CERPEN KE-17 : NUR NEKAD KE JAKARTA
Jakarta oh Jakarta...kota metropolitan,megah,ramai dan menjanjikan harapan perubahan kehidupan.Itulah yang kudengar tentang Jakarta.Kurasa hanya dengan pergi ke sana maka akan kutemukan perubahan bagi kehidupanku yang nelangsa.Aku anak pertama dari empat bersaudara.Ayah sudah tiada sejak aku SMU kelas 1.Ibuku jadi pembantu di rumah orang.Juga nyambi jualan hasil kebun yang ada.Adik2ku masih pada sekolah.Kasihan ibu.Wajahnya nampak kelelahan dan makanpun kadang tak terperhatikan.Lulus SMU aku langsung kerja di pabrik.Sebenarnya gajinya lumayan namun kontrakku ga diperpanjang.Lalu aku kerja di mall.Disinilah aku kenal seorang pria asal Pati namanya Koni.Dia ngakunya kuliah di sini tapi kemudian aku tahu dia mahasiswa ga jelas.Dialah alasan aku akhirnya pilih nekad ke Jakarta untuk mengadu nasib.Koni mendekatiku hanya untuk ngereti uangku.Aku ga ngerti kenapa aku bisa nurut gitu sama dia.Padahal aku diperingatkan berkali2 sama adikku yang perempuan.Dua adikku yang lain laki.Tiga tahun pacaran dengan Koni akhirnya berbuah nestapa.Ia tiba2 kabur dan bawa barang2 berharga aku kayak Jamsostek dan yang lainnya.Aku datangi kost2annya ternyata oh ternyata dia menghamili anaknya ibu kost.Astaga!Hatiku hancur.Aku seperti orang kehilangan akal bahkan jiwa.Melamun saja kerjaannya.Sampai ibu punya niat jodohin aku sama pria pilihannya,"Nur,ada pria baik pingin melamar kamu.Namanya Fajar.Dia itu udah mapan lho orangnya.Punya usaha sendiri.Jualan Nasi Goreng.Kamu mau ya?Anaknya baik.Suka bantu Ibu.Mau ya Nur daripada kamu nglangut.." Aku tahu Mas Fajar memang pria baik2.Aku juga tahu dah lama dia naksir sama aku.Perhatian sama keluarga aku.Tapi aku ga cinta sama dia.Hatiku sedang broken heart.Aku ga mudah melupakan Koni.Namun aku juga ga mungkin dapat dia.Dia udah nikah sama anak ibu kost.Mau jadi ayah pula.Tega ya dia lakukan ini sama aku?Aku malah jawab ibu dengan gelengan kepala,"Ga Bu.Nur masih trauma dengan pria.Nur pingin ke Jakarta aja.Lagian gaji disini kecil Bu.Nur mau cari uang aja yang banyak biar bisa bantu Ibu.Nur ga mau nikah sebelum adik2 Nur tercukupi biaya sekolahnya." Ibu ga bisa bujuk aku.Niatku kekeh mau ke Jakarta.Modal nekad.Ibu akhirnya ngantar aku ke rumah saudara kami di Jakarta,Om Winoto namanya.Dia seorang guru agama tapi menikahi seorang mantan pelacur.Anaknya dua.Cewek dan cowok namanya Desi dan Doni.Isterinya menor gitu dandannya namanya Inge.Ibu menitipkan aku di rumah kerabatnya itu lalu berpesan padaku sebelum kembali ke kampungku,"Nur,sebenarnya hati Ibu berat melepas kamu ke Jakarta.Namun kamu ga mau dengerin Ibu.Hati2 ya Nur hidup di Jakarta.Ini kota besar beda dengan kota kita.Nurut aja sama Om Win ya?Hati2 dalam bergaul juga.Ibu pulang ya...Ibu akan selalu doain kamu dari rumah." Kupeluk ibu dengan derai air mata,"Maafin Nur ya Bu ga nurut sama Ibu.Tapi Nur niatnya baik mau bantu ibu jaga adik2." Ibu juga berpesan pada Om Win,"Titip putri sulungku ya Win...tolong bantu dia cari kerja di Jakarta.Terimakasih mau memberi tumpangan buat anakku." Om Win dan isterinya manggut2 gitu.Depan ibu mereka ramah tapi kemudian aku tahu betapa ngerinya keluarga Omku itu.Aku memang dijanjikan pekerjaan namun aku malah jadi pembantu di rumah mereka.Tidurku aja satu kamar sama anak gadisnya.Aku digaji sangat minim malah sangat2 ga layak buat ukuran pembantu di kampungku.Omku nurut banget sama isterinya.Entah bagaimana tapi aku suka lihat isterinya memasukkan sesuatu ke minuman tehnya.Begitu Omku berangkat kerja,isterinya bawa pria masuk rumah.Entah Pak Rt,sales lewat,tetangga atau siapa saja yang ia kenal.Awalnya aku pikir dia cuma mengakrabi tapi kok kemudian mereka masuk kamar dan terdengar suara2 aneh seperti bunyi ranjang dan desahan gitu dari dalam kamar.Setelah itu mereka akan keluar dengan muka kucel gitu dan pakaian dah ga serapi tadi.Aku pernah coba bicara sama Tante Inge soal kelakuannya yang buruk itu.Eh dia malah ngaku,"Aku itu hiper Nur.Aku ga tahan kalau ga lakukan itu.Suamiku kalau kerja lama.Apalagi sekolahnya mau dibuat full day.Aku itu mantan pelacur Nur.Aku dah biasa melayani pelanggan.Aku dah kecanduan Nur.Aku ga tahan.Kamu tutup mulut ya ntar kukasih uang." Astaga...kecanduan?Hiper?Aku baru tahu kalau ada kehidupan model gitu.Awalnya aku masih nyoba sabar hingga Om Win mergoki ada pria di rumah.Eh Tante Inge bilang pria itu pacar aku,"Dia itu ke sini nyari Nur Mas.Mau ngajak jalan Nur.Tapi Nur ga tahu tuh mau atau kagak." Apa?Aku hendak beritahu Om Win kelakuan ga bermoral isterinya tapi kayaknya bakal ga didengerin deh lha pernah ada yang ngasih tahu ke dia,seorang tetangga gitu yang risih lihat banyak pria silih berganti datang ke rumah Om Win,"Isterimu itu selingkuh sama pria2 banyak banget Pak Win.Saya malah pernah lihat dia sama pria masuk losmen gitu.Mesra gitu jalannya." Eh tetep aja Om ga percaya dan bela isterinya,"Inge itu udah tobat ya ...dia udah ga kayak dulu.Jangan sembarangan hina isteri saya!" Tante Inge mesem penuh kemenangan dan melanjutkan hobby selingkuh dia.Aku sungguh jijik berada di sana,masak video porno ditaruh depan tv banyak lagi dan dia biarin anak2nya melihatnya.Malah ajak2 mereka kalau lihat begituan,"Ayo mb Nur ada film bagus nih.." Aku menolak dan pilih sibuk di dapur aja.Ngasih tahu juga percuma lha Tante Inge aja ga peduli.Dia asyik sama pria di kamar.Aku makin ga tahan berada di sana karena malam2 aku lihat Desi pergi ke kamar adiknya.Akan ikuti dia dan astaga mereka melakukan hubungan badan.Incest.Astaga!!Ini rumah apa neraka ya?Aku akhirnya putuskan untuk kabur setelah perhiasan aku hasil aku ngumpulin uang dicuri sama anak2nya Om Win.Aku kabur dan tidur di Terminal.Untung ada penjual sate nolong aku.Ibu Yani namanya.Dia baik sama aku ngasih tumpangan dan memberiku makan asal aku kerja bantu dia di warungnya.Begitulah aku bantu dia sambil nyari kerja.Akhirnya dapat juga.Kerja di sebuah tempat hiburan malam.Ya ampun pakaianku mini gitu.Sungguh jika bukan demi ibu dan adik2 aku rasanya aku ga mau kerja.Disitu aku kerja di arena perjudian bola tangkas.Gajinya gede apalagi kalau ada yang ngasih tip wah aku bisa pulang bawa uang banyak.Namun aku menolak jika diajak ke hal2 yang menjual diri.Ga!Aku ga mau.Bossku pernah ngajak aku nebeng mobil dia terus tanya2 gitu dia.Ujung2nya ngajak tidur,aku tolak dengana alasan lagi datang bulan.Habis itu aku seperti dibikin ga betah di kerjaan.Ada aja masalah.Rambut ga modislah,kegemukanlah hingga kurang bisa dandanlah.Ada2 aja.Hingga suatu hari ada yang masukin obat sejenis inex ke minuman coca colaku.Waktu itu aku diajak main sama temenku.Aku ga tahu kalau dia baik sama aku cuma ingin bawa aku jadi kayak dia.Dia cewek tapi bisa dibooking gitu.Aku pusing banget usai minum coca cola itu.Kepalaku seperti berputar dan musik terdengar begitu kencangnya.Segera aku cabut dari sana,temanku kutinggal.Aku naik taxi dengan kepala pening luar biasa.Namun alangkah terkejutnya aku kala sopir taxinya kenal sama aku,"Dik Nur kan?Kamu Nur kan?Putrinya Bu Diah.Ya ampun akhirnya aku ketemu sama kamu Dik.Ibu kamu cemas sama kamu.Ia kepikiran terus sama kamu." Aku pusing banget,"Mas antar saya ke kost2an saya.Di jalan Petukangan." Dia nganter aku dan bantu mapah aku hingga masuk kost2anku.Lalu saat kubayar dia nolak,"Ga usah aku dah seneng bisa ketemu sama dik Nur.Aku akan datang lagi besok." Entah dia ngomong apa.Kepalaku pusing banget.Aku langsung tidur.Esoknya aku baru tahu kalau aku dikasih obat terlarang di minumanku.Akupun pindah kost.Males aku bergaul sama temen ga bener.Ga merasa bersalah lagi.Akibat obat itu tenggorokanku infeksi.Kepindahanku dibantu sama mas sopir taxi itu yang semalam nganter aku.Rupanya dia Mas Fajar.Dia nyusul ke Jakarta niatnya mau nyari aku,ibu khawatir karena aku kabur dari rumah Om Win.Makin khawatir kala aku kirim uang dalam jumlah banyak ke rekening adik aku.Mas Fajar ga maksa aku pulang tapi dia akan setia menemaniku di Jakarta.Tuh cowok baik banget deh.Padahal dia punya usaha lho di kampung.Semua dipasrahkan ke anak buahnya selama dia di Jakarta.Aku kekeh ga pulang.Tapi suatu hari tempat kerjaku harus tutup.Lama lagi.Aku punya ide jualan nasi goreng sama Mas Fajar.Lumayan hasilnya.Disitulah aku makin kenal dia.Dia bener2 baik dan jagain aku.Bahkan dia berkata padaku,"Dik Nur...kita pulang aja yuk.Adik2 kamu udah pada lulus sekolah.Adik kamu juga dah ada yang kerja.Kita pulang aja yuk.Kita nikah...kamu mau ya?" Aku memandang wajahnya yang memelas,kasihan dia.Rela ninggalin semua demi ngejar aku ke Jakarta.Aku mengangguk dan dia senang sekali.Akupun pulang.Disambut ibu dengan linangan air mata,"Akhirnya kamu pulang Nur.Ibu ga tenang kamu di Jakarta.Makasih ya Nak Fajar...makasih udah bawa anak ibu pulang." Tanganku digandeng sama Mas Fajar,"Nur dan saya minta restu Ibu untuk menikah." Wah Ibu jelas restu banget.Sejak awal Ibu dah gadang2 Mas Fajar jadi calon suamiku.Pernikahan kamipun dilangsungkan ga lama kemudian.Aku dan suamiku nerusin usaha nasgor kami.Cuma ga di Jakarta tapi di kampung he..he..Kini aku dah dikaruniai dua anak.Ternyata Jakarta tak seindah yang kubayangkan.***The End***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar