingat sama orang tuanya yang dirumah,"Betapa aku jauh lebih beruntung ya Lee daripada dia.Aku ga akan nakal lagi dan akan nurut sama orang tuaku.Aku janji.Hiks..hiks..."
            Akupun membagikan nasi kotak pada mereka.Mereka senang sekali.Aku cuma meminta mereka mendoakan anak dalam kandungan isteriku agar lahir sehat dan normal.Semua lalu mendoakan kami.Namun menjelang hari2 persalinan berat bayiku kian menurun.Aku cemas.Aku kembali datang pada Tuhan,"Tuhan,aku takut...benar2 takut...dokter bilang berat bayiku kian turun.Jagai anakku ya Tuhan.Aku lebih mempercayai perlindungan-Mu daripada yang lain.Jika nanti anakku lahir dengan normal aku akan ke panti asuhan itu lagi untuk mengucap syukur dan berbagi kebahagiaan."
Akhirnya tiba juga hari persalinan.Ibu menenangkanku,"Tenang Lee!Anakmu akan lahir dengan baik.Kamu jangan cemas..."
           Aku mondar mandir kayak ironman kebingungan.Setrika gitu udah dapat selemari kali.Panik luar biasa.Keringat dingin pula.Namun aku bertekad,lahir kayak apapun aku akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku.Tuhan menjawab doaku,anakku lahir normal.Dia sehat dan lengkap semua organnya.Tika tersenyum padaku,"Dia mirip kamu Mas.Lihat tuh dia nyari kamu..."
           Anakku laki2.Dia menggemaskan sekali.Aku memenuhi nazarku dan kembali datang ke panti asuhan begitu kondisi isteriku sudah fit.Anak2 panti menyambut kami dengan riang.Semua mengerumuni bayiku,"Dede!Dede!Imut2..."
 Aku lalu cerita kenapa aku datang lagi.Semua mendengarkan kisah masa kecilku.Bagaimana aku begitu sering sakit2an dan menyusahkan ibuku.Semua terharu dan sejak itu aku sepakat dengan isteriku sebagian penghasilan kami akan kami berikan ke panti itu.Muliakanlah Tuhan dengan hartamu.Itulah management keuangan yang benar.***Finish***
            Leganya bisa nyelesaiin.Bagi pembaca yang mungkin punya pengalaman serupa atau punya anak yang berkebutuhan khusus,jangan menyerah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar